Showing posts with label music theory. Show all posts
Showing posts with label music theory. Show all posts

Wednesday, December 1, 2021

Chopin's Fantaisie-Impromptu | by: Jelia Megawati Heru | Staccato, December 2021

CHOPIN’S FANTAISIE-IMPROMPTU
by: Jelia Megawati Heru
Staccato, Desember 2021


Fantaisie-Impromptu adalah salah satu komposisi dari Frédéric Chopin yang paling terkenal dan paling banyak ditampilkan oleh para pianis dunia. Chopin mendedikasikannya untuk teman dekatnya, Julian Fontana. Fontana adalah seorang pianis, komposer, dan asisten Chopin. 

 

Karya ini adalah karya pertama dari keempat seri Impromptus yang ditulis oleh Chopin. Tiga impromptus lainnya diterbitkan semasa hidupnya, yaitu: Op. 29, Op. 36, dan Op. 51. Fantaisie-Impromptu ini ditulis pada tahun 1834, namun Chopin tidak menerbitkannya. Bahkan, dia secara khusus meminta agar tidak satu pun dari karyanya yang tidak diterbitkan diterbitkan setelah kematiannya – meskipun hal ini diabaikan. 

 

Julian adalah orang yang menerbitkannya dengan restu penuh dari kerabat Chopin yang masih hidup pada tahun 1855 setelah kematian Chopin dengan judul Fantaisie-Impromptu in C-sharp minor, Op. posth. 66, yang telah mendapatkan popularitas khusus di kalangan pianis dan pendengar Musik Klasik. Opus posthumous (after composer’s death) merupakan sebutan yang digunakan sebagai pengganti nomor opus untuk menunjukkan bahwa sebuah karya diterbitkan setelah kematian penciptanya.


Tuesday, December 1, 2020

UJIAN MUSIK ONLINE - by: Jelia Megawati Heru | Staccato, December 2020

“UJIAN MUSIK ONLINE”
by: Jelia Megawati Heru
Staccato, Desember 2020


Tahun 2020 adalah tahun yang sangat berat bagi semua orang. Penyebaran COVID-19 yang luar biasa dan cepat telah menghantam dunia dan semua aspek kehidupan. Kesejahteraan mental dan pendidikan pun tidak luput dari efek COVID-19. Untuk memutuskan rantai penularan, social distancing diberlakukan dan anak-anak harus belajar di rumah saja secara online. Pendidikan musik yang tadinya dilakukan dengan tatap muka (face-to-face) pun berubah menjadi daring (online). 

 

UJIAN MUSIK ONLINE

Lalu bagaimana dengan ujian musik di masa pandemi? Apakah ujian musik bisa dilakukan secara online? Ya! Online Music Exams (OME) yang berbasis di Inggris telah mengembangkan cara yang unik dan revolusioner untuk memecahkan kesulitan dalam mengambil ujian dalam situasi saat ini; yang akan tetap relevan lama bahkan setelah COVID-19 berlalu, yaitu dengan menawarkan kesempatan untuk mengambil ujian terakreditasi (hingga grade 8 atau setara diploma level 3) melalui platform UJIAN MUSIK ONLINE.

Saturday, August 1, 2020

Berkomunikasi dengan Orang Tua Murid di Masa COVID-19 | by: Jelia Megawati Heru | Staccato, August 2020

BERKOMUNIKASI DENGAN ORANG TUA MURID DI MASA COVID-19

by: Jelia Megawati Heru

Staccato, August 2020


Di masa pandemi Covid-19, sekolah dan tempat-tempat umum harus ditutup hingga batas waktu yang tidak bisa ditentukan. Dunia pendidikan tidak mempunyai pilihan lain selain menempuh jalur online, demi kesehatan dan kesejahteraan bersama. Salah satu hal penting dalam pelajaran online adalah sosialisasi ke orang tua murid. Mempertahankan jalur komunikasi terbuka sangatlah krusial bagi kelangsungan pelajaran musik online. 


Di tengah ketidakpastian dan perubahan yang terjadi, sekolah musik harus bisa meyakinkan orang tua murid mengapa mereka tetap harus melanjutkan pelajaran musik online, apa gunanya, dan manfaat apa yang bisa didapatkan pelajaran musik online dibandingkan dengan tatap muka (in-person), opsi apa saja yang ditawarkan, apa yang perlu disiapkan orang tua murid, teknologi apa yang digunakan, bagaimana dengan PR? Dan masih banyak segudang pertanyaan lainnya.

