Monday, March 21, 2011

WHY TEACH MUSIC? (part 2)

WHY TEACH MUSIC?
(part 2)


Music is scientific.
It is exact, specific, and it demands exact acoustics. A conductor's full score is a chart, a graph which indicates frequencies, intensities, volume changes, melody, and harmony all at once and with the most exact control of time.

Music is mathematical.
It is rhythmically based on the subdivisions of time into fractions that must be calculated, interpreted, and applied instantaneously.

Music is foreign language.
Most of the terms are in Italian, German, or French, and notation is a highly developed kind of shorthand based on symbols that represent ideas. The semantics of music is the most complete and universal language known. 

Music is history.
It reflects the environment and times of its creation, including the cultural and social values. 

Music is physical education.
It requires exceptional coordination of fingers, hands, arms, lips, cheeks, and facial muscles. It also takes extraordinary control of the diaphragm, which in turns uses the back, stomach, and chest muscles - which respond instantly to the sound the ear hears and the mind interprets.

Music is philosophy.
It demands research and develops insight and perspective.

Music is art.
It allows a human being to take dry, boring, and often difficult techniques and use them to create emotion. That is one thing science cannot duplicate: feeling, emotion and yes, if you will allow me . . . humanism. Music helps us learn to read and develop creativity. Music teaches us to interpret meaning, to form lyrical, melodic thoughts. Music helps us to commit to memory making learning more fun.

Music is the human experience.
Music pieces are as complex and varied as life itself. Music inspires thought, reflection and emotion-- much like human relations do. Rhythm and tone simulate moods-- such as joy, sorrow or anger. Music relates to us the stories of human experience.

For all of these reasons and countless more, we are Teachers of Music.
Don't we believe in the greatness that music instills in our students?
Don't we believe in the discipline, the dedication, the development of self-esteem
Don't we enjoy witnessing our students becoming, literallly, vessels of beauty?
Is that not why we teach music?!

Saturday, March 19, 2011

Music - Great Way to Relax ...

Cihui...Tidak terasa tibalah hari yang ditunggu-tunggu! Apalagi kalau bukan weekend ya ngga?
Be relax and chill with some music! Weekend here I come... 


Rileks & Santai dengan Musik


Endorphine & Efek Nyaman

Musik tidak hanya menurunkan tingkat zat kimia yang "jelek", tetapi juga dapat menaikkan tingkat zat kimia yang "baik" bagi tubuh. Endorphine adalah  hormon neurotransmitter "baik" yang membantu membawa impuls dalam otak, juga bertanggung jawab dalam membuat kita merasa nyaman. Hormon ini merupakan salah satu obat yang diproduksi tubuh secara alami untuk memberi kita perasaan senang/bahagia. Dengan memainkan musik, produksi  neurotransmitter ini dapat ditingkatkan. "Tidak heran penikmat musik umumnya happy terus, 'gaul', punya kepribadian yang menyenangkan, dan awet muda ya? Amin..."

Melatonin & Tidur
 
Selain membuat kita merasa lebih baik, musik juga dapat membantu kita tertidur. Kali ini produksi hormon yang distimulasi adalah hormon melatonin, yang berfungsi mengatur pola tidur kita. Umumnya tubuh memproduksi zat kimia ini untuk memungkinkan kita tertidur dengan nyenyak. Mungkin inilah salah satu alasan mengapa lagu nina bobo sukses membuat bayi tertidur pulas. Lagu nina bobo mempunyai peranan yang sangat penting dalam belajar dan berkonsentrasi. 

Dalam sebuah penelitian, anak-anak sekolah dasar di Taiwan berpartisipasi dalam mendengarkan musik yang menenangkan selama 45 menit sebelum mereka tidur. Efeknya, mereka menunjukkan kemajuan yang nyata dalam pola tidurnya, yaitu kualitas tidur yang lebih baik dan waktu tidur yang lebih lama.

Apa Yang Terjadi Di Saat Kita Tidur?

Saat kita tidur, tubuh melakukan perbaikan yang dibutuhkan. Racun-racun dibuang dan sel/jaringan dibangun kembali. Otak memproses stress, ketegangan, dan kemarahan yang dialami tubuh dalam kondisi terjaga dan mengurangi efek negatifnya terhadap sistem tubuh. Bila kita menjalani kualitas tidur yang buruk dalam jangka waktu yang lama, maka kesehatan fisik dan mental kita akan terganggu. Kurang tidur akan berdampak pada menurunnya produktivitas, kemampuan menjalankan aktivitas, menikmati hidup, dan juga menurunnya performa kerja serta penampilan kita.  

Menurunkan Kortisol & Stress
 
Pengeksposan dengan musik secara langsung dapat secara dramatis menurunkan hormon pembawa tekanan seperti kortisol, sehingga musisi mempunyai ketahanan mental yang lebih solid dan tahan lama. Para musisi dan music lovers umumnya secara emosional lebih sehat daripada orang yang tidak menikmati musik. Mereka juga mempunyai kepercayaan diri yang lebih tinggi dalam mengerjakan hal-hal di bawah tekanan (seperti: deadline, ujian, konser, dll.), serta menurunkan efek kepikunan dibandingkan orang lain.

Great Way to Sleep

Di akhir hari yang sibuk, musik yang lembut dapat membantu kita beristirahat dengan cara yang menyenangkan, tanpa efek samping dan tanpa menggunakan obat-obatan.

Cobalah tips-tips berikut ini!
  • Pertama-tama, semua alat elektronik selain CD player atau Ipod harus minggir ya... minimal 1 jam sebelum tidur
  • Mendengarkan musik klasik instrumental bertempo lambat, banyak pengulangan. Pengulangan nada yang sama akan membuat pikiran kehilangan fokus dan mudah mengantuk. Misalnya: Erik Satie - Gymnopedie No. 1 dan Claude Debussy - Claire de Lune, Prelude the Afternoon of the Faune.
  • Memutar kumpulan musik favorit di CD atau Ipod Anda. Hindari musik bertempo cepat atau yang memiliki perubahan tempo tiba-tiba! Bila tempo dan karakter nya mirip, pasti akan mendatangkan efek ngantuk. 
  • Musik alami dari suara-suara alam, seperti: suara burung, aliran air,  gemuruh ombak pantai, dan gerimis hujan. Suara alam mempunyai efek relaksasi dan mampu membangkitkan kenangan seseorang.
  • Mendengarkan suara yang menenangkan dan netral, seperti: memasang radio pada sebuah frekuensi di antara dua stasiun - tempat dimana Anda akan mendapatkan desis statik, kecilkan volumenya. Efek yang sama bisa didapatkan dengan menyalakan kipas angin. Bila Anda menganggap suara orang berbicara membuat nyaman, carilah stasiun radio dengan mayoritas program bicara dan volume dikecilkan. Suara-suara netral ini membantu meredam efek kebisingan lingkungan, seperti: suara lalu lintas atau tetangga yang tidak mengenal waktu.
  • Be creative! Feel free to use some aroma-therapy candles and dim the lights! Take a deep breath and just listen the music...

