Showing posts with label pianist. Show all posts
Showing posts with label pianist. Show all posts

Thursday, March 12, 2026

Panen Prestasi Jelia's Piano Studio | Liputan Graduation Piano Recital

“PANEN PRESTASI 
JELIA’S PIANO STUDIO”
Liputan Graduation Piano Recital


Pembelajaran Musik Piano, dalam esensinya bukanlah sekedar kursus keterampilan. Lebih dari itu, pembelajaran Musik Piano adalah sebuah PERSONAL ENRICHMENT atau pengayaan pribadi. Oleh sebab itu, pembelajaran Musik Piano adalah skala berproses. Dengan demikian, pembelajaran Musik Piano adalan PENDIDIKAN. Hasil akhirnya tentu bukan pianis-pianis unggul ala beruang sirkus, melainkan pribadi-pribadi anak bangsa yang berbudaya dan berakhlak baik karena kehalusan karsa melalui musik.



Itulah prestasi yang selama napak tilasnya dalam kurun lebih dari satu dasawarsa berhasil diraih oleh JELIA’S PIANO STUDIO dengan Direksi Ibu Jelia Megawati Heru, M.Mus.Edu. Pada 8 Maret 2026, Jelia’s Piano Studio menggelar Konser yang merupakan PANEN PRESTASI. Konser tersebut sebetulnya adalah Graduation Concert, sebuah konser kelulusan. 


Kenneth Joavel Prawira, ARSM


Ada enam siswa yang sudah menamatkan Grade 8 ABRSM (Associated Board of the Royal Schools of Music)dan RSL Awards dengan hasil rata-rata DISTINCTION. Siswa tsb adalah Claire Jane Tumbuan-Kwok, Kenneth Nathaniel Tjan, Audrey Natalie Utama, Florencia Erin Tajuni, Clarisse Elaine Huang, dan Ken Ananta Huang. Satu orang siswa meraih gelar ARSM Diploma (Associate of the Royal Schools of Music) for Music Performance in Piano dari ABRSM, yaitu Kenneth Joavel Prawira dan satu orang, dalam usianya yang masih sangat belia meraih gelar LRSM (Licenciate of the Royal Schools of Music) for Music Performance in Piano dari ABRSM, yakni Nicholas Patrick Wiranata. Sungguh sebuah panen prestasi yang patut dibanggakan.

Saturday, February 14, 2026

KEMILAU DI AWAL WARSA | Gelar LRSM bagi Nicholas Patrick Wiranata | Staccato, March 2026

“KEMILAU DI AWAL WARSA”
(Gelar LRSM bagi Nicholas Patrick Wiranata)
Staccato, March 2026


Bagi pembaca Staccato, nama Nicholas Patrick Wiranata, tentu sudah tidak asing. Nick berkali-kali mengharumkan nama Indonesia di berbagai ajang Kompetisi Piano Internasional. Beberapa kali melakukan debut konser internasional dengan sukses dalam ajang Chopin Avenue  di Polandia dan 1st Prize for category 13-15 y.o Piano Solo dalam Final round & Final Top Winner Recital of Wien International Young Musicians Music Competition (W-IYMMC) pada Juli 2025 di Wina, Austria. Profil nya pun beberapa kali ditampilkan majalah Staccato, tentu sebagai inspirasi bagi para siswa piano di tanah air.


 

Pada akhir tahun 2023, seorang Nicholas Patrick Wiranata berhasil meraih gelar Associate of the Royal Schools of Music (ARSM) for Music Performance in Piano dengan predikat Distinction. Pada awal tahun 2026, Nicholas berhasil meraih gelar Licenciate of the Royal Schools of Music (LRSM) for Music Performance in Piano dari Associated Board of The Royal Schools of Music (ABRSM), London, Inggris. LRSM merupakan sebuah gelar akademik yang bergengsi di dunia musik. Sebuah kualifikasi diploma musik tingkat tinggi (Level 6) dari ABRSM yang setara dengan studi pascasarjana (Bachelor), dimana musisi ditantang untuk menunjukkan keahlian teknis dan musikalitas yang tinggi dalam bidang musik pertunjukan atau pengajaran musik.

