Monday, November 1, 2021
Tipe-Tipe Murid di Kelas Musik Online | by: Jelia Megawati Heru | Staccato, November 2021
Friday, October 1, 2021
KETIKA AJAL MENJEMPUT | by: Jelia Megawati Heru | Staccato, October 2021
Sejarah Musik Klasik penuh dengan kematian tokoh komposer di usia muda yang terkadang tragis dan mengerikan. Mulai dari kecelakaan yang tidak terelakkan, malapetaka, penyakit yang tidak bisa disembuhkan, hingga kematian yang misterius. Hal terakhir yang dilakukan atau dikatakan seseorang memiliki daya tarik, kepedihan, misteri, pesan, dan makna tersendiri. Musik liar dan luhur yang dituliskan di ranjang kematian mereka. Bagaimana mereka mati begitu muda, apa yang mereka capai dalam hidup mereka, dan dalam keadaan apa mereka mati? Apa peninggalan dan karya musik mereka untuk dunia?
KATA-KATA TERAKHIR
“There is a door I have closed until the end of the world.”, ujar Joseph Hadyn yang tenggelam dalam kepikunan dan tidak kuasa untuk menyelesaikan String Quartet terakhirnya. “More light!”, ujar Johann Wolfgang von Goethe. “Mozart, Mozart!”, ujar Gustav Mahler. "Plaudite, amici, comedia finita est" ("Applaud, my friends, the comedy is over") dan "I shall hear in heaven", ujar Ludwig van Beethoven. Johannes Brahms, menderita kanker hati setelah ia mengubur Clara Schumann, cinta dalam hidupnya, menulis organ pendahuluan “Oh World, I Must Leave Thee” ("Oh Dunia, Aku Harus Meninggalkanmu.").
Tuesday, September 21, 2021
Pelangi Yang Makin Ceria | Liputan e-RockFest Virtual Music Competition 2021
Abraham Maslow, seorang ahli perilaku agregat, menempatkan Self Actualization, pada hierarki kebutuhan. Artinya, manusia, siapapun dia, butuh untuk menyatakan dirinya. Menyatakan keberadaannya. Bukan untuk pamer, gaya, dan sok jago, melainkan dalam rangka penyesuaian terhadap lingkungannya.
Inilah yang dialami oleh para siswa dari Jelia’s Piano Studio dengan Direksi Ibu Jelia Megawati Heru, M.Mus.Edu. Ibu Jelia sudah dikenal sebagai Music Educator papan atas di tanah air dan Jelia’s Piano Studio, sudah ditengarai sebagai salah satu lembaga pendidikan musik yang bergengsi karena berbagai prestasi yang diraihnya. See the Reel HERE.
Wednesday, September 8, 2021
Nicholas Patrick Wiranata: "Sang Bintang di Era Pandemi" | Liputan Staccato, September 2021
Ditengah carut marut dan masih tak menentunya Pandemi COVID-19, semua orang membutuhkan Enrichment atau pengayaan, agar dalam keterbatasan dan keterpurukan, dirinya masih dapat mereguk manfaat. Salah satunya tentu melalui jalur musik. Dan karena konser musik masih belum bisa total, maka ujian musik internasional lah pilihannya. Ujian musik Internasional, tentu secara online, dalam rupa video exam, menjadi cakrawala penerang di era pandemi. Jadi, bisa lulus ujian semacam itu merupakan anugerah Tuhan yang tak terperikan.
Itulah yang berhasil diraih oleh seorang Nicholas Patrick Wiranata yang baru berusia 11 tahun. Putra dari Bapak Wira Kemala Teng dan Ibu Evie Lukman. Baru-baru ini, Nicholas, biasa dipanggil Nick, menamatkan ujian Classical Piano RSL Awards dengan DISTINCTION. Sepanjang perjalanan musiknya, semua ujian piano yang ditempuh Nick, selalu mendapat hasil Distinction.
