“PERILAKU TOXIC DI THREADS”
(Part Two)
By: Jelia Megawati Heru
APLIKASI THREADS
Threads adalah aplikasi perpesanan baru yang terkait erat dengan Instagram. Untuk dapat menggunakannya secara maksimal, Anda harus sudah memiliki akun Instagram. Tanpa akun Instagram, Anda dapat membaca unggahan pengguna lain, tetapi Anda tidak dapat mengunggah, berkomentar, atau berinteraksi dengan mereka sendiri. Fungsi Threads sangat mirip dengan platform X (sebelumnya Twitter).
Threads memungkinkan Anda untuk berbagi pesan singkat yang dapat diperluas menjadi percakapan yang lebih panjang. Gambar, video, dan tautan juga dapat diintegrasikan ke dalam unggahan. Teks informasi di aplikasi Threads untuk penggunaan tanpa akun. Konten di Threads juga dapat dibaca tanpa akun. Namun, jika Anda ingin mengunggah, berkomentar, dan menyukai, Anda memerlukan profil Anda sendiri. Teks informasi di aplikasi Threads untuk profil pribadi dan publik.
Threads menawarkan banyak kategori yang memungkinkan saat melaporkan konten. Usia minimum Threads menetapkan usia minimum 13 tahun dalam ketentuan penggunaan platform. Di Google Play Store, Threads dirilis mulai usia 12 tahun. Threads juga tersedia di Apple App Store mulai usia 12 tahun. Tautan dengan Instagram Untuk menggunakan Threads sepenuhnya, diperlukan akun Instagram. Tidak mungkin hanya membuat akun Threads. Oleh karena itu, orang tua harus ingat bahwa anak mereka kemungkinan besar akan menggunakan kedua platform tersebut.
RISIKO PADA APLIKASI THREADS
Semua pengguna dapat mempublikasikan konten di thread, mungkin juga ada teks, gambar, dan video dengan konten ilegal atau dewasa. Meskipun konten tersebut melanggar pedoman thread, konten tersebut mungkin tetap terlihat di platform sampai ditemukan dan dihapus. Konten tersebut dapat berupa, misalnya, disinformasi, pengagungan perilaku melukai diri sendiri, ekstremisme politik atau agama. Thread memungkinkan interaksi dengan orang asing. Oleh karena itu, ada risiko pelecehan dan perundungan siber. Oleh karena itu, penting untuk mengawasi penggunaan media dengan cara yang sesuai usia.
CARA MENGHADAPI KOMENTAR KASAR HATERS
Menerima komentar kasar di Threads bisa terasa menyakitkan, terutama ketika kritik tersebut bersifat pribadi, bernada sumbang, menyerang, dan disampaikan di depan publik. Ketika hal ini terjadi, Anda harus tahu cara meresponnya supaya Anda dapat melindungi kesehatan mental dan rasa percaya diri Anda.
1. HINDARI REAKSI IMPULSIF & SPONTAN
Banyak komentar kasar ditulis berdasarkan emosi, dan membalas saat sedang marah sering kali justru memperburuk keadaan. Netizen sebaiknya berpikir dan mengambil jeda sejenak sebelum memposting atau membalas sesuatu. Apakah sebuah komentar bermanfaat, benar, atau justru menyakitkan dapat mencegah konflik atau pertengkaran. Hal ini akan memberikan waktu bagi emosi untuk mereda dan membantu seseorang berpikir lebih jernih. Media sosial mendorong reaksi cepat, tetapi tidak semua pikiran perlu langsung dipublikasikan.
Diam sering kali lebih kuat daripada perdebatan impulsif. Komentar negatif tidak menentukan nilai dari diri seseorang. Jangan terlalu cepat menghakimi. Terkadang humor dan ketenangan justru lebih efektif meredakan situasi dibanding membalas dengan kemarahan. Respons yang sopan — atau bahkan memilih untuk tidak merespons sama sekali — menunjukkan tingkat kedewasaan yang lebih besar daripada melanjutkan konflik di depan publik.
2. TETAP TENANG & JANGAN TERPANCING
Orang toxic ingin mengontrol emosimu, membuatmu marah, menarikmu ke level mereka. Saat kamu tetap tenang, mereka kehilangan “kemenangan” itu. Perilaku toxic ini mengajarkan pentingnya menjaga batas emosional. Tidak semua kritik perlu dibalas, dan tidak semua opini layak menghabiskan energi emosional kita. Belajar tetap tenang, menghindari perdebatan yang tidak perlu, dan menjaga ketenangan pikiran adalah kemampuan penting di era digital. Ketika seseorang merespons dengan tenang, dewasa, atau penuh pengertian, dampaknya sering lebih kuat daripada kebencian itu sendiri.
