Wednesday, April 1, 2020

LET'S ROCKING BANDUNG! | Rockschool Piano & Acoustic Guitar Workshops | Bandung, March 16, 2020

“LET’S ROCKING BANDUNG!”
Liputan Staccato Piano & Acoustic Guitar Workshop Rockschool
di Bandung, 16 Maret 2020



ROCKSHOOL LIMITED (RSL) representatif Indonesia, menyelenggarakan seminar dan informational workshop pada 16 Maret 2020. Acara ini bertempat di Auditorium Indra Music School, kawasan Jalan Progo, Bandung. Seminar dan informational workshop yang digelar, secara khusus mengupas dan mengupas semua aspek dari RSL untuk instrument Piano dan Akustik Gitar. 

Sunday, March 1, 2020

ORANG TUA: SEKUTU TERKUAT GURU | by: Jelia Megawati Heru | Staccato, March 2020

“ORANG TUA: 
SEKUTU TERKUAT GURU”
by: Jelia Megawati Heru
(Staccato, March 2020)



Orang tua adalah guru pertama anak-anak. Orang tua membimbing anak-anak mereka melalui keterampilan dasar yang akan digunakan anak-anak sepanjang hidup mereka – mulai dari makan, tidur, hingga berjalan, berbicara, dan menulis. Orang tua menyaksikan anak-anak mereka tumbuh mulai dari masa kanak-kanak ke balita, dari prasekolah ke sekolah dasar ke kuliah, dan nantinya mereka sendiri pun akan menjadi orang tua bagi anak-anak mereka. A circle of life.

Orang tua tahu apa yang “berhasil” untuk anak-anak mereka. Orang tua tahu apa yang menggerakkan anak-anak mereka, apa yang membuat mereka takut, dan apa yang membahagiakan anaknya. Orang tua adalah “perekat” dan sekutu terkuat seorang guru dalam proses belajar dan mendidik anak. Jadi, apa yang harus Anda pahami tentang sekutu Anda?

Saturday, February 1, 2020

MENGAJAR MURID YANG TIDAK TERMOTIVASI | by: Jelia Megawati Heru | Staccato, February 2020

“MENGAJAR MURID 
YANG TIDAK TERMOTIVASI”
By: Jelia Megawati Heru
Staccato, February 2020


MURID YANG TIDAK TERMOTIVASI
Tidak semua murid adalah seorang yang pandai, tekun, dan termotivasi. Setiap murid mempunyai kepribadian yang unik dan latar belakang yang berbeda. Pada awal kelas musik mungkin murid mempunyai senyum yang lebar, energi yang penuh gairah, dan minat yang tinggi. Tapi begitu mengetahui realita, bahwa bermain piano tidak segampang kelihatannya, komitmen berlatih setiap hari, mengerjakan PR, tiba-tiba minat itu hilang entah kemana, begitu melihat selembar kertas yang berisi notasi balok. 

Mengajar murid yang tidak termotivasi merupakan hal yang tersulit dalam mengajar, karena membutuhkan energi yang luar biasa. Di satu sisi guru sedang mencari cara untuk mengatasi kekurangan kemampuan membaca murid, sambil memutar otak bagaimana tetap membuat mereka tertarik dan memotivasi mereka. Namun di satu sisi murid remaja mudah sekali bosan dan selalu menginginkan hasil yang instan. 

Friday, December 27, 2019

TIPS BERLATIH TANGGA NADA PADA PIANO GRADE 8 | by: Jelia Megawati Heru | Staccato, January 2020

“TIPS BERLATIH TANGGA NADA
PADA PIANO GRADE 8”
by: Jelia Megawati Heru
Staccato, January 2020



Sepertinya tidak perlu berpanjang lebar mengenai esensi tangga nada dalam mengembangkan kepiawaian dan meningkatkan kelancaran teknik bermain piano – mulai dari postur, posisi tangan, fingering, koordinasi, keseimbangan antara tangan kanan dan tangan kiri, dan menciptakan kualitas nada yang baik. Mempelajari tangga nada berarti juga mendapatkan pengetahuan tentang kunci, interval, mengenal geografi tuts piano, meningkatkan rasa percaya diri, dan belajar mengenai komitmen, serta kedisiplinan dalam berlatih.

Meski ada 1001 alasan sisi positif berlatih tangga nada, banyak siswa melihat tangga nada sebagai latihan yang membosankan seperti matematika atau mesin, dan momok dalam sebuah ujian musik, dibandingkan dengan permainan musik yang sesungguhnya. Walau demikian tangga nada tetap menjadi salah satu elemen penentu nilai dalam setiap ujian piano internasional, terutama grade 8 yang banyaknya membuat para kandidat kewalahan dan terjebak dalam lingkaran kefrustrasian. Lantas, bagaimana cara melatihnya? Simak tips-tips berikut ini!



