Saturday, December 3, 2022

Kemilau Debutan Muda di Bulan November | Liputan Student Recital Jelia's Piano Studio | 6 November 2022

“KEMILAU DEBUTAN MUDA
DI BULAN NOVEMBER”
(Liputan Student Concert Jelia’s Piano Studio)


Dapat dikatakan bahwa Jelia’s Piano Studio dengan Direksi Ibu Jelia Megawati Heru, M.Mus.Edu adalah salah satu lembaga pendidikan, khususnya musik piano paling terkemuka di Indonesia. Begitu banyak prestasi Internasional mengharumkan nama bangsa dan negara yang sudah berhasil diraih. Minggu, 6 Nopember Jelia’s Piano Studio mengadakan perhelatan Konser Siswa. Ini adalah konser temu muka pertama sejak Pandemi Covid-19. Biasanya, Jelia’s Piano Studio menggelar Annual Student Concert dua kali dalam setahun.

 

Mr. Takashi Miyazawa - Bapak Alwi Shihab - Bapak Rudi Asep Sanjaya


Konser tersebut berlangsung di Function Room Dharmawangsa, The Residence, Jakarta Selatan. Sebuah venue yang eksklusif, artistik, luxury dengan panorama yang sangat estetis penuh pesona. Konser ini melibatkan sekitar 40 siswa yang benar-benar memiliki musical passion, dan berlangsung dalam 3 sesi. Konser tersebut dihadiri oleh beberapa tokoh terkemuka. Presiden Direktur KAWAI MUSIC INDONESIA, Mr. Takashi Miyazawa, Wakil Presiden Direktur KAWAI MUSIK INDONESIA Bapak Rudi Asep Sanjaya, dan Mantan Menteri Luar Negeri Indonesia, Bapak Alwi Shihab.

Friday, December 2, 2022

Upaya Memanjat Pohon Bunyi | Liputan Kawai Sound Tree Piano Competition 2022 - Region Jawa Tengah & Daerah Istimewa Yogyakarta

“UPAYA MEMANJAT POHON BUNYI”
Liputan Kawai Sound Tree Piano Competition 2002
- Region Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta


Pada umumnya, orang mengenal KAWAI sebagai merk Piano papan atas dunia yang layak disejajarkan dengan piano legendaris seperti Fazioli dan Steinway & Sons. Ternyata, selain sebagai produsen piano terkemuka di dunia, Kawai juga menaruh perhatian pada pendidikan Musik Piano di seantero dunia. Sekolah Musik Kawai, memiliki kurikulum sekaligus silabus yang diberi nama SOUND TREE atau Pohon Bunyi.



Sebagai salah satu wujud puncak pencapaian para siswa Sekolah THE 2022 SOUND TREE PIANO COMPETITION untuk region Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta di Musik Kawai, diadakanlah perhelatan berupa “upaya memanjat pohon bunyi,” yakni diselenggarakan pada hari Sabtu, 29 Oktober 2022 bertempat di Wimarion HotelSemarang. Sebagai organizing Committee, Kawai Music School Indonesia (KMSI) menunjuk Maestro Music School Semarang, pimpinan Bapak Ignatius Handoko.


Staccato, December 2022

Thursday, November 3, 2022

MENJINAKKAN JARI KEEMPAT & KELIMA | by: Jelia Megawati Heru | Staccato, November 2022

“MENJINAKKAN
JARI KEEMPAT & KELIMA”
Staccato, November 2022
By: Jelia Megawati Heru


MASALAH JARI KEEMPAT & KELIMA

Jari keempat dan kelima umumnya lebih sulit dikendalikan dibandingkan dengan jari pertama, kedua, dan ketiga. Menjadi momok bagi para pianis, karena memang secara anatomi jari keempat dan kelima lebih lemah daripada jari telunjuk dan jari tengah, dan bahwa ibu jari, meskipun kuat, bisa merugikan karena posisinya yang aneh atau sulit. Setiap orang dengan tangan normal memiliki masalah yang sama.



