Saturday, September 7, 2013

"AWAL MENGAJAR MURID PEMULA" - by: Jelia Megawati Heru (Artikel Staccato, September 2013)

"AWAL MENGAJAR MURID PEMULA"
Oleh: Jelia Megawati Heru
Artikel Staccato, September 2013


Mayoritas anak memulai studi musik instrumen pada usia tujuh sampai sembilan tahun. Hal ini sejalan dengan perkembangan kemampuan motorik halusnya (fine motor skills) dan kegiatan/pengalaman anak di sekolah dasar, dimana mereka telah mempelajari cara membaca alphabet, kalimat, dan menulis sebelum membaca notasi balok. Menunda studi musik instrumen sampai anak berumur dua belas tahun ke atas akan banyak menimbulkan masalah, dimana motorik halus anak sudah terlampau kaku, anak akan sulit untuk diajak kerja sama, mengikuti instruksi guru dan mulai mudah bosan dengan metode pembelajaran bagi pemula, seperti halnya anak berumur tujuh tahun. 


INTRODUCTION LESSON
Banyak hal yang perlu dipertimbangkan pada masa awal pembelajaran murid pemula – mulai dari umur yang bervariasi (pra-sekolah, sekolah dasar, remaja, dewasa) kondisi fisik, motorik, karakter anak, hingga metode, kurikulum dan filosofi mengajar yang berbeda-beda. Sehingga seorang guru perlu mengadakan suatu wawancara kecil atau interview yang disebut sebagai “INTRODUCTION LESSON” sebelum memulai studi musik instrumen yang sebenarnya untuk mengumpulkan informasi dalam menentukan metode yang tepat untuk calon murid tsb.

FUNGSI INTRODUCTION LESSON:
  • kesempatan untuk mengenal siswa dan orang tua lebih baik: latar belakang, kesiapan anak dalam belajar, konsentrasi, kemampuan, musikalitas/bakat, ekspektasi,  harapan, tujuan belajar instrumen musik. 
  • komunikasi dan konsultasi antara orang tua dan sekolah musik (guru) 
  • sosialisasi mengenai filosofi mengajar, kurikulum, dan bahan pengajaran (buku) 
  • menetukan metode dan buku yang tepat untuk murid
Introduction lesson ini juga berguna untuk mengetahui apakah chemistry antara kepribadian guru dan murid cocok, sehingga guru juga dapat menginformasikan metodenya yang nantinya akan digunakan dan menyampaikan kebijakan sekolah musik kepada orang tua murid. Fungsi yang terakhir adalah membantu guru dalam pembuatan lesson plan untuk pelajaran berikutnya. Sebuah introduction lesson hanya dilakukan untuk mengumpulkan informasi dan tidak menawarkan janji-janji/kepastian dan kewajiban/keharusan bagi setiap pihak. Disini guru bisa berdiskusi dengan orangtua tentang kondisi dan informasi tentang anaknya – apakah anaknya sudah siap secara mental dan fisik untuk studi piano, memberikan saran kira-kira apa yang bisa dilakukan ke depannya dan (apabila tidak cocok) guru dapat menyarankan siapa guru yang dapat mengajar anak tsb.

Apakah seorang murid pernah mempelajari instrumen sebelumnya atau tidak, sebuah introduction lesson harus dilakukan, supaya guru dapat memperoleh informasi, sbb.:

