Showing posts with label chopin piano competition. Show all posts
Showing posts with label chopin piano competition. Show all posts

Thursday, January 1, 2026

Kontroversi Chopin Piano Competition | by: Jelia Megawati Heru | Staccato, January 2025

KONTROVERSI 
CHOPIN PIANO COMPETITION
By: Jelia Megawati Heru
Staccato, January 2025


Kompetisi merupakan topik kontroversial dalam dunia Musik Klasik. Komposer asal Hungaria Béla Bartók mengatakan bahwa kompetisi ditujukan untuk kuda, bukan musisi. Pianis virtuoso asal Rusia, Vladimir Horowitz juga menentang kompetisi piano, alasannya keputusan juri lebih sering didasarkan pada persaingan profesional daripada bakat peserta.

 

Karier yang gemilang tidak selalu dijamin oleh kemenangan kompetisi. Banyak pemenang Chopin telah tenggelam dalam ketidakjelasan, dan beberapa nama besar di piano klasik tidak pernah memenangkan kejuaraan apapun. Salah satunya adalah Yuja Wang.

 

Mereka yang mendukung adanya kompetisi piano berpendapat, bahwa kompetisi penting untuk menemukan bakat baru dan memulai karier internasional. Tetapi ada pihak yang menentang dan berargumen bahwa kompetisi tersebut justru menghambat musikalitas dengan berfokus pada kesempurnaan teknis, dan lebih mengutamakan kesesuaian daripada orisinalitas. 



OLIMPIADE PIANO

Kompetisi Piano Internasional Fryderyk Chopin ke-19, yang diselenggarakan oleh Fryderyk Chopin Institute Polandia, berlangsung dari 2 hingga 23 Oktober 2025. Diadakan setiap lima tahun di sekitar hari peringatan kematian Chopin, kompetisi ini adalah salah satu acara musik tertua dan paling bergengsi dari jenisnya di dunia. Pemenang yang mencakup legenda seperti Maurizio Pollini (1960), Krystian Zimerman (1975), dan Martha Argerich (1965), Seong-Jin Cho (2015), Yundi Li (2000), Yuliana Avdeeva (2010), dan ketua juri tahun ini, Garrick Ohlsson (1970).

 

Tidak seperti kompetisi lainnya, kontestan dalam Kompetisi Chopin hanya memainkan karya dari satu komposer. Tiket untuk acara tersebut, yang mulai dijual satu tahun lalu, terjual habis dalam hitungan menit. Berkat siaran langsung, audiens yang lebih besar dapat menyaksikan dari jarak jauh untuk melihat para kontestan bergulat dengan beberapa musik paling sulit dalam repertoar piano.

Tuesday, July 11, 2023

Debut Internasional Pertama Bagi Nicholas | Staccato, August 2023

DEBUT INTERNASIONAL PERTAMA BAGI NICHOLAS
Liputan Staccato, Agustus 2023

 

Nicholas Patrick Wiranata lahir dan besar di Jakarta. Sejak kecil, Nick, begitu ia biasa disapa, sudah menampakkan bakat musiknya. Ia sudah mulai ber-beat box. Bakat ini disadari oleh orang tuanya, Bp.Wiranata Kemala Teng dan Ibu Evie Lukman. Mereka mencari guru piano professional untuk membina perkembangan bakat Nick dan mereka sangat beruntung. Melalui dr. Dario Turk Sp.OG, dokter yang membantu persalinan Ibu Evie, mereka diperkenalkan dengan seorang music educator terkemuka lulusan Jerman, yaitu Ms. Jelia Megawati Heru, M.Mus.Edu. 


Nicholas with Ms. Jelia & Mr. Andy Jobs (RSL Awards Indonesia)


Dibawah bimbingan Ms. Jelia, bakat musik Nick berkembang dengan sangat pesat. Ia mendapatkan bukan saja hanya pelajaran berpiano, melainkan juga pendidikan dalam bidang musik. Baru 6 bulan belajar piano, Nick sudah ikut dalam konser siswa dan penampilannya sangat memukau para hadirin. 



