Tuesday, July 19, 2016

Psssst... SAATNYA BERPIANO! (Liputan Konser "But First, Piano Time!") - Staccato, July 2016

“Sssst... SAATNYA BERPIANO!”
(LIPUTAN KONSER “BUT FIRST, PIANO TIME!”)
oleh: Tim Liputan Staccato
Staccato, July 2016

Judulnya sangat menarik. ”But First, Piano Time!”. Agak sulit mencari padanannya dalam Bahasa Indonesia. Namun secara popular, judul tersebut dapat dimaknai sebagai: Silahkan Anda bersibuk-sibuk ria, tapi ini... adalah saatnya main piano! Itulah judul resital yang sekaligus adalah konser piano dari JELIA’S PIANO STUDIO, Minggu 22 Mei 2016. Bertempat di Pusat Kebudayaan Italia, ISTITUTO ITALIANO DI CULTURA, Jln. HOS Cokroaminoto 117, Menteng, Jakarta Pusat. Dengan direksi JELIA MEGAWATI HERU, M. Mus. Edu. Dalam esensinya, resital piano sekaligus konser ini adalah sebuah STUDENT RECITAL atau resital dan konser siswa.


Acara dimulai tepat pukul 3 sore. Gedung Istituto Italiano, sore itu benar-benar dipadati hadirin sampai hampir membludak. Para hadirin berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pramugari hingga dokter terkemuka di Indonesia. Dengan rentang umur yang juga bervariasi. Dari anak balita sampai para senior. 
Resital yang sekaligus konser ini, mengedepankan sisi edukasi dari pelajaran musik piano. Itulah hal penting sekaligus yang membedakan resital ini dari resital sejenis yang marak digelar. Sangat menarik mengikuti pidato pembukaan seorang Jelia Megawati Heru. Mengedepankan sebuah anomali tentang perlu atau tidaknya siswa mengikuti konser semacam ini. Kemudian menukik lebih tajam dengan pernyataan, bahwa tidak semua anak ditakdirkan menjadi pianis jempolan. Namun yang terpenting bukanlah pameran kesaktian jari seperti Kung Fu Panda, melainkan passion atau hasrat si anak terhadap musik dan piano itu sendiri.

Friday, July 15, 2016

MEMBACA NOTASI BALOK PADA PIANO - by: Jelia Megawati Heru (Staccato, July 2016)

"MEMBACA NOTASI BALOK 
PADA PIANO"
by: Jelia Megawati Heru
Staccato, July 2016


ELEMEN MEMBACA NOTASI BALOK PADA STUDI PIANO
Fondasi dari studi piano yang paling dasar melibatkan perkembangan di tiga area, yaitu:
  • Membaca notasi balok, berhitung, dan memainkan ritmik sederhana 
  • Membaca notasi balok pada grand staff * 
  • Mengkombinasikan nada dan ritmik, sekaligus memainkannya dengan lancar pada instrumen piano
 
*garis paranada yang digunakan dalam penulisan notasi untuk piano, dimana terdapat kunci G (treble clef) untuk tangan kanan dan kunci F (bass clef) untuk tangan kiri yang dimainkan dalam waktu bersamaan

Tuesday, June 7, 2016

TIK TOK: MENGENAL DASAR RITME - by: Jelia Megawati Heru (Staccato, June 2016)

"TIK TOK"
MENGENAL DASAR RITME
by: Jelia Megawati Heru
Staccato, June 2016


RITME KEHIDUPAN
TIK TOK… TIK TOK…  Suara apakah itu? Betul sekali! Umumnya orang akan menjawab: JAM! Nah, tahukah Anda bahwa unsur tik tok ternyata mendominasi hidup kita? Sebut saja alarm jam, denyut nadi, detak jantung, langkah kaki, tepuk tangan, jadwal makan siang, bangun tidur, hingga jam tidur. Tik-tok tidak bukan dan tidak lain adalah: RITME.

Uniknya ritme bukan hanya ada dalam musik saja, lho! Pola ritme juga bisa ditemukan pada baju bermotif garis-garis, polka dot, bahkan batik. Pada cuaca, di negeri empat musim: ada musim dingin, musim semi, musim panas, dan musim gugur. Night and day, day and night (lho, kok kayak lagu?). Terjadi LAGI dan LAGI, dengan cara kerja yang sama.

Pada artikel kali ini kita akan membahas tentang ritme, sebagai salah satu esensi musik yang penting selain melodi. Bahkan tidak berlebihan apabila dikatakan, bahwa ritme lebih penting dari melodi. Ritme adalah musik itu sendiri. Walau demikian seringkali ritme menjadi hal yang abstrak bagi kita. Namun ritme merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan. Ritme muncul dalam berbagai bentuk dan memiliki POLA BERULANG (pattern). Pertanyaannya adalah: apakah hal yang teratur, rutin, dan berulang itu indah? Atau justru: “oh well, it's so predictable and boring!”?