1. MULAILAH DENGAN TUTS HITAM
Mayoritas murid akan bermain dengan tuts putih (C, D, E, F, G, A, B), karena mereka mengira itu akan jauh lebih mudah daripada bermain dengan tuts hitam. Namun sebetulnyanya lima tuts hitam (C-sharp, E-flat, F-sharp, G-sharp/A-flat, danB-flat) merupakan tangga nada yang menawarkan posisi tangan bermain piano yang paling alami (ergonomis). Sedangkan tangga nada C Mayor walau paling mudah dibaca, ternyata merupakan tangga nada yang paling sulit dimainkan secara fisik, karena posisi tangan mau tidak mau harus lurus. Hal ini tidak normal, karena posisi jempol dan kelingking manusia lebih pendek dari jari telunjuk, jari tengah, dan jari manis. 

Tuesday, December 3, 2019

TIPE-TIPE PIANIS | by: Jelia Megawati Heru | Staccato, December 2019

“TIPE-TIPE PIANIS”
by: Jelia Megawati Heru
(Staccato, December 2019)


Mulai dari Clara SchumannMartha ArgerichMitsuko Uchida, sampai Khatia Buniatishvili, dunia dipenuhi dengan begitu banyak pianis yang luar biasa, dan jangan lupa – diantaranya pianis wanita yang menakjubkan dan karismatik. Di tangan mereka musik dengan motif yang paling sederhana, bisa memperoleh makna yang signifikan, artistik, dan inspiratif. Begitu banyak pianis, namun tidak semua pianis adalah pianis yang hebat. Simak beberapa tipe pianis berikut ini!

1. TRADITIONAL
Pianis yang hanya terikat oleh lembaran musik dan tidak dapat memainkan lagu apapun tanpa itu. Umumnya mereka memiliki kemampuan sight reading yang luar biasa. Mereka juga tekun, disiplin, dan memiliki teknik bermain yang sangat baik – akurat sesuai textbook. Tapi kelemahan pianis kategori ini adalah mereka tidak fleksibel dan tidak dapat memainkan lagu apapun tanpa lembaran musik di depannya.

2. PRODIGY
Pianis yang memiliki bakat alami yang luar biasa dan fenomal sejak lahir (gifted). Umumnya mereka bisa memainkan lagu secara sempurna hanya dengan satu kali dengar. Mereka mempunyai absolute hearing. Sesuatu yang tidak bisa diajarkan, tidak lazim, extraordinary, dan tidak bisa dilakukan oleh banyak orang, dibandingkan mereka sudah berlatih selama bertahun-tahun. Salah satu contoh pianis tipe ini adalah: Wolfgang Amadeus Mozart.

Friday, November 22, 2019

Liputan Konser Jelia's Piano Studio | CoHive 101 | November 17, 2019

“ASA YANG SEMAKIN MEMBARA”
(LIPUTAN STUDENT RECITAL JELIA’S PIANO STUDIO)

Piano Recital @ CoHive 101 (2019)
Owen Bastian Yap plays "Speechless" (OST. Aladdin)
more photos: HERE

Apa sebetulnya yang diharapkan dari perkembangan seni dan budaya suatu bangsa? Tak lain dan tak bukan adalah daya apresiasi terhadap seni dan budaya yang semakin dewasa, serta tersedianya debutan baru pelaku seni dan budaya. JELIA’S PIANO STUDIO dengan Direktris Jelia Megawati Heru, M.Mus.Edu, adalah salah satu institusi yang tak kenal lelah mengupayakan lahirnya debutan baru, pelaku seni musik khususnya piano, di tanah air. 


Pada 17 November 2019, Jelia’s Piano Studio menggelar Konser dan Student Recital untuk yang ke-18 kalinya. Sebuah perjuangan tak kenal lelah yang sudah selayaknya patut diacungi jempol dan dengan tulus diapresiasi. Dalam setahun ada dua kali ajang semacam ini, jadi hampir satu dasa warsa penuh, Jelia’s Piano Studio berkiprah dalam ranah musik di tanah air.

Saturday, November 2, 2019

Good Morning, Beethoven! | by: Jelia Megawati Heru (Staccato, November 2019)

“GOOD MORNING, BEETHOVEN!”
by: Jelia Megawati Heru
(Staccato, November 2019)


DARI REVOLUSIONER KE IDOLA 
DUN-DUN-DUN-DUNNNNN! Hanya butuh empat nada untuk mengubah dunia. Ini mungkin adalah lagu yang paling ikonik dari salah satu komposer yang paling berpengaruh dalam sejarah Musik Klasik. Lagu apakah itu? Yup, it’s Herr Beethoven dengan Simfoni No. 5 nya yang menggelegar.



