Showing posts with label review. Show all posts
Showing posts with label review. Show all posts

Thursday, August 1, 2019

ROCKING MY PIANO | Jelia Megawati Heru (Staccato, August 2019)

“ROCKING MY PIANO”
by: Jelia Megawati Heru
(Staccato, August 2019)



PENGANTAR MUSIK ROCK
Apa yang ada di benak anda ketika mendengar kata “ROCK” dalam ranah musik? Sudah hampir bisa dipastikan akan terbayang dalam benak Anda, sajian musik yang bervolume keras. Enerjik dan mampu membangkitkan semangat. 

Kata ROCK, tadinya adalah semacam kata slang dalam masyarakat yang berbahasa Inggris. Namun kemudian kata ini menjadi lazim di seantero dunia sehubungan dengan sebuah mazhab musik. Kata ROCK memiliki beberapa makna. Rock bisa berarti batu cadas. Rock bisa dimaknai sebagai mengayunkan. Rock bisa juga diartikan mengayunkan dengan sedemikian keras sampai membahayakan sesuatu. Oh wow.


MUSIK ROCK ITU…
Tidak seperti Musik Klasik yang memiliki catatan sejarah perkembangan secara rinci dan detail. Musik Rock tidak pernah mencatatkan dirinya dan tentu tak tercatat secara literer keilmuan sehubungan dengan sejarah dan perkembangannya. Namun Musik Rock memiliki form dan struktur. Ini titik tolak penting bagi siapa saja yang ingin memahami Musik Rock. Untuk memahami Musik Rock, orang harus memahami konsep kontemporernya. Akar form nya adalah Budaya Pop. Berbicara mengenai Musik Rock berarti berbicara musik dalam mazhab MUSIK POPULER atau POP. Atau kalau ingin lebih tajam lagi, adalah MUSIK YANG NON KLASIK.  

Wednesday, June 5, 2019

VIVID IMAGERY | Kelvin Andreas' New Album

“CITRA BENING”
VIVID IMAGERY 
Kelvin Andreas' New Album

KELVIN ANDREAS, drummer & composer
(foto: kremolens)

Sebuah citra, semestinya terbebas dari segala cacat cela. Sebuah citra semestinya jernih, bening dengan makna nyaris tak berbatas. Sebuah citra kadang lugas membahasakan dirinya. Itulah yang diusung oleh Kelvin Andreas. Seorang Drummer dan Composer lulusan Berklee, Boston, USA, dalam album perdana nya “VIVID IMAGERY”. Album ini dirilis dan di launching pada April 2019. Judul Album menyiratkan makna sebuah Citra yang VIVID. Bening, tegas, lugas, nyaris telanjang dan apa adanya. Cover Album dikerjakan oleh Meilissa Johana dalam sebuah sketsa dengan guratan kuat menyirat makna.


Dapat dikatakan, Kelvin Andreas sangat serius menggarap album perdananya. Musisi yang digandengnya berasal dari latar belakang kultur yang beragam. Nathan See pada Alto Sax, Takeru Saito pada Piano, Ioseb ‘Soso’ Gelovani pada Bass, dan Kelvin Andreas sendiri pada Drums.

Saturday, April 7, 2018

NUKILAN EPOS PRESTASI - ABRSM 17th HSC, 2017 Result, Jakarta

"NUKILAN EPOS PRESTASI"
ABRSM 17th HIGH SCORERS' CONCERT
JAKARTA, 2017 RESULT


Menjadi HIGH SCORER, atau peraih NILAI TERTINGGI (Distinction), merupakan dambaan hampir setiap orang, di semua bidang. Banyak malahan orang yang menggunakan *cara-cara yang kurang terpuji* hanya untuk mendapatkan predikat NILAI TERTINGGI. Tentu, tak terkecuali, ranah musik pun demikian adanya. Dapat dikatakan, HIGH SCORER adalah dambaan sekaligus puncak prestasi. Dan tentu, bukan hal yang gampang. Jalan menuju High Scorer, dalam musik, adalah sebuah epos prestasi panjang. Nukilannya adalah saat pemusiknya meraih prestasi tersebut dan dengan penuh bangga mempersembahkan epos prestasinya kepada khalayak dalam sebuah KONSER HIGH SCORER.



ASSOCIATED BOARD OF THE ROYAL SCHOOL OF MUSIC, disingkat ABRSM, adalah sebuah institusi yang paling bergengsi dalam ranah musik. Institusi ini berpusat di London, Inggris dan diakui, direferensikan bahkan dipergunakan di seluruh dunia. Sebagai institusi yang sedemikian prestisius, ABRSM tentu menaruh peduli pada prestasi kandidat nya. Termasuk tentunya sebuah penghargaan luar biasa berbentuk HIGH SCORERS' CONCERT.