Jari keempat Anda tidak memiliki tendon independen, namun berbagi dengan jari tengah dan jari kelima. Itu sebabnya ia tidak pernah bisa benar-benar mandiri. Untuk bergerak ke atas jarak berapa pun akan membutuhkan jari yang lain juga bergerak, sehingga proyeksi nada menjadi tidak akurat, slip, dan tempo menjadi tidak rata.

 

Oleh karena itu banyak pianis yang memilih untuk melakukan penjarian ulang pada bagian-bagian tertentu, sehingga jari yang “lemah” ini tidak perlu digunakan. Tapi apakah ini merupakan solusi yang tepat? Menghindari masalah? Sebetulnya jika kita dapat menerapkan penggunaan penjarian yang tepat dalam praktiknya, mungkin hal ini jutru akan menguntungkan kita.

Asah Asuh untuk Maestro Sejati | Liputan Seminar & Masterclass Maestro Music School, Semarang

“ASAH ASUH 
UNTUK MAESTRO SEJATI”
Liputan Seminar & Masterclass Maestro Music School, Semarang

Seminar guru dengan keynote speaker Ibu Jelia Megawati Heru, M.Mus.Edu

MAESTRO MUSIC SCHOOL adalah satu lembaga pendidikan musik di Semarang, Jawa Tengah. Keberadaannya terbilang belum lama. Meski demikian, MAESTRO MUSIC SCHOOL dapat dikatakan telah melakukan rangkaian upaya untuk memperjuangkan para siswanya agar mendapat pendidikan musik secara semestinya. 

 

Ada berbagai cabang pendidikan musik di sana, a.l. piano, keyboard, drums, gitar listrik, gitar akustik, gitarklasik, biola, dan vokal. Sertifikasi internasional pun hampir semuanya dijajaki oleh Maestro Music SchoolMulai dari Metode Kawai Soundtree dari Kawai Music School Indonesia (KMSI), RSL Awards atau Rockschool dari UK, Inggrisdan ABRSM (Associated Board of Royal School of Music) dari UK, Inggris. Siswa-siswi nya pun tergolong cemerlang prestasinya untuk sebuah lembaga pendidikan musik yang belum lama eksis dan berada di kota Semarang yang amboi sepoi sepoi nan bersahaja saja.

Monday, October 3, 2022

More Repertoire, Please! | by: Jelia Megawati Heru | Staccato, October 2022

“MORE REPERTOIRE, PLEASE!”
By: Jelia Megawati Heru
Staccato, October 2022


PENDEKATAN SIKLUS UJIAN

Pernahkah Anda menemui kasus siswa yang hanya mempelajari tiga lagu, dan berlatih tangga nada, arpeggio yang sama setiap hari dan setiap tahun? Terdengar familiar? Pendekatan ini terkait erat dengan siklus ujian musik internasional, dimana pembelajaran selalu diawali dengan tiga lagu ujian dan tiga lagu ini akan diulang terus menerus hingga ujian dilaksanakan sembilan hingga dua belas bulan kemudian. Sehingga kelas piano nya seperti berputar-putar dan menemui jalan buntu. Murid stress dan gurunya pun jujurly juga mumeeet… Apakah baik pendekatan seperti ini? Apakah ada gunanya? Apakah Anda sebagai orang tua, harus khawatir?


Mengulang tiga lagu yang sama dalam setahun ibarat anak hanya diberi tiga buku untuk dibaca tanpa membaca buku lainnya. Anak harus membaca ketiga buku ini dengan sempurna pada akhir tahun ajaran. Bagaimana dampaknya terhadap anak setelah satu tahun membaca buku yang sama? Apakah kemampuan membaca dan kosakata mereka meningkat? 

 

Jika murid Anda hanya mempelajari tiga lagu saja selama setahun untuk ujian piano, berarti Anda dalam masalah, pendekatan belajar Anda mungkin tidak efektif, dan tiga lagu itu mungkin masih terlalu sulit untuk level murid Anda. Konsekuensinya siswa akan bosan, membenci piano dan berhenti. Apa yang menarik dari memainkan set dan latihan yang sama setiap hari, dan pendekatan ini dari tahun ke tahun dengan set berikutnya? Apakah dengan sebuah sertifikat, anak berarti mampu menguasai piano dengan baik? Tampaknya banyak orang tua yang tidak peduli selama anaknya bisa achieve.

