Showing posts with label practice. Show all posts
Showing posts with label practice. Show all posts

Monday, September 1, 2025

"KOK FALS, SIH?!" - Panduan Memainkan Nada Disonan | by: Jelia Megawati Heru | Staccato, September 2025

“KOK FALS, SIH?!"
PANDUAN MEMAINKAN NADA DISONAN
By: Jelia Megawati Heru


Memainkan nada yang disonan bisa menjadi hal yang menantang. Disonansi dapat menciptakan ketegangan, warna, dan kedalaman emosi. Beberapa panduan langkah demi langkah dibawah ini akan membantu Anda memahami dan memainkan melodi yang disonan dengan lebih percaya diri.

 

1. PAHAMI APA ITU DISONANSI

• Disonansi terjadi ketika dua not atau lebih berbenturan satu dengan yang lainnya, sehingga menciptakan ketegangan/nada (clashing sound) yang tidak terdengar harmonis/fals (misalnya: minor 2nd, augmented 4th/diminished 5th/tritone, dan major 7th). 

• Disonansi mempunyai kecenderungan untuk diselesaikan (resolve) — yang sering diikuti oleh konsonan (misalnya, major atau minor 3rd, perfect 5th).



2. MENDENGARKAN CONTOH DISONANSI

Dengarkanlah secara seksama bagaimana disonansi diekspresikan dan diselesaikan pada karya-karya komposer yang menggunakan disonansi secara efektif. Misalnya: BartókStravinsky, Debussy, Prokofiev, Schoenberg, dan Messiaen.

Saturday, February 1, 2025

Repetition | by: Jelia Megawati Heru | Staccato, February 2025

REPETITION
By: Jelia Megawati Heru
Staccato, February 2025


“Repetition draws us into music and repetition draws music into us.”

— Elizabeth Hellmuth Margulis

 

Pengulangan adalah proses bawaan dan alami yang ada pada kita sejak lahir. Ketika kita masih anak-anak, kita terus-menerus melatih hal-hal yang kita pelajari, lihat, atau coba untuk pertama kalinya. Mereka melakukan ini untuk menginternalisasi dan lebih memahami apa yang telah mereka pelajari. Ada pepatah latin kuno "Repetitio est mater studiorum" - mengulang adalah induk dari belajar. Saat berlatih piano, atau instrumen apa pun, pengulangan adalah metode latihan yang umum digunakan untuk mempelajari sebuah karya musik. Pengulangan adalah bagian tak terpisahkan dari simetri dan pembentukan motif. 

 

Para atlet berlatih dengan cara ini, operasi militer dilakukan dengan cara ini, dan ahli terapi fisik mengharapkan hal yang sama pada pasien mereka. Pengulangan membantu membangun memori otot Anda (muscle memory). Ketika sesuatu dilatih berulang-ulang, otot-otot mulai mengingat apa yang seharusnya mereka lakukan, dan bagaimana mereka seharusnya bergerak. 

 

Namun mengulang terus menerus tidak selalu membuat kemajuan yang berarti. Otot Anda akan mempelajari pola tsb. Jika sejak awal Anda salah mempelajari polanya dan kemudian terus mengulanginya, akan sangat sulit untuk memperbaikinya. Karena “latihan akan menjadikannya permanen” – seperti mengendarai sepeda atau belajar mengemudi. Oleh karena itu Anda harus tahu dengan pasti pola apa yang benar sejak awal dan terus melatihnya secara mental di kepala Anda “mindful practice”.

Tuesday, October 1, 2024

METODE PIANO ALA RUSIA | by: Jelia Megawati Heru | Staccato, October 2024

METODE PIANO ALA RUSIA
By: Jelia Megawati Heru
Staccato, October 2024


TRADISI BUDAYA MUSIK PIANO RUSIA

Sistem Pendidikan piano modern di seluruh dunia dipengaruhi oleh tradisi sekolah piano Rusia. Pada akhir abad ke-19 Rusia menjadi pusat kebudayaan musik, yang didorong oleh tingginya popularitas piano, munculnya aliran komposisi ala Rusia, pianis, dan guru piano yang kuat. Rusia mengundang guru-guru terhebat untuk bekerja di dua konservatori pertama di Rusia, yaitu St. Petersburg Conservatory pada tahun 1862 (didirikan oleh Anton Rubinstein), dan Moscow Conservatory pada tahun 1866 (didirikan oleh Nikolai Rubinstein).