Itulah fenomena yang terselenggara pada 25 Maret 2018, di ARYADUTA JAKARTA. ABRSM HIGH SCORERS' CONCERT FOR 2017 EXAM RESULT. Semua kandidat, dalam semua subyek instrumen, dihargai, dijunjung tinggi, dalam event prestisius, untuk membagikan rasa estetisnya kepada khalayak. Dan, JELIA’S PIANO STUDIO, merupakan salah satu yang terbaik saat itu. Dibawah pimpinan JELIA MEGAWATI HERU, M.Mus.Edu, Music Educator alumnus Jerman, Jelia's Piano Studio, menerima penghargaan luar biasa dengan terpilihnya DUA SISWA untuk ajang bergensi tersebut.

Wednesday, August 2, 2017

MENELISIK METODE PIANO POPULER - by: Jelia Megawati Heru (Staccato, August 2017)

MENELISIK METODE PIANO POPULER:
“METODE PIANO MANA YANG COCOK UNTUK MURID?”
by: Jelia Megawati Heru
Staccato, August 2017


BANYAK JALAN MENUJU ROMA
Ketika seorang anak berumur 6 tahun ingin mempelajari piano, tentunya ia tidak bisa sekonyong-konyong langsung memainkan Beethoven’s “Für Elise” atau Rimsky Korsakov “The Flight of the Bumblebee” pada kelas pertamanya. Ada tahapan dan proses belajar yang harus dilewati terlebih dahulu.

Ibarat Anda ingin pergi ke Berlin misalnya. Bagaimana cara Anda bisa sampai ke Berlin? Pertama Anda harus mempunyai dana, passport, asuransi perjalanan sebagai persyaratan dalam mengurus visa Schengen di kedutaan Jerman. Lalu mencari penerbangan menuju ke Jerman. Rute penerbangannya bisa direct Jakarta – Berlin atau bisa dengan jalur transit (Singapore/Kuala Lumpur dulu – Dubai – Frankfurt). 


Dari Frankfurt ke Berlin, Anda bisa menggunakan jalur darat - kereta api super cepat atau bisa menggunakan bus/mobil, atau jalur udara – dengan pesawat terbang. Banyak alternatif rute yang bisa ditempuh. Namun tentunya kita ingin mencari rute yang paling cepat untuk sampai di tempat tujuan, bukan?

Begitu pula dengan belajar piano. Banyak cara yang bisa ditempuh menuju Beethoven’s “Für Elise”. Pertanyaannya: jalan mana yang ingin Anda tempuh? Dan persyaratan apa yang harus dipenuhi agar bisa menuju kesana? Misalnya: membaca notasi balok, teknik bermain pedal yang baik, dan teknik penjarian yang baik.


DEFINISI DAN FUNGSI METODE PIANO
Secara umum metode piano merupakan materi fundamental dengan instruksi bermain piano step-by-step yang disusun secara sistematis bagi murid tingkat pemula. Fungsi dari sebuah metode piano adalah untuk mengembangkan KONSEP awal sebagai dasar bermusik, serta bermain piano yang baik dan benar bagi pemula.

Tuesday, July 19, 2016

Psssst... SAATNYA BERPIANO! (Liputan Konser "But First, Piano Time!") - Staccato, July 2016

“Sssst... SAATNYA BERPIANO!”
(LIPUTAN KONSER “BUT FIRST, PIANO TIME!”)
oleh: Tim Liputan Staccato
Staccato, July 2016

Judulnya sangat menarik. ”But First, Piano Time!”. Agak sulit mencari padanannya dalam Bahasa Indonesia. Namun secara popular, judul tersebut dapat dimaknai sebagai: Silahkan Anda bersibuk-sibuk ria, tapi ini... adalah saatnya main piano! Itulah judul resital yang sekaligus adalah konser piano dari JELIA’S PIANO STUDIO, Minggu 22 Mei 2016. Bertempat di Pusat Kebudayaan Italia, ISTITUTO ITALIANO DI CULTURA, Jln. HOS Cokroaminoto 117, Menteng, Jakarta Pusat. Dengan direksi JELIA MEGAWATI HERU, M. Mus. Edu. Dalam esensinya, resital piano sekaligus konser ini adalah sebuah STUDENT RECITAL atau resital dan konser siswa.


Acara dimulai tepat pukul 3 sore. Gedung Istituto Italiano, sore itu benar-benar dipadati hadirin sampai hampir membludak. Para hadirin berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pramugari hingga dokter terkemuka di Indonesia. Dengan rentang umur yang juga bervariasi. Dari anak balita sampai para senior. 
Resital yang sekaligus konser ini, mengedepankan sisi edukasi dari pelajaran musik piano. Itulah hal penting sekaligus yang membedakan resital ini dari resital sejenis yang marak digelar. Sangat menarik mengikuti pidato pembukaan seorang Jelia Megawati Heru. Mengedepankan sebuah anomali tentang perlu atau tidaknya siswa mengikuti konser semacam ini. Kemudian menukik lebih tajam dengan pernyataan, bahwa tidak semua anak ditakdirkan menjadi pianis jempolan. Namun yang terpenting bukanlah pameran kesaktian jari seperti Kung Fu Panda, melainkan passion atau hasrat si anak terhadap musik dan piano itu sendiri.

