Wednesday, August 26, 2026
PERILAKU TOXIC DI THREADS (Part 2) | by: Jelia Megawati Heru
Friday, July 3, 2026
PERILAKU TOXIC DI THREADS (Part 1) | by: Jelia Megawati Heru | July 2026
Belakangan ini marak guru piano yang curhat tentang muridnya yang ajaib, tuntutan dan cita-cita orang tua yang setinggi harapan mertua, membanding-bandingkan guru, saling menjatukan, kompetisi tidak sehat, dan buka-bukaan soal tarif mengajar di aplikasi Threads. Begitu juga dengan keluh kesah para orang tua dan netizen yang toxic, mulai dari komplain anaknya tidak bisa juara 1 di kompetisi piano, menyalahkan gurunya kebanyakan ngomong di kelas yang bernada kebencian, memaki-maki, menghina dengan kata-kata nggak masuk nurul dan nggak punya akhlak. Apa itu etika? Nggak pernah denger. Di Threads mereka bebas merdeka ngata-ngatain orang tanpa filter. Makin dibaca komen-komennya, makin toxic. Jadi piye iki? Kenapa hal ini bisa terjadi dan bagaimana kita menyikapinya?
Banyak orang menganggap media sosial sebagai tempat santai dan bebas dari konsekuensi, tetapi hukum dan institusi semakin melihat tindakan online sebagai tindakan nyata. Sebuah komentar yang ditulis dalam beberapa detik dapat membawa konsekuensi hukum, finansial, maupun pribadi dalam jangka panjang. Ada pasal hukum dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) yang dapat digunakan untuk menjerat tindakan pencemaran nama baik, penghinaan, dan cyberbullying di media sosial seperti Threads, Instagram, X, TikTok, atau platform lainnya, yang dapat dikenakan pidana, ancaman hukuman penjara, dan denda ratusan juta rupiah. Be smart dan kenali aturan mainnya!
APA ITU THREADS?
Threads adalah platform medsos berbasis percakapan teks yang dirancang untuk interaksi cepat dan opini publik yang dibuat oleh Meta, perusahaan yang juga memiliki Instagram, Facebook, dan WhatsApp. Threads diluncurkan pada tahun 2023 sebagai platform untuk berbagi opini, berdiskusi, membuat update singkat, dan berinteraksi lewat postingan teks. Banyak orang menganggap Threads sebagai pesaing X (Twitter) karena tampilannya dan cara penggunaannya mirip. Biasanya Threads digunakan oleh para konten kreator, publik figur, brand, mahasiswa, komunitas online, pengguna yang menyukai diskusi atau topik yang lagi trending.
Monday, June 1, 2026
Mind, Body & Soul | by: Jelia Megawati Heru | Staccato, June 2026
Mempelajari musik itu bukan hanya sekedar tang ting tung atau dar der dor. Dalam belajar musik, kita perlu memahami pentingnya melatih tiga hal secara holistik, yaitu: musical MIND (understanding), musical BODY(technique), dan musical SOUL (musicianship) secara seimbang. Ketiga elemen ini akan memberikan kita fondasi untuk berlatih, wawasan yang luas untuk mendorong pembelajaran yang menyeluruh dan “mendalam”, serta filosofi pendidikan yang solid. Tiga elemen ini berkaitan dengan sifat intrinsik dan identitas inti kita, dan semuanya sama pentingnya untuk pengembangan diri seorang musisi.
Bisa nggak kita hanya belajar piano dari otodidak tanpa guru dan meniru video YouTube saja? Yaaaa…. Walaupun tidak ada yang melarang, untuk mencapai kemajuan yang signifikan sebagai performer, kita tidak hanya bisa mengandalkan hal itu saja. Pembelajaran semacam itu memiliki keterbatasan. Itu kan mesin, bahkan AI yang canggih saja belum bisa mengajar sebaik guru di kelas piano offline, karena variabelnya terlalu banyak dan kompleks. Yang belajar dengan guru profesional offline saja sulit, apalagi kalau sendiri secara online? Pemahaman yang lebih mendalam tentang konteks dan musik yang dipelajari dari seorang guru profesional tentunya akan dapat menginspirasi, menambah relevansi, dan kualitas proses belajar mengajar yang lebih efektif dan tepat sasaran.