Tuesday, September 6, 2022

Thursday, September 1, 2022

Sepuluh Pianis Klasik yang Mengguncang Dunia | by: Jelia Megawati Heru | Staccato, September 2022

SEPULUH PIANIS KLASIK YANG MENGGUNCANG DUNIA 
By: Jelia Megawati Heru
Staccato, September 2022

 

Mendengarkan berbagai artis piano adalah cara yang baik untuk tetap terinspirasi sebagai musisi atau bahkan seseorang yang hanya suka mendengarkan musik. Namun membuat daftar sepuluh pianis klasik terbaik dunia adalah tugas yang sangat sulit. Adalah mustahil untuk mencapai kesepakatan universal mengenai ‘terbaik’ dalam semua hal, terutama jika menyangkut sesuatu yang artistik dan ada begitu banyak pianis yang sangat hebat di dunia. 

 

Saat ini ada ratusan, bahkan ribuan pianis dari seluruh penjuru dunia. Tidak mungkin memilih satu orang pianis terbaik dunia. Ada banyak faktor yang perlu dipertimbangkan, mulai dari komposisinya, kontribusinya, genre, repertoar, dan pencapaiannya bagi dunia piano. Seiring berjalannya waktu, karakter dan sifat dasar bermain piano pun mulai berubah. Generasi pianis yang baru membawa warna, karakter, sensitivitas, dan kreativitas tersendiri terhadap tradisi bermain piano sebelumnya. Inilah daftar sepuluh pianis klasik yang mendunia.


 

1. CLAUDIO ARRAU

Pianis asal Chili yang ini membaca musik sebelum dia bisa membaca kata-kata. Bakat Arrau pada usia delapan tahun begitu maju, pemerintah Chili mengirimnya untuk pergi ke Berlin untuk mendapatkan guru terbaik, Martin Krause, seorang murid Liszt, adalah seorang ayah baginya, memperkenalkannya pada berbagai macam budaya dan membantunya mengembangkan teknik transendentalnya. 

Monday, August 1, 2022

MENDUA: BALLADA MEMILIKI DUA GURU PIANO | by: Jelia Megawati Heru | Staccato, August 2022

“MENDUA”
BALLADA MEMILIKI DUA GURU PIANO
by: Jelia Megawati Heru
Staccato, August 2022


Banyak pro dan kontra, jika seorang murid memiliki "guru piano” yang lain. Ada yang berpendapat itu sah-sah saja, semakin banyak guru yang dimiliki, semakin baik muridnya, biar majunya lebih cepat. Beneran? Masak sih, Bunda? Belum tentu, kali!? Ada juga yang berpendapat untuk apa sih guru banyak-banyak, selain buang uang dan buang waktu. Lagian belum tentu juga dengan banyak guru, muridnya tambah pinter, tambah bingung iya, dan waktu latihannya kurangggg, sehari 24 jam kayaknya nggak cukup deh. Mau ikut instruksi guru A atau B? Nah lho, pusing pala barbie. Kalau Anda sedang galau, apakah Anda harus memiliki dua guru atau tidak, ada baiknya Anda simak artikel kali ini!

 

Setiap orang akan memiliki tanggapan berbeda mengenai hal ini, bahkan ada yang jadi sensitif dan alergi. Beda boleh-boleh saja, asal jangan nge-gas lalu lupa main cantik ya, Buibuk. Ketika Anda memiliki dua orang guru piano, kemungkinan besar Anda akan menerima perspektif yang berbeda (dan berpotensi bertentangan) dalam segala hal, mulai dari teknik hingga repertoar. Tujuan pembelajaran pun akan membingungkan dan kehilangan arah. 

 

Memiliki dua guru piano bisa menjadi destruktif, apabila dua guru ini mengajarkan materi yang sama tapi memiliki ide yang berbeda tentang bagaimana mencapainya. Sebagai contoh ketika belajar tangganada. Mempelajari tangganada bukan hanya tahu bahwa ada yang namanya tangganada atau asal pencet bunyi, tetapi ada teknik bermainnya. Jika kedua guru menyarankan pendekatan teknik yang berbeda dalam memainkan tangganada yang sama, dalam musik, muridnya pasti bingung.