Monday, April 11, 2016

RESENSI BUKU PENGETAHUAN DASAR MUSIK TEORI (2016) - by: Jelia Megawati Heru

"RANAH TEORITIK 
DALAM SENI MUSIK"

RESENSI BUKU
"PENGETAHUAN DASAR MUSIK TEORI" 

Penulis : Jelia Megawati Heru

FRONT COVER

Judul Buku: PENGETAHUAN DASAR MUSIK TEORI
Jumlah halaman: 340 + ilustrasi (flashcards DIY)
Format: A5, HVS, SOFTCOVER, hitam putih
Penerbit: Pustaka Muda
ISBN: 978-602-6850-17-1
Tahun penerbitan: 2016, cetakan kedua
(LIMITED & REVISED EDITION) 


Di tengah sangat langkanya buku referensi tentang musik dalam Bahasa Indonesia dan oleh orang Indonesia, buku karya Jelia Megawati Heru layak untuk disambut gembira dan tentunya diapresiasi - oleh semua kalangan yang berkutat dalam musik juga oleh siapa saja yang ingin menyapa dan menggeluti musik sampai pada esensinya yang dalam.

Judul buku adalah “Pengetahuan Dasar Musik Teori untuk Semua Instrumen”. Yang menarik adalah ,judul tidak menyebut TEORI MUSIK melainkan MUSIK TEORI. Dengan demikian, buku ini bukanlah sebuah paparan teori tentang musik, melainkan lebih dari itu. Buku ini adalah buku musik dalam ranah teoritiknya. Yang tentu saja sebagai konsekuensi logisnya, merupakan ranah teoretik bagi seni musik. Karena dapat diterapkan untuk segala instrumen musik.

Sebuah catatan penting layak diberikan dalam resensi ini. Bahwa buku ini adalah EDISI REVISI, yakni penyempurnaan dari edisi yang diterbitkan dan diedarkan oleh KEMENTRIAN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH (tahun 2010), sebagai buku pegangan wajib bagi semua strata pendidikan luar sekolah - termasuk kegiatan ekstrakurikuler di sekolah umum.
 

Thursday, March 10, 2016

RESENSI BUKU PIANOLICIOUS!: "MENCECAP LEZATNYA BURGER RASA PIANO" - by: Michael Gunadi Widjaja

RESENSI BUKU PIANOLICIOUS!
"MENCECAP LEZATNYA BURGER 
RASA PIANO"

  FRONT COVER

Judul Buku: PIANOLICIOUS!
Penulis: JELIA MEGAWATI HERU
 

Jumlah halaman: 227 + ilustrasi (flashcards DIY)
Format: A5, HVS, SOFTCOVER
Penerbit: Pustaka Muda
ISBN: 9786026 850140
Tahun penerbitan: 2016, cetakan pertama
(LIMITED EDITION)


https://www.bukuqu.com/product/pianolicious/
  
BUKAN SEKEDAR BUKU REFERENSI
Tidaklah berlebihan kiranya, jika dikatakan bahwa buku PIANOLICIOUS!” karya Jelia Megawati Heru, adalah sebuah VADE MECUM piano yang berbahasa Indonesia. Pianolicious! bukan kamus yang hanya dibuka saat orang kebingungan mencari makna kata atau istilah. Pianolicious! juga bukan sebuah ensiklopedia yang semata secara verbal merangkum dan merangkai makna akan sesuatu hal. Lebih dari itu. Sebagai sebuah vade mecum piano.

Pianolicious! adalah sebuah handbooksebuah buku pegangan. Buku tempat bertumpu dan berpijak, serta mengacu akan segala hal ikhwal piano, dengan tetap segar dan tak bertele-tele. Nampaknya buku Pianolicious! adalah “kelanjutan” dari buku HITAM PUTIH PIANO. Dalam HITAM PUTIH PIANO, seorang Jelia banyak mengupas aplikasi, motivasi, inspirasi, dan tantangan, serta pergulatan piano dan musiknya dalam ranah yang relatif umum. Pianolicious! berbicara lebih menukik secara teknis dan detail, dengan tetap dengan gaya bahasa yang mengalir nikmat.