 

Tradisi budaya musik Rusia dikembangkan dari refleksi filosofis, pengetahuan, dan empati yang telah berlangsung selama ratusan tahun. Ciri-ciri utama gaya bermain piano Rusia mencakup pendekatan yang sangat spiritual terhadap seni dan sangat ekspresif, disertai dengan interpretasi yang cermat dan kemampuan teknis yang tinggi.



Namun sejak awal abad ke-20, pendidikan musik di Rusia, yang sangat dipengaruhi oleh pemerintah yang meyakini bahwa sistem pendidikan musik dapat 'memperkuat massa secara nasionalis dan politis'. Oleh karena itu Pusat Sekolah Musik didirikan pada tahun 1935. Sistem Pendidikan mempunyai hirarki yang dapat dikategorikan menjadi empat tingkatan unik: Sekolah Musik Anak, Sekolah Musik, Sekolah Musik Khusus, dan Konservatorium. Setiap tingkatan memiliki fungsi yang berbeda dan kurikulum masing-masing. 

Monday, September 2, 2024

FRUSTRASI! | by: Jelia Megawati Heru | Staccato, September 2024

FRUSTRASI!
By: Jelia Megawati Heru
Staccato, September 2024


PERJALANAN MENUJU PUNCAK

Dalam perjalanan belajar piano Anda, rasa frustrasi dalam berlatih piano adalah sesuatu yang wajar dan normal. Anda tidak sendirian dalam hal ini. Hal ini juga dialami oleh banyak orang. Tidak ada seorang pun yang hanya duduk di depan piano dan tiba-tiba simsalabim langsung bisa bermain seperti Martha Argerich atau Krystian Zimerman. Mimpi kali. Sebaliknya, mungkin diperlukan kerja berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun untuk menguasai kemampuan pianistik tertentu hingga tahap virtuoso. 

 

Banyak hambatan dan titik sandungan dalam perjalanan menuju puncak. Sebetulnya ya semua orang pasti mengalami hambatan ini dan jalan berbatuan menuju puncak ya wajar saja dan Anda akan baik-baik saja selama Anda realistis dan optimis. Tetapi proses menuju puncak tidaklah sama untuk semua orang. Beberapa orang akan merasa membaca notasi balok misalnya itu relatif mudah, sementara yang lain merasa hal ini sangatlah sulit, ibarat mempelajari bahasa baru. 

 

Kita tidak bisa memukul semuanya sama rata. Beberapa orang secara alami memang lebih baik dari yang lain. Banyak faktor yang mempengaruhi hal tsb, seperti rentang jari yang besar dan koordinasi yang baik. Kita juga tidak tahu persis kesulitan apa yang dihadapi seseorang, namun banyak hal bisa membuat seseorang menyerah.

Thursday, August 1, 2024

Berlatih Seperti Master Piano | by: Jelia Megawati Heru | Staccato, August 2024

BERLATIH SEPERTI MASTER PIANO
By: Jelia Megawati Heru
Staccato, August 2024


Bagaimana para master piano dan komposer yang terkenal seperti Mozart, Chopin, Liszt, Brahms, dan Horowitz berlatih? Apakah mereka mempunyai rutinitas latihan dan strategi khusus? Bagaimana mereka mengajar siswanya dalam berlatih?

 

Mempelajari piano tentu saja menuntut kerja keras selama berjam-jam, namun cara kita menghabiskan waktu latihan bisa dibilang lebih penting daripada jumlah jam yang kita habiskan. Seperti yang dikatakan oleh komposer dan pianis terkenal Frédéric Chopin“Pengulangan tanpa berpikir panjang tidak ada gunanya sama sekali.” Berlatih, menurutnya, “membutuhkan kecerdasan dan seluruh kemauan murid.”

 

PLANNING

Kita harus masuk ke ruang latihan dengan sebuah rencana. Tanpa rencana tentang cara kita berlatih piano, kita berisiko kehilangan kendali dan kewalahan dengan banyaknya tantangan piano. Untuk itu Anda harus membekali diri Anda dengan tips dan strategi berlatih yang dapat mengoptimalkan sesi berlatih dan mempercepat kemajuan Anda. 

 

LUANGKAN WAKTU UNTUK BERLATIH

Semua orang ingin mahir memainkan piano, tapi tidak semua orang mau meluangkan waktu khusus untuk berlatih. Semua pianis dunia memiliki kesamaan yang sama: mereka menekankan pentingnya mencurahkan sebagian waktu untuk berlatih! Latihan yang rutin dan bijaksana (mindful) merupakan sebuah investasi bagi para musisi.

