Thursday, December 26, 2013

PIANO SHEET & LYRICS "LET IT GO" (OST. Disney's FROZEN)

PIANO SHEET "LET IT GO"
(OST. DISNEY'S FROZEN)


Disney's FROZEN tells the story of two sister princess, Elsa (voiced by Idina Menzel) and Anna (voiced by Kristen Bell). Elsa has the power to create ice and snow out of thin air, but after a childhood accident with her powers, her parents decide to hide the family away and keep the powers a secret from her younger sister.  

ABOUT THE SONG "LET IT GO"
 In "Let It Go," Menzel shows off her powerful voice that won her a Tony in 2004 for Wicked. It also reveals some of Elsa's more ascetically pleasing snowy powers. The song earned a Golden Globe Award nomination for Best Original Song

DIY Christmas Treat 2013

DIY CHRISTMAS TREAT 2013
by: Jelia Megawati Heru



I couldn't believe it, it's already end of year again. This year for Christmas, I wrote the student progress report and I made some Christmas treat for my students. Hope they're not in shock when their parents read the bad report, so I think they deserve something sweet lol... Christmas in a bottle sounds great, isn't it?

My students seem like the Christmas treat so much and some of my friends asked me curiously how did I make it? So, I decide to make this post. Crafting is one of my hobby since I was little. Scrap-booking is even better!

Are you ready? Here we go...

Friday, December 6, 2013

"Apakah Performer Yang Baik Adalah Guru Musik Yang Baik?" - by: Jelia Megawati Heru (Staccato Desember 2013)

"APAKAH PERFORMER YANG BAIK 
ADALAH GURU MUSIK YANG BAIK?"
Oleh: Jelia Megawati Heru
Artikel Staccato Desember 2013


“Jika Anda tidak bisa menjadi seorang performer, Anda selalu dapat mengajar”
“Seorang guru musik umumnya tidak dapat bermain musik dengan baik”
“Seorang performer yang baik umumnya tidak dapat mengajar dengan baik”

Beberapa contoh diatas merupakan paradigma dan stereotype yang berlaku di masyarakat, dimana guru musik dikategorikan sebagai profesi yang diremehkan dan lebih rendah dari profesi musisi (performing,) seperti bermain di orkestra, konser, TV show, dan menciptakan lagu/singles/RBT.

Anggapan demikian terjadi karena beberapa hal. Salah satu hal yang memicu anggapan negatif tersebut adalah iklim persaingan sekolah musik yang tidak sehat. Sekolah musik menjamur dimana-mana, mereka berlomba-lomba untuk menarik murid sebanyak-banyaknya demi keuntungan materi belaka. Umumnya yang ditawarkan adalah kursus musik siap saji seperti fast food dengan biaya relatif murah serta waktu yang cepat untuk mencetak the next Mozart. Untuk menekan biaya, mereka merekrut “guru musik” yang tidak profesional, siapapun bisa menjadi guru musik. Inilah yang disebut dengan MAL PRAKTIK dalam bidang pendidikan musik. 

Thursday, November 21, 2013

REMINISCENCE MEMORIES

REMINISCENCE MEMORIES
by: Jelia Megawati Heru


TEACHER'S GOOD DAYS AND BAD DAYS

Teaching is not easy. Being a teacher is a challenge. On its best days, it’s rewarding. You could instill in the child a love for learning. You help to promote confidence and awaken dreams.

On a bad day, anger and worry, creep through a door you didn’t know you’d left open. On that days, there's a few things that made me smile, calm, and help me getting through the rainy days.

Friday, November 8, 2013

PRACTICE "HOME PRACTICE" - Menyiasati Latihan Musik di Rumah, by: Jelia Megawati Heru (Staccato November 2013)

PRACTICE "HOME PRACTICE"
MENYIASATI LATIHAN MUSIK DI RUMAH
Oleh: Jelia Megawati Heru
Artikel Staccato November 2013


“Uffft… Lagunya itu-itu saja terus, bosan!”
“Anak saya padahal sering latihan lho, tapi kok tidak maju-maju ya?”

Mengapa murid tidak mengalami kemajuan dalam pelajaran instrumen musiknya? 
Ada baiknya Anda membaca artikel yang satu ini sebelum Anda berkomentar.

Mempelajari dan menguasai instrumen musik yang baik memang bukan perkara mudah. Begitu banyak faktor yang menyebabkan anak tidak mengalami kemajuan, jenuh, bahkan tidak jarang berhenti dari pelajaran instrumen musiknya - mulai dari kualifikasi guru, lingkungan belajar yang tidak kondusif, kesibukan anak, dll. Namun sebelum kita menyalahkan keadaan maupun orang lain, ada baiknya kita berkaca terlebih dahulu.  

Apakah anak telah melakukan porsi latihan musiknya di rumah dengan baik? 
Jika ya, seberapa baik? Bagaimana anak Anda berlatih di rumah? 
Bagaimana dengan peran Anda sebagai orang tua terhadap latihan musik anak di rumah? Apa yang sudah Anda lakukan terhadap latihan instrumen musik anak di rumah?

Saturday, October 5, 2013

"DEMAM PANGGUNG, SIAPA TAKUT?!" - by: Jelia Megawati Heru (Staccato, October 2013)

"DEMAM PANGGUNG, SIAPA TAKUT?!"
by: Jelia Megawati Heru
Artikel Staccato (October 2013)


“Aduh… Oh, no…. Mati deh gue!
Napas gue kok sesak, serasa jantung mau copot!
Perut mual, kepala serasa mau pecah!
Tangan gue kok jadi basah dan dingin begini?
Satu badan gemetaran, serasa pengen lari saja!
Pasti nanti gue mainnya kacau dan jelek,
nanti kalau salah gimana dong, duh! Kiamat deh!”