KEDEWASAAN MURID
Introduction lesson dapat dimulai dengan menanyakan umur, kelas, sekolah dan alamat rumahnya. Tanyakan juga tentang alasan mengapa ia ingin belajar piano! Mengapa harus instrumen piano? Apa jenis musik yang ia sukai? Bagaimana reaksinya dalam menjawab adalah bukti kedewasaan dan kesiapannya nantinya dalam belajar. Selama introduction lesson, orang tua boleh hadir untuk mengikuti proses ini dan selama itu pula guru harus mengobservasi perilaku dan interaksi orang tua – murid. Apakah murid mempunyai kemampuan untuk belajar dengan mandiri dan dapat mengikuti instruksi? Anak yang dapat berinteraksi dengan sopan, menurut dan dapat duduk dengan tenang selama proses ini adalah tanda kedewasaan si anak, bahwa anak ini dapat menerima instruksi dari orang lain dan mampu berkonsentrasi. Sedangkan anak yang tidak bisa duduk diam, selalu bergerak, suka membantah, tutur katanya kasar maupun yang diam dan pemalu, merupakan tanda bahwa anak ini akan sulit diajar.

“Starting at the right age is a key element to the success of their lessons (CHILD-LED)”
Some people will tell you ― the sooner the better,
but this approach can actually backfire if the student is not ready for musical study.


PENGETAHUAN KONSEP DAN KEMAMPUAN DASAR
Beberapa aktivitas dapat dilakukan untuk mengetahui sejauh apa pengetahuan murid dalam konsep bermain piano dasar. Salah satunya adalah aktivitas permainan untuk mengetahui apakah murid tahu perbedaan RH dan LH, nomor jari dan alphabet yang digunakan dalam musik? Jika murid dapat memainkan beberapa lagu tanpa mendapatkan instruksi musik yang formal, maka itu adalah tanda bahwa murid dapat mempelajari musik secara rote dan berdasarkan ketajaman pendengaran (ear training). Contoh tema yang dapat dibahas pada introduction lesson untuk mengetahui konsep dan kemampuan dasar murid:
  • Pengenalan tuts hitam dan tuts putih beserta grupnya 
  • Konsep tinggi rendah nada 
  • Konsep keras lembut bunyi 
  • Cara menekan tuts panjang dan pendek
PEMAHAMAN ELEMEN NADA DAN KETAJAMAN PENDENGARAN (EAR TRAINING)
Murid dapat diminta untuk menyanyikan melodi sebuah lagu yang ia kenal. Hal ini dilakukan untuk mengetahui kesiapan lisan (aural) murid. Guru dapat memainkan beberapa nada pada piano dan menanyakan kepada murid apakah nada tsb. terdengar bergerak lebih tinggi atau lebih rendah? Usahakan untuk memainkan posisi yang ekstrem pada ujung piano pada awalnya, lalu semakin lama semakin dekat menuju ke bagian tengah tuts piano. Semakin murid dapat mengidentifikasi hubungan nada yang jaraknya dekat, maka semakin bagus pula kualitas ketajaman pendengarannya.

KESIAPAN MEMBACA RITMIK
Beberapa aktivitas yang dapat dilakukan guna mengetahui kesiapan murid dalam membaca ritmik, a.l.: murid dapat diminta untuk bertepuk tangan sambil mengikuti ketukan dalam tempo stabil yang diberikan guru, murid dapat memainkan ritmik sebuah lagu dengan bertepuk tangan sambil guru dan murid menyanyikan suatu lagu yang dikenal murid bersama-sama.

PERKEMBANGAN KEMAMPUAN MOTORIK TANGAN DAN JARI
Untuk mendeteksi perkembangan kemampuan motorik tangan dan jari anak, guru dapat menginstruksikan murid untuk mengimitasi hal yang dilakukan oleh guru (play-back). Guru dapat memainkan pattern yang sederhana pada tuts hitam dan setelah itu murid mengkopinya. Guru juga dapat menginstruksikan murid untuk memainkan tuts piano satu per satu dengan masing-masing jarinya. Perhatikan gerakan serta reaksinya dengan seksama!

KEMAMPUAN DALAM BERADAPTASI DAN BELAJAR
Cobalah lakukan latihan perkenalan dengan murid, apabila murid menyelesaikan aktivitas tsb. dengan waktu yang lama, mungkin guru akan bekerja dengan slow learner. Jika murid dapat berkonsentrasi dan menerima instruksi dengan baik selama kurang lebih 20 menit, maka murid tsb. cukup dewasa dan mampu menerima pelajaran piano 30 menit per minggunya serta dapat dituntut untuk berlatih min. 15 menit per harinya di rumah.