 ULASAN PIANOLICIOUS DI MAJALAH STACCATO, MEI 2016

MAKNA COVER BUKU
Cover buku berwarna merah cerah. Agaknya dimaksudkan sebagai perlambang sebuah optimisme dan hasrat untuk terus mencecap ilmu. Judul buku dalam warna kuning menyala. Seolah ingin menyemburatkan pemaknaan yang lebih mendalam. Ilustrasi pada cover, cukup menggelitik untuk disimak. Sebuah BURGER. Namun BUKAN HAMBURGER. Melainkan BURGER yang berisi metronome, buku piano, tuner, piano roll pad, dan iPod yang kesemuanya adalah “perkakas” pembelajaran musik piano.  

Dengan ilustrasi yang menggelitik tersebut, ada kesan kuat bahwa seorang Jelia ingin menyajikan sebuah “kelezatan”. Yang bergizi, sebagaimana layaknya BURGER. Namun dengan kelezatan pendidikan piano dan musiknya. Itulah PIANOLICIOUS! atau PIANO YANG DELICIOUS.

Friday, January 22, 2016

RESENSI BUKU HITAM PUTIH PIANO: WARNA ITU TERNYATA HITAM DAN PUTIH (2016)

"WARNA ITU TERNYATA 
HITAM DAN PUTIH"

FRONT COVER

Judul buku: HITAM PUTIH PIANO
Penulis: JELIA MEGAWATI HERU

Jumlah halaman: 197 halaman
Format: A5, HVS, SOFTCOVER
No. ISBN 978-602-6850-11-9
Penerbit: Pustaka Muda
Tahun Penerbitan: 2016, cetakan pertama
(Limited edition) 


RESENSI BUKU 
HITAM PUTIH PIANO (2016)

Silahkan saja jika orang berujar bahwa kehidupan tak sekedar hitam putih. Sah dan baik saja jika banyak orang berharap bahwa kehidupannya penuh rona warna dan bukan hanya hitam dan putih. Pun elok jika masih ada yang berpendapat bahwa hal-hal prinsip dalam kehidupan, selalu memunculkan “sisi abu-abu” dan tak bisa hanya dinilai sebagai hitam dan putih. Semua ungkapan tersebut nampak benar dalam kesekitaran kenyataan kehidupan yang dialami. Namun, jika kita menukik lebih dalam kepada nurani, dan membiarkan rasa ini menunggah kata, dalam bingkai dan ranah seni, dalam balutan nada, maka ada sebersit terang, bahwa warna itu ternyata adalah HITAM DAN PUTIH.

Tuesday, September 8, 2015

"KEBISUAN METROPOLIS" - Reportase Pembukaan German Season 2015, by: Michael Gunadi Widjaja

"KEBISUAN METROPOLIS"
Reportase Pembukaan German Season 2015
by: Michael Gunadi Widjaja

foto: dokumentasi pribadi

OPENING OF GERMAN SEASON
Deutsche Saison – GermanSeason – Festival Jerman, telah dibuka pada 5 September 2015. Resepsi dan program perdana Festival Jerman mengambil tempat di TEATER JAKARTA, TAMAN ISMAIL MARZUKI – Cikini, Jakarta. Festival Jerman diselenggarakan September – Desember 2015. Festival ini mengambil tema “DEUTSCHLAND – INDONESIEN: GEMEINSAM RICHTUNG ZUKUNFT” atau kira-kira padanannya: “Jerman dan Indonesia: bersama menuju masa depan”. Penggagas Festival adalah Kantor Kementrian Luar Negeri Jerman, diselenggarakan oleh Goethe Institut dan didukung seabrek sponsor terutama yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri German atau EKONID.

Tuesday, September 1, 2015

PENDEWASAAN DALAM RESITAL PIANO - Reportase Senior Piano Recital Kristi Natalie, by: Michael Gunadi Widjaja

"PENDEWASAAN 
DALAM RESITAL PIANO"
(Reportase Senior Recital Kristi Natalie)
by: Michael Gunadi Widjaja


Saat seorang mahasiswa konservatori musik mengadakan resital ketika dirinya “pulang kampung,“ kita tidak perlu heran. Hal biasa, jamak, lumrah, dan sudah dilakukan jutaan orang. Namun ketika ada seorang music educator yang menresitalkan siswanya yang liburan pulang kampung, rasanya kita perlu mengacungi dua jempol dan memberi apresiasi yang sepantasnya. Itulah yang dilakukan JELIA MEGAWATI HERU M.Mus.Edu, alumnus Jerman, dengan menggelar SENIOR PIANO RECITAL bagi Kristi Natalie, mantan siswanya. Resital berlangsung pada Minggu, 30 Agustus 2015 di GKY MUSIC CENTER, di kawasan Green Ville, Jakarta Barat.