Friday, December 27, 2019

TIPS BERLATIH TANGGA NADA PADA PIANO GRADE 8 | by: Jelia Megawati Heru | Staccato, January 2020

“TIPS BERLATIH TANGGA NADA
PADA PIANO GRADE 8”
by: Jelia Megawati Heru
Staccato, January 2020



Sepertinya tidak perlu berpanjang lebar mengenai esensi tangga nada dalam mengembangkan kepiawaian dan meningkatkan kelancaran teknik bermain piano – mulai dari postur, posisi tangan, fingering, koordinasi, keseimbangan antara tangan kanan dan tangan kiri, dan menciptakan kualitas nada yang baik. Mempelajari tangga nada berarti juga mendapatkan pengetahuan tentang kunci, interval, mengenal geografi tuts piano, meningkatkan rasa percaya diri, dan belajar mengenai komitmen, serta kedisiplinan dalam berlatih.

Meski ada 1001 alasan sisi positif berlatih tangga nada, banyak siswa melihat tangga nada sebagai latihan yang membosankan seperti matematika atau mesin, dan momok dalam sebuah ujian musik, dibandingkan dengan permainan musik yang sesungguhnya. Walau demikian tangga nada tetap menjadi salah satu elemen penentu nilai dalam setiap ujian piano internasional, terutama grade 8 yang banyaknya membuat para kandidat kewalahan dan terjebak dalam lingkaran kefrustrasian. Lantas, bagaimana cara melatihnya? Simak tips-tips berikut ini!



1. MULAILAH DENGAN TUTS HITAM
Mayoritas murid akan bermain dengan tuts putih (C, D, E, F, G, A, B), karena mereka mengira itu akan jauh lebih mudah daripada bermain dengan tuts hitam. Namun sebetulnyanya lima tuts hitam (C-sharp, E-flat, F-sharp, G-sharp/A-flat, danB-flat) merupakan tangga nada yang menawarkan posisi tangan bermain piano yang paling alami (ergonomis). Sedangkan tangga nada C Mayor walau paling mudah dibaca, ternyata merupakan tangga nada yang paling sulit dimainkan secara fisik, karena posisi tangan mau tidak mau harus lurus. Hal ini tidak normal, karena posisi jempol dan kelingking manusia lebih pendek dari jari telunjuk, jari tengah, dan jari manis. 

Tuesday, July 2, 2019

Liputan Seminar dari Alfred Publishing: "Satu Lompatan Meraih Sukses Dalam Ujian Piano" - 24 Mei 2019

“SATU LOMPATAN MERAIH SUKSES
DALAM UJIAN PIANO”
Liputan Seminar dari Alfred Publishing
(Staccato, July 2019)

Mr. Andrew Higgins

Pada zaman sekarang, ujian piano, apalagi yang berstandar internasional, hampir merupakan kebutuhan utama. Khususnya bagi anak dan remaja di kota besar. Bukan karena mereka ingin menjadi pemusik. Melainkan karena ujian piano internasional adalah salah satu enrichment dalam upaya mengaktualisasi diri.

Persoalannya, penyelenggara ujian piano internasional, tidak menyiapkan materi pengajaran dan pembelajaran. Institusi penyelenggara hanya menyiapkan SILABUS dan detail pelaksanaan. Jadi memang sudah saatnya perlu diperkenalkan satu lompatan untuk meraih sukses, saat menempuh ujian piano berskala dan berstandar nternasional.

Kebutuhan itulah yang terakomodasi dengan penyelenggaraan seminar pada Jumat, 24 Mei 2019, di The Grand Atelier and Culture Center, kawasan Mangga Dua, Jakarta. Sebagai penyelenggara adalah Alfred Publishing (S) Pte Ltd, cabang Singapore, yang diwakilkan oleh Larry Bong selaku marketing manager. 

Lalu ada FORTE MUSIC yang merupakan penyedia buku-buku musik terkemuka di tanah air. Juga THE GRAND yang adalah satu satunya BOUTIQUE PIANO di Indonesia. Sebagai seminator adalah Andrew Higgins, seorang guru piano dengan pengalaman mengajar lebih dari 25 tahun. Penyusun buku pelajaran piano yang tergolong laris dan merupakan representatif dari Alfred’s Music Publishing di Inggris.

