Jelia’s Piano Studio adalah sebuah lembaga pendidikan musik yang mengkhususkan diri pada pendidikandan bukan semata-mata pembelajaran musik piano saja. Sebagai direksi adalah Jelia Megawati Heru,M.Mus.Edu. Seorang music educator alumnus Jerman yang juga seorang narasumber pada beberapa proyek yang diadakan Pemerintah Republik Indonesia. Dari reputasinya, kita bisa mendapatkan catatan kesan bahwa Jelia’s Piano Studio bukanlah institusi pendidikan musik yang biasa-biasa saja. Jelia Piano Studio adalah sebuah pengabdian diluar batas sebuah institusi pendidikan.
Monday, February 21, 2022
Taburan Emas Bagi Jelia's Piano Studio | Liputan Rockstar Award 2022
Tuesday, February 1, 2022
Chopin International Piano Competition | by: Jelia Megawati Heru | Staccato, February 2022
APA ITU KOMPETISI PIANO CHOPIN INTERNASIONAL?
CHOPIN INTERNATIONAL PIANO COMPETITION adalah salah satu kompetisi musik tertua dan paling bergengsi di dunia yang didedikasikan untuk Frédéric Chopin. Kompetisi Frederic Chopin terbuka untuk pianis dari usia 17 hingga 28 tahun. Kompetisi ini dimulai pada tahun 1927, lalu 1932 dan 1937. Edisi keempat pascaperang kompetisi diselenggarakan pada tahun 1949 dan yang kelima pada tahun 1955 dan sejak saat itu diadakan setiap lima tahun sekali di Warsawa, Polandia. Kompetisi Piano Chopin Internasional XVIII, yang semula dijadwalkan untuk tahun 2020, ditunda karena pandemi COVID-19 dan sebagai gantinya berlangsung pada tahun 2021.
Thursday, January 13, 2022
Dawai Cinta di Ranah Edukasi - RSL Classical Violin Webinar with Iskandar Widjaja | Staccato, February 2022
“DAWAI CINTA DI RANAH EDUKASI”
(Liputan RSL CLASSICAL VIOLIN WEBINAR)
RSL INDONESIA atau sering disebut sebagai Rockschool Indonesia, kembali mengadakan webinar pada Senin, 10 Januari 2022. Webinar kali ini adalah introduksi pada subyek ujian baru dari RSL Awards London, Inggris, yakni RSL Classical Violin. Webinar diadakan di House of Piano, Dharmawangsa, Jakarta, yang merupakan main dealer dan main distributor Piano Steinway & Sons dan beberapa merk Violin, seperti Roderich Paesold, Krutz, dan Edgar E. Russ.
Sebagai pembicara tamu adalah violinist Iskandar Widjaja, musisi asal Jerman blasteran Medan, Arab dan Belanda yang malang melintang di Eropa, bermain bersama orkestra besar bertaraf Internasional, peraih beberapa music awards, bintang iklan kopi, serta sejak belia sudah dinobatkan sebagai prodigy dan “fliegende Finger” (The Jakarta Post, 2010).
Acara webinar dimulai pukul 10 dan dihadiri para guru musik, guru violin, pencinta musik dari seluruh Nusantara sampai ke pelosok pulau. Sebagai host adalah Jelia Megawati Heru, M.Mus.Edu, seorang music educator papan atas di tanah air.
Saturday, January 1, 2022
Bersaing di Panggung Dunia | by: Jelia Megawati Heru | Staccato, January 2022
“Competitions are for horses, not artists.”
- Béla Bartók
Seorang komposer asal Hungaria, Béla Bartók mungkin berbicara mewakili banyak musisi ketika dia berkata, "Kompetisi adalah untuk kuda, bukan seniman." Beliau menentang adanya kompetisi musik yang dinilai seperti “sport” secara subjektif dan menolak untuk duduk sebagai juri kompetisi Musik Klasik, karena hasilnya menentang hati nuraninya.
“Claudio Arrau tidak suka cara saya memainkan Chopin, dan saya tidak suka cara Claudio Arrau memainkan Chopin. Satu-satunya perbedaan adalah dia menjadi juri.” . . .
Bartók mungkin akan terkejut dengan apa yang terjadi di dunia Musik Klasik setelah kematiannya pada tahun 1945. Dalam dunia industri musik, Anda akan bersaing dengan semua orang. Kompetisi adalah hal yang biasa dalam dunia atletik, akademisi, bisnis, dan seni. Banyak pianis muda yang memanfaatkan peluang kompetisi ini untuk “naik kelas”, terkenal, beasiswa, koneksi, dan jenjang karier yang lebih tinggi.
Wednesday, December 1, 2021
Chopin's Fantaisie-Impromptu | by: Jelia Megawati Heru | Staccato, December 2021
Fantaisie-Impromptu adalah salah satu komposisi dari Frédéric Chopin yang paling terkenal dan paling banyak ditampilkan oleh para pianis dunia. Chopin mendedikasikannya untuk teman dekatnya, Julian Fontana. Fontana adalah seorang pianis, komposer, dan asisten Chopin.
Karya ini adalah karya pertama dari keempat seri Impromptus yang ditulis oleh Chopin. Tiga impromptus lainnya diterbitkan semasa hidupnya, yaitu: Op. 29, Op. 36, dan Op. 51. Fantaisie-Impromptu ini ditulis pada tahun 1834, namun Chopin tidak menerbitkannya. Bahkan, dia secara khusus meminta agar tidak satu pun dari karyanya yang tidak diterbitkan diterbitkan setelah kematiannya – meskipun hal ini diabaikan.
