Kompetisi merupakan topik kontroversial dalam dunia Musik Klasik. Komposer asal Hungaria Béla Bartók mengatakan bahwa kompetisi ditujukan untuk kuda, bukan musisi. Pianis virtuoso asal Rusia, Vladimir Horowitz juga menentang kompetisi piano, alasannya keputusan juri lebih sering didasarkan pada persaingan profesional daripada bakat peserta.
Karier yang gemilang tidak selalu dijamin oleh kemenangan kompetisi. Banyak pemenang Chopin telah tenggelam dalam ketidakjelasan, dan beberapa nama besar di piano klasik tidak pernah memenangkan kejuaraan apapun. Salah satunya adalah Yuja Wang.
Mereka yang mendukung adanya kompetisi piano berpendapat, bahwa kompetisi penting untuk menemukan bakat baru dan memulai karier internasional. Tetapi ada pihak yang menentang dan berargumen bahwa kompetisi tersebut justru menghambat musikalitas dengan berfokus pada kesempurnaan teknis, dan lebih mengutamakan kesesuaian daripada orisinalitas.
OLIMPIADE PIANO
Kompetisi Piano Internasional Fryderyk Chopin ke-19, yang diselenggarakan oleh Fryderyk Chopin Institute Polandia, berlangsung dari 2 hingga 23 Oktober 2025. Diadakan setiap lima tahun di sekitar hari peringatan kematian Chopin, kompetisi ini adalah salah satu acara musik tertua dan paling bergengsi dari jenisnya di dunia. Pemenang yang mencakup legenda seperti Maurizio Pollini (1960), Krystian Zimerman (1975), dan Martha Argerich (1965), Seong-Jin Cho (2015), Yundi Li (2000), Yuliana Avdeeva (2010), dan ketua juri tahun ini, Garrick Ohlsson (1970).
Tidak seperti kompetisi lainnya, kontestan dalam Kompetisi Chopin hanya memainkan karya dari satu komposer. Tiket untuk acara tersebut, yang mulai dijual satu tahun lalu, terjual habis dalam hitungan menit. Berkat siaran langsung, audiens yang lebih besar dapat menyaksikan dari jarak jauh untuk melihat para kontestan bergulat dengan beberapa musik paling sulit dalam repertoar piano.