 

Waktu latihan tidak harus kaku tiga jam non-stop; bisa jadi 30 menit di pagi hari-siang-sore atau satu jam di malam hari. Yang penting adalah latihan yang teratur dan terkonsentrasi. Ingat, konsistensi lebih penting daripada durasi. Sesi reguler yang lebih pendek seringkali lebih produktif daripada sesi yang panjang.

Monday, July 1, 2024

Haruskah Berlatih Piano Setiap Hari? | by: Jelia Megawati Heru | Staccato, July 2024

“HARUSKAH BERLATIH PIANO 
SETIAP HARI?”
By: Jelia Megawati Heru
Staccato, July 2024

 

Pertanyaan yang paling sering dilontarkan dari murid piano mungkin adalah “Seberapa sering saya harus berlatih piano?”, “Emang harus ya latihan piano tiap hari?”. Hmm… jawaban apa yang Anda inginkan? “Tidak” sambil tersenyum manis (you wish).  Setiap guru piano pasti akan menjawab dengan lantang “YA!”. Sejujurnya tidak ada jawaban yang universal. Tergantung! Tergantung apa? Banyak faktor, tergantung pada kondisi dan tujuan akhir Anda. Banyak jalan menuju Roma, ada 1001 cara untuk berlatih. Mungkin latihan setiap hari tidak menjamin kemajuan seseorang, tetapi yang jelas “MALAS” adalah bukan opsi. 

 

Sebetulnya latihan itu bukan soal waktu yang dihabiskan, tapi lebih pada KUALITAS latihan. Latihan yang terkonsentrasi dan efektif dapat memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan berjam-jam nggak jelas tanpa tujuan di depan piano. Menjaga sesi Anda tetap menarik dan mudah dikelola adalah kunci kemajuan yang berkelanjutan.

 

“Not scales, never. Exercises, never….. I worked on pieces. 

Then if that didn’t work, I’d work on individual passages. 

Martha Argerich

Saturday, June 1, 2024

RUTINITAS BERLATIH | by: Jelia Megawati Heru | Staccato, June 2024

“RUTINITAS BERLATIH”
By: Jelia Megawati Heru
Staccato, June 2024


Rutinitas bisa menjadi hal yang membosankan. Mengikuti rutinitas latihan yang terstruktur dapat menjadi hal yang menakutkan, terutama bagi murid yang baru mempelajari piano maupun instrumen musik lainnya. Namun seni menguasai instrumen apapun memerlukan dedikasi, disiplin, dan latihan yang konsisten. Latihan yang rutin menjadi sangat penting untuk kemajuan dan mencapai tujuan Anda. Hal ini tidak dapat ditawar, karena yang membuat Anda menjadi pianis yang lebih baik bukanlah BAKAT, tapi LATIHAN. Jadi kalau mau jago main piano ya harus LATIHAN, LATIHAN, dan LATIHAN!!!

 

Banyak pianis tidak mengetahui cara berlatih piano yang benar dan sekitar 70% waktu yang mereka habiskan di depan piano hanya membuang-buang waktu. Mengapa? Karena mereka tidak tahu cara berlatih yang efektif. Bermain piano berarti melakukan lebih dari sekedar menggerakkan jari Anda. Kunci berlatih piano adalah berlatih secara holistik, sebagai pribadi seutuhnya, bukan hanya dengan jari Anda. Untuk itu dibutuhkan strategi dan rutinitas berlatih yang konsisten dan efektif. 

 

Jadi bagaimana membuat rutinitas latihan yang efektif? Disclaimer: walau Anda mengikuti step-step dibawah ini, tetap saja belum tentu Anda bisa berhasil kalau latihannya bolong-bolong dan kualitas latihannya juga buruk. Sifatnya hanya tips, supaya Anda tahu darimana sebaiknya Anda memulai. Jadi semuanya tergantung dari diri Anda sendiri. Motivasi yang terbaik bukanlah dari orang lain, tetapi dari diri sendiri. Gurunya boleh bergelar profesor S4 dan galak ala militer, orang tuanya boleh tajir melintir crazy rich, tapi kalau anaknya jenius tapi malas, hasilnya akan zonk.

Saturday, December 2, 2023

KONTROVERSI HANON (Bagian Ke-2) | by: Jelia Megawati Heru | Staccato, December 2023

KONTROVERSI HANON 
(Bagian Ke-2)
By: Jelia Megawati Heru
Staccato, December 2023


Kontroversi Hanon selalu menimbulkan debat kusir di kalangan para pianis. Ada kaum fanatik yang merasa Hanon adalah segala-galanya, sebuah teknik untuk membangun kekuatan, ketangkasan, dan daya tahan. Apa iya? Sedangkan kaum yang kontra akan mengatakan latihan Hanon itu tidak berguna, tidak realistis, dan tidak relevan. Daripada berdebat, lebih baik kita berbicara fakta seputar latihan jari saja, supaya Anda tidak dibodohi dan tidak terombang-ambing dengan mitos latihan jari. 



