Wednesday, September 14, 2016

Piano Recital "SWEET NOVEMBER" - Sunday, Nov 27, 3 PM at Adi Puri, Wisma Subud

Dear Sir/Madam,
I would like to invite you to:

PIANO RECITAL
“SWEET NOVEMBER”


Directed by:

VENUE
ADI PURI
Melati Hall
Wisma Subud No. 1
Jln. RS Fatmawati 52
Cilandak, South Jakarta - 12430

SUNDAY, NOVEMBER 27
3 PM - 5 PM


Monday, September 5, 2016

ETIKA & TIPS MEDIA SOSIAL BAGI MUSISI - by: Jelia Megawati Heru (Staccato, September 2016)

ETIKA & TIPS
MEDIA SOSIAL BAGI MUSISI
by: Jelia Megawati Heru
Staccato, September 2016

“Bangun tidur, kuterus FB”
#banguntidur #eksis
(disertai foto masih pakai kaos singlet plus celana pendek).


Pagi-pagi bangun tidur orang tidak lagi baca koran sambil menyeruput kopi, tapi langsung mengecek ponsel nya, browsing, chatting via whatsapp, atau langsung update status pakai tagar (baca: tanda pagar). Tidak asing dengan fenomena diatas? Fenomena ini tidak hanya melanda di kota-kota besar saja, lho! 

Social media atau media sosial (medsos) sudah menjadi sebuah gaya hidup, kebutuhan, dan sekaligus ‘penyakit’. Terkadang orang lupa, bahwa medsos itu melekat bagai tatto dan lupa bahwa medsos adalah tempat publik dalam dunia maya. Dalam ruang publik, ada beberapa aturan main yang sebaiknya dipahami. Pada artikel kali ini akan dibahas peran medsos bagi musisi dan etika dasar dalam menggunakan medsos (Do’s & Don’ts).


Monday, August 8, 2016

PIANO POP: "PIANO YANG NON-KLASIK" - by: Jelia Megawati Heru (Staccato, August 2016)

PIANO POP: 
“PIANO YANG NON-KLASIK”
by: Jelia Megawati Heru
Staccato, August 2016 


“Lho?! Kok anak saya diajarin lagu Pop sih? 
Jangan dong! Nanti dia jadi band-band an nggak karuan!”

CELOTEH SINIS DAN NILAI PLUS PIANO POP
Seringkali kita mendengar celoteh sinis semacam itu dari banyak orang tua. Celoteh itu mengaitkan “Pop” dengan sesuatu yang sifatnya asal-asalan, industri yang menghalalkan segala cara, dan sesuatu yang kurang bermutu.

Di sisi lain, kita sering melihat iklan kursus dan sekolah musik, yang mencantumkan dengan besar: “MENERIMA LES PIANO POP”. Dari sudut pandang pengelola usaha pendidikan musik, POP memiliki NILAI PLUS. Seolah menyiratkan citra Piano Pop yang seakan “lebih gampang” dan “lebih cepat bisa” dibandingan dengan kompetitornya, yaitu: Piano Klasik yang memakan kurun waktu belajar yang lebih panjang. Piano Klasik itu susah, butuh waktu, dan ketekunan. Sedangkan Piano Pop menjanjikan sesuatu yang lebih instan. Rupanya inilah yang menjadi salah satu daya tarik dari Piano Pop yang sarat dengan aroma industri Musik Pop. Dimana besar peluang si siswa akan menjadi artis dan mendapatkan banyak uang.

Dua fenomena tersebut menyiratkan pada kita, bahwa terdapat dua dikotomi: pro dan kontra Piano Pop. Masing-masing sebetulnya dengan dasar pemikiran simplicity dan mungkin naif. Menjadi agak menarik dan perlu, terutama bagi guru dan orang tua, untuk mendapat keterangan dengan proporsi yang seimbang dan setimbang. Agar sikap bijak dapat diambil dalam kerangka pendidikan musik, terutama musik piano.