Sunday, June 1, 2025

"Memelihara Kesehatan Mental Musisi": Mengelola Medsos & Teknologi Bagi Praktisi Musik | by: Jelia Megawati Heru | Staccato, June 2025

“MEMELIHARA 
KESEHATAN MENTAL MUSISI”
MENGELOLA MEDSOS & TEKNOLOGI BAGI PRAKTISI MUSIK
By: Jelia Megawati Heru
Staccato, June 2025


BATASAN PENGGUNAAN TEKNOLOGI

Mengadopsi teknologi, lebih banyak tidak selalu lebih baik. Teknologi dan medsos harus dapat disesuaikan dengan batasan yang dibuat manusia—untuk melayani tujuan manusiawi. Penggunaan medsos yang tidak sehat dan toxic menyebabkan banyak konsekuensi negatif, termasuk degradasi lingkungan, isolasi, eksploitasi manusia seperti pornografi anak, addicted, digital burn out, cyberbullying dari para haters yang bisa memicu perilaku ekstrem seperti bunuh diri, dan cybercrime.



Medsos yang buruk pada dasarnya bersifat KOMERSIL dan PALSU. Media ini terputus dari kebutuhan manusia yang sebenarnya dan terputus secara sosial. Media ini merusak individu, komunitas, dan tempat. Media ini menipu. Media ini mengancam akses yang bebas dan terbuka. Sebagai contoh dalam pendidikan musik, posting penampilan "terbaik" dalam 10 detik tidak menunjukkan semua usaha berlatih sehari-hari yang dilakukan dalam persiapan untuk tampil di depan publik. Faktanya, tidak ada hasil yang instan dan bisa saja postingan tsb diedit. Jadi be smart dan jangan tertipu! 

 

Contoh lain medsos yang buruk menciptakan kebutuhan palsu akan produk konsumen yang tanpanya sebagian besar orang dapat hidup dengan baik, yang secara langsung merusak lingkungan, seperti pemborosan dalam pembuatan dan pembuangan gadget. Pilihan yang paling berkelanjutan secara ekologis mungkin adalah tidak menggunakan gadget. Namun pilihan ini sangat tidak mungkin bagi banyak orang, terutama di kota besar.

Tuesday, April 1, 2025

Cara Menikmati Latihan Piano | by: Jelia Megawati Heru | Staccato, April 2025

CARA MENIKMATI LATIHAN PIANO
by: Jelia Megawati Heru
Staccato, April 2025


Berlatih piano seringkali merupakan momok dan terasa seperti sebuah hukuman bagi para pianis profesional yang paling berdedikasi sekalipun. Lantas, bagaimana cara menikmati latihan? Ini saatnya mengevaluasi kebiasaan berlatih kita dan merencanakan latihan yang lebih efisien dan fokus untuk mencapai tujuan akhir bermusik Anda. Resolusi Anda bukanlah berlatih lebih banyak, tetapi bagaimana memiliki repertoar yang banyak dalam waktu yang singkat dan memperoleh kenikmatan dari bermusik.


1. TEMUKAN MOTIVASI ANDA
Motivasi membuat Anda bangkit dari sofa dan tetap bermain piano. Coba ingat-ingat dan gali apa alasan Anda memainkan piano? Terkadang hanya butuh satu hal yang sederhana. Kenangan atau memori masa kecil. Sebuah iklan atau lagu soundtrack di TV atau sebuah foto konser/resital pertama dengan orang tua, bahkan mungkin lagu River Flows in You. Identifikasikanlah beberapa tujuan jangka pendek dan jangka panjang! Dengarkan karya atau pemain yang menginspirasi Anda untuk bermain piano di YouTube. 
 
Latihan tidak hanya terjadi di ruang latihan, ini adalah penyempurnaan mental dan juga latihan fisik, jadi carilah inspirasi dari dunia luar, ini mungkin hanya memberi Anda dorongan yang Anda butuhkan. Motivasi yang kuat membuat Anda kuat menjalani hal-hal yang berat sekalipun. Tanpa motivasi dan tujuan, semuanya akan terasa membosankan dan sia-sia.

Monday, December 2, 2024

RACHMANINOFF PRÉLUDES | by: Jelia Megawati Heru | Staccato, December 2024

RACHMANINOFF PRÉLUDES
By: Jelia Megawati Heru
Staccato, December 2024

 

TENTANG PRÉLUDE

Prélude adalah komposisi pendek yang biasanya digunakan sebagai pendahuluan atau pengantar untuk gerakan musik yang lebih kompleks. Namun pada pertengahan tahun 1800-an, prélude —yang dulu dipahami sebagai karya pengantar untuk karya yang lebih panjang—telah berevolusi menjadi karya pendek yang berdiri sendiri, yang masih ditujukan untuk karya piano solo.