Anda pun bisa bereksperimen dengan diri Anda maupun anak Anda sendiri. Dengarkanlah musik yang tenang (umumnya musik klasik instrumental yang berirama pelan) sambil membacakan buku cerita pada anak Anda. Hal ini akan sangat membantu membawa masa transisi dari kegiatan super sibuk Anda selama satu hari menjadi situasi yang rileks, tenang hingga Anda bisa tertidur pulas. Silahkan mencoba! "Nanti jangan lupa untuk sharing ya, siapa yang tertidur duluan...Yang dibacakan cerita atau justru yang membacakan? hehehe... :)"

Hal ini menunjukkan bahwa tubuh kita dapat menyesuaikan keseimbangan kimia melalui intervensi musik, selain dengan obat-obatan medis. Musik juga mempunyai efek positif yang luar biasa pada kesehatan tubuh dan mental seseorang. Jadi, mulai sekarang sering-seringlah menikmati musik di setiap saat! It's good for your health!

Here is some great music to hear, just lay back and enjoy your relax time with it.... See how it affects and effects you... Have a nice weekend, everyone!

oleh: Jelia Megawati Heru






Thursday, March 17, 2011

Efek Positif Mendengarkan Musik bagi Kesehatan

"Sering migran, stress, gampang capek, depresi, dan panik?
Coba deh baca artikel yang satu ini!"



EFEK POSITIF MENDENGARKAN MUSIK


Mengurangi stress 
  • Nah, yang satu ini bagus untuk para suami idaman... Dalam kondisi PMS, selain coklat dan hadiah, musik dapat melepaskan ketegangan dalam tubuh wanita dalam menghilangkan rasa depresi dan uring-uringan. Sehingga tubuh menjadi lebih rileks dan tidur lebih baik di malam hari. Pakai musik saja, gak pake mahal... ^_^ 
  • Musik bisa meredakan amarah yang tidak terekspresikan, meningkatkan penghargaan pada diri kita sendiri, dan menghilangkan pembicaraan yang destruktif. Amarah, rasa jengkel, dan benci sering menyebabkan hipertensi dan penyakit jantung lho.
  • Dokter bedah yang mendengarkan musik sebelum operasi dapat mengurangi stress dan meningkatkan kecermatan kerja. Umumnya dokter yang mendengarkan musik mempunyai detak jantung dan tekanan darah yang lebih rendah daripada dokter yang tidak mendengarkan musik sama sekali.

Cegah panik
  • Siapa yang tidak takut kalau harus menemui dokter dan menginap di rumah sakit, apalagi anak-anak? Pasti panik lah! Musik yang lembut membantu anak-anak dalam mengatasi kepanikan dan menanggulangi rasa sakit mereka, terutama cidera/penyakit yang mengharuskan mereka ke rumah sakit - dioperasi dan disuntik.
  • Tentu saja orang dewasa juga tidak kebal panik. Memutar musik yang lembut dan tenang pada saat panik attack, dapat membuat kita rileks dan mencegah reaksi yang berlebihan pada stress yang dialami.
  • Musik dapat membantu mengatasi demam panggung (stage fright) sesaat sebelum tampil - misalnya: ketika harus memberikan kata sambutan, interview pekerjaan, konser, dll.

Percepat kesembuhan 
  • Musik membantu bayi prematur berkembang lebih baik, makan lebih banyak, dan tumbuh lebih cepat
  • Lagu nina bobo dari rekaman suara orang tua dapat membantu membuat tubuh bayi berfungsi secara normal, menambah bobot tubuh bayi prematur dan membantu meninggalkan RS lebih cepat daripada bayi prematur lainnya yang diekspos pada suara-suara mesin yang bising di ruang bayi
  • Mendengarkan musik mempercepat penyembuhan dari cidera dan rasa sakit kronis dari luka bakar. Umumnya pasien akan dapat lebih baik mengendalikan diri, berlatih lebih lama dan intensif dalam masa rehabilitasi
  • Bunyi yang harmonis mempunyai kemampuan yang luar biasa untuk menyembuhkan. Di rumah-rumah sakit sekarang telah banyak digunakan gelombang ultrasonik untuk menghancurkan batu ginjal. Gelombang ultrasonik inilah yang merupakan dasar dari penyembuhan bunyi dengan prinsip  kerja resonansi.

Usir pergi rasa sakit 
  • Siapa sih yang tidak takut ke dokter gigi? Denger suara bor nya aja sudah bikin ill feel... Nah, makanya para dokter gigi menggunakan musik untuk membuat pasien mereka lebih nyaman dan rileks. "Dengarkan musiknya dan coba dibuka mulutnya ya, Aaaaa..."
  • Mendengarkan musik satu jam sebelum - selama - sesudah operasi dapat mengurangi efek samping anestesia, seperti: mual, muntah, sakit kepala, dan rasa khawatir
  • Mendengarkan musik yang menenangkan selama proses persalinan dapat mengurangi risiko komplikasi. Stimulasi musik meningkatkan pelepasan hormon endorfin, sehingga mengurangi penggunaan obat, mengalihkan rasa sakit, membuat ibu lebih rileks dan mengurangi rasa takut/panik sang ibu selama masa kontraksi.
  • Mendengarkan musik dapat meredakan prosedur-prosedur medis yang menyakitkan pada pasien UGD. Misalnya: intubation - langkah pertama dalam membantu seseorang untuk bernapas, dimana selang kecil dimasukkan melalui mulut ke dalam laring. Pasien yang melalui proses ini sambil mendengarkan musik mempunyai detak jantung dan pernapasan yang lebih stabil.
  • Salah satu terapi musik yang paling populer adalah vibro-akustik atau Vibro-acoustic Therapy (VAT), yang meneruskan gelombang vibrasi suara secara langsung ke para pasien melalui speaker terbukti bisa meredakan rasa sakit.

Kurangi alergi, migran & penyakit
  • Mendengarkan musik dapat meningkatkan kadar interleukin dalam darah. Interleukin adalah protein yang membantu melindungi sel terhadap AIDS dan kanker
  • Permainan musik harpa mengurangi hormon penyebab stress seperti kortisol, mencegah alergi (radang dan gatal), asam urat, pilek, flu, dan dapat menaikkan kadar antibodi sampai 20% 
  • Mendengarkan musik dapat membuat migran dan masalah neurologis lainnya berkurang, sehingga periode rasa sakit itu lebih pendek, tidak parah, bahkan bisa menghilang sama sekali tanpa mengkonsumsi obat

Kurangi berat badan
  • Musik bisa membantu menahan selera makan Anda. Mendengarkan musik klasik pada waktu makan, memberi otak lebih banyak waktu untuk mengakui bahwa lambung mereka penuh, sehingga kita mengunyah lebih perlahan.

Tidur nyenyak
  • Setelah mendengarkan musik, hampir semua orang menunjukkan peningkatan rutinitas tidur yang teratur. Kadang lagu belum selesai juga sudah sering ketiduran. Bahkan penderita insomnia berat sekalipun bisa mengenyampingkan obat-obat anti-insomnia itu dan akhirnya bisa tidur secara normal setelah mendengarkan Goldberg Variations dari JS. Bach.

Awet muda
  • Mendengarkan musik oldies alias musik jadoel pada usia "modern yang matang" (taela istilahnya keren kan?) bisa membuat seseorang bersemangat dan energik kembali. Kembali seperti masa-masa 17 tahun lagi begitu...
Here is some great music to hear, just lay back and enjoy your relax time with it.... See how it affects and effects you... 
oleh: Jelia Megawati Heru 


 

STAY HEALTHY with MUSIC!