FAKTA SEPUTAR LATIHAN JARI

1. KEKUATAN & KEMANDIRIAN JARI

Apapun yang menggerakkan jari pada tuts akan membangun kekuatan dan kemandirian jari. Cara paling berguna dan efektif untuk melakukannya adalah dengan melatih tangga nada, akor, dan arpeggio secara rutin. Seberapa rutin? Sesering mungkin, setiap hari. Karena jari dan tangan itu merupakan otot. Ini adalah dasar dari musik piano barat dan merupakan pola yang ditemui pianis dalam repertoarnya setiap hari. Dan untuk melatihnya tidak harus dengan Hanon. 

 

Berlatih Hanon bukanlah jaminan 100% dan solusi satu-satunya untuk meningkatkan kekuatan dan kemandirian jari. Ada banyak latihan dan etude lain yang bisa digunakan, terutama pada abad ke-21 ini ada banyak alternatif yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan anak milenial zaman now. Tidak semua anak cocok dengan metode ini. Bisa-bisa sebelum jari mereka kuat, mungkin mereka sudah terlanjur menyerah dan benci piano. 

Wednesday, November 1, 2023

KONTROVERSI HANON: "TO HANON OR NOT TO HANON?" | by: Jelia Megawati Heru | Staccato, November 2023

"TO HANON OR NOT TO HANON?"
KONTROVERSI HANON
Artikel Staccato, November 2023
Jelia Megawati Heru


APA ITU HANON?
Hanon adalah serangkaian enam puluh latihan yang terdiri dari latihan jari independen. Senam jari ini diformulasikan untuk meningkatkan kekuatan, fleksibilitas, kecepatan, ketangkasan, ketepatan, kelincahan jari dan melatih kelenturan pergelangan tangan seorang pianis virtuoso yang ditulis oleh Charles-Louis Hanon, seorang guru piano dan komposer asal Perancis pada tahun 1873 di Boulogne, Perancis. 

Buku yang diberi judul “The Virtuoso Pianist” ini menargetkan kemandirian dan kejelasan jari atau kelompok jari tertentu secara spesifik dalam bermain piano. Banyak terdapat latihan dengan pola nada berulang yang sama pada treble clef dan bass clef. Biasanya polanya naik turun dan dimulai dan diakhiri dengan nada C, seperti latihan tangga nada. Siswa tingkat lanjut dapat memindahkannya ke 11 kunci yang lain atau dengan menggunakanan dinamika (keras/lembut) dan artikulasi yang berbeda (legato/staccato).

Saturday, September 2, 2023

Strategi Menghafal Musik | by: Jelia Megawati Heru | Staccato, September 2023

STRATEGI MENGHAFAL MUSIK
By: Jelia Megawati Heru
Staccato, September 2023


KEBIASAAN BERLATIH YANG BAIK 

Menghafal sebuah karya musik seringkali menjadi momok dan membuat frustrasi. Mengapa? Karena walaupun Anda sudah berlatih berjam-jam, ternyata hasilnya tidak sesuai dengan ekspektasi. Emotional damage.

 

Menghafal karya musik dimulai dengan kebiasaan latihan yang baik. Persiapan adalah kuncinya. Menghafal dengan cara tradisional akan membutuhkan berjam-jam latihan. Kiat-kiat berikut diharapkan akan mengurangi waktu yang diperlukan bagi Anda untuk menghafal sebuah karya musik supaya kerja keras Anda tidak sia-sia. Kiat-kiat ini melibatkan strategi komprehensif yang dapat membantu siapa pun menguasai keterampilan bermusik. Semoga tips ini berguna dan Anda bisa menggunakannya dalam rutinitas Anda untuk berlatih lebih efektif. 



1. S-L-O-W, BUT SURE

Berlatihlah secara perlahan dalam tempo yang pelan dan bertahap. Berlatih dengan tempo lambat sangat penting untuk menguasai not, fingering, dan dinamika lagu yang benar, dan memberi otak Anda waktu untuk memproses informasi baru. Idealnya, Anda harus bisa memainkan lagu yang sudah dihafal dalam tempo apa pun: lambat, sedang, dan cepat. Pastikan Anda memainkan semua elemen dengan benar! Jaga ritme dan lakukan yang terbaik. Analisalah kesalahan yang Anda buat, dan berkonsentrasilah pada area tersebut.