 

Johann Sebastian Bach telah membangun praktik menulis sejumlah lagu yang masing-masing menggunakan kunci yang berbeda untuk mengeksplorasi potensi aural dari kunci yang berbeda. The Well-Tempered Clavier (WTC) karya Johann Sebastian Bach adalah salah satu karya terpenting sepanjang masa. WTC terdiri dari dua jilid buku, dimana masing-masing jilid terdiri dari sepasang prélude dan fugue yang berjumlah dua puluh empat kunci dengan pola mayor-minor. Kedua buku tersebut mengikuti urutan 12 kunci secara kromatis: dimulai dengan C major dan minor parallel (C minor), lalu C-sharp major dan C-sharp minor, dst hingga ke-24 kunci tercover. 



WTC ini berpengaruh besar terhadap komposer-komposer berikutnya, seperti Frédéric Chopin, Alexander Scriabin, dan Sergei Rachmaninoff. Chopin melanjutkan tradisi Bach WTC dengan menulis 24 Préludes dalam kunci mayor dan minor tapi tidak dipadukan dengan fugue. Organisasi struktur kuncinya juga berbeda dari Bach: Prélude No. 1 di C mayor, Prélude No. 2 di A minor; menggunakan pola major-minor searah jarum jam (circle of fifth). Prélude ala Chopin adalah potongan karakter pendek berdasarkan motif kecil. Pianis biasanya memainkan Chopin Prélude baik secara individu yang berdiri sendiri atau sebagai satu set yang lengkap dalam sebuah konser.

 

Pada abad ke-19, komposer Rusia seperti Scriabin dan Rachmaninoff menjawab tantangan dan mengikuti jejak Chopin dalam mengkomposisi prélude sebagai karya miniatur piano yang independen dan mandiri dalam berbagai karakter dan mood. Seperti halnya Chopin, Scriabin juga menulis 24 Préludes yang mencakup semua kunci mayor dan minor yang menampilkan ciri khas dan tekstur harmoninya yang unik. 

Tuesday, October 1, 2024

METODE PIANO ALA RUSIA | by: Jelia Megawati Heru | Staccato, October 2024

METODE PIANO ALA RUSIA
By: Jelia Megawati Heru
Staccato, October 2024


TRADISI BUDAYA MUSIK PIANO RUSIA

Sistem Pendidikan piano modern di seluruh dunia dipengaruhi oleh tradisi sekolah piano Rusia. Pada akhir abad ke-19 Rusia menjadi pusat kebudayaan musik, yang didorong oleh tingginya popularitas piano, munculnya aliran komposisi ala Rusia, pianis, dan guru piano yang kuat. Rusia mengundang guru-guru terhebat untuk bekerja di dua konservatori pertama di Rusia, yaitu St. Petersburg Conservatory pada tahun 1862 (didirikan oleh Anton Rubinstein), dan Moscow Conservatory pada tahun 1866 (didirikan oleh Nikolai Rubinstein).

 

Tradisi budaya musik Rusia dikembangkan dari refleksi filosofis, pengetahuan, dan empati yang telah berlangsung selama ratusan tahun. Ciri-ciri utama gaya bermain piano Rusia mencakup pendekatan yang sangat spiritual terhadap seni dan sangat ekspresif, disertai dengan interpretasi yang cermat dan kemampuan teknis yang tinggi.



Namun sejak awal abad ke-20, pendidikan musik di Rusia, yang sangat dipengaruhi oleh pemerintah yang meyakini bahwa sistem pendidikan musik dapat 'memperkuat massa secara nasionalis dan politis'. Oleh karena itu Pusat Sekolah Musik didirikan pada tahun 1935. Sistem Pendidikan mempunyai hirarki yang dapat dikategorikan menjadi empat tingkatan unik: Sekolah Musik Anak, Sekolah Musik, Sekolah Musik Khusus, dan Konservatorium. Setiap tingkatan memiliki fungsi yang berbeda dan kurikulum masing-masing. 

Sunday, March 31, 2024

Piano Concerto | by: Jelia Megawati Heru | Staccato, April 2024

PIANO CONCERTO
By: Jelia Megawati Heru
Staccato, April 2024



APA ITU CONCERTO?