Saturday, May 7, 2016

PIANO FOR BUSY TEENS: "DUET VS DUEL" - by: Jelia Megawati Heru (Staccato, May 2016)

PIANO FOR BUSY TEENS:
"DUET VS DUEL"
by: Jelia Megawati Heru
Staccato, May 2016

Mengajar piano tidak pernah mudah. Mengajar piano untuk remaja? Oh oh, here comes double trouble! Bisa menjadi mimpi buruk bagi kebanyakan guru piano atau justru bisa menjadi tantangan tersendiri. Belajar piano pada usia remaja dibagi menjadi dua kategori, yaitu: remaja yang telah memulai pelajaran pianonya sejak dini dan remaja yang baru saja memulai pelajaran pianonya (late beginner). Masalah terjadi khususnya pada kategori remaja pemula (late beginner teens) yang masih menggunakan metode piano dalam awal kelas pianonya. Dimana pelajaran piano rawan dihinggapi virus kebosanan – lagunya itu-itu saja, so childish! Yang menuai banyak komplain/protes dalam berlatih. Belum lagi 1001 alasan yang membuat mereka hampir tidak pernah mengerjakan PR. “SIBUK,” katanya. (well, who doesn’t?)

Dunia seolah berputar hanya untuk mereka. Semua harus ‘waltzing’ dengan kondisi mood mereka yang berubah-ubah. Hari ini mungkin mereka suka lagu Pop, minggu depannya mereka ingin berhenti main piano? Arggghh! Perilaku murid remaja memang kontroversial, sulit diatur, dan membuat pusing tujuh keliling. Murid remaja bisa mengubah kelas piano menjadi sebuah “DUEL”. Siapa yang akan menang? Jadi apa yang sebaiknya dilakukan ketika buku metode tidak lagi berhasil? Saatnya untuk menjadi kreatif!

Monday, April 11, 2016

RESENSI BUKU PENGETAHUAN DASAR MUSIK TEORI (2016) - by: Jelia Megawati Heru

"RANAH TEORITIK 
DALAM SENI MUSIK"

RESENSI BUKU
"PENGETAHUAN DASAR MUSIK TEORI" 

Penulis : Jelia Megawati Heru
Resensi oleh: Michael Gunadi Widjaja

FRONT COVER

Judul Buku: PENGETAHUAN DASAR MUSIK TEORI
Jumlah halaman: 340 + ilustrasi (flashcards DIY)
Format: A5, HVS, SOFTCOVER, hitam putih
Penerbit: Pustaka Muda
ISBN: 978-602-6850-17-1
Tahun penerbitan: 2016, cetakan kedua
(LIMITED & REVISED EDITION) 

BUY IT ONLINE: 
www.bukuqu.com
http://www.bukuqu.com/product/pengetahuan-dasar-musik-teori/ 

Di tengah sangat langkanya buku referensi tentang musik dalam Bahasa Indonesia dan oleh orang Indonesia, buku karya Jelia Megawati Heru layak untuk disambut gembira dan tentunya diapresiasi - oleh semua kalangan yang berkutat dalam musik juga oleh siapa saja yang ingin menyapa dan menggeluti musik sampai pada esensinya yang dalam.

Judul buku adalah “Pengetahuan Dasar Musik Teori untuk Semua Instrumen”. Yang menarik adalah ,judul tidak menyebut TEORI MUSIK melainkan MUSIK TEORI. Dengan demikian, buku ini bukanlah sebuah paparan teori tentang musik, melainkan lebih dari itu. Buku ini adalah buku musik dalam ranah teoritiknya. Yang tentu saja sebagai konsekuensi logisnya, merupakan ranah teoretik bagi seni musik. Karena dapat diterapkan untuk segala instrumen musik.

Sebuah catatan penting layak diberikan dalam resensi ini. Bahwa buku ini adalah EDISI REVISI, yakni penyempurnaan dari edisi yang diterbitkan dan diedarkan oleh KEMENTRIAN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH (tahun 2010), sebagai buku pegangan wajib bagi semua strata pendidikan luar sekolah - termasuk kegiatan ekstrakurikuler di sekolah umum.
 

Tuesday, April 5, 2016

PENGANTAR PIANO JAZZ: "TIDAK SEKEDAR HITAM PUTIH" - by: Jelia Megawati Heru (Staccato, April 2016)

"TIDAK SEKEDAR HITAM PUTIH"
PENGANTAR PIANO JAZZ
by: Jelia Megawati Heru
Staccato, April 2016


“Wow mainnya piano nya keren banget, bro!
Chord nya miring-miring gitu, kedengeran Jazzy!”