Sosok Jelia Megawati Heru, dikenal sebagai music educator yang sangat kreatif pada setiap perhelatan konser para siswanya. Berbagai genre musik disajikan dan dikemas menjadi sebuah sajian kesenian yang sangat mendidik sekaligus mengasup pikiran dan bathin secara sehat dan menyenangkan. Kristi Natalie sendiri, sebetulnya sudah banyak mengenyam pelajaran musik. Berbagai masterclass pernah dia ikuti. Bahkan secara intensif Kristi mempelajari improvisasi dan aransemen musik. Namun di tangan Jelia lah Kristi mendapat pelajaran musik yang bukan saja pengajaran melainkan pendidikan musik secara terpadu dalam arah yang layak. Jelia pulalah yang mempersiapkan Kristi supaya bisa diterima di sebuah konservatori musik bergengsi di Jerman yakni Sekolah Tinggi Musik ROBERT SCHUMANN di kota Düsseldorf.

Friday, November 7, 2014

"MEMAKNAI KEMBALI MUSIK YANG BERMUTU" - Liputan Piano Recital [PLAY], Staccato November 2014

"MEMAKNAI KEMBALI 
MUSIK YANG BERMUTU"
Liputan Piano Recital [PLAY], Staccato November 2014
oleh: Tim Liputan Staccato



Resital Piano berjudul [PLAY], berlangsung di Pusat Kebudayaan Belanda, Erasmus Huis, Jakarta pada 27 September 2014. Konser ini sangat berbeda dari konser pada umumnya. [PLAY] adalah sebuah konser edukasi musik dengan direksi Jelia Megawati Heru, M.Mus.Edu - seorang music educator alumnus Jerman. Konser dihadiri oleh berbagai kalangan dengan rentang usia yang sangat beragam.


Dalam keterangannya, Ibu Jelia Megawati Heru mengungkapkan bahwa secara esensial, konser [PLAY] adalah upaya untuk memaknai kembali musik yang bermutu. Bahwa musik yang bermutu sudah bukan lagi monopoli Musik Klasik yang dalam batas tertentu bisa sangat aristokrat. Musik yang bermutu adalah musik yang memiliki teknik bermusik yang semestinya, aspek musikalitas yang mendidik, dan yang terpenting adalah dekat dan dipahami oleh pemain dan publiknya. Terutama yang berusia anak. Itulah mengapa dalam konser [PLAY] disajikan ensembles perkusi oleh anak-anak, juga anak-anak menampilkan instrumen fak minor selain instrumen utama (mayor) yang dipelajari. Kali ini beberapa penampil bermain flute, seperti Madeline Audrey Wiguna dan Mustafa Ismail Turner.

Friday, January 24, 2014

The Movie "Vier Minuten" (Four Minutes)

"VIER MINUTEN" (FOUR MINUTES)
THE PASSION FOR PIANO BETWEEN LIFE AND DEATH


Language: German
Directed by: Chris Kraus
Production Year: 2006 (Germany)
Release Date:18 April 2008 (USA) 
Runtime:112 min
Also Known As:Vier Minuten
Filming Locations: Luckau, Brandenburg, Germany
Production Co: 
Kordes & Kordes Film GmbH, Südwestrundfunk (SWR), Bayerischer Rundfunk (BR)
SYNOPSIS
Jenny von Loeben (Hannah Herzsprung) is young but her life is over. She has been locked up in a women's prison for killing someone, and she would do it again. Buried beneath her impenetrable facade, however, Jenny has an invaluable musical talent. When a 80-year-old piano teacher Traude Krueger (Monica Bleibtreu) discovers the girl's terrible secret, her raging brutality and her dreams, she makes it her mission to retransform Jenny into the musical wunderkind she once was.

Tuesday, July 9, 2013

"Ketika Musik Disney Menghibur & Mendidik" - Liputan Konser Disney Pianolicious, Staccato Juli 2013

“KETIKA MUSIK DISNEY MENGHIBUR DAN MENDIDIK”
(Liputan Konser ‘DISNEY PIANOLICIOUS’)
Staccato Magazine, July 2013


Pusat Kebudayaan Amerika @america, yang terletak di Pacific Place lantai 3, Minggu 19 Mei 2013. Menjelang senja sekitar jam dua siang, mendadak penuh sesak dan dipadati baik tua, muda hingga anak-anak. Petugas keamanan @america sampai kewalahan dan keringetan. Sementara site managernya nampak panik dan kebingungan menyaksikan begitu banyak kerumunan massa yang mencapai jumlah lebih dari 400 orang.