Tuesday, September 7, 2021
19th High Scorer ABRSM | Semburat Cahaya Bintang Baru
Siswa-siswi Jelia’s Piano Studio, tak hanya mampu berlaga mengharumkan nama bangsa dan negara dalam ranah piano di forum Internasional. Vocal pun, dibawah direksi Ibu Jelia Megawati Heru, M.Mus.Edu, seorang music educator papan atas di tanah air, mampu mengharumkan nama bangsa dan negara di forum Internasional.
Setelah Andrea Putri Turk sukses luar biasa mengharumkan nama bangsa dan negara Indonesia dalam forum Kompetisi Komposisi Internasional di Inggris 2019 dan pernah meraih High Scorer juga dalam 17th High Scorer ABRSM, kini adiknya, Antea Putri Turk, menyusul dengan debutnya sebagai vocalist dalam 19th HIGH SCORER CONCERT. Meskipun High Scorer ini lingkupnya adalah nasional, namun prestige ABRSM sebagai lembaga sertifikasi musik Internasional, cukup bisa dibanggakan dan menjadi tolok ukur keberhasilan seorang siswa musik dalam ranah musik Internasional.
Wednesday, September 1, 2021
Bagaimana Pandemi Mengubah Kita | by: Jelia Megawati Heru | Staccato, September 2021
Tidak terasa sudah lebih dari 1 tahun pandemi ini membuat kita terisolasi dari teman, keluarga, kolega kita. Kita TIDAK TERJEBAK, tapi kita AMAN. Itu yang berkali-kali kita katakan kepada diri kita sendiri. Prioritas kita hanya satu, yaitu SELAMAT, SEHAT, dan TETAP WARAS.
Kita semua memiliki pengalaman kita masing-masing dalam masa lockdown ini. Ada yang mencoba melihatnya sebagai hal yang positif dan mengambil hikmahnya sebagai kesempatan bersantai, hidup sehat, melakukan hobi baru, menonton drakor, bersepeda, gardening, atau menikmati waktu berkualitas bersama-sama dengan anak.
Namun sebagaimana pun positifnya itu, perubahan gaya hidup, perubahan rutinitas, dan stress pun tidak dapat dihindari. Kita berada dalam kabut tebal masa kegelapan. Untuk pertama kalinya orang mengalami yang namanya kesunyian, kesepian, bosan, terjebak bersama pasangan, perasaan terasing, paranoid, insomnia, depresi, kehilangan pekerjaan, jatuh sakit, kehilangan teman/seseorang yang dicintai, keputusasaan, dan ketidakberdayaan ketika sang ajal menjemput. HOROR.
Sunday, August 1, 2021
Berpacu Dalam Melodi - Berpiano Sambil Bernyanyi | by: Jelia Megawati Heru | Staccato, August 2021
Mampu mengenali nada dan ritmik, serta menyanyi bisa menjadi kemampuan yang paling berharga dalam belajar instrumen musik. Ada orang yang mampu melakukannya secara alami dan ada pula yang tidak. Hal-hal diatas dapat membantu untuk mengoreksi, membimbing dan memotivasi siswa dalam proses pembelajaran musik dan bermain lebih baik.
Bukan berarti belajar piano pindah haluan menjadi belajar vokal atau menjadi penyanyi seriosa. Bukan. Namun menyanyi dapat menjadi salah satu kemampuan dasar yang berguna untuk membantu proses membaca notasi balok, memahami frase dalam bermain piano, dan menjadi dasar pengetahuan dasar musik.
MANFAAT BERNYANYI DALAM PELAJARAN MUSIK
1. MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA NOTASI BALOK
Selain dapat meningkatkan kepercayaan diri, bernyanyi bersama siswa dengan solfa atau lirik dapat mendorong siswa untuk membaca secara terarah – nada naik/turun atau mengulang nada yang sama. Bukan hanya sekedar tebak-tebakan saja.