Saturday, July 1, 2023

Schumann's Advice to Young Musician | by: Jelia Megawati Heru | Staccato, July 2023

“KATA-KATA BIJAK SCHUMANN”
SCHUMANN’S ADVICE TO YOUNG MUSICIAN
By: Jelia Megawati Heru
Staccato, July 2023


Robert Schumann adalah seorang komposer dan kritikus Jerman berwawasan ke depan pada zamannya. Schumann merupakan seseorang yang jenius yang unik tidak hanya karena musiknya yang besar dan beragam, tetapi juga karena ia memperjuangkan dan mendukung musisi lain, serta mengajar, menulis, dan mendorong musisi muda yang bercita-cita tinggi.

 

Walau ia mengalami gangguan bipolar dan tidak pernah menjadi pianis virtuoso seperti yang ia harapkan, ia menulis beberapa musik terhebat di era Romantik untuk piano dan Lieder. Musiknya mengantisipasi banyak tren yang akan berkembang dalam 150 tahun setelah kematiannya, dan banyak komposer besar mengakui pengaruhnya yang revolusioner.

 

Salah satunya pada tahun 1848 Schumann menulis sebuah buku yang berisi nasihatnya untuk para musisi muda “Schumann’s Advice to Young Musicians” (Nasihat Robert Schumann untuk Musisi Muda) untuk mengiringi Albumnya yang populer di masa itu, yaitu “Album für die Jugend, Op. 68” (Album for the Young, Op. 68) – sebuah rangkaian karya piano untuk anak-anak dan siswa. 

Saturday, April 1, 2023

Mengelola Stress Pada Pianis | by: Jelia Megawati Heru | Staccato, April 2023

MENGELOLA STRESS PADA PIANIS
By: Jelia Megawati Heru
Staccato, April 2023


EMOSI YANG TIDAK SEIMBANG

Musik memberikan kita kebebasan untuk berekspresi. Emosi adalah aspek yang penting dari dasar kemanusiaan kita. Semakin dalam emosi yang ditunjukkan dalam musik – menjadikannya pengalaman yang jauh lebih kuat bagi para pendengarnya. Tetapi ketika emosi itu tidak seimbang, hal ini bisa menjadi masalah dan membuat kita labil, merasa terombang-ambing, dan merasa hancur. Hal ini menjadi tantangan bagi para pianis, karena ayunan bolak-balik dari kegembiraan yang berlebihan hingga kekecewaan yang mengerikan berpotensi menjadi gambaran dunia emosionalnya sehari-hari.



LANSKAP DUNIA PARA PIANIS

Dunia piano bisa menjadi dunia yang sangat kompetitif, membosankan, dan sepi. Pianis dihadapkan pada situasi dimana ia harus terlibat dengan emosinya sendiri, emosi komposer yang paling kreatif dalam sejarah secara mendalam dalam sebuah pertunjukkan dengan publik. 

 

Pianis juga sering bekerja dalam kesendirian dan terisolasi, belum lagi tur/konser, dan jam mengajar yang antisosial dan membebani fisik. Mereka mengunci diri di ruang latihan selama berjam-jam, mengulang beratus-ratus kali agar bisa memainkan satu karya dengan sempurna. Pianis harus bersaing dengan kompetitor lain dan bisa membuat banyak orang merasa rendah diri dan gagal. 

 

Pertanyaannya, jika Anda berlatih begitu banyak, akankah Anda masih tetap memiliki kecintaan dan emosi yang mendalam? Atau sebaliknya malah akan menghancurkan kecintaan mereka pada musik, dihinggapi virus kebosanan, dan kehilangan arah mengapa mereka memainkan musik?

Thursday, November 3, 2022

MENJINAKKAN JARI KEEMPAT & KELIMA | by: Jelia Megawati Heru | Staccato, November 2022

“MENJINAKKAN
JARI KEEMPAT & KELIMA”
Staccato, November 2022
By: Jelia Megawati Heru


MASALAH JARI KEEMPAT & KELIMA

Jari keempat dan kelima umumnya lebih sulit dikendalikan dibandingkan dengan jari pertama, kedua, dan ketiga. Menjadi momok bagi para pianis, karena memang secara anatomi jari keempat dan kelima lebih lemah daripada jari telunjuk dan jari tengah, dan bahwa ibu jari, meskipun kuat, bisa merugikan karena posisinya yang aneh atau sulit. Setiap orang dengan tangan normal memiliki masalah yang sama.



