Wednesday, November 1, 2023
KONTROVERSI HANON: "TO HANON OR NOT TO HANON?" | by: Jelia Megawati Heru | Staccato, November 2023
Monday, October 2, 2023
Berjaya Lewat Keterpurukan: Memaknai Kekalahan Dalam Kompetisi | by: Jelia Megawati Heru | Staccato, October 2023
Artikel kali ini mungkin anti-mainstream. Kali ini penulis tidak akan membahas bagaimana tips untuk memenangkan sebuah kompetisi, tetapi sebaliknya apa yang Anda akan lakukan jika Anda kalah? Mengapa? Karena dalam hidup tidak selamanya kita akan selalu berada diatas. Itu mah film, Bund! Ketika Anda tidak memenangkan suatu pertandingan, apakah berarti Anda adalah seorang pecundang (loser), tidak berbakat, dan Anda akan menangis lalu menyerah begitu saja?
Mana ada superhero yang menang melulu! Superhero justru adalah orang yang mengalami ketidakadilan, keterpurukan, kesepian, naas, mungkin ia kehilangan semuanya, termasuk orang yang dikasihinya, namun ia justru bangkit dari semua itu dan memenuhi takdirnya. Alur cerita akan menjadi anti klimaks, jika seorang superhero menyerah.
Ad maiora natus sum: we are born to aim for greater things. Kita lahir untuk hal-hal besar. Hal besar itu lebih daripada dirimu sendiri, lebih dari kepentingan empat tembok rumahmu dan egomu. Hal-hal besar itu seluas langit, seluas dunia, seluas bumi, disitulah kita berkarya. Dari situ kita menyadari bahwa kita bisa berbuat lebih dari diri kita yang sekarang ini.
Saturday, September 2, 2023
Strategi Menghafal Musik | by: Jelia Megawati Heru | Staccato, September 2023
KEBIASAAN BERLATIH YANG BAIK
Menghafal sebuah karya musik seringkali menjadi momok dan membuat frustrasi. Mengapa? Karena walaupun Anda sudah berlatih berjam-jam, ternyata hasilnya tidak sesuai dengan ekspektasi. Emotional damage.
Menghafal karya musik dimulai dengan kebiasaan latihan yang baik. Persiapan adalah kuncinya. Menghafal dengan cara tradisional akan membutuhkan berjam-jam latihan. Kiat-kiat berikut diharapkan akan mengurangi waktu yang diperlukan bagi Anda untuk menghafal sebuah karya musik supaya kerja keras Anda tidak sia-sia. Kiat-kiat ini melibatkan strategi komprehensif yang dapat membantu siapa pun menguasai keterampilan bermusik. Semoga tips ini berguna dan Anda bisa menggunakannya dalam rutinitas Anda untuk berlatih lebih efektif.
1. S-L-O-W, BUT SURE
Berlatihlah secara perlahan dalam tempo yang pelan dan bertahap. Berlatih dengan tempo lambat sangat penting untuk menguasai not, fingering, dan dinamika lagu yang benar, dan memberi otak Anda waktu untuk memproses informasi baru. Idealnya, Anda harus bisa memainkan lagu yang sudah dihafal dalam tempo apa pun: lambat, sedang, dan cepat. Pastikan Anda memainkan semua elemen dengan benar! Jaga ritme dan lakukan yang terbaik. Analisalah kesalahan yang Anda buat, dan berkonsentrasilah pada area tersebut.
Tuesday, August 1, 2023
HARUSKAH MENGHAFAL MUSIK? | by: Jelia Megawati Heru | Staccato, August 2023
MENGAPA PIANIS MENGHAFAL KARYA MUSIK?
Menghafalkan musik membantu pianis untuk bermain dengan ekspresi musik yang lebih baik daripada membaca partitur. Menghafal juga membantu jika pianis harus menampilkan repertoar dengan tuntutan teknis yang tinggi, sehingga akurasi nada lebih konsisten, meningkatkan kecepatan dan ketepatan.
Selain itu menghafal musik juga menghilangkan kebutuhan untuk membalik halaman, menghilangkan jeda dalam musik, dan mengembangkan keterampilan untuk tampil dibawah tekanan. Siswa dapat memanfaatkan keterampilan ini ke dalam presentasi, wawancara kerja, berbicara di depan umum, dan aspek dari kehidupan non-musikal lainnya.
Menghafal musik biasanya dilakukan oleh para solois dan bukan untuk permainan kolaboratif, seperti musik kamar atau duet. Ini adalah praktik yang sudah ada sejak tahun 1800-an dan telah menjadi standar profesional dalam konser piano solo.