THE HEALING MUSIC

Musik itu indah dan nikmat! Musik dapat mengubah tubuh kita: secara fisik, mental, bahkan secara kimia. Musik telah lama dikenal sebagai alat terapi yang hebat. Telah terbukti secara ilmiah, bahwa musik bisa membantu mencegah, meringankan, dan menyembuhkan berbagai penyakit serta ketidakberesan pada tubuh dan mental kita. Musik juga membuat Anda melihat hidup lebih positif, membantu performa kerja yang lebih baik, menjadi manusia yang lebih baik dan menyenangkan.

Jonathan Goldman, dalam bukunya "Healing Sound" (1996) menulis bahwa:
"Suara dan musik sekarang banyak digunakan untuk meningkatkan proses belajar, mengobati stress, rasa sakit, dan membawa kesembuhan

Keselarasan Musik & Tubuh
Bukan hanya musik Jazz saja yang mengalami reharmonisasi atau penyelarasan, tubuh kita pun demikian.

Fenomena penyelarasan ini ditemukan oleh Christian Huygens, seorang ilmuwan Belanda (1665) yang memperhatikan bahwa dua buah lonceng pendulum yang berdiri berdampingan akhirnya akan bergerak secara bersamaan. 

Penyelarasan dalam musik akan terjadi ketika suasana hati Anda akan mengalami penyesuaian dengan tipe musik yang Anda dengarkan secara berangsur-angsur dan mengubah musik untuk mencerminkan suasana emosional yang diharapkan.


Wayne Perry, seorang MC acara radio "Heartouch" menyatakan bahwa:
"Semua rasa sakit dan penyakit yang timbul diakibatkan oleh tidak adanya harmonisasi vibrasi dalam tubuh, atau sering disebut sebagai disonansi (dissonance) pada suatu atau bahwa semua tahap - fisik, emosional, mental, dsb."
Di bawah mikroskop, sel kanker terlihat "tidak teratur/sinkron, berpencar-pencar, dan buram", sedangkan sel yang sehat bergerak secara harmonis dan seimbang.
Menyuarakan nada bisa membantu tubuh menjadi harmonis kembali, termasuk berkurangnya stress, hilangnya rasa sakit, kesepian, depresi bertambahnya energi, performa kerja yang lebih baik, menjernihkan pola pikir (tenang & optimis), kesanggupan membuat keputusan yang lebih baik, mengekspresikan diri, dan menghargai diri sendiri.
Musik bukan hanya sekedar bunyi, tetapi merupakan getaran udara  (vibration) yang harmonis. Harmoni musik yang setara dengan irama internal tubuh, akan memicu hormon "baik" pada tubuh kita dan memberikan rasa rileks, nyaman, tenang dan bahagia. Nah, terapi gelombang vibrasi suara mampu mempengaruhi irama internal tubuh hingga menjadi seimbang kembali (vibrasi normal dan sehat).

Ritme musik yang cepat akan membuat irama tubuh kita bekerja lebih cepat, demikian pula sebaliknya. Oleh karena itu, apabila Anda termasuk orang yang bergerak cepat, bekerja dengan deadline, dan tingkat stress yang tinggi - Anda bisa menetralisir irama tubuh Anda dengan mendengarkan musik bertempo lambat. Apabila vibrasi dan harmoni yang digunakan dalam sebuah lagu tepat, si pendengar akan merasa nyaman dan rileks. 

Berikut ini beberapa contoh musik yang bisa memberikan efek terapi:
  • Meditasi & senandung - memberikan pengaruh positif bagi pernafasan & mengurangi stress
  • Musik era Barok (JS. Bach, Haendel, Vivaldi) dengan irama yang stabil dan beraturan dapat membangkitkan rasa aman
  • Musik era Klasik (WA. Mozart, Beethoven, Haydn) dapat membangkitkan daya ingat dan menjaga keharmonisan suatu hubungan
  • Musik era Romantik (Franz Liszt, Tschaikovsky, Chopin) yang lembut dan romantis dapat membangkitkan rasa simpati dan cinta
  • Musik beraliran Jazz, Blues, R & B, Reggae, dan Calypso dapat membangkitkan semangat
  • Musik beraliran Salsa, Rhumba, Mambo, Cha-Cha, Macarena, Meringue, Samba, dan Tango yang eksotis mampu memacu gairah hidup seseorang
  • Musik religi dapat mendekatkan diri seseorang pada TUHAN
  
Hubungan pikiran dan tubuh
 
Ternyata stress, pesimis, panik, dan depresi bisa menyebabkan kanker lho! Bahan-bahan kimia otak akan menyampaikan pesan ke sistem kekebalan tubuh kita. Apabila pesan yang dikirim negatif, maka sel-sel kanker bisa tumbuh dengan subur. Ternyata kuncinya ada pada suasana hati yang ceria untuk hidup sehat. Habis baca ini, siapa yang mau stress lagi hayo?

Nah, apa lagi yang bisa bikin suasana hati jadi enak, murah meriah, tanpa efek samping? "MUSIK!!!" Musik dapat membantu mengendalikan mood, suasana hati, pikiran, emosi,  dan juga perilaku kita.  Musik dapat menyentuh emosi terdalam jiwa seseorang. 

Para terapis musik berlinsensi membantu mendorong kesembuhan para pasien nya melalui mendengarkan musik, bergerak mengikuti iramanya, melantunkan nada, bersenandung, dan bermain musik. 

Nah, lain kali kalau kejebak macet, coba deh setel radio atau putar CD! Mendadak, badan kita akan refleks gerak-gerak sendiri mengikuti irama, ikutan humming and bernyanyi. Serasa kita vokalisnya, stress jadi jauhhh, dan hidup jadi tidak begitu gila & menakutkan. (Sing) "Wohooo.... Don't worry, be happy..." 
oleh: Jelia Megawati Heru

THAT IS WHY I TEACH MUSIC...

 

THAT IS WHY I TEACH MUSIC

NOT because I expect you to major in music.
NOT because I expect you to play or sing all your life.
NOT so you can just relax or have fun.

BUT- So you will be human
So you will recognize beauty
So you will be sensitive
So you will be closer to an infinite beyond this world
So you will have something to cling to
So you will have more love,
more compassion, more gentleness, more good…
in short, more life....
Of what value will it be to make a prosperous living unless you know how to live?

Monday, March 14, 2011

MUSIC CAN CHANGE OUR BRAIN

MUSIC CAN CHANGE OUR BRAIN


 HAUS AKAN SENSASI

Salah satu karakteristik alami manusia yang menarik adalah keingintahuan kita. Kita selalu haus akan sensasi dan rangsangan yang baru. Kita dilahirkan dengan tingkat intelektual dan rasa ingin tahu artistik yang sangat besar - akan suara,  rasa, aroma, dan hal-hal baru yang kita lihat. Hal inilah yang membuat kita terus melakukan permainan, melukis, travel, mencoba menu makanan baru, berlibur, dsb.

Mengapa kita selalu haus akan sensasi? 

Kita haus akan sensasi karena rangsangan yang baru merupakan kunci untuk pertumbuhan fisik dan perkembangan mental diri kita sendiri. 

