Saturday, December 1, 2018

HOLIDAY MUSIC IDEAS: "Ide Musik Inspiratif Selama Liburan" - by: Jelia M. Heru (Staccato, December 2018)

“HOLIDAY MUSIC IDEAS”
IDE MUSIK INSPIRATIF SELAMA LIBURAN
by: Jelia Megawati Heru
(Staccato, December 2018)



Tanpa terasa sudah akhir tahun lagi. Siapa sih yang nggak butuh liburan? Semua orang membutuhkan break; dari rutinitas, tekanan, dan stress. Yay! Liburan memang menyenangkan. Namun apakah pada saat liburan, bermain piano nya juga ikutan libur? Walau sedang liburan, konsep liburan tanpa bermain piano sebetulnya tidak ideal. 

Mungkin berlatih piano di musim liburan tidaklah sama dengan berlatih sewaktu anak bersekolah. Bentuknya bisa saja berbeda. Namun musik seharusnya tetap menjadi hal yang disukai oleh murid, sesuatu yang familiar, dan menyenangkan. Sehingga tidak ada drama tujuh babak, atau kata “HARUS”, “WAJIB”, atau “TERPAKSA”. Begitu juga dengan penyakit yang tidak ada obatnya, yaitu MALAS! Andai ada vaksin untuk virus MALAS, pasti vaksin ini akan laku keras.



Sangat disayangkan jika di titik persimpangan momentum yang krusial untuk maju, justru murid beralih kearah yang berlawanan – tidak jarang ke titik nol, atau bahkan minus. Semua investasi waktu selama ini menjadi sia-sia. Sebetulnya ini adalah masalah bagi orang tua dan guru. Di momen seperti ini biasanya guru akan kehilangan muridnya dan kemungkinan besar tidak akan melanjutkan pendidikan musiknya lagi.

Boro-boro memainkan satu lagu, disentuh saja pianonya tidak, sampai berdebu. Jadi bagaimana memotivasi anak agar tetap bisa mempraktekkan musik selama musim liburan? Apa yang bisa dilakukan oleh orang tua dan guru? Simak tips-tips nya pada artikel kali ini!



IDE MUSIK INSPIRATIF SELAMA LIBURAN:
1. FUN & EASY SHORT PIECES
Mencari lagu dan potongan lagu yang relatif mudah, familiar di telinga, menyenangkan, dan dapat dimainkan; sangatlah penting untuk menjaga agar siswa tidak frustrasi, tidak bosan, dan tetap termotivasi dalam berlatih selama liburan. Misalnya: lagu Chopstick, lagu-lagu Natal, lagu Pop, Boogie Woogie, seperti: Christopher Norton’s Micro Jazz, Up-grade! Meninjau lagu-lagu favorit dari buku piano lama Anda atau memainkan satu lagu pendek setiap harinya.



2. MEREDEFINISI MAKNA LIBURAN
Alih-alih melakukan liburan dengan tidur seharian, bermalas-malasan tanpa melakukan apapun, menatap HP 24 jam (autis banget!), selfie melulu, atau main game dari pagi sampai pagi lagi. Ada baiknya justru Anda dapat melakukan kegiatan yang lebih PRODUKTIF dan EDUKASIONAL. Kegiatan yang tidak mungkin dilakukan, apabila Anda tidak mempunyai waktu luang. Selain itu perlu diketahui, bahwa pendidikan musik merupakan sesuatu hal yang sifatnya long-term. Yang memerlukan latihan, ketekunan, disiplin, dan kerja keras. Jadi liburan yang produktif? Yes, please!

Selama liburan sekolah, sedapat mungkin guru dan orang tua sebaiknya mendorong siswa untuk tetap berlatih “DAILY PRACTICE”– jika memungkinkan. Format latihan dapat bervariasi, sehingga meskipun Anda jauh dari rumah, Anda dapat melakukan sesuatu yang berhubungan dengan musik setiap harinya.





3. SPECIAL PROJECT
Ubah mind-set Anda! Jadikan musik sebagai bagian yang penting dalam hidup anak! Mempraktekkan musik, tidaklah hanya dilakukan dengan duduk di depan piano saja! Proyek spesial dengan anak, bentuknya bisa bermacam-macam, seperti: membuat piano cover, membuat video rekaman permainan anak, menghadiri konser musik dari artis favorit, mendengarkan CD/youtube bersama, melihat tutorial piano lagu favorit, berlatih lagu duet piano atau vocal-piano, berkolaborasi dengan keluarga dan teman yang mempunyai interest yang sama, membuat mini konser di rumah, #30dayspianochallenge, mengunjungi toko buku musik lokal dan menjelajahi lagu-lagu yang menarik, dsb. Be creative!