Jadi apakah harus menghafal musik? Bagi yang ingin berprestasi sebagai performer, jawabannya adalah mutlak “YA!”. Menghafal musik memberi Anda kebebasan artistik yang lebih besar dalam teknik penampilan Anda dan membantu Anda menguasai keterampilan improvisasi dengan cepat. Lalu bagaimana dengan yang bukan profesional? Jika Anda adalah seorang murid, menghafal adalah keterampilan yang perlu dikembangkan juga. Anda harus mengenali cara terekfektif untuk mempelajari musik dengan gaya belajar Anda sendiri.
Tuesday, July 11, 2023
Debut Internasional Pertama Bagi Nicholas | Staccato, August 2023
Nicholas Patrick Wiranata lahir dan besar di Jakarta. Sejak kecil, Nick, begitu ia biasa disapa, sudah menampakkan bakat musiknya. Ia sudah mulai ber-beat box. Bakat ini disadari oleh orang tuanya, Bp.Wiranata Kemala Teng dan Ibu Evie Lukman. Mereka mencari guru piano professional untuk membina perkembangan bakat Nick dan mereka sangat beruntung. Melalui dr. Dario Turk Sp.OG, dokter yang membantu persalinan Ibu Evie, mereka diperkenalkan dengan seorang music educator terkemuka lulusan Jerman, yaitu Ms. Jelia Megawati Heru, M.Mus.Edu.
Dibawah bimbingan Ms. Jelia, bakat musik Nick berkembang dengan sangat pesat. Ia mendapatkan bukan saja hanya pelajaran berpiano, melainkan juga pendidikan dalam bidang musik. Baru 6 bulan belajar piano, Nick sudah ikut dalam konser siswa dan penampilannya sangat memukau para hadirin.
Pada usia 11 tahun, Nick telah menyelesaikan ujian Classical Piano grade 8 dengan gemilang. Dia selalu mendapatkan predikat super distinction (bahkan nyaris sempurna: 99!) dan menerima empat Rockstar Awards untuk piano grade 5, 6, 7, dan 8 karena mendapatkan nilai tertinggi di seluruh Indonesia (high scorer). Selain kecemerlangan prestasinya, Nick juga berhasil meraih Juara ke-1 Kompetisi Musik e-Rockfest 2021 yang diadakan oleh RSL Awards Asia.
Saturday, July 1, 2023
Schumann's Advice to Young Musician | by: Jelia Megawati Heru | Staccato, July 2023
Robert Schumann adalah seorang komposer dan kritikus Jerman berwawasan ke depan pada zamannya. Schumann merupakan seseorang yang jenius yang unik tidak hanya karena musiknya yang besar dan beragam, tetapi juga karena ia memperjuangkan dan mendukung musisi lain, serta mengajar, menulis, dan mendorong musisi muda yang bercita-cita tinggi.
Walau ia mengalami gangguan bipolar dan tidak pernah menjadi pianis virtuoso seperti yang ia harapkan, ia menulis beberapa musik terhebat di era Romantik untuk piano dan Lieder. Musiknya mengantisipasi banyak tren yang akan berkembang dalam 150 tahun setelah kematiannya, dan banyak komposer besar mengakui pengaruhnya yang revolusioner.
Salah satunya pada tahun 1848 Schumann menulis sebuah buku yang berisi nasihatnya untuk para musisi muda “Schumann’s Advice to Young Musicians” (Nasihat Robert Schumann untuk Musisi Muda) untuk mengiringi Albumnya yang populer di masa itu, yaitu “Album für die Jugend, Op. 68” (Album for the Young, Op. 68) – sebuah rangkaian karya piano untuk anak-anak dan siswa.
Sunday, June 11, 2023
Rockstar Award 2023 | Jelia's Piano Studio: The Best Private Studio of The Year!
Menyebut nama Jelia Megawati Heru, M.Mus.Edu, identik dengan menengarai Pendidikan Musik Piano di tanah air. Seorang Jelia adalah music educator alumnus Jerman, menulis beberapa buku tentang Pengetahuan Dasar Musik Teori dan Musik Piano, seminator, penulis artikel majalah musik, editor buku, dan tentu saja seorang pianis dan guru yang sangat baik.
Melalui binaannya, sudah teramat banyak remaja dan anak-anak yang mengharumkan nama Indonesia dalam musik piano di kancah Internasional. Berbagai penghargaan Internasional bergengsi pun kerap kali diterimanya. Best Teacher Award dari Chopin Avenue tahun 2022 dan 2023, Outstanding & Honorable Teacher Award in La Pianista Jakarta Piano Competition 2023, serta berbagai penghargaan lain dalam negeri. Pada Sabtu 10 Juni 2023, JELIA’S PIANO STUDIO, meraih penghargaan yang ketiga kalinya berupa ROCKSTAR AWARD dari RSL Awards, London, Inggris. Penganugerahan Rockstar Award ini berturut-turut diterima Jelia’s Piano Studio pada tahun 2021 dan 2022 sebagai The Best Private Studio of The Year.