“Concerto” berasal dari Bahasa Italia yang berarti “konser”. Namun pada sebuah concerto, konser ini mengacu kepada pertunjukkan virtuoso seorang solois dengan bagian musik yang membutuhkan teknik tingkat lanjut yang diiringi oleh orkestra. Soloist concerto atau solois konserto tidak melulu hanya pianis, tetapi bisa juga untuk instrumen lainnya, seperti: biolin, biola, cello, oboe, clarinet, terompet, dan bahkan vokal (sopran). Violin concerto misalnya, memiliki format violin sebagai solist dan diiringi oleh orkes. Cello concerto berarti memiliki format cello sebagai solist dan diiringi oleh orkes, dst.

 

Yang membuat sebuah concerto berbeda dengan pertunjukkan/konser pada umumnya adalah instrumen solonya berada dalam semacam sebuah dialog/percakapan dengan orkestra. Konserto sering kali merupakan acara berskala besar. Mereka populer di kalangan penonton karena biasanya melibatkan solois terkenal. Soloist sering kali menjadi sorotan konser malam itu. Mereka mungkin seorang profesional keliling, anggota orkestra,“artis muda” atau pemenang kompetisi atau “artist in residence”.

Wednesday, March 13, 2024

Kecemerlangan yang Makin Menyala | Liputan Ceremony Rockstar Award 2024 | Staccato, April 2024

KECEMERLANGAN YANG MAKIN MENYALA
(Liputan Anugerah Rockstar Award 2024 bagi Jelia’s Piano Studio)
Staccato, April 2024


Sebuah penganugerahan bukan saja menorehkan kebanggaan. Sebuah penganugerahan adalah satu citra. Citra tentang perjuangan dan keberhasilan yang tanpa cela. Citra yang menyemburatkan kecemerlangan. Dan itulah yang didapat oleh Jelia’s Piano Studio. Untuk ke-4 kalinya, Jelia’s Piano Studio dianugerahi Rockstar Award sebagai THE BEST PRIVATE STUDIO 2024. Rockstar Award itu sendiri adalah Annual Award yang diberikan Rockschool Limited atau RSL. Sebuah lembaga Internasional dalam sertifikasi musik yang kini merajai pasar sertifikasi untuk Musik Klasik dan Kontemporer termasuk Pop dan Jazz. RSL berpusat di London, Inggris. Dan Rockstar Award adalah penganugerahan tertinggi berdasarkan region tiap negara.


Dalam sambutan saat Rockstar Award Ceremony pada 24 Februari 2024 dalam format Zoom Meeting, Country Representative RSL Indonesia, Bapak Andy Jobs menyambut baik kegemilangan yang dicapai para peraih penghargaan dari Indonesia. Jelia Megawati Heru M.Mus.Edu selaku Direktur Jelia’s Piano Studio, dalam sambutannya menekankan bahwa penghargaan semacam masih harus terus dipertahankan. Para peraih penghargaan hendaknya tidak berpuas diri. Perjuangan untuk tetap bermusik dan menyalurkan hasrat bermusik membutuhkan usaha tanpa kenal lelah termasuk tetesan air mata dan cucuran keringat.

Tuesday, December 26, 2023

Nicholas Patrick Wiranata: Muda Nan Cemerlang | ARSM Achievement | Staccato, January 2024

NICHOLAS PATRICK WIRANATA
"MUDA NAN CEMERLANG"
LIPUTAN ARSM ACHIEVEMENT
Staccato, January 2024


Bagi sebagian orang, musik hanya hiburan semata. Bagi sebagian yang lain, musik adalah seni yang harus diapresiasi. Banyak pula yang menganggap bahwa musik adalah sarana mencurahkan perasaan apapun itu. Tak kurang banyaknya yang menganggap bahwa musik adalah asupan bathin. Melengkapi rona pendapat tersebut, sejatinya musik juga bersifat keilmuan. Musik adalah sains. Dan dengan demikian, musik sejatinya memiliki tatanan akademik yang setara dengan ilmu-ilmu yang lain termasuk ekonomi, hukum, dan kedokteran.


Dalam ranah keilmuan musik itulah, seorang Nicholas Patrick Wiranata, putra dari Bapak Wiranata Kemala Teng dan Ibu Evie Lukman, berhasil dengan gemilang menyelesaikan Program dan mendapat gelar DIPLOMA. Tak kepalang tanggung, Diploma yang Nick peroleh adalah Diploma dari ABRSM (Associated of The Royal School of Music), satu lembaga serifikasi Internasional dalam bidang musik yang paling bergengsi dan berkedudukan di UK Inggris. 