Pada akhirnya, kita belajar untuk mengerjakan banyak tugas/aktivitas rutin kita secara otomatis, hampir di bawah kesadaran kita dengan atau tanpa tantangan lain ditambahkan ke dalamnya. Pengalaman-pengalaman baru akan menstimulasi aktivitas otak dalam tingkat yang tinggi dibandingkan dengan pengalaman-pengalaman yang sudah biasa kita alami sehari-hari. 

Rangsangan yang baru akan memperkuat hubungan saraf dalam otak kita dan membuatnya lebih responsif. Setiap kali rangsangan diterima oleh indera kita, hubungan-hubungan saraf baru (jembatan antarsel otak/sinapsis) akan tercipta. Semua pengalaman yang memberikan pembelajaran terhadap indera secara potensial mempunyai kapasitas untuk mengubah sistem otak dalam mengorganisasi diri kembali (re-organization), atau sering disebut sebagai neuroplasticity. Hal ini dimungkinkan oleh adanya aktivitas musik yang dilakukan secara berulang-ulang, seperti yang dikutip dari Prof. Alvaro Pascual-Leone, Professor of Neurology at Harvard Medical School dalam bukunya "The Brain that Plays Music and it Changed by it"* berikut ini:

"Memainkan instrumen musik membutuhkan proses berkelanjutan dan pembelajaran secara motorik, yang menghasilkan pengorganisasian ulang dalam otak manusia. Termasuk di dalamnya adalah penyingkapan hubungan baru yang telah ada dan pembentukan hubungan baru. Oleh karena itu, perubahan fungsional dan struktural akan terjadi pada otak pemain musik ketika mereka belajar menyesuaikan diri dengan tuntutan aktivitas mereka"1
*Untuk detailnya, silahkan membaca artikel dari Prof. A. Pascual-Leone di http://tmslab.org/wp-content/files/PascualLeone_MUSICBRAIN_NYAcadSci.pdf


Bermain musik tidak hanya mempengaruhi satu bagian otak saja, tetapi beberapa wilayah otak sekaligus. Persepsi populer dari otak adalah bahwa ada batas yang jelas yang membedakana sisi kiri dan kanan otak. Kenyataannya. tidak ada pemisah di antara kedua belahan ini karena kebanyakan informasi diproses oleh kedua belah otak. Oleh karena itu, di dalam otak kita terjadi lalu-lintas pertukaran yang luar biasa di antara kedua belahan ini. 
  
CORPUS CALLOSUM

Saluran informasi utama di antara kedua belahan bagian otak inilah yang dikenal sebagai corpus callosum*. Bagian inilah yang umumnya mengalami pertumbuhan pesat pada otak musisi sebagai hasil dari stimulasi musik, sehingga jalur komunikasi antara daerah-daerah  dalam otak menjadi lebih terhubung secara komprehensif. Hal inilah yang memungkinkan kita melakukan berbagai aktivitas, seperti melakukan percakapan sambil memainkan piano dengan kedua tangan. Ketika Anda bermain piano, corpus callosum mengkoordinasikan tangan kiri dan tangan kanan Anda, bereaksi terhadap informasi suara, dan mengubah informasi visual yang detail (membaca notasi balok) menjadi gerakan motorik yang spesifik. 

Pertumbuhan yang pesat pada bagian corpus callosum ini akan menghasilkan hubungan yang lebih efisien di antara kedua bagian otak, kemudian menghasilkan koordinasi yang lebih baik antara belahan kiri dan belahan kanan otak. Dari sinilah terbentuklah proses mental dan fisik yang baik, termasuk di dalamnya koordinasi tangan dan kemampuan melakukan berbagai macam tugas. 

*corpus callosum adalah jalur utama di antara kedua bagian otak, berbentuk kumpulan tebal dari sekitar 200 juta serat saraf. Jalur ini sangat aktif ketika mengeksekusi proses yang sangat kompleks, seperti fungsi bicara dan pemrosesan informasi visual/ruang. 

Nah, perubahan fisik pada struktur dan bentuk pada otak ini terjadi pada orang yang telah memulai pembelajaran instrumen sebelum usia tujuh tahun, yaitu pada saat otak berada pada keadaan yang paling mudah dibentuk dan sensitif terhadap rangsangan/stimulasi - dimana otak memilih sirkuit-sirkuit yang dianggap paling penting untuk dipertahankan dan dikembangkan di masa depan.

Musik dapat menstimulasi dan mengembangkan semua kemampuan dan persepsi manusia: pendengaran, penglihatan, indera yang sensitif, pengetahuan, kemampuan menganalisa, menarik kesimpulan, emosional dan intelektual. Dalam bermain instrumen, elemen-elemen ini terkoordinasi oleh indera kinestetik. Bermain musik dapat meningkatkan kemampuan kognitif,  konsentrasi/fokus, mengembangkan kemahiran fisik, mengembangkan koordinasi kinestetik, dan membangun perkembangan emosional, dan mental - hal-hal inilah yang dapat menstimulasi perkembangan kemampuan belajar seseorang dan membantu meningkatkan kemampuan belajarnya itu di masa mendatang.

Apa saja efek dan manfaat bermain musik bagi perkembangan kemampuan belajar seseorang? Silahkan baca selengkapnya pada artikel berikutnya...

1http://tmslab.org/wp-content/files/PascualLeone_MUSICBRAIN_NYAcadSci.pdf

oleh: Jelia Megawati Heru

Saturday, March 12, 2011

Music Is in Our Genes!

MUSIC IS IN OUR GENES!



Dear music lovers, 
Apakah Anda pernah mendengar kalimat seperti:
"Saya tidak dapat mendengarkan nada!", alias "buta nada"
"Saya tidak musikal!", "Saya memang tidak berbakat!"???

Good news, people! Ternyata setiap orang dilahirkan dengan kapasitas untuk bermusik: kita memiliki insting dan kemampuan bermusik. Bahkan bayi menyerap musik sebelum mereka dilahirkan, dan kita secara genetik mampu menghasilkan musik. Karena musik benar-benar ada di dalam gen kita dan di dalam diri kita memang terdapat perintah untuk membuat musik. Yang kita butuhkan hanyalah sedikit dorongan dan semangat!


EAR TRAINING

Para bayi mempunyai kemampuan musik yang sangat hebat, mereka memiliki tingkat sensitivitas yang tinggi terhadap nada, ritme yang berbeda, serta memiliki kemampuan membedakan berbagai timbre (warna suara). Pada awalnya, bayi mengekspresikan diri secara musikal. Umumnya mereka bergumam dengan menggunakan nada naik dan turun, lewat berbagai intensitas, intonasi, ritme - untuk memberikan maksud dari gumaman mereka itu. Hal inilah yang merupakan elemen inti dari musik. Penggunaan nada suara musikal dalam berbicara dapat mengungkapkan maksud pembicara yang sesungguhnya. Musik adalah media yang digunakan dalam memperoleh kemampuan awal dalam berbahasa.