Pada usia 11 tahun, Nick telah menyelesaikan ujian Classical Piano grade 8 dengan gemilang. Dia selalu mendapatkan predikat super distinction (bahkan nyaris sempurna: 99!) dan menerima empat Rockstar Awards untuk piano grade 5, 6, 7, dan 8  karena mendapatkan nilai tertinggi di seluruh Indonesia (high scorer). Selain kecemerlangan prestasinya, Nick juga berhasil meraih Juara ke-1 Kompetisi Musik e-Rockfest 2021 yang diadakan oleh RSL Awards Asia.

Sunday, May 1, 2022

Langkah Awal Mendulang Bangga | Liputan Chopin Avenue 2022

LANGKAH AWAL 
MENDULANG BANGGA
LIPUTAN CHOPIN AVENUE 2022

 


Bagi Martha Argerich, Sang Pianis Legendaris, pujian dari seorang Arthur Rubinstein dalam sebuah jamuan makan malam, mendulang beribu bangga. Makna pujian seorang maestro seperti Arthur Rubinstein adalah Priceless Moment, yang jauh lebih berharga dari Piala atau Medali Kejuaraan. Begitu pula dengan sang Dewa Piano, Franz Liszt. Pertemuannya dengan Beethoven adalah momen mendulang bangga. 

 

Meskipun tak satupun saksi mengatakan bahwa pertemuan itu sungguh sungguh ada dan terjadi. Jadi sebetulnya,  sebuah kehormatan yang berbalut rasa bangga, sebetulnya adalah keniscayaan tak ternilai dalam upaya pencapaian seseorang dalam bidang Seni khususnya musik, dan tentu juga bidang-bidang lain dalam kehidupan manusia. Sebagaimana dikatakan Joe Paterno, seorang pelatih American Football: "Success without honor is an unseasoned dish; it will satisfy your hunger but it won’t taste good."

Tuesday, February 1, 2022

Chopin International Piano Competition | by: Jelia Megawati Heru | Staccato, February 2022

CHOPIN INTERNATIONAL
PIANO COMPETITION
by: Jelia Megawati Heru
Staccato, February 2022


APA ITU KOMPETISI PIANO CHOPIN INTERNASIONAL?

CHOPIN INTERNATIONAL PIANO COMPETITION adalah salah satu kompetisi musik tertua dan paling bergengsi di dunia yang didedikasikan untuk Frédéric Chopin. Kompetisi Frederic Chopin terbuka untuk pianis dari usia 17 hingga 28 tahun. Kompetisi ini dimulai pada tahun 1927, lalu 1932 dan 1937. Edisi keempat pascaperang kompetisi diselenggarakan pada tahun 1949 dan yang kelima pada tahun 1955 dan sejak saat itu diadakan setiap lima tahun sekali di Warsawa, Polandia. Kompetisi Piano Chopin Internasional XVIII, yang semula dijadwalkan untuk tahun 2020, ditunda karena pandemi COVID-19 dan sebagai gantinya berlangsung pada tahun 2021.

Saturday, January 1, 2022

Bersaing di Panggung Dunia | by: Jelia Megawati Heru | Staccato, January 2022

BERSAING DI PANGGUNG DUNIA
By: Jelia Megawati Heru
Staccato, January 2021


“Competitions are for horses, not artists.”

- Béla Bartók

 

Seorang komposer asal Hungaria, Béla Bartók mungkin berbicara mewakili banyak musisi ketika dia berkata, "Kompetisi adalah untuk kuda, bukan seniman." Beliau menentang adanya kompetisi musik yang dinilai seperti “sport” secara subjektif dan menolak untuk duduk sebagai juri kompetisi Musik Klasik, karena hasilnya menentang hati nuraninya.

 

“Claudio Arrau tidak suka cara saya memainkan Chopin, dan saya tidak suka cara Claudio Arrau memainkan Chopin. Satu-satunya perbedaan adalah dia menjadi juri.” . . .

 

Bartók mungkin akan terkejut dengan apa yang terjadi di dunia Musik Klasik setelah kematiannya pada tahun 1945. Dalam dunia industri musik, Anda akan bersaing dengan semua orang. Kompetisi adalah hal yang biasa dalam dunia atletik, akademisi, bisnis, dan seni. Banyak pianis muda yang memanfaatkan peluang kompetisi ini untuk “naik kelas”, terkenal, beasiswa, koneksi, dan jenjang karier yang lebih tinggi.