Saturday, September 1, 2018

PIANO ÉTUDE - by: Jelia Megawati Heru (Staccato, September 2018)

“PIANO ÉTUDE”
by: Jelia Megawati Heru
(Staccato, September 2018)



Familiar dengan nama Czerny, Burgmüller, dan Hanon? Nama-nama ini kerap kali identik dengan menu latihan jari yang monoton dan membosankan di kalangan siswa muda tahun kedua yang sedang mempelajari piano. Mengapa? Karena banyaknya pengulangan yang harus dilakukan. Latihan jari ini seperti menu makanan pembuka dalam latihan harian seorang pianis. Meskipun ada nilai dalam étude, untuk mendapatkan teknik jari independen, pendidik dan pianis harus lebih taktis dan cerdik dalam berlatih. Supaya tidak terjebak dalam rezim pengulangan ‘maraton jari’.



KENAPA SIH PERLU PIANO ÉTUDE?
Seperti yang kita ketahui, memainkan piano bukan hanya sekedar memencet tombol lift atau iPhone. Jadi latihan tangganada (scale) dan arpeggio biasa tidaklah cukup. Memainkan 88 tuts piano dengan sepuluh jari bisa menjadi sangat menantang – baik secara fisik, teknis, maupun artistik. Dibutuhkan keterampilan fisik (motorik halus), seperti: koordinasi, kekuatan, stamina, dan kemampuan intelektual yang tinggi. 

Seorang pianis yang baik akan dinilai, berdasarkan kecakapannya dalam menguasai teknik bermain yang tinggi dan memahami faktor estetika sebuah komposisi musik. Tantangan artistik ini biasanya mengacu kepada tantangan interpretatif. Sedangkan teknik bermain piano bervariasi, mulai dari velocity (kecepatan), dexterity (ketangkasan), accuracy (ketepatan), double grip (interval 3rd, 4th, 5th, 6th, 8ve), legato vs staccato, hingga memainkan ornaments (trill, mordent, turn) pada tempo yang cepat.

Monday, September 4, 2017

CERMIN HIDUP SONATA: Memahami & Mendengarkan Sonata - by: Jelia Megawati Heru (Staccato, September 2017)

“CERMIN HIDUP SONATA”
MEMAHAMI DAN MENDENGARKAN SONATA
by: Jelia Megawati Heru
Staccato, September 2017


Apa yang terbersit di benak Anda ketika mendengar tentang kata ‘SONATA’?
Beethoven? Piano? Moonlight Sonata? Yang jelas sonata bukan seperti potongan romantis film seri Korea ‘Winter Sonata’. Bagi beberapa pianis, mungkin sonata terdengar seperti peta jalan dengan banyak istilah aneh, seperti: “EXPOSITION”, “RECAPITULATION” & “CODA”. Bertahun-tahun mereka berlatih sonata, tanpa tahu apa itu sonata, dan mengapa sih mereka harus berlatih sonata? Tapi semoga kali ini, sonata akan memiliki makna yang lebih berarti dan jauh dari kesan mengerikan maupun membosankan.

APA ITU SONATA?
Sonata ini awalnya merupakan sebuah potongan musik. Sonata berasal dari Bahasa Latin ‘sonare’, yang berarti terdengar (to sound); Jadi sonata adalah bunyi yang terdengar oleh instrumen (piano, biola, flute, dll.). Berlawanan dengan cantata, yang merupakan komposisi vokal yang dinyanyikan dengan iringan instrumen; dari Bahasa Itali ‘cantare’, yang berarti dinyanyikan (to sing). Dalam perkembangannya sonata menjadi sebuah GENRE karya musik yang terdiri dari beberapa gerakan (3-4 movements) untuk instrumen solo. Seperti sebuah album yang memiliki beberapa lagu mini yang berbeda. 

DAYA TARIK SONATA
APA YANG MEMBUAT SONATA MENARIK?