Segera setelah dilahirkan, seorang bayi secara refleks akan mencari arah sumber suara sang ibu. Pada umur satu minggu, umumnya banyak bayi sudah mampu membedakan suara ibu mereka dari sekian banyak suara lain yang mereka dengar di dalam satu ruangan. Bahkan pada usia tiga bulan, mereka telah belajar secara fisik untuk berbalik, menghadap ke sumber suara,  dan dengan cepat menerjemahkan isi pembicaraan yang mengandung emosi, serta membedakan bahasa ibu mereka dari bahasa lain dengan mengenali  pola ritmik, kontur tinggi nada, dan melodi suatu suku kata. Oleh karena itu, sensitivitas terhadap ritmik pada bayi bisa menjadi faktor penentu penguasaan dari bahasa. 

Pada usia 10 bulan, mereka mulai memahami bahwa nama mereka sebenarnya berkaitan dengan diri mereka - bayi dilahirkan dengan kemampuan membedakan 150 komponen vokal yang menjadi unsur penyusun setiap bahasa manusia di dunia. "Isn't it amazing?" Ternyata bayi telah dilahirkan dengan kemampuan membedakan pitch yang sempurna, atau "absolute pitch". Absolute pitch merupakan kemampuan mengingat nada musik secara akurat. "What a great musician!"

Hasil penelitian menunjukkan bahwa musisi yang memiliki absolute pitch ini umumnya mulai mempelajari instrumen musik sebelum usia tujuh tahun. Hal ini mengindikasikan bahwa kemampuan ini dipertahankan pada saat otak masih berada di titik perkembangan yang relatif fleksibel. Setelah usia tujuh tahun, umumnya absolute pitch ini sangat sulit untuk diajarkan dan kemampuan ini secara perlahan-lahan memudar seiring bertambahnya usia, karena sistem kerja otak yang berkembang pun berbeda - kecuali tetap dipertahankan dan dilatih sedini mungkin. 

RHYTHM

Tentunya kita harus dilahirkan dengan kemampuan membedakan ritmik yang akurat, sehingga memungkinkan kita untuk merekam tempo, sinyal dan ritmik dalam memori kita dan mengulang kembali pola ini dengan akurat. Bermain musik memungkinkan anak mengembangkan konsistensi ritmik yang akurat. Menjaga kestabilan tempo dan memori sebuah pola ritmik merupakan kemampuan krusial bagi musisi manapun.

Tubuh kita juga diperlengkapi dengan suatu sistem yang berhubungan dengan waktu, atau "jam tubuh" ("internal metronome") - disinilah tubuh kita akan memberikan sinyal-sinyal, kesadaran ritmik tentang struktur waktu dan urutan kejadian dalam kehidupan kita sehari-hari. Jam tubuh ini mengatur semua hal, seperti: menentukan kecepatan berjalan, detak jantung, pernafasan, berapa lama kita tidur. Yang menariknya disini adalah ternyata jam tubuh kita sangat mirip, contohnya: orang dewasa berjalan dengan kecepatan rata-rata 110-117 langkah per menit, atau andante yang diartikan sebagai "langkah orang berjalan". Mungkin panjang langkahnya berbeda-beda antara pria dan wanita, tetapi jumlah rata-rata langkahnya identik.

MULTISENSORI

Otak bayi memiliki hubungan yang kuat antara wilayah yang memproses informasi audio visual. Warna, musik, cahaya, dan suara dihubungkan dan diproses bersama-sama dengan cara diluar pemahaman kita. 

Richard Cytowic dalam bukunya "The Man Who Tasted Shapes" menulis, bahwa bayi mengalami dan memahami segala sesuatu secara multisensori. Setiap stimulasi yang diterima akan menciptakan pengalaman di setiap indera mereka. Ketika kita dewasa, sensasi-sensasi ini akan lebih dapat dibedakan, kita tidak dapat mengalami sensasi di setiap bagian otak pada saat yang bersamaan, alias "overload". Lain halnya dengan bayi, ketika seorang bayi mendengarkan musik, ia tidak hanya mendengarnya, melainkan ia menyentuhnya, melihatnya, mencicipinya, bahkan menciumnya! Karena kehebatan sistem indera pada bayi inilah, maka musik dapat menciptakan sensasi yang sangat kaya dan kuat pada anak-anak berusia di bawah 7 tahun. Para musisi yang berkemampuan tinggi bisa memperoleh kemampuan ini kembali. Mereka yang memiliki kondisi ini mampu mendengar musik dalam asosiasi warna maupun tekstur tertentu.

 
 

" In the rhythm of life we sometime find ourselves out of tune.  
But as long as there are friends to provide the melody, the music plays on" 
- Anonymous -

KITA PUNYA "JIWA" MUSIK

Mempunyai jiwa musik bukan hanya tentang mampu memainkan istrumen, tetapi bagaimana kita bereaksi terhadap suatu karya musik. Kita semua mampu bermusik jauh lebih baik daripada apa yang kita pikirkan. Mungkin Anda tidak yakin akan kepekaan mengenali ritmik dan nada Anda, tetapi mungkin Anda hanya belum mempelajari cara menghubungkan arti verbal dan melodis pada musik saja. 

Kita menggunakan musik untuk menyemangati diri dalam menghadapi suatu momen khusus: merayu pasangan, menghibur diri, menyentuh hati orang lain, menangkan diri, merayakan ulang tahun, bahkan untuk menandai berakhirnya kehidupan seseorang. Musik selalu menjadi wadah untuk berekspresi dan berkomunikasi.

HAL YANG MENGHALANGI KITA BEREKSPERIMEN DENGAN MUSIK

Do you know? Ternyata kita hanya membutuhkan sebuah komentar negatif tentang kekurangan diri kita dari teman, orang lain, maupun orang tua untuk meruntuhkan rasa pe-de akan kemampuan diri kita sendiri. Biasanya kita akan lebih mengingat komentar-komentar negatif ini dibandingkan komentar positif mengenai diri kita, apalagi apabila komentar ini dilontarkan pada saat kita masih kecil, biasanya pada saat kita berlatih menyanyi (fals) dan  dalam bidang sport (misalnya: belajar naik sepeda atau berenang).

Ironisnya, efeknya sangat besar bagi kehidupan kita di kemudian hari. Hal ini dapat memperkuat anggapan, bahwa Anda memang tidak berbakat dalam musik atau sport, buta nada, dll. Seringkali akhirnya kita menerima hal-hal ini sebagai kenyataan absolut bahwa itulah diri kita yang sesungguhnya - tidak berbakat. Well, tentunya wajar ketika manusia punya kekurangan dan kekurangan itu diungkapkan. Tentunya ada juga orang yang belum sedikitpun mengeksplorasi potensi musik mereka, tetapi hal itu tidak membuat mereka "tidak berbakat", bukan? Menurut Saya pribadi, mereka hanya belum melihat sedikit pun adanya "musisi" dalam diri mereka. Apakah Anda salah satu dari mereka?
LIBATKAN DIRI ANDA!

Ketakutan utama bagi orang dewasa dalam melibatkan dirinya secara aktif  pada suatu aktivitas musik adalah mereka akan terlihat bodoh atau takut salah - "it's human and normal, I've been there too...". Tetapi cobalah untuk keluar dari zona nyaman Anda. Kali ini adalah waktu Anda, dimana Anda bebas untuk melakukan apa saja dan kreatif seperti saat Anda masih kecil. Sangat menyenangkan, berada dalam situasi dimana kita bebas berekspresi dan bereksplorasi, dimana biasanya kita sangat penuh perhitungan, profesional dalam pekerjaan kita. 