Hari itu adalah pelaksanaan konser DISNEY PIANOLICIOUS dengan direksi Jelia Megawati Heru, M.Mus.Edu.Media koran mencatat bahwa konser ini termasuk yang luar biasa mengundang minat pengunjung dalam sejarah konser musik seni di tanah air. Disney Pianolicious adalah konser dari para siswa Jelia dan juga kolega Jelia, yakni para pemusik profesional. Musik yang disajikan adalah musik yang mengusung tema dari soundtrack film karya Walt Disney dan juga film Amerika - dalam bentuk solo piano, ensemble perkusi, vocal, ensemble vocal, gitar dan duo piano (piano four hands dan two pianos)

Dalam sambutannya, Jelia Megawati Heru mengatakan bahwa Walt Disney adalah pelopor musik seni dalam dunia perfilman. Dan Walt Disney adalah ikon yang menjadikan musik sebagai bagian tak terpisahkan dalam film. Dan film Disney bukan semata film anak-anak. Film Disney adalah sebuah cerita tentang kehidupan dalam ranah yang sangat dekat dengan kehidupan kesehariaan kita. Ranah itulah yang diapresiasi oleh para siswa Jelia dan koleganya. Para siswa tidak hanya warga negara Indonesia, melainkan banyak juga warga negara asing yang belajar pada Jelia. Konser dilengkapi juga dengan dekorasi video screen berukuran raksasa dan terang, sehingga pengunjung makin terpukau.

Wednesday, May 29, 2013

Disney Pianolicious' Tweets

DISNEY PIANOLICIOUS' TWEETS

courtesy of: @america

THE UNFORGETTABLE MOMENTS 
IN "DISNEY PIANOLICIOUS"
  by: Michael Gunadi Widjaja

There is many concert in megapolitan city in Indonesia. Many kids take part as participants on that concert. Fatally, by the name of good musicality, the funny and cheerful children part is vanished.

"DISNEY PIANOLICIOUS" @america, directed by Jelia Megawati Heru (19/5), represents an inspiring matters. Good music for children that keeps the children's world.

For both of us, this is not just a concert. This is our PASSION OF MUSIC. We're so glad and proud that we can give a musical passion in casual form to many people. Not in a high level dream, but something simple base on passion and love in music.

This is a series of images from the coverage of Disney Pianolicious from audience's angle and point of view through twitter during the performance. Clearly visible even for audiences who can not get into the concert hall because it's already crowded, how they're really enthusiast and excited towards the concert.

Apparently, some communities in Indonesia does require "liaison", namely the cultural conjunction. Between art music with something that is familiar with their lives.

In Very creative way, Jelia Megawati Heru make cultural liaison using Disney and American movies music theme. Disney Concert Pianolicious has already performed with real SMOOTH. Seems that music lovers community in Indonesia, requires an icon. Icon of the world that they can overcome. The world they familiar know. Against age limits and social boundaries. And, Jelia answered that circumstances with brilliant idea using Walt Disney and American Movie Theme as an Icon.

Saturday, May 25, 2013

RADAR Newspaper (May, 21, 2013)

"GUNADI TAMPIL SUKSES 
DI PUSAT KEBUDAYAAN AMERIKA"
RADAR NEWSPAPER, 21st May 2013


Gitaris Indonesia kelahiran Tegal, Michael Gunadi Widjaja, Minggu (19/5), tampil dalam konser tunggal di Pusat Kebudayaan Amerika di Jakarta. Penampilan pria ini memantapkan posisinya sebagai gitaris papan atas di Tanah Air. Hal itu dibuktikan, dengan membludaknya jumlah pengunjung. 


Gedung berkapasitas 300 penonton, ternyata didatangi lebih dari 500 orang. Sehingga membuat pihak manajemen dan sekuritas Pusat Kebudayaan Amerika pun kewalahan. Boleh jadi pertama kali sebuah pertunjukan seni musik, mendapatkan antusias publik yang luar biasa. Disamping disaksikan sejumlah warga Amerika, yang kebetulan tinggal di Indonesia. Tak ketinggalan, konser tersebut dihadiri pencinta musik dari ibukota. Termasuk para pencinta musik dari sejumlah daerah.

Konser ini mendapat sambutan hangat dari penonton. Bahkan dari situs jejaring sosial, Twitter. Sebagian besar pengunjung memuji penampilan Gunadi. Dalam konser "Disney Pianolicious", dengan direksi Jelia Megawati Heru, sore itu mendapat animo luar biasa dari Pusat Kebudayaan Amerika di Jakarta. Sambutan dari segenap penonton, disampaikan bahkan hingga selesainya acara.