Monday, June 5, 2023
Frei aber Froh (Free but Happy) - Understanding Brahms | by: Jelia Megawati Heru | Staccato, June 2023
THE THREE B’s
Robert Schumann memproklamasikannya sebagai MESIAS dalam Musik ketika dia baru berusia 20 tahun. Ungkapan "tiga B" (Bach, Beethoven, dan Brahms) diciptakan setelah simfoni pertama Brahms ketika dia belum berusia genap 40 tahun.
Komposer dan pianis asal Jerman periode Romantis ini menulis simfoni, konser, musik kamar, karya piano, komposisi paduan suara, dan lebih dari 200 pieces. Brahms adalah ahli gaya simfoni dan sonata yang hebat pada abad ke-19 yang meneruskan tradisi Joseph Haydn, Wolfgang Amadeus Mozart, dan Ludwig van Beethoven. Tapi apa yang membuat komposer ini begitu istimewa? Simak dalam artikel kali ini!
MASA KECIL BRAHMS YANG KELAM
Johannes Brahms lahir pada tahun 1833, putra dari Johann Jakob dan Johanna Christiane Brahms. Dia memiliki seorang kakak perempuan, Elisabeth, dan seorang adik laki-laki, Fritz. Kedua orang tua tahu bahwa mereka memiliki anak yang sangat berbakat dan memberi Brahms guru musik dan pendidikan sebanyak yang mereka mampu.
Sunday, April 30, 2023
The Sound of Feeling: Memainkan Musik dengan Ekspresif | by: Jelia Megawati Heru | Staccato, May 2023
Sebagai seorang pianis, adalah penting membangun keterampilan Anda untuk memiliki kontrol teknik atas instrumen dan memori otot yang baik. Tetapi bermain piano tidak sesederhana itu. Memainkan not dan ritme yang tepat dan presisi, tidaklah cukup. Jika Anda belum bisa mengkomunikasikan ide dari musik yang Anda mainkan dan tidak dapat menggerakkan pendengarnya, apa gunanya semua latihan yang Anda lakukan?
Apa yang menggerakkan pendengar? UNSUR EMOSI. FEELING. EKSPRESIF. Apapun itu namanya, memasukkan unsur emosi ke dalam musik itu penting karena tanpa itu pianis terdengar identik satu sama lain. Itulah yang membedakan satu pianis dengan yang lainnya dan membuatnya UNIK.
Mencapai ekspresi musik selalu menjadi elemen yang paling sulit untuk dikuasai. Memainkan karya musik secara ekspresif membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk berkembang, dan pengaruh seorang guru dapat berdampak besar pada hal itu.
Dalam genre Musik Jazz, Pop, atau Rock, Anda mungkin bisa mengeksplorasi dinamika dengan kontras atau bahkan tingkat ekstrem untuk menarik penonton. Bagaimana dengan Musik Klasik? Dalam Musik Klasik mungkin musik pada zaman Baroque tentunya tidak akan seekpresif seperti zaman Romantik, namun tetap ada ruang untuk berekspresi.
Saturday, April 1, 2023
Mengelola Stress Pada Pianis | by: Jelia Megawati Heru | Staccato, April 2023
EMOSI YANG TIDAK SEIMBANG
Musik memberikan kita kebebasan untuk berekspresi. Emosi adalah aspek yang penting dari dasar kemanusiaan kita. Semakin dalam emosi yang ditunjukkan dalam musik – menjadikannya pengalaman yang jauh lebih kuat bagi para pendengarnya. Tetapi ketika emosi itu tidak seimbang, hal ini bisa menjadi masalah dan membuat kita labil, merasa terombang-ambing, dan merasa hancur. Hal ini menjadi tantangan bagi para pianis, karena ayunan bolak-balik dari kegembiraan yang berlebihan hingga kekecewaan yang mengerikan berpotensi menjadi gambaran dunia emosionalnya sehari-hari.
LANSKAP DUNIA PARA PIANIS
Dunia piano bisa menjadi dunia yang sangat kompetitif, membosankan, dan sepi. Pianis dihadapkan pada situasi dimana ia harus terlibat dengan emosinya sendiri, emosi komposer yang paling kreatif dalam sejarah secara mendalam dalam sebuah pertunjukkan dengan publik.
Pianis juga sering bekerja dalam kesendirian dan terisolasi, belum lagi tur/konser, dan jam mengajar yang antisosial dan membebani fisik. Mereka mengunci diri di ruang latihan selama berjam-jam, mengulang beratus-ratus kali agar bisa memainkan satu karya dengan sempurna. Pianis harus bersaing dengan kompetitor lain dan bisa membuat banyak orang merasa rendah diri dan gagal.
Pertanyaannya, jika Anda berlatih begitu banyak, akankah Anda masih tetap memiliki kecintaan dan emosi yang mendalam? Atau sebaliknya malah akan menghancurkan kecintaan mereka pada musik, dihinggapi virus kebosanan, dan kehilangan arah mengapa mereka memainkan musik?