Bangkitkan perasaan dan kesadaran bahwa Anda juga memiliki kemampuan bermusik, menghasilkan musik itu sangat menyenangkan, dan jangan lupa musik itu sudah ada di dalam gen kita. Kita dilahirkan untuk mengekspresikan diri melalui aktivitas bermusik. 

Saya percaya bahwa setiap orang membutuhkan musik dan setiap orang mempunyai kebutuhan untuk membuat musik. Mendengarkan radio, memutar CD, pergi ke konser menawarkan kepuasan Anda secara cepat, tetapi hasil yang didapatkan tidaklah sebesar ketika kita aktif membuat musik. Oleh karena itu, terimalah bahwa Anda dapat bermusik! Jangan terlalu cemas atau khawatir dengan penampilan Anda. Setiap musisi hebat juga awalnya seorang pemula juga. Toh Anda tidak perlu menjadi pianis maestro, bukan? "Do it for yourself, just have fun and have some quality "me" time!"

Menemukan potensi musik dalam diri Anda adalah suatu faktor penting dalam proses pengajaran untuk anak Anda. Bagaimana Anda bisa membuat anak antusias dalam musik/menginspirasi anak Anda, apabila Anda sendiri "trauma" dan tidak mencintai musik? "So, again: Just be yourself, explore the music and have fun with it!"

by: Jelia Megawati Heru

Wednesday, March 9, 2011

Membaca notasi balok "kok susah banget sih?"

MEMBACA NOTASI BALOK 
"kok susah banget sih?"


Membaca notasi balok bagi beberapa orang merupakan hal yang sangat sulit untuk dilakukan, bahkan bisa menjadi hal yang traumatis. Mengapa demikian? Apakah karena IQ-nya kurang alias loading-nya lama atau memang tidak bakat sih?


Membaca notasi balok dapat direlasikan seperti mempelajari bahasa asing. Kita harus mempelajari huruf-huruf yang baru, menyusun suku kata dan mengejanya sehingga membentuk suatu kata, frase dan akhirnya menjadi kalimat. Seperti pada proses mempelajari bahasa asing, begitu pula dalam musik terdapat notasi balok yang berbentuk simbol 'luar angkasa*' (*saking susahnya dibaca) - dimana beberapa orang menyebutnya seperti "tauge". Nah dari "tauge" inilah kita akan membentuk melodi, akor dan akhirnya menjadi lagu. Penguasaan kemampuan membaca notasi balok ini membutuhkan waktu yang tidak sebentar, karena dibutuhkan penguasaan kemampuan lainnya, seperti: musik teori, ritmik dan ear training. Oleh karena itu, sebaiknya kebiasaan membaca notasi balok ini diperkenalkan sedini mungkin dalam pembelajaran instrumen.



KESULITAN MEMBACA NOTASI BALOK YANG KOMPLEKS 
Walaupun terdapat kesamaan antara membaca huruf dalam bahasa dan notasi balok dalam musik - too bad it's just a metaphor, people! Membaca notasi balok boleh dikatakan lebih sulit oleh karena beberapa faktor di bawah ini:

·   Variasi simbol yang sangat banyak
   Di dalam musik, ada berbagai jenis not dengan durasi yang berbeda-beda, tanda istirahat, kunci, tanda dinamika, tanda birama, dsb. Dibutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk mengenali simbol-simbol tsb.


Contoh notasi balok dan tanda istirahatnya beserta nilainya:
·   Kombinasi simbol secara vertikal dan horizontal
    Penulisan simbol vertikal melambangkan tinggi rendahnya nada dan simbol horizontal menunjukkan pergerakan nada. Pada instrumen piano, kesulitan menjadi berlipat ganda karena melibatkan dua kunci yang berbeda (kunci G dan kunci F), range instrumen piano yang bisa mencapai nada yang sangat tinggi dan rendah, serta memainkannya dalam waktu bersamaan dengan kedua tangan disertai jari-jari yang spesifik. 
·   Kemiripan simbol dan bunyi
   Misalnya: nada C mempunyai banyak simbol dan bunyi yang berbeda tergantung dari letak oktaf-nya – C1, C2, dst. Not ¼ () akan dimainkan dengan kecepatan yang berbeda sesuai dengan tempo dan jumlah ketukan tergantung dari tanda biramanya.

MENGAPA HARUS MEMBACA NOTASI BALOK?




MENGEMBANGKAN DAYA INGAT/MEMORI
Kemampuan daya ingat merupakan hal yang sangat krusial bagi setiap musisi. Daya ingat merupakan kunci bagi semua pembelajaran. Tujuan utama dari membaca notasi balok dalam masa awal pembelajaran musik adalah: membangun suatu memori yang berisikan berbagai bentuk dan simbol yang nantinya akan dapat dikenali dalam lingkungan yang baru (transfer of knowledge).


Membaca notasi balok dapat menstimulasi perkembangan kemampuan dalam belajar, meningkatkan konsentrasi serta kemampuan belajar kita dalam mempelajari hal-hal yang baru di masa mendatang. Di dalam membaca notasi balok, kita memproses dan menggunakan informasi rumit yang berhubungan dengan melodi, ritme, dan warna suara - yang merupakan elemen inti dari musik (seperti kosa kata dalam bahasa). Proses ini memfasilitasi murid ketika mereka akan memainkan lagu dengan tingkat kesulitan yang sama, sehingga murid tidak membutuhkan waktu yang lama seperti mempelajari lagu sebelumnya. Mereka akan belajar jauh lebih cepat di masa mendatang, apabila mereka bisa membaca notasi balok - logis!


Perlu diperhatikan bahwa membaca notasi balok harus disertai dengan pengalaman bermusik secara aktif serta pengalaman mendengarkan musik itu sendiri. Bila tidak, maka membaca hanya akan menjadi sebuah teori saja. Apabila hal ini dilakukan dengan baik, nantinya dari proses membaca notasi balok dan bermain musik akan menciptakan suatu link, yaitu: koordinasi antara persepsi visual (mata) - persepsi kinetik (tangan, kaki, jari) - persepsi audio (telinga). Inilah yang dinamakan learning via multi-canale, dimana semua indera diaktifkan dalam proses pembelajaran, sehingga hasilnya menjadi lebih cepat dibandingkan metode belajar jadoel dan menciptakan musisi yang multi-tasking.


So, siapa bilang jadi musisi itu gampang dan tidak perlu pakai otak, just feel it, man? So not true! Justru musisi perlu memproses banyak sekali informasi. Pada tingkat profesional, musisi berhadapan dengan sejumlah besar informasi: melodi, frase, harmoni, akor, nada, ritme,  posisi tangan, posisi duduk yang benar, mengatur nafas, produksi tone yang baik, plus "baca notasi balok ke depan" jika menggunakan partitur - semua harus diorganisasikan dengan baik dan dilakukan secara bersamaan, alias multi-tasker abiesss... belum lagi kalau habis berantem, mana mic feed-back lagi, tetapi show must go on (ini hanya contoh, bukan curhat ya...). Intinya orang tidak akan menyangka, ternyata musisi memproses banyak sekali informasi dalam suatu performa musik.