Julian adalah orang yang menerbitkannya dengan restu penuh dari kerabat Chopin yang masih hidup pada tahun 1855 setelah kematian Chopin dengan judul Fantaisie-Impromptu in C-sharp minor, Op. posth. 66, yang telah mendapatkan popularitas khusus di kalangan pianis dan pendengar Musik Klasik. Opus posthumous (after composer’s death) merupakan sebutan yang digunakan sebagai pengganti nomor opus untuk menunjukkan bahwa sebuah karya diterbitkan setelah kematian penciptanya.
Monday, November 1, 2021
Tipe-Tipe Murid di Kelas Musik Online | by: Jelia Megawati Heru | Staccato, November 2021
Friday, October 1, 2021
KETIKA AJAL MENJEMPUT | by: Jelia Megawati Heru | Staccato, October 2021
Sejarah Musik Klasik penuh dengan kematian tokoh komposer di usia muda yang terkadang tragis dan mengerikan. Mulai dari kecelakaan yang tidak terelakkan, malapetaka, penyakit yang tidak bisa disembuhkan, hingga kematian yang misterius. Hal terakhir yang dilakukan atau dikatakan seseorang memiliki daya tarik, kepedihan, misteri, pesan, dan makna tersendiri. Musik liar dan luhur yang dituliskan di ranjang kematian mereka. Bagaimana mereka mati begitu muda, apa yang mereka capai dalam hidup mereka, dan dalam keadaan apa mereka mati? Apa peninggalan dan karya musik mereka untuk dunia?
KATA-KATA TERAKHIR
“There is a door I have closed until the end of the world.”, ujar Joseph Hadyn yang tenggelam dalam kepikunan dan tidak kuasa untuk menyelesaikan String Quartet terakhirnya. “More light!”, ujar Johann Wolfgang von Goethe. “Mozart, Mozart!”, ujar Gustav Mahler. "Plaudite, amici, comedia finita est" ("Applaud, my friends, the comedy is over") dan "I shall hear in heaven", ujar Ludwig van Beethoven. Johannes Brahms, menderita kanker hati setelah ia mengubur Clara Schumann, cinta dalam hidupnya, menulis organ pendahuluan “Oh World, I Must Leave Thee” ("Oh Dunia, Aku Harus Meninggalkanmu.").
Tuesday, September 21, 2021
Pelangi Yang Makin Ceria | Liputan e-RockFest Virtual Music Competition 2021
Abraham Maslow, seorang ahli perilaku agregat, menempatkan Self Actualization, pada hierarki kebutuhan. Artinya, manusia, siapapun dia, butuh untuk menyatakan dirinya. Menyatakan keberadaannya. Bukan untuk pamer, gaya, dan sok jago, melainkan dalam rangka penyesuaian terhadap lingkungannya.
Inilah yang dialami oleh para siswa dari Jelia’s Piano Studio dengan Direksi Ibu Jelia Megawati Heru, M.Mus.Edu. Ibu Jelia sudah dikenal sebagai Music Educator papan atas di tanah air dan Jelia’s Piano Studio, sudah ditengarai sebagai salah satu lembaga pendidikan musik yang bergengsi karena berbagai prestasi yang diraihnya. See the Reel HERE.
Wednesday, September 8, 2021
Nicholas Patrick Wiranata: "Sang Bintang di Era Pandemi" | Liputan Staccato, September 2021
Ditengah carut marut dan masih tak menentunya Pandemi COVID-19, semua orang membutuhkan Enrichment atau pengayaan, agar dalam keterbatasan dan keterpurukan, dirinya masih dapat mereguk manfaat. Salah satunya tentu melalui jalur musik. Dan karena konser musik masih belum bisa total, maka ujian musik internasional lah pilihannya. Ujian musik Internasional, tentu secara online, dalam rupa video exam, menjadi cakrawala penerang di era pandemi. Jadi, bisa lulus ujian semacam itu merupakan anugerah Tuhan yang tak terperikan.
Itulah yang berhasil diraih oleh seorang Nicholas Patrick Wiranata yang baru berusia 11 tahun. Putra dari Bapak Wira Kemala Teng dan Ibu Evie Lukman. Baru-baru ini, Nicholas, biasa dipanggil Nick, menamatkan ujian Classical Piano RSL Awards dengan DISTINCTION. Sepanjang perjalanan musiknya, semua ujian piano yang ditempuh Nick, selalu mendapat hasil Distinction.
Tuesday, September 7, 2021
19th High Scorer ABRSM | Semburat Cahaya Bintang Baru
Siswa-siswi Jelia’s Piano Studio, tak hanya mampu berlaga mengharumkan nama bangsa dan negara dalam ranah piano di forum Internasional. Vocal pun, dibawah direksi Ibu Jelia Megawati Heru, M.Mus.Edu, seorang music educator papan atas di tanah air, mampu mengharumkan nama bangsa dan negara di forum Internasional.
Setelah Andrea Putri Turk sukses luar biasa mengharumkan nama bangsa dan negara Indonesia dalam forum Kompetisi Komposisi Internasional di Inggris 2019 dan pernah meraih High Scorer juga dalam 17th High Scorer ABRSM, kini adiknya, Antea Putri Turk, menyusul dengan debutnya sebagai vocalist dalam 19th HIGH SCORER CONCERT. Meskipun High Scorer ini lingkupnya adalah nasional, namun prestige ABRSM sebagai lembaga sertifikasi musik Internasional, cukup bisa dibanggakan dan menjadi tolok ukur keberhasilan seorang siswa musik dalam ranah musik Internasional.