Gitaris asal Tegal, Michael Gunadi Widjaja
tampil memikat dengan nomor lagu "Asturias" dari Isaac Albeniz

Dalam kesempatan itu, Gunadi membawakan nomor lagu berjudul "Asturias" karya Isaac Abeniz dari Spanyol (1860-1909). Lagu itu merupakan soundtrack dari film "The Mirrors". Saat lagu tsb dihadirkan, membuat hadirin tercekam, yang membawanya dalam suasana horor bernuansa Flamenco Spanyol yang menakjubkan. Untuk nomor kedua, Gunadi yang juga alumnus Perth Conservatory of Music, Australia (1988-1990), membawakan sebuah transkripsi dari "Cello Suite No. 1 - Prelude" karya komponis asal Jerman, Johann Sebastian Bach. Lagu karya JS. Bach sebagai tema film "The Master and Commander". Dalam lagu ini pengunjung seperti dibuat larut dalam romantisme.

watch Isaac Albeniz "Asturias"
(OST. The Mirrors)
 

Menurut pemerhati musik, yang hadir menyaksikan penampilan Gunadi mengatakan, bahwa penampilannya sangat fenomenal. Seni Musik piano dan gitar klasik bisa menjadi sangat dialogis dan menampilkan hal-hal yang dekat dengan ranah kehidupan sehari-hari. Dengan penampilannya dalam konser kali ini, Michael Gunadi Widjaja telah mengharumkan nama tanah kelahirannya. (din)

"Disney Pianolicious" on Harian Detik Sore (May, 17, 2013)

"DISNEY PIANOLICIOUS"
on Harian DETIK Sore
(May, 17, 2013 - Page 15)


source:

Friday, May 10, 2013

"BE A BETTER MUSICIAN, BE A BETTER MUSIC TEACHER"

“BE A BETTER MUSICIAN, BE A BETTER MUSIC TEACHER.
For a Good Music Teacher Could Make a Difference 
and Creates Better Generation”

Liputan Kodály Workshop dengan Dr. James Cuskelly
Oleh: Jelia Megawati Heru
(STACCATO Mei 2013)


Pada tanggal 10-11 April 2013 lalu diselenggarakan sebuah workshop yang mengusung tema Kodály Method, bertempat di House of Piano dan Sekolah Pelita Harapan (SPH). Workshop ini terselenggara berkat usaha dari Elaine Waworuntu, seorang guru musik yang aktif dan berdedikasi dalam bidang Kindermusik, yang menekankan  Metode Dalcroze, Kodaly, serta Orff. Workshop ini menampilkan pembicara dari Australia, yaitu Dr. James Cuskelly



Tuesday, November 6, 2012

Staccato, November 2012 "Pianolicious Moment" - Konser Edukatif Yang Sungguh Mengedukasi!

“PIANOLICIOUS MOMENT”
KONSER EDUKATIF YANG SUNGGUH MENGEDUKASI! 
Liputan Majalah STACCATO, edisi November 2012


Pada 7 Oktober 2012 bertempat di Istituto Italiano Di Cultura - Menteng, Jakarta berlangsung konser “Pianolicious Moment”. Sebuah konser yang menghadirkan siswa-siswi dari Jelia Megawati Heru, M.Mus.Edu berlangsung meriah. Konser berlangsung dalam dua sesi. Sesi pertama menampilkan siswa-siswi yang berusia anak-anak sampai remaja, pada level beginner, intermediate, dan advanced. Sedangkan sesi kedua menampilkan siswa-siswi Jelia yang telah berprofesi sebagai guru musik dan music instructor, disamping tampil pula kolega dari Jelia.

 

Berbeda dengan konser yang sering digelar, konser Pianolicious Moment adalah sebuah konser yang mengusung nilai edukatif tinggi dan berlangsung sarat nuansa edukasi.

“Life is like a piano, what you get out of it depends on how you play it.
One man gets nothing but discord out of a piano; another gets harmony.
Study to play it correctly and it will give you forth of beauty”

Dalam sambutan pembukaannya, Jelia mengatakan bahwa Pianolicious Moment bukan semata konser atau recital, melainkan sebuah proyek pendidikan musik dengan wahana piano. Yang mana Piano adalah piranti masterpiece dalam ranah musik. Konsep edukatif yang diketengahkan adalah bahwa musik piano tidaklah selalu harus bersifat klasik yang aristokrat melainkan juga bisa sangat passionate dan membumi dalam akar budaya lokal. Sekaligus mengedepankan Piano Ensemble (one piano four hands, one piano six hands, two piano four hands & two piano eight hands) - sebuah bentuk permainan bersama yang sarat dengan tuntunan laku dan moral sosial.


Ditilik dari pelaksanaanya konser Pianolicious Moment adalah upaya Jelia memberi asupan pada para muridnya. Bentuk asupan yang bukan saja teknis dan musikalitas melainkan juga semburat makna bagi kehidupan sehari-hari. Jadi tak berlebihan jika disebut bahwa konser yang Jelia adakan adalah ruang aktualisasi diri bagi para siswanya. Siapa pun mereka dengan segala kelebihan dan kekurangannya, diberi kesempatan untuk membagikan pengalaman estetisnya. Dalam hal yang paling sublim dan subtil yakni musik piano.