Tuesday, July 19, 2016

Psssst... SAATNYA BERPIANO! (Liputan Konser "But First, Piano Time!") - Staccato, July 2016

“Sssst... SAATNYA BERPIANO!”
(LIPUTAN KONSER “BUT FIRST, PIANO TIME!”)
oleh: Tim Liputan Staccato
Staccato, July 2016

Judulnya sangat menarik. ”But First, Piano Time!”. Agak sulit mencari padanannya dalam Bahasa Indonesia. Namun secara popular, judul tersebut dapat dimaknai sebagai: Silahkan Anda bersibuk-sibuk ria, tapi ini... adalah saatnya main piano! Itulah judul resital yang sekaligus adalah konser piano dari JELIA’S PIANO STUDIO, Minggu 22 Mei 2016. Bertempat di Pusat Kebudayaan Italia, ISTITUTO ITALIANO DI CULTURA, Jln. HOS Cokroaminoto 117, Menteng, Jakarta Pusat. Dengan direksi JELIA MEGAWATI HERU, M. Mus. Edu. Dalam esensinya, resital piano sekaligus konser ini adalah sebuah STUDENT RECITAL atau resital dan konser siswa.


Acara dimulai tepat pukul 3 sore. Gedung Istituto Italiano, sore itu benar-benar dipadati hadirin sampai hampir membludak. Para hadirin berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pramugari hingga dokter terkemuka di Indonesia. Dengan rentang umur yang juga bervariasi. Dari anak balita sampai para senior. 
Resital yang sekaligus konser ini, mengedepankan sisi edukasi dari pelajaran musik piano. Itulah hal penting sekaligus yang membedakan resital ini dari resital sejenis yang marak digelar. Sangat menarik mengikuti pidato pembukaan seorang Jelia Megawati Heru. Mengedepankan sebuah anomali tentang perlu atau tidaknya siswa mengikuti konser semacam ini. Kemudian menukik lebih tajam dengan pernyataan, bahwa tidak semua anak ditakdirkan menjadi pianis jempolan. Namun yang terpenting bukanlah pameran kesaktian jari seperti Kung Fu Panda, melainkan passion atau hasrat si anak terhadap musik dan piano itu sendiri.

Friday, July 15, 2016

MEMBACA NOTASI BALOK PADA PIANO - by: Jelia Megawati Heru (Staccato, July 2016)

"MEMBACA NOTASI BALOK 
PADA PIANO"
by: Jelia Megawati Heru
Staccato, July 2016


ELEMEN MEMBACA NOTASI BALOK PADA STUDI PIANO
Fondasi dari studi piano yang paling dasar melibatkan perkembangan di tiga area, yaitu:
  • Membaca notasi balok, berhitung, dan memainkan ritmik sederhana 
  • Membaca notasi balok pada grand staff * 
  • Mengkombinasikan nada dan ritmik, sekaligus memainkannya dengan lancar pada instrumen piano
 
*garis paranada yang digunakan dalam penulisan notasi untuk piano, dimana terdapat kunci G (treble clef) untuk tangan kanan dan kunci F (bass clef) untuk tangan kiri yang dimainkan dalam waktu bersamaan

Tuesday, June 7, 2016

TIK TOK: MENGENAL DASAR RITME - by: Jelia Megawati Heru (Staccato, June 2016)

"TIK TOK"
MENGENAL DASAR RITME
by: Jelia Megawati Heru
Staccato, June 2016


RITME KEHIDUPAN
TIK TOK… TIK TOK…  Suara apakah itu? Betul sekali! Umumnya orang akan menjawab: JAM! Nah, tahukah Anda bahwa unsur tik tok ternyata mendominasi hidup kita? Sebut saja alarm jam, denyut nadi, detak jantung, langkah kaki, tepuk tangan, jadwal makan siang, bangun tidur, hingga jam tidur. Tik-tok tidak bukan dan tidak lain adalah: RITME.