Jari keempat Anda tidak memiliki tendon independen, namun berbagi dengan jari tengah dan jari kelima. Itu sebabnya ia tidak pernah bisa benar-benar mandiri. Untuk bergerak ke atas jarak berapa pun akan membutuhkan jari yang lain juga bergerak, sehingga proyeksi nada menjadi tidak akurat, slip, dan tempo menjadi tidak rata.

 

Oleh karena itu banyak pianis yang memilih untuk melakukan penjarian ulang pada bagian-bagian tertentu, sehingga jari yang “lemah” ini tidak perlu digunakan. Tapi apakah ini merupakan solusi yang tepat? Menghindari masalah? Sebetulnya jika kita dapat menerapkan penggunaan penjarian yang tepat dalam praktiknya, mungkin hal ini jutru akan menguntungkan kita.

Monday, October 3, 2022

More Repertoire, Please! | by: Jelia Megawati Heru | Staccato, October 2022

“MORE REPERTOIRE, PLEASE!”
By: Jelia Megawati Heru
Staccato, October 2022


PENDEKATAN SIKLUS UJIAN

Pernahkah Anda menemui kasus siswa yang hanya mempelajari tiga lagu, dan berlatih tangga nada, arpeggio yang sama setiap hari dan setiap tahun? Terdengar familiar? Pendekatan ini terkait erat dengan siklus ujian musik internasional, dimana pembelajaran selalu diawali dengan tiga lagu ujian dan tiga lagu ini akan diulang terus menerus hingga ujian dilaksanakan sembilan hingga dua belas bulan kemudian. Sehingga kelas piano nya seperti berputar-putar dan menemui jalan buntu. Murid stress dan gurunya pun jujurly juga mumeeet… Apakah baik pendekatan seperti ini? Apakah ada gunanya? Apakah Anda sebagai orang tua, harus khawatir?


Mengulang tiga lagu yang sama dalam setahun ibarat anak hanya diberi tiga buku untuk dibaca tanpa membaca buku lainnya. Anak harus membaca ketiga buku ini dengan sempurna pada akhir tahun ajaran. Bagaimana dampaknya terhadap anak setelah satu tahun membaca buku yang sama? Apakah kemampuan membaca dan kosakata mereka meningkat? 

 

Jika murid Anda hanya mempelajari tiga lagu saja selama setahun untuk ujian piano, berarti Anda dalam masalah, pendekatan belajar Anda mungkin tidak efektif, dan tiga lagu itu mungkin masih terlalu sulit untuk level murid Anda. Konsekuensinya siswa akan bosan, membenci piano dan berhenti. Apa yang menarik dari memainkan set dan latihan yang sama setiap hari, dan pendekatan ini dari tahun ke tahun dengan set berikutnya? Apakah dengan sebuah sertifikat, anak berarti mampu menguasai piano dengan baik? Tampaknya banyak orang tua yang tidak peduli selama anaknya bisa achieve.

Monday, August 1, 2022

MENDUA: BALLADA MEMILIKI DUA GURU PIANO | by: Jelia Megawati Heru | Staccato, August 2022

“MENDUA”
BALLADA MEMILIKI DUA GURU PIANO
by: Jelia Megawati Heru
Staccato, August 2022


Banyak pro dan kontra, jika seorang murid memiliki "guru piano” yang lain. Ada yang berpendapat itu sah-sah saja, semakin banyak guru yang dimiliki, semakin baik muridnya, biar majunya lebih cepat. Beneran? Masak sih, Bunda? Belum tentu, kali!? Ada juga yang berpendapat untuk apa sih guru banyak-banyak, selain buang uang dan buang waktu. Lagian belum tentu juga dengan banyak guru, muridnya tambah pinter, tambah bingung iya, dan waktu latihannya kurangggg, sehari 24 jam kayaknya nggak cukup deh. Mau ikut instruksi guru A atau B? Nah lho, pusing pala barbie. Kalau Anda sedang galau, apakah Anda harus memiliki dua guru atau tidak, ada baiknya Anda simak artikel kali ini!

 

Setiap orang akan memiliki tanggapan berbeda mengenai hal ini, bahkan ada yang jadi sensitif dan alergi. Beda boleh-boleh saja, asal jangan nge-gas lalu lupa main cantik ya, Buibuk. Ketika Anda memiliki dua orang guru piano, kemungkinan besar Anda akan menerima perspektif yang berbeda (dan berpotensi bertentangan) dalam segala hal, mulai dari teknik hingga repertoar. Tujuan pembelajaran pun akan membingungkan dan kehilangan arah. 

