Tuesday, October 14, 2014

BEETHOVEN CHORAL FANTASY: "FANTASIA DI ANTARA NYANYIAN & MUSIK" - by: Michael Gunadi Widjaja

"FANTASIA DI ANTARA NYANYIAN DAN MUSIK"
Melintasi Beethoven Choral Fantasy in c minor, Op. 80
by: Michael Gunadi Widjaja


PENGEMBANGAN KREATIF DARI PIANO CONCERTO
Apa sih bagusnya Choral Fantasy nya Beethoven sehingga perlu kita bicarakan? Salah satunya bahwa Choral Fantasy dari Beethoven adalah sebuah pengembangan kreatif dari bentuk konserto. Beethoven berhasil memperluas dan mengembangkan bentuk konserto sehingga bukan hanya solis instrumentalis dan orchestra, melainkan melibatkan juga paduan suara dan solis vocal yang menyanyi.

The Fantasy for Piano, Choir, and Orchestra ini dikarang pada 1808. Sama dengan Beethoven Konserto Piano No. 3, Fantasia ini berada dalam domain C kecil. Pentas perdananya pada Desember 1808. Ada hal yang unik. Fantasia ini dibuat Beethoven karena ia mengingankan ada sesuatu yang menggelegar, yang heboh, yang mengguncang sebagai puncak pagelaran Misa dalam C kecil. Maka dapat dikatakan, Choral Fantasy dikarang dengan agak terburu-buru. Sekitar dua pekan Beethoven menyelesaikan Fantasia ini.


SENI MUSIKALISASI PUISI
Kalau dicermati, Choral Fantasy mempergunakan kekuatan syair sebagai napas dan jiwanya. Dalam hal ini adalah puisi karya Georg Friedrich Treitschke, yang syairnya dipakai Beethoven juga dalam opera karyanya. Dengan kata lain, Choral Fantasy sebetulnya adalah bentuk MUSIKALISASI PUISI. Untuk kultur Asia, musikalisasi puisi adalah ranah kegitan yang sangat lazim. Namun dalam kultur Eropa, musikalisasi puisi haruslah dipandang sebagai seni penuh kehati-hatian (delicate art.)

"KILAS BEETHOVEN PIANO CONCERTO" by: Michael Gunadi Widjaja

"KILAS BEETHOVEN PIANO CONCERTO"
Achtung! Oliver Kern bringt Beethoven nach Jakarta!
by: Michael Gunadi Widjaja


Pianis kelas dunia, Oliver Kern dari Jerman, akan mengadakan konser di Jakarta pada 26 Oktober 2014. Kedatangannya sebagai bentuk kerjasama budaya Indonesia-Jerman. Dipromotori oleh Impressariat Jongky Goei. Musik yang akan dibawakan Oliver Kern adalah “Piano Concerto No. 3 in c minor, Op. 37” dari Ludwig van Beethoven dan juga “Choral Fantasy in c minor, Op. 80,” juga karya Beethoven. Agak perlu untuk menatap sejenak tentang kilas konserto piano, terutama karya Beethoven, agar kita mendapat semburat makna tentang apa yang akan Oliver Kern bawa dan persembahkan kepada kita.

Beethoven Piano Concerto No. 3 in c minor, Op. 37 
(Nikolai Lugansky, pianist)

Tuesday, October 7, 2014

"DUET PIANO" - Seni Bermain Piano Dalam Ranah Ensembel, by: Jelia Megawati Heru (Staccato, October 2014)

"DUET PIANO"
SENI BERMAIN PIANO DALAM RANAH ENSEMBEL
by: Jelia Megawati Heru
STACCATO (October 2014)


“People who make music together cannot be enemies, at least while the music lasts.”
- Paul Hindemith-

SOLO PIANO DAN DUET PIANO
Pianis adalah sosok yang identik dengan image soloist, elite, proud, majestic, independent, smart, high-maintenance, discipline, dan classy. Sayangnya tidak semua pianis memiliki kemampuan dan pengalaman dalam bermain ensembel. Entah karena belum ada kesempatan atau memang tidak mau bermain dengan pianis lain yang “beda kelas.” Bahkan banyak pianis yang justru takut atau menolak untuk bermain duet. Alasannya pun terbilang cukup klise, “ya… nggak pengen aja” atau “ya… saya cocoknya main solo sih.” Hal ini bisa dimaklumi karena di tangan seorang pianis kelas dunia sekalipun, sebuah permainan DUET alih-alih bisa menjadi sebuah DUEL

Saturday, October 4, 2014

"Piano Masterclass with OLIVER KERN" Saturday, 25th October 2014 - 1 PM

PIANO MASTERCLASS
with
OLIVER KERN


Saturday, 25th October 2014
Start from 1 PM

VENUE
Gedung GKY Music Centre
Jln. Greenville Blok C-3/1-1A
Jakarta Barat – 11510

Google MAP

 

Active Participant – IDR 750.000/30 minutes
Passive Participant – IDR 150.000

LIMITED PARTICIPANTS ONLY!
Only for 10 active participants

Deadline registration (last date entry):
Wednesday, 22nd October 2014

Further Information:
Michael – 0818288006
Email: elisabeth.jmh@gmail.com
www.jeliaedu.blogspot.com


REPERTOIRE:
Prepare any classical solo piano pieces, duration: ca. 5 minutes or less