Saturday, May 2, 2026
Trend Ujian Piano: Apakah Memotivasi Murid? | by: Jelia Megawati Heru | Staccato, May 2026
TREND UJIAN PIANO
Bagi banyak orang, belajar piano hampir identik dengan 'mengikuti ujian piano', sebuah ritual yang sudah mengakar, dan merupakan tolok ukur yang digunakan guru, siswa, dan orang tua untuk merencanakan dan menetapkan target, menentukan isi pelajaran, memilih repertoar, dan mengevaluasi kemajuan.
Kualifikasi ‘amatir’ ujian piano ini memiliki dampak yang sangat besar pada kualitas pendidikan piano. Dengan perubahan signifikan pada silabus ujian piano yang baru dalam beberapa tahun terakhir, wajar jika orang tua dan guru sangat tertarik. Namun di sisi lain, orang tua seringkali tampak bingung mengapa ujian piano sekarang telah banyak berubah, dan ekspektasi saat ini tampaknya jauh lebih rendah daripada 'dulu'.
Mereka bertanya-tanya apakah ujian piano ini masih menawarkan tolok ukur yang andal dan bermakna? Musisi dari negara-negara lain yang merasa ujian piano ini kurang penting mengamati dengan agak bingung oleh obsesi khas Inggris ini. Bagi mereka ini hanya gimmick dan trik dagang saja. Banyak pertanyaan muncul: Apakah ujian ini bermanfaat atau ini hanya merupakan jebakan batman saja? Lalu kenapa orang berbondong-bondong ikut ujian piano ini?
Apakah persiapan ujian piano benar-benar bisa memotivasi siswa? Apakah silabus piano bisa menawarkan pendekatan yang menyeluruh dan terstruktur? Apakah standar menurun karena konten yang lebih mudah? Apakah kualifikasi profesional kita yang ditempuh lewat jalur universitas masih dihormati dan memiliki nilai?
Wednesday, April 1, 2026
Kiat Menghadapi Gaslighting & Orang Tua NPD | by: Jelia Megawati Heru | Staccato, April 2026
Dibesarkan oleh orang tua narsis dapat menyebabkan tantangan seumur hidup, termasuk rendahnya harga diri, kesulitan menetapkan batasan, dan kesulitan mengatasi kecemasan atau depresi di masa dewasa. Pola asuh orang tua narsis cenderung memiliki kendali penuh atas anaknya dan tidak peduli seberapa besar dampak negatif yang mungkin ditimbulkan. Orang tua yang narsistik cenderung terlalu kritis, mengontrol, dan manipulatif secara emosional, seringkali memprioritaskan kebutuhan mereka sendiri di atas kesejahteraan anak-anak mereka. Orang tua narsis akan terus menerus melihat diri mereka sebagai otoritas terakhir dan selalu benar tanpa mendengarkan anaknya (baca: toxic parenting).
CARA MENGELOLA HUBUNGAN DENGAN ORANG TUA NPD
Sadari Apa yang Sedang Terjadi
Ingatkan diri Anda, bahwa Anda sedang berurusan dengan seorang narsistik. Anda perlu menyadari bahwa ini bukanlah perilaku yang normal. Bagian menyadari ini sangat penting, karena Anda berada dalam jeratan tentakel sang narsisis. Ini bukan kesalahan Anda! Anda tidak akan pernah menang melawan seorang narsisis. Sulit untuk mengubah perilaku orang tua NPD atau membuat mereka benar-benar memahami perasaan Anda. Mengingatkan diri sendiri bahwa Anda mungkin tidak akan pernah menang dapat mencegah frustrasi dan kekecewaan.
Monday, March 2, 2026
EFEK ORANG TUA NARSIS (NPD) | by: Jelia Megawati Heru | Staccato, March 2026
Konfrontasi langsung dengan orang tua narsis atau narcissistic personality disorder (NPD) akan menyebabkan pertempuran yang berkelanjutan. Menunjukkan perilaku negatif atau yang tidak diinginkan akan menantang dunia sempurna yang mereka ciptakan, dapat mengakibatkan perang emosional.
Orang tua NPD memakai dua topeng. Perilakunya di depan umum dan di rumah berbeda. Walau mereka terlihat arogan, menawan, dan percaya diri, sebetulnya mereka adalah orang yang paling insecure, haus validasi, selalu mencari perhatian, dan mendambakan kekaguman dan pujian dari orang lain.
