Showing posts with label musician. Show all posts
Showing posts with label musician. Show all posts

Thursday, March 12, 2026

Panen Prestasi Jelia's Piano Studio | Liputan Graduation Piano Recital

“PANEN PRESTASI 
JELIA’S PIANO STUDIO”
Liputan Graduation Piano Recital


Pembelajaran Musik Piano, dalam esensinya bukanlah sekedar kursus keterampilan. Lebih dari itu, pembelajaran Musik Piano adalah sebuah PERSONAL ENRICHMENT atau pengayaan pribadi. Oleh sebab itu, pembelajaran Musik Piano adalah skala berproses. Dengan demikian, pembelajaran Musik Piano adalan PENDIDIKAN. Hasil akhirnya tentu bukan pianis-pianis unggul ala beruang sirkus, melainkan pribadi-pribadi anak bangsa yang berbudaya dan berakhlak baik karena kehalusan karsa melalui musik.



Itulah prestasi yang selama napak tilasnya dalam kurun lebih dari satu dasawarsa berhasil diraih oleh JELIA’S PIANO STUDIO dengan Direksi Ibu Jelia Megawati Heru, M.Mus.Edu. Pada 8 Maret 2026, Jelia’s Piano Studio menggelar Konser yang merupakan PANEN PRESTASI. Konser tersebut sebetulnya adalah Graduation Concert, sebuah konser kelulusan. 


Kenneth Joavel Prawira, ARSM


Ada enam siswa yang sudah menamatkan Grade 8 ABRSM (Associated Board of the Royal Schools of Music)dan RSL Awards dengan hasil rata-rata DISTINCTION. Siswa tsb adalah Claire Jane Tumbuan-Kwok, Kenneth Nathaniel Tjan, Audrey Natalie Utama, Florencia Erin Tajuni, Clarisse Elaine Huang, dan Ken Ananta HuangSatu orang siswa meraih gelar ARSM Diploma (Associate of the Royal Schools of Music) for Music Performance in Piano dari ABRSM, yaitu Kenneth Joavel Prawira dan satu orang, dalam usianya yang masih sangat belia meraih gelar LRSM (Licenciate of the Royal Schools of Musicfor Music Performance in Piano dari ABRSM, yakni Nicholas Patrick Wiranata. Sungguh sebuah panen prestasi yang patut dibanggakan.

Wednesday, March 11, 2026

Bunga Rampai dari Nicholas | Liputan Graduation Solo Piano Recital dari Nicholas Patrick Wiranata | Staccato, April 2026

“BUNGA RAMPAI DARI NICHOLAS”
Liputan Graduation Solo Piano Recital dari Nicholas Patrick Wiranata
Staccato, April 2026

Namanya NICHOLAS PATRICK WIRANATA. Putra dari Wiranata Kemala Teng dan Evie Lukman. Ia biasa dipanggil Nick. Usianya masih sangat belia. Nick adalah gambaran sosok yang tidak hingar bingar flexing di medsos, namun ia mengukir prestasi yang mestinya bisa menginspirasi banyak orang muda sekaligus menorehkan kebanggaan prestisius bagi Indonesia.

 

Pada tanggal 8 Maret 2026 di Yùn Artified, Nick menggelar bunga rampai dalam graduation solo piano recitalnya dalam rangka kelulusannya meraih gelar LRSM (Licenciate of the Royal Schools of Musicfor Music Performance in Piano dari Associated Board of The Royal Schools of Music (ABRSM) pada Januari 2026 lalu.



Saturday, February 14, 2026

KEMILAU DI AWAL WARSA | Gelar LRSM bagi Nicholas Patrick Wiranata | Staccato, March 2026

“KEMILAU DI AWAL WARSA”
(Gelar LRSM bagi Nicholas Patrick Wiranata)
Staccato, March 2026


Bagi pembaca Staccato, nama Nicholas Patrick Wiranata, tentu sudah tidak asing. Nick berkali-kali mengharumkan nama Indonesia di berbagai ajang Kompetisi Piano Internasional. Beberapa kali melakukan debut konser internasional dengan sukses dalam ajang Chopin Avenue  di Polandia dan 1st Prize for category 13-15 y.o Piano Solo dalam Final round & Final Top Winner Recital of Wien International Young Musicians Music Competition (W-IYMMC) pada Juli 2025 di Wina, Austria. Profil nya pun beberapa kali ditampilkan majalah Staccato, tentu sebagai inspirasi bagi para siswa piano di tanah air.


 

Pada akhir tahun 2023, seorang Nicholas Patrick Wiranata berhasil meraih gelar Associate of the Royal Schools of Music (ARSM) for Music Performance in Piano dengan predikat Distinction. Pada awal tahun 2026, Nicholas berhasil meraih gelar Licenciate of the Royal Schools of Music (LRSM) for Music Performance in Piano dari Associated Board of The Royal Schools of Music (ABRSM), London, Inggris. LRSM merupakan sebuah gelar akademik yang bergengsi di dunia musik. Sebuah kualifikasi diploma musik tingkat tinggi (Level 6) dari ABRSM yang setara dengan studi pascasarjana (Bachelor), dimana musisi ditantang untuk menunjukkan keahlian teknis dan musikalitas yang tinggi dalam bidang musik pertunjukan atau pengajaran musik.

Thursday, January 1, 2026

Kontroversi Chopin Piano Competition | by: Jelia Megawati Heru | Staccato, January 2025

KONTROVERSI 
CHOPIN PIANO COMPETITION
By: Jelia Megawati Heru
Staccato, January 2025


Kompetisi merupakan topik kontroversial dalam dunia Musik Klasik. Komposer asal Hungaria Béla Bartók mengatakan bahwa kompetisi ditujukan untuk kuda, bukan musisi. Pianis virtuoso asal Rusia, Vladimir Horowitz juga menentang kompetisi piano, alasannya keputusan juri lebih sering didasarkan pada persaingan profesional daripada bakat peserta.