APAKAH MUNGKIN BISA MEMAINKAN MUSIK 
TANPA MEMILIKI KEMAMPUAN MEMBACA NOTASI BALOK? 
Yes and no.
Pada dasarnya, seseorang mungkin bisa saja memainkan musik tanpa harus memiliki kemampuan membaca notasi balok - sama halnya seperti seseorang berbicara tanpa harus memiliki kemampuan menulis atau membaca. Namun, seseorang yang tidak bisa membaca atau maaf: "buta huruf", akan melewatkan kesempatan menulis atau memperkaya pengetahuan mereka lewat membaca buku-buku filosofi, sejarah, dll. Mereka akan melewatkan kesempatan untuk berkomunikasi dan memahami segala sesuatu dengan lebih baik. Untuk berkomunikasi dalam kehidupan sehari-hari ya bisa, tetapi kalau dalam memahami berita di koran? Yah,  ibaratnya bayangkan saja di era seperti ini, orang tidak bisa menggunakan internet, padahal dengan mengetik satu kata saja di search engine google, kita bisa mendapatkan semuanya. Dan orang yang bersangkutan memilih untuk tidak mempelajari bagaimana cara menggunakan komputer. Misalnya. Siapa yang rugi? Silahkan pikirkan dan memilih.


Membaca notasi balok tidak terlepas dari musik teori. Sehingga ketika seseorang mempelajari bagaimana cara membaca notasi balok, maka pengetahuan musik teorinya pun akan berkembang seiring dengan perkembangannya dalam membaca. Hal ini akan memungkinkannya untuk bermain musik lebih baik, bahkan musik yang belum pernah ia dengar sekalipun, serta memungkinkan terjadinya komunikasi yang lebih baik tentang berbagi dan bertukar pikiran tentang ide, konsep musik dengan orang lain. Oleh karena begitu pentingnya hal ini, maka membaca notasi balok merupakan kemampuan dasar yang harus dipelajari oleh setiap murid sedini mungkin. Semoga artikel ini membantu, tetap semangat belajar ya... jangan menyerah!

Bagi orang tua, jangan takut anak-anaknya akan kesulitan dalam proses belajar musik. Hal terbaik yang bisa diberikan untuk anak sebagai orang tua adalah dukungan/support. Bagaimana menjadi orang tua yang supportif? 


Silahkan dibaca di artikel "Apakah Anda Orang Tua yang Supportif?" di http://jeliaedu.blogspot.com/2011/03/apakah-anda-orang-tua-yang-supportif.html

by: Jelia Megawati Heru

Monday, March 7, 2011

GREAT BOOK! Recommended!

MUSIC MAKES YOUR CHILD SMARTER

PERAN MUSIK DALAM PERKEMBANGAN ANAK





Nomor Produk 9212, ISBN 979-22-3028-9
Penerbit Gramedia
Pengarang Philip Sheppard
Harga Rp. 60.000,00
Rp. 54.000,00
Tanggal Publish 23 Nov 2008

 

RINGKASAN BUKU

Sebagian besar orangtua, bahkan yang tidak memiliki pengetahuan atau pengalaman tentang musik sekalipun, menyadari bahwa menciptakan musik adalah "hal yang baik". Penciptaan musik adalah kombinasi ekspresi diri, disiplin, dan kegembiraan, juga kemampuan bekerja dengan orang lain secara positif. Itu adalah kombinasi yang hebat dan tentu orangtua ingin anaknya ikut serta di dalamnya. Buku ini bertujuan mempertegas keinginan itu dan menemukan apa yang sebenarnya terjadi ketika anak Anda menciptakan musik.
Apakah musik benar-benar dapat membuat anak Anda lebih cerdas? Philip Sheppard menyingkap kekuatan rahasia musik dalam perkembangan anak Anda.

Di Bagian 1:
Temukan bagaimana musik membantu:
-perkembangan mental
-koordinasi fisik
-keterampilan bahasa
-kemampuan matematis
-keterampilan sosial
-daya ingat
-keterampilan kerja tim
-ekspresi diri dan kreativitas anak Anda

Di Bagian 2:
Panduan praktis berdasarkan kelompok usia bagi orangtua yang menampilkan:
-lagu dan lagu pengantar tidur
-permainan musikal yang mudah
-cara membuat sendiri instrumen musik
-aktivitas menyenangkan
-latihan gerakan dan musik
-musik yang disarankan untuk didengar
-nasihat dalam memilih instrumen musik

Dalam CD berdurasi 73 menit ini, terdapat 53 track berisi:
-lagu untuk pemelajaran
-lagu pengantar tidur dan permainan jari
-musik untuk gerakan, tarian, dan permainan
-musik untuk dongeng sebelum tidur

Tentang Pengarang: Philip Sheppard
Philip Sheppard adalah pengajar selo di Royal Academy of Music, London. Dia juga adalah Dosen Senior pelajaran \"Prinsip Pendidikan\" dan merancang kuliah \"Musik dalam Komunitas\" di situ serta merupakan dosen tamu di Royal College Of Music dan patron Oxford Cello School. Philip mengepalai proyek pendidikan di Harlem Center di New York dan tampil sebagai pembawa acara tamu di liputan Proms BBC4.





















CEK PREVIEW BUKU?






http://book.store.co.id/Music_Makes_Your_Child_Smarter_-_Peran_Musik_dalam_Perkembangan_Anak_buku_9212.html#previewbuku









































































































Wednesday, March 2, 2011

APAKAH ANDA ORANG TUA YANG SUPPORTIF?


Apakah Anda Orang Tua yang Supportif?



Peran dan dukungan orang tua merupakan inspirasi serta pengaruh yang besar dalam perkembangan anak di semua aspek kehidupannya. Begitu pula sama halnya dengan mempelajari musik. Apakah anak Anda akan menekuni sebuah karir dalam bidang musik maupun tidak, partisipasi orang tua dalam mendukung dalam masa pembelajaran merupakan hal yang sangat krusial bagi proses pembelajaran sang anak yang positif.  

Anda, sebagai orang tua dapat membantu anak untuk belajar lebih cepat dan menikmati kelas musik dengan melakukan beberapa hal yang sederhana sbb:


DO’s


     1. Komunikasi dengan guru
  • Update informasi kondisi murid
  • Sejauh apakah peran serta aktif orang tua? Perlu kah menghadiri kelas? Perlu kah bertindak sebagai supervisor di rumah? Bagaimana bertindak sebagai supervisor di rumah?
  • Konsultasi (tips & tricks)
Peran serta aktif orang tua sangat dibutuhkan dalam kemajuan anak. Komunikasi antara guru dan orang tua merupakan hal positif yang sebaiknya dilakukan serutin mungkin, setelah kelas berakhir. Sedapat mungkin orang tua disarankan untuk mengkomunikasikan kondisi dan perkembangan anaknya di rumah dengan guru. Guru pun akan menjadi sangat terbantu dengan mengetahui update informasi kondisi murid, mengetahui kesulitan yang dialami orang tua, sehingga guru dapat memberikan saran bagi orang tua – apa yang dapat dilakukan orang tua untuk bisa membantu proses belajar musik? 

2. Observasi latihan di rumah



Sayangnya berbeda dengan ujian di sekolah yang bisa dilakukan dengan sistem kebut semalam (SKS), dalam mempelajari musik latihan last minute, satu hari sebelum kelas tidak bisa membuat anak menguasai instrumen musik dengan baik. Seperti layaknya atlet yang harus berlatih setiap hari, begitu pula anak Anda harus berlatih musik untuk mengasah ketrampilan (skill) bermain musiknya. Oleh karena itu, rencanakanlah waktu latihan yang rutin setiap harinya.