Di rumah, sifat asli mereka terungkap. Disinilah mereka sering menyalahgunakan anak-anak mereka secara emosional dan mental. Mereka harus menjadi penguasa yang mengendalikan anak-anak mereka. Jika anak mengancam ego mereka – anak berhasil mandiri tanpa bantuan mereka atau justru gagal memenuhi harapan mereka — mereka akan menghukum anak tsb.
Sunday, February 1, 2026
ORANG TUA NARSIS (NPD) | by: Jelia Megawati Heru | Staccato, February 2026
Orangtua memiliki pengaruh yang signifikan terhadap bagaimana cara anak melihat diri sendiri, melihat orang lain, dan menafsirkan dunia. Karakter atau sifat anak ditentukan dari bagaimana ia dilahirkan dan dibesarkan oleh orangtua. Sangat disayangkan justru banyak orang tua yang tidak sadar bahwa dirinya menerapkan pola asuh yang toxic. Toxic parenting adalah penerapan pola asuh orangtua yang mengacu pada perilaku yang tidak baik dan berdampak buruk bagi diri sendiri, dan orang lain (anak), baik secara mental maupun fisik.
NARSISTIK
Salah satu pola pengasuhan toxic adalah narcissistic personality disorder (NPD). Orang tua dengan gangguan kepribadian narsistik ditandai dengan sikapnya yang lebih mementingkan diri sendiri menganggap bahwa ia adalah center of the universe.
Gangguan ini dinamai berdasarkan tokoh mitologi Yunani, Narcissus, yang jatuh cinta pada bayangannya sendiri. Pemuda tampan itu secara tak sengaja bertemu dengan bayangannya sendiri di genangan air, yang memicu obsesi tragis terhadap dirinya sendiri yang berujung pada kematiannya yang prematur. Menurut Sigmund Freud, narsisisme adalah tahap normal dalam perkembangan anak, tetapi dianggap sebagai gangguan ketika terjadi setelah pubertas.
Adanya trauma di masa kecil akibat pola pengasuhan yang buruk diduga menjadi pemicu orang tua mengembangkan perilaku yang toxic. Orang tua toxic masih membawa luka lamanya, sehingga memiliki pola asuh toxic parenting dan memperlakukan anak dengan buruk, sama seperti yang dialaminya dulu.
Orang tua yang narsistik cenderung terlalu kritis, mengontrol, dan manipulatif secara emosional, seringkali memprioritaskan kebutuhan mereka sendiri di atas kesejahteraan anak-anak mereka. Mereka takut kehilangan kendali dan menggunakan cara mempermalukan atau menghina anak-anak mereka untuk mempertahankan dominasi.
Thursday, January 1, 2026
Kontroversi Chopin Piano Competition | by: Jelia Megawati Heru | Staccato, January 2025
Kompetisi merupakan topik kontroversial dalam dunia Musik Klasik. Komposer asal Hungaria Béla Bartók mengatakan bahwa kompetisi ditujukan untuk kuda, bukan musisi. Pianis virtuoso asal Rusia, Vladimir Horowitz juga menentang kompetisi piano, alasannya keputusan juri lebih sering didasarkan pada persaingan profesional daripada bakat peserta.
Karier yang gemilang tidak selalu dijamin oleh kemenangan kompetisi. Banyak pemenang Chopin telah tenggelam dalam ketidakjelasan, dan beberapa nama besar di piano klasik tidak pernah memenangkan kejuaraan apapun. Salah satunya adalah Yuja Wang.
Mereka yang mendukung adanya kompetisi piano berpendapat, bahwa kompetisi penting untuk menemukan bakat baru dan memulai karier internasional. Tetapi ada pihak yang menentang dan berargumen bahwa kompetisi tersebut justru menghambat musikalitas dengan berfokus pada kesempurnaan teknis, dan lebih mengutamakan kesesuaian daripada orisinalitas.
OLIMPIADE PIANO
Kompetisi Piano Internasional Fryderyk Chopin ke-19, yang diselenggarakan oleh Fryderyk Chopin Institute Polandia, berlangsung dari 2 hingga 23 Oktober 2025. Diadakan setiap lima tahun di sekitar hari peringatan kematian Chopin, kompetisi ini adalah salah satu acara musik tertua dan paling bergengsi dari jenisnya di dunia. Pemenang yang mencakup legenda seperti Maurizio Pollini (1960), Krystian Zimerman (1975), dan Martha Argerich (1965), Seong-Jin Cho (2015), Yundi Li (2000), Yuliana Avdeeva (2010), dan ketua juri tahun ini, Garrick Ohlsson (1970).