 

Memiliki dua guru piano bisa menjadi destruktif, apabila dua guru ini mengajarkan materi yang sama tapi memiliki ide yang berbeda tentang bagaimana mencapainya. Sebagai contoh ketika belajar tangganada. Mempelajari tangganada bukan hanya tahu bahwa ada yang namanya tangganada atau asal pencet bunyi, tetapi ada teknik bermainnya. Jika kedua guru menyarankan pendekatan teknik yang berbeda dalam memainkan tangganada yang sama, dalam musik, muridnya pasti bingung.

 

Lah tapi kalau kuliah musik, kok banyak tuh gurunya? Efek destruktif ini tidak berlaku apabila murid memiliki dua guru – satu guru piano dan satunya guru saxophone atau violin, atau satu music history, satunya harmoni, misalnya. Jika dua guru yang berbeda bekerja di bidang yang berbeda, hal ini bisa berhasil dengan baik, karena tidak ada conflict of interest. Tetapi di universitas, seseorang mahasiswa musik hanya memiliki SATU GURU major instrument dan SATU GURU yang berbeda untuk minor instrument nya.

Friday, April 1, 2022

Mengenal Variasi Staccato | by: Jelia Megawati Heru | Staccato, April 2022

MENGENAL VARIASI STACCATO
by: Jelia Megawati Heru
Staccato, April 2022


ARTIKULASI DALAM MUSIK

Mempelajari musik ibarat mempelajari bahasa. Dalam berbicara dibutuhkan artikulasi yang jelas, pelafalan yang benar, mengikuti struktur kalimat umum, menyisipkan istirahat dan koma di tempat yang tepat, serta mengambil napas di akhir kalimat, sehingga apa yang Anda komunikasikan jelas dan efektif. Tanpa artikulasi yang jelas, lawan bicara mungkin akan mendengarkan Anda seperti bergumam tidak jelas seperti orang mabuk dan tidak mengerti sebetulnya apa yang Anda bicarakan.

 

Dalam bahasa walaupun kalimatnya sama, bagaimana Anda mengatakannya itu penting. Setiap tekanan pada setiap kata yang diucapkan dapat membuat audiens merasakan emosi tertentu, seperti perasaan gembira, gelisah, gugup, humor, marah, atau sedih. Oleh karena itu penting bagi Anda untuk memperhatikan dan memainkan semua artikulasi yang tersurat dalam partitur musik, agar maksud sang komposer dapat tersampaikan sebagaimana mestinya. Alih-alih mengabaikan semuanya dan hanya bermain not sekenanya saja. Bayangkan musik tanpa dinamika, artikulasi, dan variasi seperti mesin atau robot, statis: boring! Anda bukan memainkan musik, tapi sedang mengetik.


 

Dua artikulasi yang paling mendasar dalam mempelajari piano adalah staccato dan legato. Menguasai variasi kedua gerakan ini akan menjadi landasan teknik bermain tingkat tinggi – smooth dan fine. Dalam hal membentuk frase, melembutkan pengiring lagu pada tangan kiri, atau menambahkan keanggunan pada akhir lagu. Manfaat lainnya: meningkatkan ketangkasan dan kekuatan jari, serta menghaluskan gerakan kinerja seseorang menjadi lebih mulus dan lancar, bahkan membantu seseorang dalam menghafalkan suatu bagian musik dengan lebih cepat. Namun pada artikel kali ini akan dibahas mengenai variasi staccato. 


Monday, November 1, 2021

Tipe-Tipe Murid di Kelas Musik Online | by: Jelia Megawati Heru | Staccato, November 2021

TIPE-TIPE MURID DI KELAS MUSIK ONLINE
by: Jelia Megawati Heru
Staccato, November 2021


Tanpa terasa sudah hampir dua tahun kita menjalani kelas musik online. Anda pikir Anda mengenal murid Anda dengan baik melalui kelas tatap muka. Ternyata di kelas musik online, Anda harus belajar lebih banyak tentang karakter murid Anda yang sesungguhnya. Siapakah mereka? Selamat datang di dunia virtual tanpa filter! 


1. STAR STUDENT
Murid ini merupakan murid yang selalu tepat waktu dan bahkan selalu hadir 10 menit lebih awal dari jadwal yang sudah ditentukan lengkap dengan virtual backgroundnya dan stand tripod untuk handphonenya. Murid ini selalu menyelesaikan tugas-tugasnya dengan baik, rajin berlatih, dan selalu ingin menjadi yang terbaik di kelasnya. Pokoknya super niat. 

Umumnya murid tipe ini antusias, motivated, kritis, banyak bertanya, dan mempunyai inisiatif sendiri. Semua buku, peralatan tulis, dan instrumen musiknya selalu disiapkan dengan baik. Pendek kata, murid teladan dengan niat belajar yang sangat tinggi. Murid idaman para pendidik musik yang tidak bikin gurunya darah tinggi, bohwat, dan stress.