Banyak opini seputar main piano Jazz. Ada yang bilang susaaah banget seperti Mission Impossible. Sudah belajar piano susah, apalagi ditambah embel-embel Jazz? Hadew, latihan seumur hidup juga nggak bakal cukup deh! Hanya segelintir orang saja yang bisa memainkan piano Jazz dengan tata gramatik dan idiom Musik Jazz sejati. Yaitu pemusik kulit hitam yang terlahir dengan akar budaya Jazz, seperti Art Tatum dan Thelonious Monk. It’s in the blood!

Ada juga yang menggampangkan seolah-olah tidak perlu latihan seperti piano klasik yang super lama plus boring bak obat tidur, tidak perlu baca not balok, tidak perlu teori, cukup pake feeling aja man! Makin ribet dan dissonant chord nya, makin kedengeran kayak Jazz! Benarkah Jazz adalah musik intuitif? Apakah karena bisa memainkan “Autumn Leaves” dan main beberapa chord yang ada 7th nya sudah bisa dibilang Jazz?

 Thelonious Monk

MENGAPA BELAJAR JAZZ?
Sudah tidak lagi zamannya mengkotak-kotakkan musik menjadi Klasik maupun Jazz. Musik itu berakar pada rasa dan rasa itu adalah passion bagi pemusiknya. Dalam esensinya, Jazz dapat dikatakan sebagai musik komunal yang sangat terbuka terhadap dialog dan unsur budaya manapun. Jazz mempunyai satu keistimewaan dibandingkan dengan genre musik yang lain, yaitu dimana pemainnya dapat saling bekerja sama sambil mengolah jati dirinya di saat yang bersamaan. Jazz melatih dan memberikan asupan pada karsa kita. Bagaimana Jazz secara fleksibel dapat beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya tanpa melupakan siapa diri kita dan darimana kita berasal. Musik yang mengedepankan individualitas dan orisinalitas. Belajar Jazz adalah belajar seni kehidupan. Inilah warisan Musik Jazz.

Monday, March 14, 2016

Piano Recital "But First, PIANO TIME!" at Istituto Italiano on Sunday, May 22, 2016 (3 - 5 PM)

Dear Sir/Madam,
I would like to invite you to:

PIANO RECITAL
“But First, PIANO TIME!”


Directed by:

VENUE
Jln. HOS Cokroaminoto 117
Menteng, Jakarta Pusat - 10310
Sunday, 22nd May 2016
3 pm - 5 pm

Thursday, March 10, 2016

RESENSI BUKU PIANOLICIOUS!: "MENCECAP LEZATNYA BURGER RASA PIANO" - by: Michael Gunadi Widjaja

RESENSI BUKU PIANOLICIOUS!
"MENCECAP LEZATNYA BURGER 
RASA PIANO"

  FRONT COVER

Judul Buku: PIANOLICIOUS!
Penulis: JELIA MEGAWATI HERU
 

Jumlah halaman: 227 + ilustrasi (flashcards DIY)
Format: A5, HVS, SOFTCOVER
Penerbit: Pustaka Muda
ISBN: 9786026 850140
Tahun penerbitan: 2016, cetakan pertama
(LIMITED EDITION) 
https://www.bukuqu.com/product/pianolicious/
BUY THE BOOK ONLINE 
via bukuqu.com HERE


https://www.bukuqu.com/product/pianolicious/
  
BUKAN SEKEDAR BUKU REFERENSI
Tidaklah berlebihan kiranya, jika dikatakan bahwa buku PIANOLICIOUS!” karya Jelia Megawati Heru, adalah sebuah VADE MECUM piano yang berbahasa Indonesia. Pianolicious! bukan kamus yang hanya dibuka saat orang kebingungan mencari makna kata atau istilah. Pianolicious! juga bukan sebuah ensiklopedia yang semata secara verbal merangkum dan merangkai makna akan sesuatu hal. Lebih dari itu. Sebagai sebuah vade mecum piano.

Pianolicious! adalah sebuah handbooksebuah buku pegangan. Buku tempat bertumpu dan berpijak, serta mengacu akan segala hal ikhwal piano, dengan tetap segar dan tak bertele-tele. Nampaknya buku Pianolicious! adalah “kelanjutan” dari buku HITAM PUTIH PIANO. Dalam HITAM PUTIH PIANO, seorang Jelia banyak mengupas aplikasi, motivasi, inspirasi, dan tantangan, serta pergulatan piano dan musiknya dalam ranah yang relatif umum. Pianolicious! berbicara lebih menukik secara teknis dan detail, dengan tetap dengan gaya bahasa yang mengalir nikmat.