Tidak seperti kompetisi lainnya, kontestan dalam Kompetisi Chopin hanya memainkan karya dari satu komposer. Tiket untuk acara tersebut, yang mulai dijual satu tahun lalu, terjual habis dalam hitungan menit. Berkat siaran langsung, audiens yang lebih besar dapat menyaksikan dari jarak jauh untuk melihat para kontestan bergulat dengan beberapa musik paling sulit dalam repertoar piano.
Monday, December 1, 2025
SENI MENGKRITIK | by: Jelia Megawati Heru | Staccato, December 2025
“Advice is like the snow. The softer it falls,
the longer it dwells upon and the deeper it sinks into the mind”
Samuel Taylor Coleridge
GURU PIANO SEBAGAI “TEMAN KRITIS”
Hanya karena seseorang adalah pianis yang hebat, bukan berarti ia akan menjadi guru yang hebat. Pianis yang paling terkenal belum tentu bisa mengajari orang lain bermain piano. Sementara beberapa guru piano yang hebat mungkin sama sekali tidak terkenal. Don’t judge a book by its cover, ujar George Eliott, artinya jangan menilai seseorang dari penampilannya, karena yang terlihat di luar belum tentu mencerminkan kualitas sebenernya.
Salah satu peran guru piano adalah membantu siswanya meningkatkan kemampuan bermain piano mereka. Mendengarkan siswa bermain, mengidentifikasi letak problem, dan memberikan saran perbaikan tentu bukan satu-satunya tugas guru piano, tetapi hal ini akan menjadi ciri utamanya. Caranya? Memberikan advis lewat kritik yang membangun dan bukan mengomel. Tidak seorangpun guru yang ingin menjadi "polisi" yang ditakuti! Dalam artikel ini, akan ada tips cara memberikan kritik yang bermanfaat, mendorong kemajuan positif, dan pembelajaran yang antusias.
Monday, November 10, 2025
MUSIK TAK SEKEDAR OLAH BUNYI - Wawancara Khusus Kontributor Majalah Staccato | Staccato, November 2025
Sebagian terbesar manusia menganggap bahwa musik adalah seni olah bunyi. Ya tentu anggapan tersebut sangat benar dan sudah tertanam berabad-abad sebagai sebuah batasan tentang musik. Namun sebetulnya, musik memiliki sisi dan bahkan semburat yang sekedar olah bunyi. Momentum musik layak dicatat dan didokumentasi. Teorema musik perlu dijabarkan dengan tulisan. Pemahaman filosofis tentang musik perlu dibingkai artikel. Untuk hal-hal semacam itulah MAJALAH STACCATO ada. Dan tentu peran besar tersebut tak lepas dari para kontributor handal. Mereka adalah para penulis hebat, berdedikasi, tak kenal Lelah, mencurahkan buah pikir lewat pena. Berada bersama STACCATO lebih dari satu dasawarsa. Mereka adalah ibu JELIA MEGAWATI HERU,M.Mus.Edu (JMH) dan Bapak MICHAEL GUNADI WIDJAJA (MGW).
Staccato mewawancarai kedua beliau. Untuk menggali serpihan mutiara yang mungkin semburatnya baru anda kenal. Siapa tahu ada yang akan menginspirasi atau menambah wawasan anda semua tentang musik yang tak sekedar olah bunyi.
1. Sejak kapan Mas Mike dan Ibu Jelia mulai menulis, dan apa yg mendorong anda untuk menulis?
JMH: Saat kuliah musik di Jerman, seorang Professor saya berpesan agar saya tak hanya berpiano, tak hanya mengajar, namun juga menulis, karena menulis itu adalah satu bentuk ketrampilan abstraksi materi. Orang yang mahir menulis tentu ia mahir menyampaikan gagasannya, dan ini sangat berguna bagi bidang pekerjaan saya sebagai Music Educator. Itu yang mendorong saya menulis dan sesampainya di Indonesia saya mulai menulis di Kompasiana, Citizen Journalistic dari harian KOMPAS. Saya bikin blog pribadi Jelia’sMusic Playground. Kemudian menulis sudah 3 buku tentang musik: Hitam Putih Piano, Pianolicious, dan Pengetahuan Dasar Musik Teori, dan ya tentu saja di Majalah Staccato.