Bagi para siswa yang sudah berprofesi sebagai guru, konser ini juga merupakan ruang untuk berbagi pengalaman estetis. Tentu saja juga adalah ruang bagi kapabilitas teknik permainan, pengayaan pengetahuan musikal, dan tentu saja ajang ini adalah ruang bagi para guru untuk senantiasa mengasah kemampuannya agar bisa tetap perform sebagaimana layaknya seorang pemusik sejati. Hal yang sangat krusial dalam hubungannya dengan menjadi panutan bagi para siswanya.

Sesi pertama berlangsung pada pukul 4.30 sore. Audiens yang hadir dapat dikatakan cukup memadati ruangan. Mengawali sesi pertama adalah karya Ruth Ellinger “Balloon Pop Polka”. Untuk dua piano delapan tangan dengan 12 balon. Dibawakan oleh siswa-siswi dari Shining Star kota Tegal. Yang dalam konser kali ini diberi kesempatan oleh Jelia untuk mengaktualisasikan diri.

Kemudian tampil Arda Yavuzdogan, 5 tahun yang membawakan “Dr. Fist and the Black Keys”. Perlu di apresiasi secara khusus adalah penampilan Lara Yavuzdogan dan Madeline Audrey Wiguna dengan dinamika dan deksteritas prima saat memainkan “The Wild Rite & Boogie Woogie” dan “Night of Tarantella”. Juga Dirayati Fatima Turner yang sudah sampai pada taraf eksplorasi tone character. Dioputra Oepangat sempat membuat hadirin memberikan applause panjang saat membawakan “Toccata in E-flat minor, op. 24” karya Aram Khatchaturjan.

Dalam sesi pertama tampil pula duet ibu dan anak, Natasha Aurelia Chen dan Ibu Angela Darmawan. Lalu trio Madeline, Natasha dan Miss Jelia dalam memainkan Martha Mier “Agent 003”. Juga penampilan simple tapi memikat dari Michael Mamo dan Inigo Widjojo. Diperdengarkan pula Beethoven “Für Elise” yang dalam konser Pianolicious Moment saat itu dalam format yang unik, yaitu two pianos four hands oleh Eka Yuni Laheza dan Miss Jelia. 


Sesi pertama diakhiri dengan nomor atraktif “OUT…STANDING” karya Kevin Olson, dengan tiga pemain dimana seorang pemain membawakan partnya secara “out” alias berjalan-jalan sembari membunyikan note bell.

 
Exploration of music in all different kind of genre and piano ensemble form

Sesi kedua diawali dengan duet piano romantis “French Waltz” karya Eugénie Rocherolle oleh Michael Gunadi dan Jelia. Dilanjutkan “Oblivion” dari Astor Piazzolla dengan Michael Gunadi pada classical guitar dan Jelia pada piano. 

 

Kemudian Jazz piano ensemble oleh Jelia, Mery Kasiman dan Yoseph Sitompul dalam memainkan karya-karya Mike Cornick “Blues Piano Duets, Latin Piano Duets, Jazz Suite, dan 3 Pieces for Six Hands at One Piano”. Berbagai genre Jazz dibawakan dengan touch dan nuance yang sangat luar biasa dan membuat audiens tak mampu menahan diri untuk bertepuk tangan meriah.

Dilanjutkan dengan penampilan The Golden Fingers Piano Ensemble. Mereka adalah para guru piano yang di-build oleh Jelia dalam sebuah kelompok ensemble piano yang sangat solid. Golden Fingers terdiri dari Jelia, Angelica Liviana, Clarissa Rachel dan Patrisia Trisnawati, membawakan karya William Gillock “Champagne Toccata” dan Kevin Olson “Scott Joplin Rag Rhapsody”. Juga nomor kontemporer “KEMBEN” karya Michael Gunadi Widjaja dalam genre keroncong dan Dang Dut. Lalu medley lagu daerah “Soleram – Warung Podjok – Yamko Rambe Yamko” yang diaransir Michael Gunadi Widjaja dalam genre Pop dan Jazz. 


Juga tampil kolega Jelia yang terdiri dari para guru Suzuki Piano School. Mereka adalah Erny Gunawan, Carissa Kristianto dan Wely Imelda. Bersama Jelia mereka membawakan “JELIA’S TWINKLE” dari Michael Gunadi Widjaja yang materi musikalnya adalah Twinkle Twinkle Little Star; yang merupakan main method dari Suzuki Piano School.

 


Konser Pianolicious Moment dengan directed by Jelia Megawati Heru, M.Mus.Edu menyemburatkan makna “Music from Passion” yang tidak lagi terbatas dan dibatasi oleh hal-hal normatif yang kaku. Musik piano dapat menjadi sangat unik, lentur dan tetap membumi pada akar budaya lokal sekaligus membuka peluang edukasi dan moral dalam kehidupan sesungguhnya.