Dalam perannya sebagai guru di rumah, orang tua hanya boleh mengobservasi latihan si anak dan melaporkan perkembangan anak dalam latihan hariannya dan apakah anak mengerjakan tugas yang diberikan guru? Bacalah buku catatan dari guru dan cek apakah anak telah berlatih sesuai dengan instruksi dari guru? Informasikanlah hasil latihan harian dengan guru. Cobalah untuk meluangkan waktu Anda untuk sekali-sekali mendengarkan permainan si anak. Hal ini akan memotivasi anak untuk bermain dengan baik. 

“The best inheritance a parent can give his children is
a few minutes of his time each day.”

-- O. A. Battista --

Bila anak Anda cukup besar, berilah tanggung jawab kepadanya sebagai bukti Anda percaya kepadanya bahwa dia sudah mulai dewasa dan bisa berlatih sendiri, sambil tetap mengobservasi.


CONTOH JURNAL LATIHAN ANAK PER MINGGU YANG HARUS DICEK:

Bulan
Minggu
Latihan harian
(menit)
Tanda Tangan Orang Tua
Senin
Selasa
Rabu
Kms
Jmt
Sab.
Mg.
Januari
I








II








III








IV










3. Dukungan, pujian dan hadiah 

“The world talks to the mind.
Parents speak more intimately, they talk to the heart.”
-- Hain Ginott --

Dukungan dan pujian terhadap usaha dan prestasi yang dicapai oleh anak merupakan hadiah yang paling berharga dan cara yang paling efektif untuk memotivasi anak untuk belajar lebih tekun. Sebagian besar dari kita akan merespon secara positif terhadap kata-kata yang lembut dan pujian daripada kata-kata yang kasar, ofensif, dan bentakan. 
“Praise your child, they will blossom” 
-- unknown --
Kehadiran orang tua dalam resital/konser anak maupun mengantar-jemput/mendampingi anak sewaktu kursus (di luar kelas) juga merupakan bentuk dukungan positif yang dapat memotivasi anak.

Hadiah (reward) berupa barang maupun janji-janji terkadang bisa menjadi bumerang bagi orang tua dan tidak mendidik anak, karena terkesan seperti ‘menyuap’ anak. Supaya trik ini bisa berhasil, tekankan kepada anak apabila anak berhasil melakukan latihan dengan baik dan menghadiri kelas dengan rutin, maka hadiah itu merupakan suatu kehormatan (privileges). 

Buatlah aturan main dan batasan-batasannya. Bila mereka melanggar, maka konsekuensinya adalah mereka tidak akan pernah mendapatkan kepercayaan dalam bentuk kehormatan seperti ini lagi. Tetaplah konsisten dengan keputusan Anda. Hal ini pun akan mereka alami dalam kehidupan mereka nantinya di masyarakat, apabila mereka dipercaya dan menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.


    4. Komitmen yang serius

Pastikan anak Anda mengetahui bahwa Anda mempertimbangkan belajar musik sebagai komitmen yang serius. Komunikasikanlah dengan anak Anda, mengapa dia harus mempelajari musik? Apa arti musik bagi Anda, apa arti bisa bermain musik bagi kehidupannya di masa depan, dsb. Tanamkanlah bahwa mempelajari musik membutuhkan komitmen, ketekunan, keseriusan, disiplin yang tinggi seperti layaknya atlet, dan waktu yang tidak sedikit untuk berlatih. 


   5. Lingkungan belajar yang mendukung

Ciptakanlah suasana dan lingkungan yang mendukung bagi anak. Hal-hal yang bisa Anda lakukan antara lain: mengatur dan mengontrol waktu latihan secara teratur (misalnya: 30 menit/hari setelah pulang sekolah & makan siang), usahakan waktu latihan anak Anda bebas dari segala gangguan seperti TV, bunyi radio keras-keras, orang mondar-mandir di ruang tamu (apabila letak piano di ruang tamu). 


   6. Menghadiri resital & konser 

Menghadiri resital dan konser bersama orang tua merupakan pengalaman insentif yang sangat memotivasi anak dalam mengapresiasi musik. Luangkanlah waktu Anda untuk mendengarkan CD, DVD atau youtube bersama dengan anak Anda dan diskusikanlah musik yang Anda dengar dengan anak Anda. Dengan demikian komunikasi dan hubungan yang positif pun bisa terjalin.
DO NOT’s


1. Kritik yang negatif

Sedapat mungkin hindari kritik yang negatif secara langsung terhadap anak. Jika anak Anda bersikap tidak kooperatif, mungkin mereka membutuhkan banyak bantuan, dukungan dan support. Hukuman bukan merupakan solusi jangka panjang yang baik, bahkan hal ini dapat menimbulkan rasa antipati anak untuk belajar. 

Perlakukan anak Anda dengan baik, jalinlah komunikasi yang terbuka dan positif. Jangan langsung memarahi mereka dan menghukum mereka. Biasakanlah untuk mengajak mereka bicara, apa alasan mereka bersikap demikian. 

Apabila anak Anda tidak berlatih di rumah dengan berbagai alasan, haruskah memaksa anak untuk tetap meneruskan kelas musiknya? Setiap kasus berbeda dan sangat individual. Tetapi dengan memberhentikan kelas musiknya begitu saja bukan merupakan solusi terbaik dalam mengatasi anak yang tidak kooperatif maupun tidak termotivasi.  Jika anak tidak termotivasi, carilah dimana letak permasalahan anak, apakah anak mengalami kesulitan dalam belajar, apa yang membuat dia tidak mau berlatih, bangunlah komunikasi yang baik dengan anak, dan konsultasikanlah hal tsb dengan guru untuk menemukan solusi terbaik.  

2. Overprotective dan interupsi 

Sedapat mungkin orang tua jangan memasuki kelas pada saat pelajaran berlangsung, apalagi menginterupsi jawaban anak. Orang tua mohon duduk dengan tenang selama proses belajar mengajar di ruang tunggu. Orang tua diharapkan untuk memahami bahwa anaknya sedang dievaluasi kesiapannya dalam belajar. Hal seperti ikut campur dalam proses belajar di kelas tidak boleh dilakukan, apalagi menginstruksikan hal yang berbeda dari apa yang diminta oleh guru, karena guru harus membangun suatu hubungan yang kuat dan positif dengan murid.

Apabila orang tua menginterupsi dan berusaha mengarahkan jawaban si anak, hal ini dapat mengindikasikan sifat orang tua yang overprotective dan lebih mementingkan performa anak daripada kemampuan belajar dan proses belajar jangka panjang.

Apabila ada ketidakpuasan dan ketidaksetujuan dalam perihal metode mengajar guru, maka orang tua harus mendiskusikan hal ini secara empat mata tanpa kehadiran sang anak.

Satu hal lagi, jangan menyerah dalam menghadapi anak Anda! Apapun masalah Anda, hadapilah dengan kepala dingin, it's worth it! Suatu hari anak Anda akan mengerti dan berterima kasih kepada Anda karena Anda telah mendukungnya untuk tetap bermain musik. Good luck!

by: Jelia Megawati Heru