 


Nick memperoleh gelar Diplomanya dengan predikat DISTINCTION. Hebatnya lagi, Nick memposisikan diri sebagai salah satu dari sedikit orang muda di seluruh dunia, di bawah usia 15 tahun, yang mendapatkan Diploma musik Internasional. Namanya pun berhak diberi tituler ARSM (Asscociated of The Royal School of Music), gelar Diploma yang merupakan update dari gelar DipABRSM.

Monday, October 2, 2023

Berjaya Lewat Keterpurukan: Memaknai Kekalahan Dalam Kompetisi | by: Jelia Megawati Heru | Staccato, October 2023

“BERJAYA LEWAT KETERPURUKAN”
MEMAKNAI KEKALAHAN DALAM KOMPETISI 
By: Jelia Megawati Heru
Staccato, October 2023


Artikel kali ini mungkin anti-mainstream. Kali ini penulis tidak akan membahas bagaimana tips untuk memenangkan sebuah kompetisi, tetapi sebaliknya apa yang Anda akan lakukan jika Anda kalah? Mengapa? Karena dalam hidup tidak selamanya kita akan selalu berada diatas. Itu mah film, Bund! Ketika Anda tidak memenangkan suatu pertandingan, apakah berarti Anda adalah seorang pecundang (loser), tidak berbakat, dan Anda akan menangis lalu menyerah begitu saja?

 

Mana ada superhero yang menang melulu! Superhero justru adalah orang yang mengalami ketidakadilan, keterpurukan, kesepian, naas, mungkin ia kehilangan semuanya, termasuk orang yang dikasihinya, namun ia justru bangkit dari semua itu dan memenuhi takdirnya. Alur cerita akan menjadi anti klimaks, jika seorang superhero menyerah. 

 

Ad maiora natus sum: we are born to aim for greater things. Kita lahir untuk hal-hal besar. Hal besar itu lebih daripada dirimu sendiri, lebih dari kepentingan empat tembok rumahmu dan egomu. Hal-hal besar itu seluas langit, seluas dunia, seluas bumi, disitulah kita berkarya. Dari situ kita menyadari bahwa kita bisa berbuat lebih dari diri kita yang sekarang ini. 

Saturday, September 2, 2023

Strategi Menghafal Musik | by: Jelia Megawati Heru | Staccato, September 2023

STRATEGI MENGHAFAL MUSIK
By: Jelia Megawati Heru
Staccato, September 2023


KEBIASAAN BERLATIH YANG BAIK 

Menghafal sebuah karya musik seringkali menjadi momok dan membuat frustrasi. Mengapa? Karena walaupun Anda sudah berlatih berjam-jam, ternyata hasilnya tidak sesuai dengan ekspektasi. Emotional damage.

 

Menghafal karya musik dimulai dengan kebiasaan latihan yang baik. Persiapan adalah kuncinya. Menghafal dengan cara tradisional akan membutuhkan berjam-jam latihan. Kiat-kiat berikut diharapkan akan mengurangi waktu yang diperlukan bagi Anda untuk menghafal sebuah karya musik supaya kerja keras Anda tidak sia-sia. Kiat-kiat ini melibatkan strategi komprehensif yang dapat membantu siapa pun menguasai keterampilan bermusik. Semoga tips ini berguna dan Anda bisa menggunakannya dalam rutinitas Anda untuk berlatih lebih efektif. 



1. S-L-O-W, BUT SURE

Berlatihlah secara perlahan dalam tempo yang pelan dan bertahap. Berlatih dengan tempo lambat sangat penting untuk menguasai not, fingering, dan dinamika lagu yang benar, dan memberi otak Anda waktu untuk memproses informasi baru. Idealnya, Anda harus bisa memainkan lagu yang sudah dihafal dalam tempo apa pun: lambat, sedang, dan cepat. Pastikan Anda memainkan semua elemen dengan benar! Jaga ritme dan lakukan yang terbaik. Analisalah kesalahan yang Anda buat, dan berkonsentrasilah pada area tersebut.