Thursday, July 1, 2021
Bernyanyi dan Makna Kehidupan - by: Jelia Megawati Heru | Staccato, July 2021
“He who sings well, prays twice.”
Pepatah ini mengisyaratkan, bahwa kata-kata menjadi lebih bermakna jika digabungkan dengan musik. Musik sendiri merupakan sebuah bahasa universal dan kata-kata ibarat sebuah pedang bermata dua. Jika Anda menggabungkan kedua elemen ini, maka Anda akan mendapatkan sebuah bentuk komunikasi yang luar biasa, yaitu menyanyi. Jika seseorang menyanyi dengan "baik" (dengan penuh ketulusan dan cinta), kata-kata yang dinyanyikan dengan musik secara bersamaan merupakan sebuah ibadah dan doa.
Tidak ada yang lebih memuaskan daripada bernyanyi sepenuh hati. Bernyanyi adalah bentuk ekspresi musik yang alami. Ini bisa menjadi emosional, menyembuhkan, menciptakan suasana hati yang bahagia, dan itu menyenangkan.
APAKAH SETIAP ORANG BISA BERNYANYI?
Ya dan tidak. Menyanyi merupakan talenta pemberian dari Sang Pencipta. Walau demikian tidak dapat dipungkiri bahwa ada seseorang yang terlahir dengan brillian yang memiliki suara emas “angelic” hingga lima oktaf dan ada pula yang tidak memiliki talenta di bidang tarik suara, buta nada atau mengalami masalah pada anatomi/pita suaranya. Namun hal ini seharusnya tidak membuat Anda merasa kecil hati, karena seperti bidang keilmuan lainnya; a true mastery menuntut kedisiplinan, presisi, kontrol, ketekunan, kesabaran, komitmen, dan waktu untuk berproses.
Saturday, June 19, 2021
Featured by RSL Awards | RSL Center Spotlight: JELIA HERU | June 18, 2021
Tuesday, June 1, 2021
Wanita dalam Musik Klasik | by: Jelia Megawati Heru | Staccato, June 2021
PERAN WANITA DALAM MUSIK KLASIK
Meskipun wanita belum memiliki peran dalam orkestra simfoni hingga saat ini dan wanita bisa dibilang belum mencapai kesetaraan dengan pria dalam bidang musik, sebetulnya mayoritas musik lebih banyak dipelajari oleh wanita. Namun, secara proposional, pria mendapatkan pengakuan dan berada di tingkat yang jauh lebih tinggi – baik dalam pertunjukkan instrumental, vokal, pengaba, penelitian ilmiah, maupun komposisi kontemporer.
LARANGAN WANITA UNTUK MENYANYI & TAMPIL
Paus Leo IV (847–855 M) melarang wanita dalam paduan suara untuk bernyanyi di gereja, dan Paus Pius X bahkan melarang wanita untuk menyanyi, karena kaum Hawa dianggap sesat dan makhluk penggoda yang menjerumuskan Adam. Namun wanita juga diperlukan dalam paduan suara untuk register atas. Anton Vivaldi memimpin orkestra khusus perempuan pada tahun 1714 di sebuah sekolah khusus perempuan dan Hildegard von Bingen merupakan wanita pertama yang tercatat secara historis dalam musik abad pertengahan yang menulis lagu religius pada abad ke-12.
Pada tahun 1800-an, dianggap pantas bagi seorang wanita muda di masyarakat atas untuk mencapai kemahiran dalam alat musik klasik. Wanita kelas atas sering kali diminta untuk mempelajari alat musik, sering kali harpa, piano, gitar, atau biola, atau belajar menyanyi. Secara historis, wanita diharapkan menguasai instrumen bersama dengan mempelajari dasar-dasar musik, seperti: membaca musik, menulis musik, dan menampilkannya. Namun, hingga abad ke-18, tampil di depan umum dianggap tidak bermoral dan wanita hanya diharapkan untuk bermain di ruang domestik pribadi saja.