1. KESEIMBANGAN (BALANCE) & PROPORSIONAL
Pada umumnya sonata terdiri dari tiga bagian besar, yaitu: 1st movement (cepat), 2nd movement (lambat), dan 3rd movement (sangat cepat). Setiap bagian dapat memiliki struktur yang berbeda-beda, namun tetap proporsional. Misalnya: dua bagian (Binary form) II:A:II:B:II, tiga bagian (Ternary form) II:A:II:B:IIAII, dan Rondo/rounded form A-B-A-C. Ternary form juga merupakan bentuk komposisi yang paling populer digunakan dalam Musik Pop Modern. Umumnya bagian A dan B diulang masing-masing dua kali, sehingga polanya menjadi A-A-B-B-A.

Sunday, May 7, 2017

YUK, BELAJAR TANDA DINAMIKA: Menelisik Tanda Dinamika dalam Musik - by: Jelia Megawati Heru (Staccato, May 2017)

“YUK, BELAJAR TANDA DINAMIKA!”
MENELISIK TANDA DINAMIKA DALAM MUSIK
 by: Jelia Megawati Heru
Staccato, May 2017



MENGAPA TANDA DINAMIKA SULIT DIAJARKAN?
Kita hidup di zaman teknologi. Generasi sekarang tidak mengenal tanda dinamika, karena musik kekinian (Rock, Pop, Hip Hop, Dubstep, dll) menggunakan teknologi kompresi, sehingga semuanya terdengar keras pada setiap alat elektronik, seperti: radio, iPod, TV, dan komputer. Apabila semuanya terdengar, maka besar kemungkinan lagu menjadi hits dan lebih laris. Sebetulnya ini merupakan pembodohan masyarakat. Ini hanya strategi dagang yang dilakukan secara gencar oleh produser dan marketing label demi keuntungan semata ($_$). Oleh karena itu publik pun harus lebih kritis terhadap segala promosi serta pencitraan yang dilakukan dalam industri musik.

Hanya segelintir orang yang menyempatkan diri untuk datang ke gedung konser dan mendengarkan Musik Klasik, bahkan di Eropa sekalipun yang merupakan asal dari Musik Klasik. Rendahnya apresiasi publik terhadap Musik Klasik membuat pekerjaan guru musik menjadi empat kali lebih sulit. Karena Musik Klasik menjadi tidak lagi relevan dengan realita Musik zaman sekarang. Gap nya terlalu besar.

Tanda dinamika ditulis dalam bahasa asing yang sulit dimengerti. Buat anak sekarang, untuk apa mereka belajar capek-capek mengenal forte dan piano? Toh tidak dipakai dalam kehidupan sehari-hari? PR di sekolah sudah banyak, belum les ini-itu. Tampaknya memang pendidikan musik masih menyisakan segudang PR bagi pelaku pendidikan musik. Harga yang harus dibayar mahal. Simak artikel kali ini dan ubah pemikiran Anda tentang belajar tanda dinamika yang katanya tidak berguna dan buang-buang waktu!

MENGAPA PERLU BELAJAR TANDA DINAMIKA?
“Terluput dan terlupa”, mungkin itu kata yang tepat untuk tanda dinamika yang keberadaannya sering dilupakan dalam permainan musik anak.  Semua nada sudah betul, tempo juga sudah dimainkan sesuai dengan “pesan sponsor” dari komposer ybs. Tetapi selama unsur tanda dinamika tidak ditambahkan, maka permainan musik akan terdengar seperti robot yang tak bernyawa atau bak masakan yang tak berbumbu, atau seperti zombie “the walking dead”.

Monday, August 8, 2016

PIANO POP: "PIANO YANG NON-KLASIK" - by: Jelia Megawati Heru (Staccato, August 2016)

PIANO POP: 
“PIANO YANG NON-KLASIK”
by: Jelia Megawati Heru
Staccato, August 2016 


“Lho?! Kok anak saya diajarin lagu Pop sih? 
Jangan dong! Nanti dia jadi band-band an nggak karuan!”

CELOTEH SINIS DAN NILAI PLUS PIANO POP
Seringkali kita mendengar celoteh sinis semacam itu dari banyak orang tua. Celoteh itu mengaitkan “Pop” dengan sesuatu yang sifatnya asal-asalan, industri yang menghalalkan segala cara, dan sesuatu yang kurang bermutu.