Motif empat nada ini terkenal dengan sebutan 'Fate knocking at the door'. Sang takdir yang mengetuk pintu. Sadisss… Beethoven jelas tahu bagaimana membuat pendengarnya “BANGUN” dan membuat mereka MENDENGARKAN. Hmm… mungkin ini bisa menjadi ide nada dering bangun pagi. #pagipagimintadibullynetizen           


                                                                                                                                                                    
Ludwig van Beethoven (1770-1827) adalah seorang pianis dan komposer dari Jerman yang paling berpengaruh dalam sejarah Musik Klasik, selain JS. Bach dan WA. Mozart. Karya-karya Beethoven menjembatani transisi antara Era Klasik dan Romantik. Bahkan tidak berlebihan jika dikatakan ia menyeret Era Klasik menuju ke Romantik. Ia adalah seorang pelopor, inventor, revolusioner, dan visioner di masanya. Selama 56 tahun hidupnya, ia menulis lebih dari 240 karya – termasuk diantaranya: 9 sinfoni, 32 piano sonata, 5 piano concerto, 1 opera, dan 16 string quartet.

Tuesday, October 1, 2019

Piano Recital at COHIVE 101 | Sunday, 17th November 2019 | 3 - 5 PM

Dear Sir/Madam,
We cordially invite you to:

18th ANNUAL
PIANO RECITAL



Directed by:

VENUE
COHIVE 101
Studio 2, 2nd Floor
Mega Kuningan Barat Blok E.4.7 No. 1 

SUNDAY, NOVEMBER 17, 2019
3 - 5 PM


Sunday, September 29, 2019

SCOTT JOPLIN: "THE KING OF RAGTIME" | by: Jelia Megawati Heru | Staccato, October 2019

SCOTT JOPLIN:
“THE KING OF RAGTIME”
by: Jelia Megawati Heru
(Staccato, October 2019)



SCOTT JOPLIN
Siapa yang tidak kenal lagu “The Entertainer”? Seperti judulnya, mendengarkan lagu ini ibarat pagi hari yang cerah, mentari bersinar, dan burung-burung berkicau – sebuah perasaan gembira, a fun time. The Entertainer adalah sebuah ragtime yang paling terkenal dari Scott Joplin


Scott Joplin juga dikenal sebagai “King of Ragtime”. Ia menorehkan namanya sebagai pionir dari sebuah era Ragtime (1897 – 1917) dalam sejarah Musik Jazz. Sebuah gaya musik nasional pertama Amerika. Itu merupakan pencapaian yang luar biasa bagi seorang African-American, dimana terjadi diskriminasi rasial bagi komunitas Afrika-Amerika di masa itu. Ragtime adalah media bagi seorang Afrika-Amerika dalam kebebasan berbicara dan menyerukan identitasnya.

Monday, September 16, 2019

MERAJUT MUSIK KONTEMPORER | Liputan Seminar Drums & Piano Rockschool | 9 & 10 September 2019, Jakarta | Staccato, October 2019

“MERAJUT MUSIK KONTEMPORER”
(LIPUTAN SEMINAR ROCKSCHOOL)
STACCATO, October 2019


Seiring perkembangan zaman, banyak hal yang terjadi dalam blantika musik. Di zaman sekarang, Musik Klasik tidak lagi merajai dan mendominasi sebagai satu-satunya mazhab musik yang adiluhung dan sarat dengan muatan akademis. Musik Klasik tetap saja bagus untuk dipelajari, namun bukan satu-satunya mazhab yang mampu menghantarkan seseorang menjadi pemusik yang berkompeten dan memiliki intelektual dan kadar akademik. Hal itulah yang turut mendasari diadakannya seminar selama dua hari berturut-turut dari Rockschool Graded Music Exams pada tanggal 9 dan 10 September 2019.

Seminar Piano Rockschool, 10th September 2019

Rockschool merupakan sebuah lembaga sertifikasi musik internasional yang berpusat di London, Inggris dan mengedepankan pendidikan seni Kontemporer. Berada dalam payung RSL (Rockschool Limited)Rockschool Graded Music Exam berkomitmen memotivasi siswa dan guru di seluruh dunia untuk membekali peserta didik dengan pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman berharga yang praktis serta kualifikasi Seni Kontemporer yang paling menarik, inovatif, beragam, menyenangkan, dan tentunya relevan secara akademis.