Tuesday, July 11, 2023

Debut Internasional Pertama Bagi Nicholas | Staccato, August 2023

DEBUT INTERNASIONAL PERTAMA BAGI NICHOLAS
Liputan Staccato, Agustus 2023

 

Nicholas Patrick Wiranata lahir dan besar di Jakarta. Sejak kecil, Nick, begitu ia biasa disapa, sudah menampakkan bakat musiknya. Ia sudah mulai ber-beat box. Bakat ini disadari oleh orang tuanya, Bp.Wiranata Kemala Teng dan Ibu Evie Lukman. Mereka mencari guru piano professional untuk membina perkembangan bakat Nick dan mereka sangat beruntung. Melalui dr. Dario Turk Sp.OG, dokter yang membantu persalinan Ibu Evie, mereka diperkenalkan dengan seorang music educator terkemuka lulusan Jerman, yaitu Ms. Jelia Megawati Heru, M.Mus.Edu. 


Nicholas with Ms. Jelia & Mr. Andy Jobs (RSL Awards Indonesia)


Dibawah bimbingan Ms. Jelia, bakat musik Nick berkembang dengan sangat pesat. Ia mendapatkan bukan saja hanya pelajaran berpiano, melainkan juga pendidikan dalam bidang musik. Baru 6 bulan belajar piano, Nick sudah ikut dalam konser siswa dan penampilannya sangat memukau para hadirin. 



Pada usia 11 tahun, Nick telah menyelesaikan ujian Classical Piano grade 8 dengan gemilang. Dia selalu mendapatkan predikat super distinction (bahkan nyaris sempurna: 99!) dan menerima empat Rockstar Awards untuk piano grade 5, 6, 7, dan 8  karena mendapatkan nilai tertinggi di seluruh Indonesia (high scorer). Selain kecemerlangan prestasinya, Nick juga berhasil meraih Juara ke-1 Kompetisi Musik e-Rockfest 2021 yang diadakan oleh RSL Awards Asia.

Saturday, July 1, 2023

Schumann's Advice to Young Musician | by: Jelia Megawati Heru | Staccato, July 2023

“KATA-KATA BIJAK SCHUMANN”
SCHUMANN’S ADVICE TO YOUNG MUSICIAN
By: Jelia Megawati Heru
Staccato, July 2023


Robert Schumann adalah seorang komposer dan kritikus Jerman berwawasan ke depan pada zamannya. Schumann merupakan seseorang yang jenius yang unik tidak hanya karena musiknya yang besar dan beragam, tetapi juga karena ia memperjuangkan dan mendukung musisi lain, serta mengajar, menulis, dan mendorong musisi muda yang bercita-cita tinggi.

 

Walau ia mengalami gangguan bipolar dan tidak pernah menjadi pianis virtuoso seperti yang ia harapkan, ia menulis beberapa musik terhebat di era Romantik untuk piano dan Lieder. Musiknya mengantisipasi banyak tren yang akan berkembang dalam 150 tahun setelah kematiannya, dan banyak komposer besar mengakui pengaruhnya yang revolusioner.

 

Salah satunya pada tahun 1848 Schumann menulis sebuah buku yang berisi nasihatnya untuk para musisi muda “Schumann’s Advice to Young Musicians” (Nasihat Robert Schumann untuk Musisi Muda) untuk mengiringi Albumnya yang populer di masa itu, yaitu “Album für die Jugend, Op. 68” (Album for the Young, Op. 68) – sebuah rangkaian karya piano untuk anak-anak dan siswa. 

Sunday, April 30, 2023

The Sound of Feeling: Memainkan Musik dengan Ekspresif | by: Jelia Megawati Heru | Staccato, May 2023

THE SOUND OF FEELING:
MEMAINKAN MUSIK DENGAN EKSPRESIF
By: Jelia Megawati Heru
Staccato, May 2023

 

Sebagai seorang pianis, adalah penting membangun keterampilan Anda untuk memiliki kontrol teknik atas instrumen dan memori otot yang baik. Tetapi bermain piano tidak sesederhana itu. Memainkan not dan ritme yang tepat dan presisi, tidaklah cukup. Jika Anda belum bisa mengkomunikasikan ide dari musik yang Anda mainkan dan tidak dapat menggerakkan pendengarnya, apa gunanya semua latihan yang Anda lakukan?

 

Apa yang menggerakkan pendengar? UNSUR EMOSI. FEELING. EKSPRESIF. Apapun itu namanya, memasukkan unsur emosi ke dalam musik itu penting karena tanpa itu pianis terdengar identik satu sama lain. Itulah yang membedakan satu pianis dengan yang lainnya dan membuatnya UNIK.




Mencapai ekspresi musik selalu menjadi elemen yang paling sulit untuk dikuasai. Memainkan karya musik secara ekspresif membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk berkembang, dan pengaruh seorang guru dapat berdampak besar pada hal itu.