Di sisi lain, kita sering melihat iklan kursus dan sekolah musik, yang mencantumkan dengan besar: “MENERIMA LES PIANO POP”. Dari sudut pandang pengelola usaha pendidikan musik, POP memiliki NILAI PLUS. Seolah menyiratkan citra Piano Pop yang seakan “lebih gampang” dan “lebih cepat bisa” dibandingan dengan kompetitornya, yaitu: Piano Klasik yang memakan kurun waktu belajar yang lebih panjang. Piano Klasik itu susah, butuh waktu, dan ketekunan. Sedangkan Piano Pop menjanjikan sesuatu yang lebih instan. Rupanya inilah yang menjadi salah satu daya tarik dari Piano Pop yang sarat dengan aroma industri Musik Pop. Dimana besar peluang si siswa akan menjadi artis dan mendapatkan banyak uang.

Dua fenomena tersebut menyiratkan pada kita, bahwa terdapat dua dikotomi: pro dan kontra Piano Pop. Masing-masing sebetulnya dengan dasar pemikiran simplicity dan mungkin naif. Menjadi agak menarik dan perlu, terutama bagi guru dan orang tua, untuk mendapat keterangan dengan proporsi yang seimbang dan setimbang. Agar sikap bijak dapat diambil dalam kerangka pendidikan musik, terutama musik piano.

Friday, July 15, 2016

MEMBACA NOTASI BALOK PADA PIANO - by: Jelia Megawati Heru (Staccato, July 2016)

"MEMBACA NOTASI BALOK 
PADA PIANO"
by: Jelia Megawati Heru
Staccato, July 2016


ELEMEN MEMBACA NOTASI BALOK PADA STUDI PIANO
Fondasi dari studi piano yang paling dasar melibatkan perkembangan di tiga area, yaitu:
  • Membaca notasi balok, berhitung, dan memainkan ritmik sederhana 
  • Membaca notasi balok pada grand staff * 
  • Mengkombinasikan nada dan ritmik, sekaligus memainkannya dengan lancar pada instrumen piano
 
*garis paranada yang digunakan dalam penulisan notasi untuk piano, dimana terdapat kunci G (treble clef) untuk tangan kanan dan kunci F (bass clef) untuk tangan kiri yang dimainkan dalam waktu bersamaan

Tuesday, June 7, 2016

TIK TOK: MENGENAL DASAR RITME - by: Jelia Megawati Heru (Staccato, June 2016)

"TIK TOK"
MENGENAL DASAR RITME
by: Jelia Megawati Heru
Staccato, June 2016


RITME KEHIDUPAN
TIK TOK… TIK TOK…  Suara apakah itu? Betul sekali! Umumnya orang akan menjawab: JAM! Nah, tahukah Anda bahwa unsur tik tok ternyata mendominasi hidup kita? Sebut saja alarm jam, denyut nadi, detak jantung, langkah kaki, tepuk tangan, jadwal makan siang, bangun tidur, hingga jam tidur. Tik-tok tidak bukan dan tidak lain adalah: RITME.

Uniknya ritme bukan hanya ada dalam musik saja, lho! Pola ritme juga bisa ditemukan pada baju bermotif garis-garis, polka dot, bahkan batik. Pada cuaca, di negeri empat musim: ada musim dingin, musim semi, musim panas, dan musim gugur. Night and day, day and night (lho, kok kayak lagu?). Terjadi LAGI dan LAGI, dengan cara kerja yang sama.

Pada artikel kali ini kita akan membahas tentang ritme, sebagai salah satu esensi musik yang penting selain melodi. Bahkan tidak berlebihan apabila dikatakan, bahwa ritme lebih penting dari melodi. Ritme adalah musik itu sendiri. Walau demikian seringkali ritme menjadi hal yang abstrak bagi kita. Namun ritme merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan. Ritme muncul dalam berbagai bentuk dan memiliki POLA BERULANG (pattern). Pertanyaannya adalah: apakah hal yang teratur, rutin, dan berulang itu indah? Atau justru: “oh well, it's so predictable and boring!”?

Tuesday, April 5, 2016

PENGANTAR PIANO JAZZ: "TIDAK SEKEDAR HITAM PUTIH" - by: Jelia Megawati Heru (Staccato, April 2016)

"TIDAK SEKEDAR HITAM PUTIH"
PENGANTAR PIANO JAZZ
by: Jelia Megawati Heru
Staccato, April 2016


“Wow mainnya piano nya keren banget, bro!
Chord nya miring-miring gitu, kedengeran Jazzy!”