Uniknya ritme bukan hanya ada dalam musik saja, lho! Pola ritme juga bisa ditemukan pada baju bermotif garis-garis, polka dot, bahkan batik. Pada cuaca, di negeri empat musim: ada musim dingin, musim semi, musim panas, dan musim gugur. Night and day, day and night (lho, kok kayak lagu?). Terjadi LAGI dan LAGI, dengan cara kerja yang sama.

Pada artikel kali ini kita akan membahas tentang ritme, sebagai salah satu esensi musik yang penting selain melodi. Bahkan tidak berlebihan apabila dikatakan, bahwa ritme lebih penting dari melodi. Ritme adalah musik itu sendiri. Walau demikian seringkali ritme menjadi hal yang abstrak bagi kita. Namun ritme merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan. Ritme muncul dalam berbagai bentuk dan memiliki POLA BERULANG (pattern). Pertanyaannya adalah: apakah hal yang teratur, rutin, dan berulang itu indah? Atau justru: “oh well, it's so predictable and boring!”?

Saturday, May 7, 2016

PIANO FOR BUSY TEENS: "DUET VS DUEL" - by: Jelia Megawati Heru (Staccato, May 2016)

PIANO FOR BUSY TEENS:
"DUET VS DUEL"
by: Jelia Megawati Heru
Staccato, May 2016

Mengajar piano tidak pernah mudah. Mengajar piano untuk remaja? Oh oh, here comes double trouble! Bisa menjadi mimpi buruk bagi kebanyakan guru piano atau justru bisa menjadi tantangan tersendiri. Belajar piano pada usia remaja dibagi menjadi dua kategori, yaitu: remaja yang telah memulai pelajaran pianonya sejak dini dan remaja yang baru saja memulai pelajaran pianonya (late beginner). Masalah terjadi khususnya pada kategori remaja pemula (late beginner teens) yang masih menggunakan metode piano dalam awal kelas pianonya. Dimana pelajaran piano rawan dihinggapi virus kebosanan – lagunya itu-itu saja, so childish! Yang menuai banyak komplain/protes dalam berlatih. Belum lagi 1001 alasan yang membuat mereka hampir tidak pernah mengerjakan PR. “SIBUK,” katanya. (well, who doesn’t?)

Dunia seolah berputar hanya untuk mereka. Semua harus ‘waltzing’ dengan kondisi mood mereka yang berubah-ubah. Hari ini mungkin mereka suka lagu Pop, minggu depannya mereka ingin berhenti main piano? Arggghh! Perilaku murid remaja memang kontroversial, sulit diatur, dan membuat pusing tujuh keliling. Murid remaja bisa mengubah kelas piano menjadi sebuah “DUEL”. Siapa yang akan menang? Jadi apa yang sebaiknya dilakukan ketika buku metode tidak lagi berhasil? Saatnya untuk menjadi kreatif!

Monday, April 11, 2016

RESENSI BUKU PENGETAHUAN DASAR MUSIK TEORI (2016) - by: Jelia Megawati Heru

"RANAH TEORITIK 
DALAM SENI MUSIK"

RESENSI BUKU
"PENGETAHUAN DASAR MUSIK TEORI" 

Penulis : Jelia Megawati Heru
Resensi oleh: Michael Gunadi Widjaja

FRONT COVER

Judul Buku: PENGETAHUAN DASAR MUSIK TEORI
Jumlah halaman: 340 + ilustrasi (flashcards DIY)
Format: A5, HVS, SOFTCOVER, hitam putih
Penerbit: Pustaka Muda
ISBN: 978-602-6850-17-1
Tahun penerbitan: 2016, cetakan kedua
(LIMITED & REVISED EDITION) 

BUY IT ONLINE: 
www.bukuqu.com
http://www.bukuqu.com/product/pengetahuan-dasar-musik-teori/ 

Di tengah sangat langkanya buku referensi tentang musik dalam Bahasa Indonesia dan oleh orang Indonesia, buku karya Jelia Megawati Heru layak untuk disambut gembira dan tentunya diapresiasi - oleh semua kalangan yang berkutat dalam musik juga oleh siapa saja yang ingin menyapa dan menggeluti musik sampai pada esensinya yang dalam.