 

Dalam genre Musik Jazz, Pop, atau Rock, Anda mungkin bisa mengeksplorasi dinamika dengan kontras atau bahkan tingkat ekstrem untuk menarik penonton. Bagaimana dengan Musik Klasik? Dalam Musik Klasik mungkin musik pada zaman Baroque tentunya tidak akan seekpresif seperti zaman Romantik, namun tetap ada ruang untuk berekspresi.

Saturday, April 1, 2023

Mengelola Stress Pada Pianis | by: Jelia Megawati Heru | Staccato, April 2023

MENGELOLA STRESS PADA PIANIS
By: Jelia Megawati Heru
Staccato, April 2023


EMOSI YANG TIDAK SEIMBANG

Musik memberikan kita kebebasan untuk berekspresi. Emosi adalah aspek yang penting dari dasar kemanusiaan kita. Semakin dalam emosi yang ditunjukkan dalam musik – menjadikannya pengalaman yang jauh lebih kuat bagi para pendengarnya. Tetapi ketika emosi itu tidak seimbang, hal ini bisa menjadi masalah dan membuat kita labil, merasa terombang-ambing, dan merasa hancur. Hal ini menjadi tantangan bagi para pianis, karena ayunan bolak-balik dari kegembiraan yang berlebihan hingga kekecewaan yang mengerikan berpotensi menjadi gambaran dunia emosionalnya sehari-hari.



LANSKAP DUNIA PARA PIANIS

Dunia piano bisa menjadi dunia yang sangat kompetitif, membosankan, dan sepi. Pianis dihadapkan pada situasi dimana ia harus terlibat dengan emosinya sendiri, emosi komposer yang paling kreatif dalam sejarah secara mendalam dalam sebuah pertunjukkan dengan publik. 

 

Pianis juga sering bekerja dalam kesendirian dan terisolasi, belum lagi tur/konser, dan jam mengajar yang antisosial dan membebani fisik. Mereka mengunci diri di ruang latihan selama berjam-jam, mengulang beratus-ratus kali agar bisa memainkan satu karya dengan sempurna. Pianis harus bersaing dengan kompetitor lain dan bisa membuat banyak orang merasa rendah diri dan gagal. 

 

Pertanyaannya, jika Anda berlatih begitu banyak, akankah Anda masih tetap memiliki kecintaan dan emosi yang mendalam? Atau sebaliknya malah akan menghancurkan kecintaan mereka pada musik, dihinggapi virus kebosanan, dan kehilangan arah mengapa mereka memainkan musik?

Wednesday, February 1, 2023

What Makes a Good Piano Performance? | by: Jelia Megawati Heru | Staccato, February 2023

WHAT MAKES 
A GOOD PIANO PERFORMANCE?
By: Jelia Megawati Heru
Staccato, February 2023


PIANIST VS GREAT MUSICIAN

Ada perbedaan yang besar antara memainkan piano dengan baik dan membuat musik yang bagus sambil memainkan piano. Seorang yang bermain piano dengan sangat baik belum tentu dapat membuat musik yang bagus dan seorang yang mampu membuat musik yang hebat belum tentu merupakan seorang pianis yang hebat. Seorang pianis yang hebat dan sekaligus mampu membuat musik yang hebat adalah sebuah hal yang langka. Ada jutaan pianis di dunia, tetapi hanya segelintir orang saja yang akan berada di puncak yang memiliki keduanya.

 

Dalam bermain piano dibutuhkan banyak keterampilan, fisik, dan intelektual. Menguasainya merupakan hal yang sulit, namun hal yang jauh lebih sulit lagi adalah bagaimana mencapai semuanya sebagai satu entitas. Penciptaan seorang musisi hebat adalah sebuah misteri yang seringkali bertentangan dengan logika. Terkadang orang yang diprediksi paling tidak mungkin berhasil, justru diluar dugaan mampu melewati segala rintangan. Yang lainnya, berpendidikan tinggi, berbudaya luas, mungkin justru bisa berakhir seperti orang tak berguna. 

Monday, January 2, 2023

ETIKA BERMAIN PIANO DI PANGGUNG | by: Jelia Megawati Heru | Staccato, January 2023

“ETIKA BERMAIN PIANO
DI PANGGUNG”
By: Jelia Megawati Heru
Staccato, January 2023


Tampil berpiano di ruang publik bukan hanya saja sekedar bermain dan berlatih piano biasa seperti di rumah atau sekolah musik. Dibutuhkan pengetahuan dan tata krama/etiket formal dalam performa bermain piano di ruang publik, dimana publik melihat dan mendengar Anda. Hal ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari penampilan pianis itu sendiri, sehingga sudah sepatutnya dipelajari dengan “benar” oleh setiap pianis sebagai bagian dari persiapan konser dan tradisi yang melekat. 