Banyak opini seputar main piano Jazz. Ada yang bilang susaaah banget seperti Mission Impossible. Sudah belajar piano susah, apalagi ditambah embel-embel Jazz? Hadew, latihan seumur hidup juga nggak bakal cukup deh! Hanya segelintir orang saja yang bisa memainkan piano Jazz dengan tata gramatik dan idiom Musik Jazz sejati. Yaitu pemusik kulit hitam yang terlahir dengan akar budaya Jazz, seperti Art Tatum dan Thelonious Monk. It’s in the blood!

Ada juga yang menggampangkan seolah-olah tidak perlu latihan seperti piano klasik yang super lama plus boring bak obat tidur, tidak perlu baca not balok, tidak perlu teori, cukup pake feeling aja man! Makin ribet dan dissonant chord nya, makin kedengeran kayak Jazz! Benarkah Jazz adalah musik intuitif? Apakah karena bisa memainkan “Autumn Leaves” dan main beberapa chord yang ada 7th nya sudah bisa dibilang Jazz?

 Thelonious Monk

MENGAPA BELAJAR JAZZ?
Sudah tidak lagi zamannya mengkotak-kotakkan musik menjadi Klasik maupun Jazz. Musik itu berakar pada rasa dan rasa itu adalah passion bagi pemusiknya. Dalam esensinya, Jazz dapat dikatakan sebagai musik komunal yang sangat terbuka terhadap dialog dan unsur budaya manapun. Jazz mempunyai satu keistimewaan dibandingkan dengan genre musik yang lain, yaitu dimana pemainnya dapat saling bekerja sama sambil mengolah jati dirinya di saat yang bersamaan. Jazz melatih dan memberikan asupan pada karsa kita. Bagaimana Jazz secara fleksibel dapat beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya tanpa melupakan siapa diri kita dan darimana kita berasal. Musik yang mengedepankan individualitas dan orisinalitas. Belajar Jazz adalah belajar seni kehidupan. Inilah warisan Musik Jazz.

Thursday, March 10, 2016

RESENSI BUKU PIANOLICIOUS!: "MENCECAP LEZATNYA BURGER RASA PIANO" - by: Michael Gunadi Widjaja

RESENSI BUKU PIANOLICIOUS!
"MENCECAP LEZATNYA BURGER 
RASA PIANO"

  FRONT COVER

Judul Buku: PIANOLICIOUS!
Penulis: JELIA MEGAWATI HERU
 

Jumlah halaman: 227 + ilustrasi (flashcards DIY)
Format: A5, HVS, SOFTCOVER
Penerbit: Pustaka Muda
ISBN: 9786026 850140
Tahun penerbitan: 2016, cetakan pertama
(LIMITED EDITION)


https://www.bukuqu.com/product/pianolicious/
  
BUKAN SEKEDAR BUKU REFERENSI
Tidaklah berlebihan kiranya, jika dikatakan bahwa buku “PIANOLICIOUS!” karya Jelia Megawati Heru, adalah sebuah VADE MECUM piano yang berbahasa Indonesia. Pianolicious! bukan kamus yang hanya dibuka saat orang kebingungan mencari makna kata atau istilah. Pianolicious! juga bukan sebuah ensiklopedia yang semata secara verbal merangkum dan merangkai makna akan sesuatu hal. Lebih dari itu. Sebagai sebuah vade mecum piano.

Pianolicious! adalah sebuah handbook – sebuah buku pegangan. Buku tempat bertumpu dan berpijak, serta mengacu akan segala hal ikhwal piano, dengan tetap segar dan tak bertele-tele. Nampaknya buku Pianolicious! adalah “kelanjutan” dari buku “HITAM PUTIH PIANO”. Dalam HITAM PUTIH PIANO, seorang Jelia banyak mengupas aplikasi, motivasi, inspirasi, dan tantangan, serta pergulatan piano dan musiknya dalam ranah yang relatif umum. Pianolicious! berbicara lebih menukik secara teknis dan detail, dengan tetap dengan gaya bahasa yang mengalir nikmat.