 

Lah tapi kalau kuliah musik, kok banyak tuh gurunya? Efek destruktif ini tidak berlaku apabila murid memiliki dua guru – satu guru piano dan satunya guru saxophone atau violin, atau satu music history, satunya harmoni, misalnya. Jika dua guru yang berbeda bekerja di bidang yang berbeda, hal ini bisa berhasil dengan baik, karena tidak ada conflict of interest. Tetapi di universitas, seseorang mahasiswa musik hanya memiliki SATU GURU major instrument dan SATU GURU yang berbeda untuk minor instrument nya.

Monday, July 11, 2022

Hajatan Budaya RSL Awards Indonesia | Liputan Konser RSL Sunday Concert

HAJATAN BUDAYA

RSL AWARDS INDONESIA”

Liputan Konser RSL Sunday Concert



Akhirnya... setelah dua tahun hanya menyelenggarakan ujian sertifikasi dan konser secara ONLINE, pada Minggu 19 Juni 2022, RSL Awards Indonesia atau Rockschool Indonesia menggelar konser temu muka. RSL INDONESIA STUDENT CONCERT 2022. Bertempat di Hard Rock Café, Pacific Place, Jakarta. Acara dimulai pada pukul 11.00, terdiri dari empat sesi dan beberapa batch, berakhir pada jam 4 sore hari. Tentu dengan kemasan yang menarik dan tidak membosankan.



Saturday, July 2, 2022

"OTENTIK": Menampilkan Musik Klasik yang Otentik | by: Jelia Megawati Heru | Staccato, July 2022

“OTENTIK”
MENAMPILKAN MUSIK KLASIK YANG OTENTIK
by: Jelia Megawati Heru
Staccato, July 2022

 

BACH RASA CHOPIN

Konflik bagaimana seharusnya orang memainkan dan menampilkan karya Musik Klasik  yang otentik pada abad ke-21 sudah berlangsung sejak ratusan tahun dan menghasilkan perdebatan yang tidak berujung pangkal. Bagaimana supaya orang tidak salah kaprah atau “lebay” dalam mengintepretasi dan memainkan karya Musik Klasik? Jangan sampai Bach terdengar romantis seperti Chopin! Ibarat orang Jawa yang “medok” berbahasa Inggris atau spagetti ala Italia, namun rasa mie goreng Jawa. Begitu pula dengan “musisi” yang mengklaim dirinya bisa memainkan karya Bach, namun tidak mempunyai rasa Bach. 


Spagetti Sambal Pete

 

AL DENTE

Pertanyaannya adalah bagaimana kita bisa memainkan karya Musik Klasik yang otentik dan mempunyai rasa komposer dari zaman tertentu? Bagaimana seorang chef membuat pasta pomodoro e basilica ala Tuscany yang sempurna? Anda belajar dari ahlinya, chef dari Italia – bukan Jawa, lalu mempelajari proses membuat pasta dari tepung dengan tangan Anda sendiri – bukan memakai macaroni dari al f*nte, memakai bahan-bahan dan bumbu terbaik ala Italia – bukan bumbu jadi instan, merebusnya sampai al dente – bukan terlalu matang, menyajikannya ala Italia dengan segelas white wine – bukan teh tarik, dan mungkin menikmatinya perlahan dengan iringan musik four seasons dari Antonio Vivaldi? Oh wow, Bon appétit! 

 

BEING AUTHENTIC

Pertanyaan "keaslian" itu rumit, dan tidak sesederhana yang diyakini sebagian orang. Tidak ada jawaban universal dan abadi untuk pertanyaan mengenai otentik. Penggunaan instrumen yang mirip atau sama dengan instrumen yang biasa digunakan pada saat musik itu ditulis dapat menjadi penting, tetapi begitu juga dengan praktik pertunjukan pada saat musik itu ditulis, serta pertimbangan-pertimbangan tentang apa yang mungkin dimaksudkan komposer ketika dia menulis musiknya.