Penting juga untuk membedakan antara kritik yang membangun dan sekadar komentar negatif. Komentar kasar sering kali lebih mencerminkan suasana hati, rasa insecure, atau keinginan mencari perhatian dari si pemberi komentar daripada orang yang menjadi targetnya. Beberapa komentar mungkin mengandung masukan yang berguna meskipun disampaikan dengan cara yang kurang baik. Ada juga komentar yang memang hanya bertujuan memancing reaksi. Kenali perbedaannya dan jangan buang-buang energi untuk hal yang tidak penting.
Empati juga merupakan sikap yang penting. Di balik setiap akun terdapat manusia nyata dengan perasaan, perjuangan, dan pengalaman hidup masing-masing. Candaan atau komentar kasar yang terlihat biasa bagi satu orang bisa sangat menyakitkan bagi orang lain. Memperlakukan orang lain dengan kebaikan dasar membantu menciptakan lingkungan online yang lebih sehat.
Perilaku yang baik di Threads juga termasuk menghormati batasan orang lain. Tidak semua orang ingin berdebat, menerima kritik, atau menghadapi komentar negatif terus-menerus di unggahan mereka. Jika sebuah percakapan mulai menjadi toxic, pengguna perlu tahu kapan harus berhenti daripada memperkeruh keadaan.
3. GUNAKAN FITUR PLATFORM
Threads memungkinkan pengguna untuk mute, restrict (membatasi), memblokir, atau melaporkan akun yang merugikan. Menjaga ketenangan diri bukanlah tanda kelemahan; itu adalah bentuk menetapkan batasan. Platform itu sendiri juga dapat mengambil tindakan. Threads memiliki pedoman komunitas dan sistem moderasi. Akun yang berulang kali melanggar aturan dapat mengalami penghapusan konten, pembatasan sementara, suspensi, hingga pemblokiran permanen.
4. KONSEKUENSI HUKUM
Pengguna medsos sebaiknya memahami aturan yang berlaku sebelum menganggap bahwa semua ucapan di internet bebas dari konsekuensi. Komentar kasar atau toxic di medsos dapat menimbulkan konsekuensi hukum di dunia nyata, terutama ketika perilaku online sudah melewati batas dari sekadar opini menjadi pelecehan, ancaman, pencemaran nama baik, atau ujaran kebencian. Tidak semua komentar negatif otomatis menjadi tindak pidana. Biasanya harus dilihat unsur penghinaan, fitnah, niat menyerang reputasi, serta bukti elektroniknya.
Walaupun hukum berbeda di setiap negara, banyak pemerintah sekarang menganggap pelanggaran serius di internet sama pentingnya dengan pelanggaran di kehidupan nyata. Di Indonesia, ucapan di internet juga dapat terkena aturan dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) dan hukum pencemaran nama baik, yang memiliki konsekuensi serius jika seseorang dilaporkan karena perilaku online yang merugikan orang lain.
PENCEMARAN NAMA BAIK (DEFAMATION)
Jika seseorang menyebarkan informasi palsu yang merusak reputasi orang lain, korban dapat menggugat secara hukum. Hal ini bisa berupa tuduhan palsu, penyebaran fitnah, atau manipulasi informasi yang ditampilkan seolah-olah fakta. Pasal 27A UU ITE yang mengatur tentang penghinaan atau pencemaran nama baik melalui media elektronik.
Orang yang menyerang kehormatan atau nama baik orang lain di internet dapat dikenakan pidana, ancaman hukuman penjara maksimal 2 tahun, dan denda maksimal 400 juta rupiah. Pengadilan juga dapat memerintahkan pembayaran ganti rugi atau permintaan maaf secara publik. Selain UU ITE, pencemaran nama baik juga diatur dalam KUHP, seperti:
- Pasal 310 KUHP (pencemaran nama baik)
- Pasal 311 KUHP (fitnah)
- Pasal 315 KUHP (penghinaan ringan).
PELECEHAN & CYBERBULLYING
Penghinaan berulang, intimidasi, ancaman, atau serangan yang terus-menerus kepada seseorang dapat melanggar hukum terkait pelecehan online. Jika komentar menyebabkan rasa takut, tekanan mental, atau ancaman terhadap keselamatan seseorang, pihak berwenang dapat melakukan penyelidikan.
Cyberbullying bisa dijerat menggunakan beberapa pasal tergantung bentuk perbuatannya, seperti:
- Pasal 29 UU ITE (ancaman kekerasan)
- Pasal 28 ayat (2) UU ITE (ujaran kebencian)
- UU Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) tentang penyebaran data pribadi (doxing)
Ancaman kekerasan juga dianggap sangat serius. Bahkan komentar yang dianggap “bercanda” dapat menjadi masalah hukum jika mengandung ancaman fisik atau intimidasi. Aktivitas di media sosial sering dapat dilacak dan dijadikan bukti dalam penyelidikan.