Rhapsodie in Blue (Fantasia 2000)

4. APRESIASI & DUKUNG ANAK
Tuntutan yang tinggi, juga harus diimbangi dengan apresiasi yang tinggi! Apresiasi itu bagaikan VITAMIN dan SERUM. >>MOOD BOOSTER<<Tanpa dukungan orang tua, anak Anda tidak akan berhasil! Salah satu kesalahan terbesar adalah lupa mengapresiasi anak. Jangan remehkan kekuatan kata-kata pujian! Motivasi memang sebaiknya datang dari diri sendiri. Namun ketika anak masih kecil, motivasi itu bisa tumbuh karena datang dari orang tua, keluarga, dan teman-teman.

Sebagaimana kecilnya kemajuan anak, ungkapkan dan komunikasikan apresiasi Anda sebagai orang tua dan guru terhadap anak. Berikanlah kejutan berupa “hadiah” kecil sebagai insentif, apabila mereka berhasil melakukan sesuatu hal baik. Misalnya: menghafal lagu, bermain piano di depan umum, mendapatkan nilai baik dalam ujian piano, dll.

Demonstrasi piano dari guru maupun orang tua sebetulnya sangat efektif untuk memotivasi dan menginspirasi anak. Namun apabila orang tua tidak dapat memainkan instrumen, mungkin orang tua bisa merekam sesi permainan guru pada saat memberikan contoh di kelas piano anak dan memutarkan video itu ke anak.



5. MENDENGARKAN & MENYANYI
Mendengarkan musik kesannya sepele. Tapi mendengarkan musik dan menyanyi merupakan kegiatan positif yang sangat bermanfaat. Tidak hanya berguna untuk menciptakan mood yang lebih baik dan perasaan bahagia. Tetapi juga sangat bermanfaat dalam mempelajari struktur lagu, berkonsentrasi pada variasi dan artikulasi yang dinamis, menghafalkan melodi, bersenandung, dan mungkin memainkan melodi ini di piano sambil bernyanyi? Anak yang dapat bernyanyi mempunyai kepekaan musikalitas yang lebih tinggi, dibandingkan dengan anak yang tidak dapat bernyanyi. So let’s sing!


6. BERLATIH PIANO TANPA PIANO
Berlatih piano, tapi tanpa piano. Maksudnya apa coba? Maksudnya Anda bisa berlatih dimana saja, kapan pun, hanya dengan membayangkan seolah-olah Anda bermain piano. Latihan visual dan mental trainingini sangat berguna, terutama bagi para pianis yang akan tampil dalam sebuah konser, namun karena satu dan lain hal, maka mereka tidak memungkinkan untuk berlatih pada piano sesungguhnya in real time

Yang perlu Anda lakukan adalah menempatkan buku piano Anda di atas meja, meletakkan tangan Anda di atas meja atau di pangkuan Anda, dan berlatih memainkannya seolah-olah Anda memiliki piano yang tidak terlihat (air piano). Anda bisa ‘bermain’ di permukaan apa saja, bisa meja, lutut, buku, atau meja. Tidak percaya, kalau hal ini bermanfaat? 


Pernah menonton konser “STOMP”? Permainan perkusi yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Entah kertas koran, botol aqua, drum, tepuk tangan, body percussion, peralatan dapur, dll. Apapun bisa dimainkan menjadi musik, karena musik itu sejatinya berawal dari diri manusia sendiri. Instrumen hanyalah perwujudan/realisasi dari musik dalam diri kita. Yang membatasi diri Anda adalah diri Anda dan imajinasi Anda sendiri. Tentunya berlatih pada piano sesungguhnya dan in real time, adalah alternatif yang lebih baik. But who knows? Cobalah dan buktikan apakah hal ini berhasil untuk Anda? 

Liburan bukanlah sebuah pelarian dari semua problem Anda, apalagi kalau sampai gagal move on. Liburan ibarat me-recharge batere dan energi Anda, supaya Anda mempunyai resolusi dan berani menerima tantangan di masa depan. NO FEAR! And that’s it! Semoga Anda mendapatkan ide-ide yang menarik untuk membantu mengisi liburan Anda dengan musik, kegembiraan, dan inspirasi! Selamat berlibur dan juga berlatih! Sampai jumpa tahun depan dengan semangat yang baru!