REQUIREMENTS:
1. Fill in the participant form (for the certificate purpose)
*please download the participant form below and send it to elisabeth.jmh@gmail.com
2. Bring the music scores needed (for active participants only)
3. Have paid the participation fee. The fee is non-refundable.
*via bank transfer to BCA 0931 383 972  Jelia Megawati Heru
4. No video or photos are allowed during the masterclass
5. No food and drinks in the concert hall

Download the participation form
HERE

Wednesday, October 1, 2014

Classical Music Concert: "ACHTUNG! OLIVER KERN bringt Beethoven nach Jakarta", 26th October 2014 @ TIM, Jakarta

CLASSICAL MUSIC CONCERT


ACHTUNG!
OLIVER KERN
 bringt Beethoven nach Jakarta

PROGRAM
LUDWIG VAN BEETHOVEN
Piano Concerto No.3, Op. 37, in C minor
Choral Fantasy Op. 80, in C minor
with Gloriamus Philharmonia, Gloria Del Cantores & Jakarta Festival Chorus

VENUE
Teater Besar Jakarta, Taman Ismail Marzuki (TIM)
THE JAKARTA ARTS CENTRE
Jln. Cikini Raya No. 73 – Jakarta Pusat
Sunday, 26thOctober 2014 - 7 PM

TICKET:
Gold – Rp 500.000
Silver – Rp 300.000
Bronze – Rp 100.000

Further Information & Ticket Box:
Michael – 0818288006

Monday, September 15, 2014

THE PIANO TEACHER'S TELEPHONE

"THE TELEPHONE"



Hello — you have reached my automated answering service.
Please listen to all options before making a selection.

# To tell me about why your child has missed their music lesson, press 1

# To make excuses about the lack of practice last week, press 2

# To tell me that the scale book reported stolen, press 3

# To complain that you did not get any information about the concert and rehearsals, which by the way posted to you over recent weeks, press 4

# To request a further change of lesson time, having asked for it to be moved twice this week already, press 5

# To ask me to adopt your child, press 6

Just another day of a piano teacher...
 

Friday, September 5, 2014

"TANTANGAN MENGAJAR MUSIK DI ABAD KE-21" - by: Jelia Megawati Heru, Staccato (September 2014)

"TANTANGAN MENGAJAR MUSIK 
DI ABAD KE-21"
by: Jelia Megawati Heru
Staccato (September 2014)


WELCOME TO THE 21st CENTURY!
Globalisasi teknologi telah mengubah kehidupan kita dalam dua puluh tahun terakhir, khususnya di bidang komunikasi, konektivitas, dan akses terhadap informasi. Ingin mengetahui jawaban atau informasi tertentu? Tidak perlu capek-capek mencari di buku/ensiklopedia perpustakaan. Just “google” it! Kita juga senantiasa dapat terhubung dengan orang lain di belahan bumi yang lain kapan saja, dimana saja dalam hitungan detik. Tersesat? Nyalakan saja GPS di handphone Anda! Ingin mengetahui kabar teman dan kerabat Anda? Cek saja di media sosial! Ingin menonton video musik dari Berliner Phillharmony? Check it on youtube! Jadi dengan kondisi seperti ini, masihkah kita mengajar musik dengan cara yang sama – metode pengajaran “tradisional” atau OLD SCHOOL seperti dua puluh tahun yang lalu? Masihkah Musik Klasik relevan di zaman ini? Haruskah kita berevolusi dalam mengajar musik?

Wednesday, September 3, 2014

Treble Clef, Music Notes & Piano RAINBOW LOOM DIY

TREBLE CLEF, MUSIC NOTES 
& PIANO RAINBOW LOOM DIY

It seems rainbow loom fever mode is in the air. A lot of my students gave me their masterwork pieces recently, that related to music. Personally, I find it really inspiring. So, I decided to make a post about the tutorial DIY that music related. I mean sometimes they told me, that drawing treble clef is hard for them, but now they're making treble clef out of rainbow loom? Okay, that's something I haven't see everyday ^_^ 


WHAT IS A RAINBOW LOOM?
Rainbow loom is a plastic loom used to weave colorful rubber bands into bracelets and charms. The Rainbow Loom kit includes a pegboard, a rainbow loom hook, 24 special C-shaped clips, and 600 small rubber bands in assorted colors. It was invented in 2011 by Cheong Choon Ng in a Malaysian immigrant of Chinese descent who came to the United States in 1991 to attend Wichita State University, where he earned a graduate degree in mechanical engineering. Targeted at children aged 8 to 14, Rainbow Loom became a popular pastime in summer camps and summer clubs in 2013, according to The New York Times and Today. Even though there's a lot of issue about its safety hazard for the fake and cheap ones. It doesn't make the fans stop to create their creative art. My advice is buy the original one, that safety hazard child-proof and made of non toxic material. Don't forget to wash your hands, every time you want to eat something! That's the standard procedure! 


TREBLE CLEF RAINBOW LOOMS

Friday, August 29, 2014

Margie Segers "The Lady of Jazz"

MARGIE SEGERS


PROFILE OF MARGIE SEGERS

Ask any Jazz musician in Indonesia about the history of Jazz in their country and the name Margie Segers will surely come into the conversation. Widely acknowledged as the songstress who started the Indonesian Jazz trend during the '70s.

Those with an ear for Jazz have compared Segers with Eva Cassidy and Dinah Washington. That being said, Segers is actually in a league of her own. Her original compositions and interpretations of familiar Pop songs or dynamic Jazz tunes has enraptured Jazz lovers across generations.

"SEMUA BISA BILANG"
(Tribute to Jack Lesmana)