Ada konsekuensi terkait ujaran kebencian (hate speech). Beberapa negara melarang ucapan yang mendorong kebencian atau diskriminasi berdasarkan ras, agama, kewarganegaraan, gender, atau identitas tertentu. Pengguna yang menyebarkan konten diskriminatif dapat menghadapi pemblokiran akun, tuntutan hukum, atau hukuman pidana tergantung hukum yang berlaku.
Jangan menyebarkan kebencian, rumor, atau informasi palsu. Informasi yang salah dapat merusak kepercayaan dan menyakiti orang lain dengan sangat cepat di dunia online. Setiap orang bertanggung jawab memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya ke publik dan menghindar dari perundungan online atau “cancel culture.”
Di luar masalah hukum, komentar toxic juga dapat membawa konsekuensi sosial dan profesional. Perusahaan, sekolah, universitas, dan organisasi sering memeriksa aktivitas media sosial publik. Postingan ofensif dapat merusak reputasi, menghilangkan kesempatan kerja, atau menyebabkan tindakan disipliner meskipun tidak melanggar hukum pidana.
5. SUPPORT SYSTEM
Dukungan dari orang-orang terpercaya juga penting. Berbicara dengan teman, keluarga, atau komunitas online yang suportif dapat mengurangi dampak emosional dari komentar negatif. Suara-suara positif membantu menyeimbangkan pengaruh komentar yang menyakitkan.
PENGATURAN KEAMANAN PROFIL
Akun anak di bawah umur diatur menjadi pribadi saat pertama kali mendaftar. Namun, opsi untuk membuat akun publik juga disediakan. Menu di aplikasi Threads yang menunjukkan fungsi pelaporan dan pemblokiran. Mengklik tiga titik di sebelah unggahan akan membuka menu untuk pelaporan dan pemblokiran. Membisukan dan menyembunyikan juga tersedia sebagai pilihan. Menu di aplikasi Threads yang menunjukkan opsi pelaporan.
Pengaturan keamanan Profil di Threads dapat diatur sebagai "publik" atau "pribadi". Akun pengguna di bawah usia 18 tahun akan diatur sebagai "pribadi" saat pertama kali masuk. Hal ini juga berlaku jika akun Instagram yang terhubung adalah "publik". Namun, saat Anda mendaftar, Anda akan langsung ditawari opsi untuk mengatur akun Anda menjadi "publik" hanya dengan sekali klik. Oleh karena itu, pengaturan keamanan default sangat mudah untuk dilewati. Konten yang diposting oleh akun pribadi hanya terlihat oleh pengikut akun tersebut dan hanya mereka yang dapat berinteraksi dengan konten tersebut. Perbedaan pasti antara profil publik dan pribadi dapat ditemukan di halaman informasi Threads.
Untuk mengatur akun menjadi "pribadi":
- Klik profil di kanan bawah
- Klik dua garis di kanan atas (pengaturan)
- Klik "Privasi"
- Aktifkan "Profil pribadi".
PARENTAL CONTROL
Kontrol Orang Tua mencakup fitur-fitur berikut:
- Melihat waktu yang dihabiskan di Instagram dan Threads
- Menetapkan batas waktu harian untuk Instagram dan Threads
- Menetapkan waktu istirahat untuk Instagram dan Threads
- Melihat daftar semua pengikut atau akun yang diikuti
- Pemberitahuan tentang pengikut baru dan akun baru yang diikuti
- Melihat pengaturan privasi dan konten sensitif
- Wawasan tentang akun yang diblokir
Cara menemukan pengawas orang tua di Threads:
- Klik profil di kanan bawah
- Klik dua garis di kanan atas (pengaturan)
- Klik "Akun"
- Klik "Pengawas orang tua".
LAPORKAN, HAPUS & BLOKIR
Threads menawarkan opsi untuk menghapus atau melaporkan konten. Akun yang tidak lagi ingin Anda ajak berinteraksi juga dapat diblokir. Ini memungkinkan Anda untuk melaporkan, menghapus, atau memblokir postingan: Jika Anda mengklik tiga titik di sebelah postingan, menu dengan berbagai pilihan akan terbuka. Orang tua harus membiasakan anak-anak mereka dengan fungsi-fungsi ini sebagai tindakan pencegahan dan menawarkan bantuan jika ada masalah dalam menggunakan thread. Better safe than sorry.