Sounds familiar? Pernahkah Anda mengalami gejala-gejala “panic attack” seperti ini? Well, you’re not alone! Siapapun dapat mengalaminya. Demam panggung bukan hanya dialami oleh seorang amatir saja, tetapi juga musisi profesional, aktor broadway, penari, atlet, olahragawan, tokoh politik, presenter, seorang guru, atau bahkan seorang anak kecil.


APA ITU DEMAM PANGGUNG?

Saturday, September 7, 2013

"AWAL MENGAJAR MURID PEMULA" - by: Jelia Megawati Heru (Artikel Staccato, September 2013)

"AWAL MENGAJAR MURID PEMULA"
Oleh: Jelia Megawati Heru
Artikel Staccato, September 2013


Mayoritas anak memulai studi musik instrumen pada usia tujuh sampai sembilan tahun. Hal ini sejalan dengan perkembangan kemampuan motorik halusnya (fine motor skills) dan kegiatan/pengalaman anak di sekolah dasar, dimana mereka telah mempelajari cara membaca alphabet, kalimat, dan menulis sebelum membaca notasi balok. Menunda studi musik instrumen sampai anak berumur dua belas tahun ke atas akan banyak menimbulkan masalah, dimana motorik halus anak sudah terlampau kaku, anak akan sulit untuk diajak kerja sama, mengikuti instruksi guru dan mulai mudah bosan dengan metode pembelajaran bagi pemula, seperti halnya anak berumur tujuh tahun. 


INTRODUCTION LESSON
Banyak hal yang perlu dipertimbangkan pada masa awal pembelajaran murid pemula – mulai dari umur yang bervariasi (pra-sekolah, sekolah dasar, remaja, dewasa) kondisi fisik, motorik, karakter anak, hingga metode, kurikulum dan filosofi mengajar yang berbeda-beda. Sehingga seorang guru perlu mengadakan suatu wawancara kecil atau interview yang disebut sebagai “INTRODUCTION LESSON” sebelum memulai studi musik instrumen yang sebenarnya untuk mengumpulkan informasi dalam menentukan metode yang tepat untuk calon murid tsb.

Tuesday, September 3, 2013

"THE MUSEUM WEEK 2013: New Way of Exploring Museum"

"THE MUSEUM WEEK 2013:
NEW WAY OF EXPLORING MUSEUM"
by: Jelia Megawati Heru

foto: infojkt

"A great nation learns from its history."

Preserving our history for future generations is essential for us
to understand who we are as a nation.
- Jusuf Wanandi -
(Director of the Jakarta Post)

"The Museum Week 2013" diselenggarakan pada tanggal 27 Agustus - 1 September 2013 di Senayan City Mall. Bertepatan dengan peringatan 30 tahun surat kabar "The Jakarta Post", acara ini terselenggara sebagai salah satu bentuk kepedulian media untuk memajukan museum di Indonesia dan meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap museum. Acara ini terselenggara berkat kerjasama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta dan Komunitas Historia Indonesia, dengan kurator Asep Hambali (pendiri Komunitas Historia Indonesia) dan Yudi Wanandi (kurator desain).

Wednesday, July 31, 2013

"EXCUSES FOR PIANO LESSONS" by Jelia Megawati Heru (Staccato, August 2013)

“EXCUSES FOR PIANO LESSONS”
By: Jelia Megawati Heru
Artikel STACCATO (Agustus 2013)


“Maaf, saya tidak sempat latihan karena saya terlalu sibuk”

“Maaf, saya lupa membawa buku saya”

“Saya ketinggalan buku saya di tempat les Inggris”

“Maaf, saya ada keperluan mendadak. Apakah les piano nya boleh diganti ke hari lain?”

“Maaf, anak saya ada pelajaran tambahan karena besok dia ada ulangan matematika, 
saya lupa info. Apakah les nya bisa diganti ke hari lain?”

“Maaf, saya datang terlambat, tapi Anda tidak keberatan untuk menambah waktunya kan?”

“Maaf, orang tua saya sedang bekerja di luar kota. Saya tidak tahu kapan mereka kembali.

Apakah uang les nya bisa dibayar di bulan depan?”

“Saya sekeluarga akan pergi berlibur selama 1 bulan. Untuk sementara tidak les dulu ya.”

 
Apakah Anda familiar dengan beberapa kalimat diatas? 

Saturday, July 27, 2013

HISTORY BEHIND THE NOKIA TUNE

HISTORY BEHIND THE NOKIA TUNE

 

Tárrega and the Nokia Ringtone
The Nokia ringtone is probably the world's most heard and recognized tune. Ever. And it will probably continue to be so for a long time. The melody used as a ringtone (jingle) in Nokia mobile phones, called as “Nokia Tune”. This tune, which you have heard nineteen times this week, goes something like: “yada da da, yada da da, yada da da daah.” Derived from bars 13-16 of Gran Vals by Francisco Tárrega (from 1902). 


On September 4, 2007, Nokia received U.S. Trademark Registration No. 3,288,274 for "a sound comprising a C eighth note, E flat eight note, B flat eighth note, G quarter note, C eighth note and C quarter note." The last note is different from the original. Nokia changed the last note of the phrase to give it a sense of completeness, so the phrase is said to 'resolve' itself. This allows it to stand alone as a musical statement or idea.

Listen to the real Tarrega "Grand Waltz" in guitar: 

Known as "The Sarasate of the Guitar," Tárrega is considered to have laid the foundations for 20th century classical guitar and for increasing interest in the guitar as a recital instrument. Andrés Segovia used much of Tárrega's work when he took classical guitar into concert halls of Europe.

Nokia Commercial TV Ad (1995)