 ULASAN PIANOLICIOUS DI MAJALAH STACCATO, MEI 2016

MAKNA COVER BUKU
Cover buku berwarna merah cerah. Agaknya dimaksudkan sebagai perlambang sebuah optimisme dan hasrat untuk terus mencecap ilmu. Judul buku dalam warna kuning menyala. Seolah ingin menyemburatkan pemaknaan yang lebih mendalam. Ilustrasi pada cover, cukup menggelitik untuk disimak. Sebuah BURGER. Namun BUKAN HAMBURGER. Melainkan BURGER yang berisi metronome, buku piano, tuner, piano roll pad, dan iPod – yang kesemuanya adalah “perkakas” pembelajaran musik piano.  

Dengan ilustrasi yang menggelitik tersebut, ada kesan kuat bahwa seorang Jelia ingin menyajikan sebuah “kelezatan”. Yang bergizi, sebagaimana layaknya BURGER. Namun dengan kelezatan pendidikan piano dan musiknya. Itulah PIANOLICIOUS! atau PIANO YANG DELICIOUS.

Friday, January 22, 2016

RESENSI BUKU HITAM PUTIH PIANO: WARNA ITU TERNYATA HITAM DAN PUTIH (2016)

"WARNA ITU TERNYATA 
HITAM DAN PUTIH"

FRONT COVER

Judul buku: HITAM PUTIH PIANO
Penulis: JELIA MEGAWATI HERU

Jumlah halaman: 197 halaman
Format: A5, HVS, SOFTCOVER
No. ISBN 978-602-6850-11-9
Penerbit: Pustaka Muda
Tahun Penerbitan: 2016, cetakan pertama
(Limited edition) 


RESENSI BUKU 
HITAM PUTIH PIANO (2016)

Silahkan saja jika orang berujar bahwa kehidupan tak sekedar hitam putih. Sah dan baik saja jika banyak orang berharap bahwa kehidupannya penuh rona warna dan bukan hanya hitam dan putih. Pun elok jika masih ada yang berpendapat bahwa hal-hal prinsip dalam kehidupan, selalu memunculkan “sisi abu-abu” dan tak bisa hanya dinilai sebagai hitam dan putih. Semua ungkapan tersebut nampak benar dalam kesekitaran kenyataan kehidupan yang dialami. Namun, jika kita menukik lebih dalam kepada nurani, dan membiarkan rasa ini menunggah kata, dalam bingkai dan ranah seni, dalam balutan nada, maka ada sebersit terang, bahwa warna itu ternyata adalah HITAM DAN PUTIH.

Sunday, February 15, 2015

"DIY MUSIC TERM FLASHCARDS" - by: Jelia Megawati Heru

"DIY MUSIC TERM FLASHCARDS"
by: Jelia Megawati Heru


As a music teacher, you must know, 
how hard to make music students learn 
the performing directions/music terms in foreign language. Right?

So, I came up with the idea to make my own flashcards.
I even made them in different colors and shapes.

At the beginning seems a lot of work and effort.
But it's totally worth it. It helps my students to learn the music terms.
They could bring them anywhere in pocket size.

Here's the DIY tutorial.

Tuesday, July 8, 2014

"KESALAHAN MEMBACA NOTASI BALOK" - by: Jelia Megawati Heru (Staccato, July 2014)

"KESALAHAN 
MEMBACA NOTASI BALOK"
by: Jelia Megawati Heru
Staccato, July 2014


“What is your superpower?”
“I read music notes!”

Membaca notasi balok bagi sebagian orang, mungkin merupakan salah satu hal yang paling horror dan menjadi momok dalam proses belajar musik. Banyak orang yang menganggap membaca notasi balok merupakan salah satu hal yang paling sulit dilakukan dalam hidup. Mungkin mereka lebih memilih untuk mengerjakan hal yang paling mereka benci daripada membaca not. Ironisnya seseorang akan menjadi “an uncomplete musician” dengan memilih menjadi “buta nada.” Tanpa kemampuan membaca notasi balok, seseorang akan melewatkan kesempatan untuk memahami musik lebih dalam -  entah seberapapun berbakatnya mereka. So if you could read notes, thanks to your music teacher!