Judul buku adalah “Pengetahuan Dasar Musik Teori untuk Semua Instrumen”. Yang menarik adalah ,judul tidak menyebut TEORI MUSIK melainkan MUSIK TEORI. Dengan demikian, buku ini bukanlah sebuah paparan teori tentang musik, melainkan lebih dari itu. Buku ini adalah buku musik dalam ranah teoritiknya. Yang tentu saja sebagai konsekuensi logisnya, merupakan ranah teoretik bagi seni musik. Karena dapat diterapkan untuk segala instrumen musik.

Sebuah catatan penting layak diberikan dalam resensi ini. Bahwa buku ini adalah EDISI REVISI, yakni penyempurnaan dari edisi yang diterbitkan dan diedarkan oleh KEMENTRIAN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH (tahun 2010), sebagai buku pegangan wajib bagi semua strata pendidikan luar sekolah - termasuk kegiatan ekstrakurikuler di sekolah umum.
 

Tuesday, April 5, 2016

PENGANTAR PIANO JAZZ: "TIDAK SEKEDAR HITAM PUTIH" - by: Jelia Megawati Heru (Staccato, April 2016)

"TIDAK SEKEDAR HITAM PUTIH"
PENGANTAR PIANO JAZZ
by: Jelia Megawati Heru
Staccato, April 2016


“Wow mainnya piano nya keren banget, bro!
Chord nya miring-miring gitu, kedengeran Jazzy!”

Banyak opini seputar main piano Jazz. Ada yang bilang susaaah banget seperti Mission Impossible. Sudah belajar piano susah, apalagi ditambah embel-embel Jazz? Hadew, latihan seumur hidup juga nggak bakal cukup deh! Hanya segelintir orang saja yang bisa memainkan piano Jazz dengan tata gramatik dan idiom Musik Jazz sejati. Yaitu pemusik kulit hitam yang terlahir dengan akar budaya Jazz, seperti Art Tatum dan Thelonious Monk. It’s in the blood!

Ada juga yang menggampangkan seolah-olah tidak perlu latihan seperti piano klasik yang super lama plus boring bak obat tidur, tidak perlu baca not balok, tidak perlu teori, cukup pake feeling aja man! Makin ribet dan dissonant chord nya, makin kedengeran kayak Jazz! Benarkah Jazz adalah musik intuitif? Apakah karena bisa memainkan “Autumn Leaves” dan main beberapa chord yang ada 7th nya sudah bisa dibilang Jazz?

 Thelonious Monk

MENGAPA BELAJAR JAZZ?
Sudah tidak lagi zamannya mengkotak-kotakkan musik menjadi Klasik maupun Jazz. Musik itu berakar pada rasa dan rasa itu adalah passion bagi pemusiknya. Dalam esensinya, Jazz dapat dikatakan sebagai musik komunal yang sangat terbuka terhadap dialog dan unsur budaya manapun. Jazz mempunyai satu keistimewaan dibandingkan dengan genre musik yang lain, yaitu dimana pemainnya dapat saling bekerja sama sambil mengolah jati dirinya di saat yang bersamaan. Jazz melatih dan memberikan asupan pada karsa kita. Bagaimana Jazz secara fleksibel dapat beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya tanpa melupakan siapa diri kita dan darimana kita berasal. Musik yang mengedepankan individualitas dan orisinalitas. Belajar Jazz adalah belajar seni kehidupan. Inilah warisan Musik Jazz.

Monday, March 14, 2016

Piano Recital "But First, PIANO TIME!" at Istituto Italiano on Sunday, May 22, 2016 (3 - 5 PM)

Dear Sir/Madam,
I would like to invite you to:

PIANO RECITAL
“But First, PIANO TIME!”


Directed by:

VENUE
Jln. HOS Cokroaminoto 117
Menteng, Jakarta Pusat - 10310
Sunday, 22nd May 2016
3 pm - 5 pm