MGW: Sejak SMP dan SMA saya menjadi pemimpin redaksi majalah sekolah. Oh ya, majalah sekolah saya bukan lembar stensilan ya, tapi dicetak professional dan memiliki ijin terbit dari Departemen Penerangan, Direktorat Sosial Budaya, ini zaman Pak Harto ya. Setelah lulus SMA, saya menjadi penulis lepas di koran-koran terutama tentang ulasan Politik. Zaman ORBA lho. Salah tulis kepala hilang hahahaha. Beberapa kali juga menulis tentang seni dan kebudayaan. Bagi saya menulis itu menantang. Bagaimana menyuguhi orang Indonesia yang tidak gemar baca, dengan pengetahuan, informasi dan buah pikiran yang memaksa mereka untuk mau membaca?
Saturday, November 1, 2025
Guru Piano Terbaik di Dunia | by: Jelia Megawati Heru | Staccato, November 2025
Di balik pianis yang hebat, ada guru yang hebat. Mendapatkan pendidikan piano yang baik dan benar dengan guru piano yang tepat dapat menghemat waktu dalam menguasai teknik bermain yang baik, serta menumbuhkan kecintaan pada musik.
Semua orang tua pasti menginginkan guru piano yang terbaik untuk anaknya. Jadi apa yang harus dilakukan para parents dalam mencari guru yang terbaik? Apakah berlomba-lomba mencari pianis dengan gelar terbaik, resume prestasi terpanjang, atau studio paling mewah?
Sayangnya menemukan guru piano yang baik selalu menjadi tantangan tersendiri. Terutama ketika kita masih pemula dan tidak tahu sebenarnya apa yang dicari. Siswa atau orang tua siswa (apabila anak masih terlalu kecil) harus mempertimbangkan apa yang mereka inginkan dari kelas musik sebelum mencari guru piano. Apakah untuk mengikuti ujian, memenangkan kompetisi internasional, atau hanya sekedar hobi? Pada akhirnya, menemukan guru piano yang baik adalah tentang mengenal diri kita sendiri. Semakin spesifik Anda dapat memahami kebutuhan Anda, semakin cepat Anda menemukan guru piano versi ideal Anda.
Monday, October 6, 2025
Memaknai Totalitas dan Kesetiaan | Liputan Penghargaan kepada Dua Kontributor Utama Majalah STACCATO 2025
Tak dapat dipungkiri bahwa Majalah STACCATO adalah satu majalah yang konsisten sebagai majalah musik seni. Maksud musik seni adalah musik, apapun genrenya, dengan muatan seni yang bukan industri dan komersialisasi bisnis. Tumbuh dan berkembangnya Staccato, tentu tidak terlepas dari sumbangsih kontributor utamanya. Mereka ikut tumbuh, berkembang, mendampingi dengan setia, loyal, berdedikasi dan tentu dengan totalitas yang terkadang melebihi batas seharusnya. Tanpa mereka, Staccato mungkin akan hadir dan berkisah dengan cara dan episode yang tak berkesan seperti saat ini. Maka, sudah lazim dan layak mereka mendapat apresiasi, pemaknaan akan totalitas dan kesetiaannya.
Mereka berdua adalah Ibu Jelia Megawati Heru, M.Mus.Edu dan Bapak Michael Gunadi Widjaja. Ibu Jelia Megawati Heru adalah seorang music educator terkemuka di Indonesia, alumnus Jerman. Beliau adalah konsultan berbagai Institusi musik dan bahkan Pemerintah Republik Indonesia memberi kepercayaan pada beliau untuk turut merancang kurikulum dan bahan acara pendidikan formal maupun non formal. Bapak Michael Gunadi sebetulnya lebih banyak berkecimpung sebagai analist sosial dan politik. Kiprah perpolitikannya sampai pada tatanan nasional. Beliau juga seorang praktisi kesehatan. Meski demikian, Pak Michael ini juga komposer dan pemusik dengan ketajaman analisa setajam silet.
Wednesday, October 1, 2025
Motivasi Bermain Piano Bagi Adult Beginner | by: Jelia Megawati Heru | Staccato, October 2025
Monday, September 1, 2025
"KOK FALS, SIH?!" - Panduan Memainkan Nada Disonan | by: Jelia Megawati Heru | Staccato, September 2025
Memainkan nada yang disonan bisa menjadi hal yang menantang. Disonansi dapat menciptakan ketegangan, warna, dan kedalaman emosi. Beberapa panduan langkah demi langkah dibawah ini akan membantu Anda memahami dan memainkan melodi yang disonan dengan lebih percaya diri.