Sunday, August 1, 2021

Berpacu Dalam Melodi - Berpiano Sambil Bernyanyi | by: Jelia Megawati Heru | Staccato, August 2021

“BERPACU DALAM MELODI”
BERPIANO SAMBIL BERNYANYI
by: Jelia Megawati Heru
Staccato, August 2021


Mampu mengenali nada dan ritmik, serta menyanyi bisa menjadi kemampuan yang paling berharga dalam belajar instrumen musik. Ada orang yang mampu melakukannya secara alami dan ada pula yang tidak. Hal-hal diatas dapat membantu untuk mengoreksi, membimbing dan memotivasi siswa dalam proses pembelajaran musik dan bermain lebih baik. 

 

Bukan berarti belajar piano pindah haluan menjadi belajar vokal atau menjadi penyanyi seriosa. Bukan. Namun menyanyi dapat menjadi salah satu kemampuan dasar yang berguna untuk membantu proses membaca notasi balok, memahami frase dalam bermain piano, dan menjadi dasar pengetahuan dasar musik.

 

MANFAAT BERNYANYI DALAM PELAJARAN MUSIK


1. MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA NOTASI BALOK

Selain dapat meningkatkan kepercayaan diri, bernyanyi bersama siswa dengan solfa atau lirik dapat mendorong siswa untuk membaca secara terarah – nada naik/turun atau mengulang nada yang sama. Bukan hanya sekedar tebak-tebakan saja.

Monday, March 1, 2021

PIANIS BERTANGAN KECIL | by: Jelia Megawati Heru | Staccato, March 2021

“PIANIS BERTANGAN KECIL”
by: Jelia Megawati Heru
Staccato, March 2021

 

“Bagaimana kamu bisa bermain piano dengan tangan sekecil itu?!”

Keyakinan bahwa seseorang harus memiliki jari yang panjang, cepat, kuat, dan tangan yang besar untuk menjadi seorang pianis yang hebat adalah konsekuensi dari standar ukuran piano dan repertoar di zaman Romantis. Selama periode ini, repertoar diciptakan untuk dan oleh orang-orang Eropa dan mayoritas pria. 

 

Musik Chopin dan Liszt membutuhkan kemampuan memainkan akor, oktaf, dan besar. Alhasil, memiliki tangan yang lebih besar tentu saja lebih menguntungkan daripada memiliki tangan yang lebih kecil. Oleh karena itu, memiliki tangan yang kecil dipandang sebagai hambatan untuk menjadi seorang pianis profesional. But, that’s it! Jari-jari yang panjang dan tangan yang besar itu bukan resep untuk sukses. Tidak ada jenis ukuran atau panjang jari tertentu yang menunjukkan potensi berbakat tidaknya seseorang. Semuanya tergantung dari mindset atau pola pikir kita.

Sunday, November 1, 2020

BERLATIH DI MASA COVID-19 | by: Jelia Megawati Heru | Staccato, November 2020

“BERLATIH DI MASA COVID-19”
by: Jelia Megawati Heru
Staccato, November 2020


WHY BOTHER PRACTICE?

Orang mungkin bertanya-tanya, di masa krisis, atau virus corona, mengapa kita repot-repot berlatih? Apalagi bagi para profesional dengan konser, pertunjukan, dan proyek yang dibatalkan. Bagi musisi maupun atlet, profesi ini lebih dari sekedar hobby atau menghabiskan waktu. Profesi ini merupakan bagian dari pekerjaan, tetapi juga merupakan passion dan nafas yang membuat kita berdetak setiap saat.

 

HOBBY VS PASSION

Ada perbedaan yang besar antara hobby dan passionHobby sifatnya hanya sementara dan berubah-ubah sesuai dengan suasana hati (mood). Sedangkan jika passion, sifatnya lebih untuk jangka panjang, tidak lekang oleh waktu, suka maupun duka, tidak butuh timing/moment yang tepat. 

 

Passion adalah gairah, hasrat, antusiasme yang kuat yang membuat Anda mampu melakukan hal-hal yang menakjubkan. Passion adalah bahan bakar. Asalnya bisa berasal dari minat/ketertarikan, kegembiraan, emosi yang kuat, atau kekaguman akan ide, tujuan, aktivitas tertentu. Gairah dapat mendorong Anda melewati masa-masa sulit, karena Anda tidak peduli apa yang diperlukan untuk menjadi lebih baik.