 

PERAN ORANG TUA
Kehadiran dan partisipasi orang tua selama proses ini merupakan hal yang penting. Pihak sekolah musik dapat menyediakan informasi yang dapat dibaca oleh orang tua murid dan orang tua murid juga dapat mengisi questionnaire (semacam formulir mengenai informasi latar belakang murid dan lingkungannya) yang harus diisi selama proses ini berjalan.

Apabila orang tua duduk dengan tenang selama proses, maka orang tua memahami bahwa anaknya sedang dievaluasi kesiapannya dalam belajar. Apabila orang tua menginterupsi dan berusaha mengarahkan jawaban si anak, hal ini dapat mengindikasikan sifat orang tua yang overprotective dan lebih mementingkan performa anak daripada kemampuan belajar jangka panjang. Hal seperti menginterupsi tidak boleh dilakukan, karena guru harus membangun suatu hubungan yang kuat dan positif dengan murid. Dalam kasus seperti ini, guru harus bisa memberitahukan orang tua bahwa belajar merupakan suatu proses, metode apa yang digunakan guru dalam mengajar anaknya dan apa peran yang dapat dilakukan sebagai orang tua dalam mendukung studi piano anaknya di rumah? 


Pada akhir introduction lesson, guru juga harus mempunyai waktu untuk berdiskusi empat mata dengan orang tua untuk menanyakan beberapa pertanyaan seperti: kenapa Anda ingin anak Anda mempelajari piano? Kenapa Anda berpikir anak Anda telah siap untuk mempelajari piano? Apa ekspektasi dan harapan Anda terhadap anak Anda dengan mempelajari piano? Dari pertanyaan-pertanyaan ini, guru dapat mengetahui apakah keinginan bermain piano datang dari anak atau orang tua? Jika ekspektasi orang tua dan murid berselisihan dan tidak sesuai dengan filosofi mengajar sang guru, maka adalah lebih bijaksana untuk menyarankan guru yang lain yang dapat memenuhi keinginan mereka.

Apabila keputusan telah dibuat untuk memulai pelajaran piano, maka guru harus menginformasikan pentingnya partisipasi orang tua dalam pelajaran piano anaknya. Orang tua tidak selalu harus hadir di setiap pertemuannya, tetapi orang tua dituntut untuk mengobservasi kondisi anaknya di rumah. Partisipasi dan dukungan orang tua dalam masa awal pembelajaran merupakan hal yang sangat krusial bagi perkembangan dan kesuksesan proses belajar murid. Komunikasi antara guru dan orang tua murid merupakan hal yang harus dibiasakaan. Sedapat mungkin orang tua harus mengkomunikasikan kondisi anaknya di rumah dengan guru. Guru pun dapat mengetahui kesulitan yang dialami orang tua dalam mendidik anaknya dalam berlatih di rumah, sehingga guru dapat memberikan saran bagi orang tua dalam menjadi guru di rumah bagi anaknya. Jadi, disini baik orang tua, guru dan murid mempunyai pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.

Tetapi ada hal yang tidak boleh dilakukan oleh orang tua, dimana orang tua ikut campur dalam proses belajar yang sedang dijalankan murid, apalagi menginstruksikan hal yang berbeda dari apa yang diminta guru. Apabila ada ketidakpuasan dan ketidaksetujuan dalam perihal metode mengajar guru, sikapilah dengan bijaksana dan diskusikanlah hal ini secara empat mata tanpa kehadiran sang anak. Orang tua dan guru selayaknya menjadi panutan atau “role model” bagi sang anak dan bertindak sebagai partner dalam memotivasi anak untuk terus berkembang dan mencintai musik. Good luck and have a nice teaching!