1. PAHAMI APA ITU DISONANSI
2. MENDENGARKAN CONTOH DISONANSI
Dengarkanlah secara seksama bagaimana disonansi diekspresikan dan diselesaikan pada karya-karya komposer yang menggunakan disonansi secara efektif. Misalnya: Bartók, Stravinsky, Debussy, Prokofiev, Schoenberg, dan Messiaen.
Sunday, August 31, 2025
JALAN PANJANG JEJAK AKSARA | Penghargaan Sebagai Penulis Staccato Selama 13 Tahun
Suatu hari, dalam keheningan pengasingan, Tan Malaka, pemikir dan sastrawan terkemuka, pengarang buku MADILOG menulis: “Kalau tidak ada pena, aku akan pakai arang. Kalau tidak ada kertas, aku akan menulis di dinding. Tapi aku akan terus menulis.”
Apa yang di nas kan oleh Tan Malaka seakan menjadi Credo bagi seorang penulis, apapun bidang yang akan menjadi obyek tulisannya. Menulis adalah mempertahankan keberadaan diri secara positif dengan membagikan buah pikir pada semesta. Hasil akhirnya tidak penting, lebih utama adalah keberadaan kita sebagai manusia yang ada, berpikir, dan menyatakan pikirannya. Itulah salah satu semburat inspirasi yang mendasari saya, Jelia Megawati Heru dan Michael Gunadi Widjaja, untuk menulis.
Friday, August 8, 2025
Claire Rosamund Budiman dan Semburat Rasa Bangga | Liputan Rising Stars International Arts Festival & Competition Vietnam 2025
Pada Selasa, 5 Agustus 2025, website resmi Kedutaan Besar Republik Indonesia di Hanoi, Vietnam dalam Instagramnya merilis beberapa anak dan remaja Indonesia yang berprestasi dalam bidang musik Piano. Salah satunya adalah CLAIRE ROSAMUND BUDIMAN. Putri pasangan Michael Budiman dan Anastasia Gracia Lityo, siswa Jelia’s Piano Studio dengan bimbingan langsung Ibu Jelia Megawati Heru, M.Mus.Edu.
Claire Rosamund Budiman menyemburatkan rasa bangga. Khususnya bagi masyarakat pencinta musik piano di Indonesia. Ia mendapatkan Diamond Award pada ajang RISING STARS INTERNATIONAL ARTS FESTIVAL AND COMPETITION VIETNAM 2025, yang diorganisir oleh Harmonia Music Event Organizer. Ajang ini diikuti beberapa negara termasuk Vietnam sendiri, Malaysia, Thailand, dan bahkan pianis-pianis muda berbakat cemerlang dari Korea Selatan. Babak final diadakan di Vietnam National Academy of Music selama empat hari, 16 – 19 Juli 2025. Pada babak final, Claire memainkan “Rumba Toccata” karya Paul Harvey dan “Titanium Toccata” karya Dennis Alexander.
Friday, August 1, 2025
MIKROKOSMOS: "Dunia Kecil Béla Bartók" | by: Jelia Megawati Heru | Staccato, August 2025
Béla Bartók (1881–1945) adalah seorang komposer, pianis, dan etnomusikolog asal Hungaria. Ia merupakan salah satu musisi terpenting dan berpengaruh di abad ke-20. Salah satu kontribusinya adalah memadukan Musik Klasik Barat (seperti fuga dan sonata) dengan tradisi Musik Rakyat (Folksong) Eropa Timur yang sarat akan ritme yang kompleks dan perkusif, yang penuh petualangan dalam harmoni (dissonant, modes, bitonal, atonal, whole tone scale) dan time signature yang asimetris. Musiknya sangat menantang, tetapi juga sangat ekspresif dan fisik. Ia mengubah cara pandang musisi dalam mendekati teknik dan warna.
Bartók merupakan inovator ritme, harmoni, dan bentuk. Ia banyak memperkenalkan banyak inovasi radikal, a.l. ritme polimeter dan tidak teratur (misalnya, ritme Tari Bulgaria seperti 4+2+3), penggunaan disonansi dan akor tanpa mengabaikan tonalitas – sambil tetap memadupadankan struktur formal seperti bentuk lengkung (ABCBA). Musiknya terdengar modern bahkan hingga saat ini, namun berakar kuat pada ritme manusia yang mirip tarian.