Wednesday, May 7, 2014

"BABY, YOU GOT BACH!" - by: Jelia Megawati Heru (Staccato Mei 2014)

"BABY, YOU GOT BACH!"
by: Jelia Megawati Heru
Article Staccato, May 2014


Dalam dunia Musik Klasik, nama Johann Sebastian Bach (JS. BACH) terdengar tidak asing lagi. Setiap murid yang mempelajari piano, pasti pernah mendengar namanya dan memainkannya. Sebut saja Minuet in G Major, Invention, Well Tempered Klavier, Toccata in D minor - yang merupakan sebagian kecil dari komposisinya yang revolusioner di sepanjang peradaban manusia. 

Mengapa komposisi JS.Bach masih dimainkan hingga sekarang? Untuk apa sih kita memainkan, mendengarkan, dan mempelajari karya JS. Bach pada abad ke-21? Bukankah akan jauh lebih mudah untuk memahami musik, kalau kita memainkan karya komposer masa kini yang jauh lebih relevan? Bagaimana kita seharusnya memainkan karyanya? Simak artikel berikut ini!

Saturday, February 8, 2014

"BUKAN SEKEDAR TEORI MUSIK!" (Artikel Staccato Februari 2014) - by: Jelia Megawati Heru

"BUKAN SEKEDAR TEORI MUSIK"
Oleh: Jelia Megawati Heru
Artikel Staccato Februari 2014


Banyak orang yang berpikir bahwa teori musik tidaklah penting, membosankan, membuang waktu, dan tidak ada hubungannya dengan bermain musik! Yang penting anak bisa main musik kan, toh beres? Kan banyak orang yang nggak belajar teori musik, belajar otodidak buktinya bisa main musik tuh?! Hmm... Really? Apa peran teori musik dalam pelajaran instrumen? Bagaimana seharusnya teori musik itu dipelajari? Simak artikel berikut ini!

MUSIC VOCABULARY
Mempelajari musik sama ibaratnya dengan mempelajari bahasa asing. Apakah mungkin untuk berbicara dalam bahasa asing tanpa mempelajari kata demi kata, kalimat, mengeja, dan artinya? Mungkin saja. Namun apakah orang lain dapat memahami apa yang Anda katakan? Salah-salah Anda malah menyinggung orang lain karena kalimat yang Anda katakan mempunyai arti yang berbeda dengan apa yang ingin Anda sampaikan.

Tuesday, March 5, 2013

"10 IDE KREATIF KELAS MUSIK" - Artikel Staccato Maret 2013

10 IDE KREATIF KELAS MUSIK
Artikel Majalah STACCATO (Maret 2013)
Oleh: Jelia Megawati Heru


Pelajaran musik terasa membosankan dan monoton bagi anak dan guru?
Kesulitan mengajarkan murid tentang interval, chords, key signatures, membaca notasi balok, dan terminologi dalam bahasa asing? Not anymore!
Spice up your music lesson with these fresh creative ideas!


1. FLASH CARDS

Flash card merupakan satu seri kartu yang berisi informasi, formula, tema tertentu, berupa kata-kata, angka, simbol, dan merupakan media/alat bantu yang sangat berguna dalam mengasah kemampuan belajar, baik di dalam kelas maupun di rumah. Umumnya subjek/tema yang dipelajari bentuknya berupa tanya-jawab dan diperuntukkan untuk mengaktifkan memori jangka panjang melalui pengulangan (repetition), sehingga proses belajar menjadi lebih efektif dan relatif cepat, dibandingkan metode belajar tradisional pada umumnya. Kartu flash biasanya memiliki dua sisi (two-sided), seperti kamus bahasa Indonesia-Inggris.

Kartu flash sangat berguna dalam mengajarkan musik teori dan menguji sejauh apa murid Anda memahami konsep musikal yang diajarkan. Anda bisa berlatih membaca notasi balok pada treble clef, bass clef, bahkan alto clef, dan tenor clef pada satu sisi kartu, dan jawabannya terdapat pada sisi kartu yang lain. Beberapa alternatif ide kartu flash lain: key signatures, interval, tanda istirahat, terminologi musik, tanda dinamika. Gunakan bentuk gambar yang menarik pada kertas berwarna. Apabila Anda mempunyai dua set kartu, Anda bisa membuat permainan memori dengan mencari pasangan yang sama pada kartu (hanya berlaku pada kartu flash satu sisi).