Sayangnya tradisi ini sudah luntur dan banyak guru yang tidak memahaminya, menganggapnya tidak penting, sehingga muridnya tidak diedukasi dengan baik. Muridnya akan dicap sebagai “serampangan” dan “selonong boy” seperti anak manja yang salah asuh, tidak tahu diri dan etika. “Ah, kuno! Konyol!”, ya sah-sah aja Anda berpendapat demikian. Namun pianis yang telah dididik dan dibekali dengan tradisi yang “kuno” dan etiket yang “benar” inilah yang tampil sebagai pribadi yang percaya diri dan proper. 

Saat seorang pianis menekan nada terakhir dari sebuah karya, ketika penonton bertepuk tangan, bagaimanakah ia berdiri dan memberikan hormat? Hal-hal “kecil” dan attitude inilah yang akan membuat perbedaan yang nyata pada bagaimana cara mereka membawa diri mereka dan membentuk persepsi publik tentang pribadi diri mereka sebagai seorang pianis.

   

Sunday, December 4, 2022

Ode Untuk Sang Pemenang - Liputan Konser Piano Nicholas Patrick Wiranata & Ken Ananta Huang

“ODE UNTUK SANG PEMENANG”
LIPUTAN KONSER PIANO NICHOLAS PATRICK WIRANATA
& KEN ANANTA HUANG


Piala, medali, trophy, sabuk kejuaraan, semua itu adalah bentuk penghargaan atas prestasi yang diraih seseorang. Umumnya, bentuk penghargaan berupa tanda mata, diberikan pada pencapaian prestasi di bidang olah raga. Lalu bagaimana dengan bidang musik? Jawabannya adalah sebuah SOLO RECITAL. Solo Recital merupakan sebuah tribute, penghargaan, apresiasi yang diraih oleh seorang pemusik. Terlebih jika Solo recital atau Konser tersebut diadakan oleh institusi yang sudah menggodok, menempa dan mendampingi karir sang juara.



Itulah yang diakomodir oleh JELIA’S PIANO STUDIO dengan Direksi Ibu JELIA MEGAWATI HERU M.Mus.Edu. Minggu, 13 November 2022 di Balai Erlangga, Jakarta Selatan, Jelia’s Piano Studio menggelar perhelatan konser berupa resital solo dari dua siswanya yang berprestasi di jenjang Internasional. Mereka adalah Nicholas Patrick Wiranata dan Ken Ananta Huang.

Thursday, November 3, 2022

MENJINAKKAN JARI KEEMPAT & KELIMA | by: Jelia Megawati Heru | Staccato, November 2022

“MENJINAKKAN
JARI KEEMPAT & KELIMA”
Staccato, November 2022
By: Jelia Megawati Heru


MASALAH JARI KEEMPAT & KELIMA

Jari keempat dan kelima umumnya lebih sulit dikendalikan dibandingkan dengan jari pertama, kedua, dan ketiga. Menjadi momok bagi para pianis, karena memang secara anatomi jari keempat dan kelima lebih lemah daripada jari telunjuk dan jari tengah, dan bahwa ibu jari, meskipun kuat, bisa merugikan karena posisinya yang aneh atau sulit. Setiap orang dengan tangan normal memiliki masalah yang sama.



Jari keempat Anda tidak memiliki tendon independen, namun berbagi dengan jari tengah dan jari kelima. Itu sebabnya ia tidak pernah bisa benar-benar mandiri. Untuk bergerak ke atas jarak berapa pun akan membutuhkan jari yang lain juga bergerak, sehingga proyeksi nada menjadi tidak akurat, slip, dan tempo menjadi tidak rata.

 

Oleh karena itu banyak pianis yang memilih untuk melakukan penjarian ulang pada bagian-bagian tertentu, sehingga jari yang “lemah” ini tidak perlu digunakan. Tapi apakah ini merupakan solusi yang tepat? Menghindari masalah? Sebetulnya jika kita dapat menerapkan penggunaan penjarian yang tepat dalam praktiknya, mungkin hal ini jutru akan menguntungkan kita.

Tuesday, September 6, 2022