Saturday, May 31, 2014

IS PIANO EXAM REALLY NECESSARY?

"IS PIANO EXAM REALLY NECESSARY?"
by: Jelia Megawati Heru


PREPARING A PIANO EXAM
Studying music is not all about fun. In order to be the complete musician, a pianist has to pass through the challenging studying process: practicing, concert, and EXAMS. Talking about out of the comfort zone. When I was little, I used to think that the piano exam is like the most 'evil' thing in the world. The idea of repeating and practicing the same pieces for 8 months, just makes me tired and hate music.  

The piano exam is definitely not an absolute parameter of a successful pianist. Even though my student got perfect score for music theory and piano practical, doesn't mean that they love what they're doing. But piano exams are, or could be, a useful tool to compare one's technical level or factual knowledge of piano and music to some objective standard - and thus could be helpful in countries which do not have a long established western musical tradition.

Wednesday, May 7, 2014

"BABY, YOU GOT BACH!" - by: Jelia Megawati Heru (Staccato Mei 2014)

"BABY, YOU GOT BACH!"
by: Jelia Megawati Heru
Article Staccato, May 2014


Dalam dunia Musik Klasik, nama Johann Sebastian Bach (JS. BACH) terdengar tidak asing lagi. Setiap murid yang mempelajari piano, pasti pernah mendengar namanya dan memainkannya. Sebut saja Minuet in G Major, Invention, Well Tempered Klavier, Toccata in D minor - yang merupakan sebagian kecil dari komposisinya yang revolusioner di sepanjang peradaban manusia. 

Mengapa komposisi JS.Bach masih dimainkan hingga sekarang? Untuk apa sih kita memainkan, mendengarkan, dan mempelajari karya JS. Bach pada abad ke-21? Bukankah akan jauh lebih mudah untuk memahami musik, kalau kita memainkan karya komposer masa kini yang jauh lebih relevan? Bagaimana kita seharusnya memainkan karyanya? Simak artikel berikut ini!

Tuesday, April 8, 2014

"MENGHADAPI MURID YANG TIDAK LATIHAN" - by: Jelia Megawati Heru (Staccato April 2014)

"MENGHADAPI MURID YANG TIDAK LATIHAN"
by: Jelia Megawati Heru
Artikel Staccato, April 2014


Mungkin mimpi setiap guru musik adalah memiliki murid yang selalu berlatih, mengerjakan PR, dan selalu mendengarkan perkataan gurunya. Namun, pada kenyataannya guru musik akan sedikit merasa lega dan tersenyum simpul, apabila salah satu dari muridnya mempunyai waktu dua hingga tiga kali dalam seminggu untuk berlatih. Pada realitanya, murid yang tidak latihan merupakan salah satu problem yang paling sering dihadapi oleh seorang guru musik dan belajar musik adalah sebuah proses membutuhkan komitmen, latihan rutin (daily practice at home,) jam terbang yang tinggi, disiplin, kerja keras, motivasi, dan inisiatif dari diri sendiri. Latihan di rumah adalah bagian dan konsekuensi dari pembelajaran musik itu sendiri.


PENYEBAB MURID TIDAK LATIHAN 

1. TIDAK ADA KOMITMEN 
Banyak pro dan kontra mengenai adanya komitmen dalam berlatih. Tapi nyatanya sebuah pelajaran instrumen akan menjadi sia-sia tanpa adanya komitmen untuk berlatih. Mempelajari musik instrumen bukanlah seperti membuat mie instan, dibutuhkan kerja keras – terutama di saat-saat latiham musik harus berkompetisi dengan kegiatan sekolah, les, dan liburan.