JEMBATAN ANTARA TRADISI DAN MODERNISME
Bartók adalah salah satu komposer pertama yang mendokumentasikan dan melestarikan musik tradisional secara ilmiah. Ia merekam ribuan lagu daerah menggunakan fonograf awal, lalu menyalin dan menganalisisnya.
Bartók memadukan musik rakyat dengan teknik klasik kontemporer. Bersama Zoltán Kodály, Bartók mengumpulkan dan menyalin ribuan lagu daerah dari Hungaria, Bulgaria, Rumania, Slowakia, dan berbagai wilayah Eropa Timur lainnya. Ia adalah pelopor dalam bidang etnomusikologi dan membantu melestarikan serta melegitimasi tradisi daerah.
Sunday, June 1, 2025
"Memelihara Kesehatan Mental Musisi": Mengelola Medsos & Teknologi Bagi Praktisi Musik | by: Jelia Megawati Heru | Staccato, June 2025
BATASAN PENGGUNAAN TEKNOLOGI
Mengadopsi teknologi, lebih banyak tidak selalu lebih baik. Teknologi dan medsos harus dapat disesuaikan dengan batasan yang dibuat manusia—untuk melayani tujuan manusiawi. Penggunaan medsos yang tidak sehat dan toxic menyebabkan banyak konsekuensi negatif, termasuk degradasi lingkungan, isolasi, eksploitasi manusia seperti pornografi anak, addicted, digital burn out, cyberbullying dari para haters yang bisa memicu perilaku ekstrem seperti bunuh diri, dan cybercrime.
Medsos yang buruk pada dasarnya bersifat KOMERSIL dan PALSU. Media ini terputus dari kebutuhan manusia yang sebenarnya dan terputus secara sosial. Media ini merusak individu, komunitas, dan tempat. Media ini menipu. Media ini mengancam akses yang bebas dan terbuka. Sebagai contoh dalam pendidikan musik, posting penampilan "terbaik" dalam 10 detik tidak menunjukkan semua usaha berlatih sehari-hari yang dilakukan dalam persiapan untuk tampil di depan publik. Faktanya, tidak ada hasil yang instan dan bisa saja postingan tsb diedit. Jadi be smart dan jangan tertipu!
Contoh lain medsos yang buruk menciptakan kebutuhan palsu akan produk konsumen yang tanpanya sebagian besar orang dapat hidup dengan baik, yang secara langsung merusak lingkungan, seperti pemborosan dalam pembuatan dan pembuangan gadget. Pilihan yang paling berkelanjutan secara ekologis mungkin adalah tidak menggunakan gadget. Namun pilihan ini sangat tidak mungkin bagi banyak orang, terutama di kota besar.
Friday, May 2, 2025
EFEK NEGATIF MEDSOS BAGI MUSISI - by: Jelia Megawati Heru | Staccato, May 2025
Miliaran orang terhubung di seluruh dunia melalui berbagai platform media sosial, dari Snapchat hingga Instagram, hingga TikTok. Berbagai platform media sosial telah menjadi cara yang mudah bagi seseorang untuk memperluas jangkauan dan mengembangkan "merek" pribadi mereka, baik mereka adalah seorang individu, artis, influencer, CEO, dan musisi.
PERSONAL BRANDING
Penggunaan media sosial oleh artis individu - dan khususnya, musisi klasik membentuk "budaya musik klasik." Meskipun niat awalnya mungkin untuk terhubung dan membangun network, musisi sekarang sering menggunakan media sosial sebagai cara untuk mempromosikan diri mereka (personal branding) tanpa malu-malu dengan berbagai humor dan gaya yang mereka pamerkan setiap saat, mengikuti trending, dan FOMO (Fear of Missing Out). Hal ini sayangnya tidak selalu “sehat”.
Mengembangkan merek untuk diri sendiri berarti menempatkan beban di atas kehidupan yang sudah penuh tekanan bagi seorang musisi, baik di dalam maupun di luar ruang latihan. Sementara platform medsos ini dirancang untuk “menjebak” penggunanya dalam siklus tanpa akhir dari doom scrolling, menonton iklan, dan promosi merek. Jadi, sementara perusahaan-perusahaan besar ini memprioritaskan keuntungan mereka, musisi dan kita semua, sejujurnya - harus berusaha untuk memprioritaskan keaslian dan kelangsungan seni yang sustainable untuk jangka panjang daripada engangement yang viral namun hanya bertahan sebentar.

.png)