 ULASAN PIANOLICIOUS DI MAJALAH STACCATO, MEI 2016

MAKNA COVER BUKU
Cover buku berwarna merah cerah. Agaknya dimaksudkan sebagai perlambang sebuah optimisme dan hasrat untuk terus mencecap ilmu. Judul buku dalam warna kuning menyala. Seolah ingin menyemburatkan pemaknaan yang lebih mendalam. Ilustrasi pada cover, cukup menggelitik untuk disimak. Sebuah BURGER. Namun BUKAN HAMBURGER. Melainkan BURGER yang berisi metronome, buku piano, tuner, piano roll pad, dan iPod yang kesemuanya adalah “perkakas” pembelajaran musik piano.  

Dengan ilustrasi yang menggelitik tersebut, ada kesan kuat bahwa seorang Jelia ingin menyajikan sebuah “kelezatan”. Yang bergizi, sebagaimana layaknya BURGER. Namun dengan kelezatan pendidikan piano dan musiknya. Itulah PIANOLICIOUS! atau PIANO YANG DELICIOUS.

Sunday, March 6, 2016

7 PROBLEM YANG HANYA DIMENGERTI OLEH GURU PIANO - by: Jelia Megawati Heru (Staccato, March 2016)

"7 PROBLEM YANG HANYA 
DIMENGERTI GURU PIANO"
by: Jelia Megawati Heru
Staccato, March 2016


Banyak orang yang menganggap guru piano adalah profesi rendahan: “Ah, cuma guru piano!” Hanya karena tidak menyangkut hidup dan mati nya orang, bukan berarti guru pantas dilihat sebelah mata, tidak dihormati, dan nggak penting-penting amat.  “Kalau mau dihormati dan dianggap penting, jangan jadi guru dong! Jadilah dokter, pengacara, tokoh masyarakat, atau presiden!,” celetuk salah satu orang tua murid. “Hmm, really? Yang guru musik, suara nya mana?” Dalam rangka memperingati profesi seorang guru, maka artikel kali ini akan mengulas permasalahan yang paling sering dihadapi oleh seorang guru piano dalam kesehariannya mengajar.

1. ORANG TUA SELALU MENGANGGAP ANAKNYA NO. 1
Setiap orang tua pastinya selalu ingin memberikan yang terbaik bagi anaknya. Namun sayangnya orang tua sering kebablasan – terlampau sering dibutakan oleh ego dan obsesinya sendiri. Mereka bersikeras, bahwa anak mereka berbakat, seorang music prodigy – lebih baik daripada anak-anak yang lain. Pokoknya anak mereka adalah yang terbaik dan harus diprioritaskan dan diperlakukan seperti telur emas. Anak diyakinkan, bahwa ia adalah seorang superior, paling benar, tidak pernah salah, dan anak lain selalu lebih rendah darinya. ("Raising Music Prodigy" - Staccato December 2015)

Friday, February 5, 2016

MENELISIK PIANO REPERTOIRE - by: Jelia Megawati Heru (Staccato, February 2016)

"MENELISIK PIANO REPERTOIRE"
by: Jelia Megawati Heru
Staccato, February 2016


Di mata orang awam, seorang pianis yang hebat adalah yang bisa memainkan tuts piano dari oktaf yang paling rendah ke paling tinggi. Beberapa orang tua bahkan menuntut anaknya untuk bisa memainkan “Revolutionary Étude” dari Fredéric Chopin,“The Flight of the Bumblebee” dari Rimsky-Korsakov, atau “Hungarian Rhapsody No. 2” dari Franz Liszt.  

Mengapa karya-karya tsb merupakan karya yang banyak mendapatkan sorotan dalam dunia piano? Jawabannya yang jelas bukan karena karya tsb berkecepatan 400 km/h dan memungkinkan gerakan à la akrobat sirkus, sehingga membuat publik bertepuk tangan, minta tanda tangan dan selfie bareng. Lantas apa dong? Karena karya-karya tsb mempunyai tingkat kesulitan yang sangat tinggi dalam segi teknik dan musikalitas, yang dianggap sebagai standard kecakapan seorang pianis bertaraf advanced dan mumpuni. Itulah yang disebut sebagai piano repertoire (baca: piano repatoar).

Dunia piano memiliki repertoire yang paling banyak, luas, dan kompleks dibandingkan dengan repertoire pada instrumen musik lainnya. Nah lho, jika Anda adalah newbie (baca: pemula,) pencinta Musik Klasik, praktisi musik, atau orang tua yang mempunyai anak yang belajar piano, darimana sebaiknya Anda memulai? Jangan khawatir! Artikel kali ini akan membahas asal usul terbentuknya piano repertoire, kategorinya, dan tingkat kesulitannya.