Wednesday, March 5, 2014

"KESALAHAN UMUM BELAJAR PIANO OLEH PEMULA" - Artikel Staccato Maret 2014, by: Jelia Megawati Heru

"KESALAHAN UMUM BELAJAR PIANO OLEH PEMULA"
Oleh: Jelia Megawati Heru
Artikel Staccato, Maret 2014


Dalam memulai pelajaran piano nya, sebagian besar murid pemula melakukan beberapa kesalahan yang fatal. Alih-alih menemukan jalan pintas untuk belajar lebih cepat, waktu malah terbuang percuma, sehingga mereka kehilangan motivasi belajar dan memutuskan untuk berhenti belajar piano. 

Kesalahan umum ini dapat berupa opini pribadi, anggapan masyarakat pada umumnya, pemikiran, pengalaman mengenai metode pembelajaran, pemilihan guru/materi, dan bagaimana belajar piano sebaiknya dilakukan. Jika Anda sedang dalam proses awal untuk belajar memainkan piano, tidak ada salahnya Anda menyimak artikel ini.  

1. MEMILIH GURU MUSIK YANG AMATIR
Asumsi ini mungkin merupakan salah satu kesalahan yang paling fatal dalam mempelajari piano bagi pemula. Justru mengajar murid pemula dalam piano merupakan hal yang sangat sulit dan membutuhkan lebih dari sekedar ketrampilan dan kesabaran untuk membangun fondasi musikal yang solid. Oleh karena itu dibutuhkan guru sekaligus musisi profesional (artist-level teacher) untuk mengajar murid pemula. Tidak ada yang salah dengan belajar secara otodidak, namun proses belajar akan menjadi lebih efektif dengan adanya tips-tips dan metode belajar dari seorang expert


“Good teachers are costly, but bad teachers cost more!”

Saturday, February 8, 2014

"BUKAN SEKEDAR TEORI MUSIK!" (Artikel Staccato Februari 2014) - by: Jelia Megawati Heru

"BUKAN SEKEDAR TEORI MUSIK"
Oleh: Jelia Megawati Heru
Artikel Staccato Februari 2014


Banyak orang yang berpikir bahwa teori musik tidaklah penting, membosankan, membuang waktu, dan tidak ada hubungannya dengan bermain musik! Yang penting anak bisa main musik kan, toh beres? Kan banyak orang yang nggak belajar teori musik, belajar otodidak buktinya bisa main musik tuh?! Hmm... Really? Apa peran teori musik dalam pelajaran instrumen? Bagaimana seharusnya teori musik itu dipelajari? Simak artikel berikut ini!

MUSIC VOCABULARY
Mempelajari musik sama ibaratnya dengan mempelajari bahasa asing. Apakah mungkin untuk berbicara dalam bahasa asing tanpa mempelajari kata demi kata, kalimat, mengeja, dan artinya? Mungkin saja. Namun apakah orang lain dapat memahami apa yang Anda katakan? Salah-salah Anda malah menyinggung orang lain karena kalimat yang Anda katakan mempunyai arti yang berbeda dengan apa yang ingin Anda sampaikan.

Thursday, February 6, 2014

Piano Sheets from TV Series "DEXTER"

PIANO SHEETS FROM TV SERIES "DEXTER"


An important part of the television series Dexter is the music. Without it to set each appropriate mood, fans would be watching something not nearly as captivating as it has been for the past eight seasons. Various artists lend their music to the show to be used and with no doubt, the original score is truly amazing and worthy of the franchise. Thanks to Daniel Licht and Rolfe Kent

DEXTER MUSIC THEME
This is the theme best associated with the opening title sequence. The theme music for the Showtime series DEXTER was composed and recorded in August 2006. An interesting task, as it was to be both sly and witty yet dark and with a hint of Miami about it. So it features guiro, latin percussion, and also Turkish saz and a vaguely reggae beat. It was all timed to match the opening title sequence.

Kent's widely praised opening theme utilizes an eclectic selection of European and Asian instruments, including ukulele, piano, bouzouki, trumpets, pizzicato strings, electric piano, saz, and tambour, set to an Afro-Cuban beat. 