 

Karier yang gemilang tidak selalu dijamin oleh kemenangan kompetisi. Banyak pemenang Chopin telah tenggelam dalam ketidakjelasan, dan beberapa nama besar di piano klasik tidak pernah memenangkan kejuaraan apapun. Salah satunya adalah Yuja Wang.

 

Mereka yang mendukung adanya kompetisi piano berpendapat, bahwa kompetisi penting untuk menemukan bakat baru dan memulai karier internasional. Tetapi ada pihak yang menentang dan berargumen bahwa kompetisi tersebut justru menghambat musikalitas dengan berfokus pada kesempurnaan teknis, dan lebih mengutamakan kesesuaian daripada orisinalitas. 



OLIMPIADE PIANO

Kompetisi Piano Internasional Fryderyk Chopin ke-19, yang diselenggarakan oleh Fryderyk Chopin Institute Polandia, berlangsung dari 2 hingga 23 Oktober 2025. Diadakan setiap lima tahun di sekitar hari peringatan kematian Chopin, kompetisi ini adalah salah satu acara musik tertua dan paling bergengsi dari jenisnya di dunia. Pemenang yang mencakup legenda seperti Maurizio Pollini (1960), Krystian Zimerman (1975), dan Martha Argerich (1965), Seong-Jin Cho (2015), Yundi Li (2000), Yuliana Avdeeva (2010), dan ketua juri tahun ini, Garrick Ohlsson (1970).

 

Tidak seperti kompetisi lainnya, kontestan dalam Kompetisi Chopin hanya memainkan karya dari satu komposer. Tiket untuk acara tersebut, yang mulai dijual satu tahun lalu, terjual habis dalam hitungan menit. Berkat siaran langsung, audiens yang lebih besar dapat menyaksikan dari jarak jauh untuk melihat para kontestan bergulat dengan beberapa musik paling sulit dalam repertoar piano.

Monday, December 1, 2025

SENI MENGKRITIK | by: Jelia Megawati Heru | Staccato, December 2025

SENI MENGKRITIK
By: Jelia Megawati Heru
Staccato, December 2025

 

“Advice is like the snow. The softer it falls, 

the longer it dwells upon and the deeper it sinks into the mind”

Samuel Taylor Coleridge

 

GURU PIANO SEBAGAI “TEMAN KRITIS”

Hanya karena seseorang adalah pianis yang hebat, bukan berarti ia akan menjadi guru yang hebat. Pianis yang paling terkenal belum tentu bisa mengajari orang lain bermain piano. Sementara beberapa guru piano yang hebat mungkin sama sekali tidak terkenal. Don’t judge a book by its cover, ujar George Eliott, artinya jangan menilai seseorang dari penampilannya, karena yang terlihat di luar belum tentu mencerminkan kualitas sebenernya.

 

Salah satu peran guru piano adalah membantu siswanya meningkatkan kemampuan bermain piano mereka. Mendengarkan siswa bermain, mengidentifikasi letak problem, dan memberikan saran perbaikan tentu bukan satu-satunya tugas guru piano, tetapi hal ini akan menjadi ciri utamanya. Caranya? Memberikan advis lewat kritik yang membangun dan bukan mengomel. Tidak seorangpun guru yang ingin menjadi "polisi" yang ditakuti! Dalam artikel ini, akan ada tips cara memberikan kritik yang bermanfaat, mendorong kemajuan positif, dan pembelajaran yang antusias.

Friday, May 2, 2025

EFEK NEGATIF MEDSOS BAGI MUSISI - by: Jelia Megawati Heru | Staccato, May 2025

EFEK NEGATIF MEDSOS
BAGI MUSISI
By: Jelia Megawati Heru
Staccato, May 2025


Miliaran orang terhubung di seluruh dunia melalui berbagai platform media sosial, dari Snapchat hingga Instagram, hingga TikTok. Berbagai platform media sosial telah menjadi cara yang mudah bagi seseorang untuk memperluas jangkauan dan mengembangkan "merek" pribadi mereka, baik mereka adalah seorang individu, artis, influencer, CEO, dan musisi. 



PERSONAL BRANDING

Penggunaan media sosial oleh artis individu - dan khususnya, musisi klasik membentuk "budaya musik klasik." Meskipun niat awalnya mungkin untuk terhubung dan membangun network, musisi sekarang sering menggunakan media sosial sebagai cara untuk mempromosikan diri mereka (personal branding) tanpa malu-malu dengan berbagai humor dan gaya yang mereka pamerkan setiap saat, mengikuti trending, dan FOMO (Fear of Missing Out). Hal ini sayangnya tidak selalu “sehat”. 

 

Mengembangkan merek untuk diri sendiri berarti menempatkan beban di atas kehidupan yang sudah penuh tekanan bagi seorang musisi, baik di dalam maupun di luar ruang latihan. Sementara platform medsos ini dirancang untuk “menjebak” penggunanya dalam siklus tanpa akhir dari doom scrolling, menonton iklan, dan promosi merek. Jadi, sementara perusahaan-perusahaan besar ini memprioritaskan keuntungan mereka, musisi dan kita semua, sejujurnya - harus berusaha untuk memprioritaskan keaslian dan kelangsungan seni yang sustainable untuk jangka panjang daripada engangement yang viral namun hanya bertahan sebentar.