Wednesday, January 29, 2014

PIANO SHEETS & LYRICS "FOR THE FIRST TIME IN FOREVER" (OST. FROZEN)

"FOR THE FIRST TIME IN FOREVER"
(OST. FROZEN)


VIDEO
 

LYRICS

"For The First Time In Forever" (with Kristen Bell)
 
[Anna:]
The window is open, so's that door
I didn't know they did that anymore
Who knew we owned eight thousand salad plates?

Monday, January 27, 2014

PIANO SHEETS & LYRICS "DO YOU WANT TO BUILD A SNOWMAN?" (OST. FROZEN)

"DO YOU WANT TO BUILD A SNOWMAN?"
(OST. FROZEN)


"Do You Want to Build a Snowman?"
is a song from the 2013 Disney animated film Frozen. It is sung by Anna.
The composers are Kristen Anderson-Lopez and Robert Lopez.

LYRICS

5-Year-Old Anna: 
Elsa? (knocks)
 
Do you want to build a snowman?
Come on, let's go and play!
I never see you anymore
Come out the door
It's like you've gone away

Friday, January 24, 2014

The Movie "Vier Minuten" (Four Minutes)

"VIER MINUTEN" (FOUR MINUTES)
THE PASSION FOR PIANO BETWEEN LIFE AND DEATH


Language: German
Directed by: Chris Kraus
Production Year: 2006 (Germany)
Release Date:18 April 2008 (USA) 
Runtime:112 min
Also Known As:Vier Minuten
Filming Locations: Luckau, Brandenburg, Germany
Production Co: 
Kordes & Kordes Film GmbH, Südwestrundfunk (SWR), Bayerischer Rundfunk (BR)
SYNOPSIS
Jenny von Loeben (Hannah Herzsprung) is young but her life is over. She has been locked up in a women's prison for killing someone, and she would do it again. Buried beneath her impenetrable facade, however, Jenny has an invaluable musical talent. When a 80-year-old piano teacher Traude Krueger (Monica Bleibtreu) discovers the girl's terrible secret, her raging brutality and her dreams, she makes it her mission to retransform Jenny into the musical wunderkind she once was.

Tuesday, January 7, 2014

"ETIKET KONSER MUSIK KLASIK" - by: Jelia Megawati Heru (Artikel Staccato Januari 2014)

"ETIKET KONSER MUSIK KLASIK"
by: Jelia Megawati Heru
Artikel Staccato Januari 2014


“Yada da da, yada da da, yada da daah…” (*Nokia Tune)
“SSSHH!!! Berisik! Tolong dong matiin HP nya!” (*sambil melotot)

Terdengar familiar? Yup! Itulah situasi stereotype dalam konser yang umumnya terjadi tidak hanya di Indonesia, tapi di seluruh dunia. Berbisik-bisik, suara ponsel berdering, suara batuk-batuk, mengambil gambar dengan lampu blitz kamera, mondar-mandir, merupakan beberapa contoh dari segelintir perilaku penonton yang mengganggu jalannya konser – khususnya konser Musik Klasik. 

Perilaku penonton yang terkadang aneh bin ajaib merupakan masalah yang sulit diatasi dan mimpi buruk bagi musisi yang akan tampil. Mungkin hal ini terdengar sepele, namun ketika kita berhadapan dengan publik, ada baiknya Anda mengetahui beberapa etiket konser yang berlaku dan mulai mawas diri – apalagi jika Anda adalah seorang guru musik. 

Ketidaktahuan publik terhadap etiket konser yang berlaku selain merusak momen, tidak sopan, tidak pada tempatnya, juga akan berpengaruh negatif terhadap apresiasi publik terhadap musik itu sendiri, dan memberikan citra stereotype yang buruk bagi murid. Jangan heran apabila orang bisa mondar-mandir, datang terlambat, pulang lebih awal pada saat musik sedang dimainkan – tanpa merasa bersalah sedikitpun atau berpikir tindakan mereka bisa mengganggu orang disekitar mereka.