Showing posts with label music instrument. Show all posts
Showing posts with label music instrument. Show all posts

Saturday, March 1, 2025

Claude Debussy: "Komposer yang Bersyair" | by: Jelia Megawati Heru | Staccato, March 2025

CLAUDE DEBUSSY:
"KOMPOSER YANG BERSYAIR"
by: Jelia Megawati Heru
Staccato, March 2025


Claude Debussy adalah seorang komposer Perancis yang berpengaruh dan mendominasi dalam Musik periode Romantik pada akhir abad ke-19. Dia mengembangkan sistem harmoni dan struktur musik yang sangat orisinal yang dalam banyak hal mengekspresikan cita-cita yang dicita-citakan oleh para pelukis dan penulis Impresionis dan Simbolis pada masanya. Karya utamanya meliputi Clair de lune (“Moonlight,” dalam Suite Bergamasque, 1890–1905), Prélude à l'après-midi d'un faune (1894; Prelude to the Afternoon of a Faun), Opera Pelléas et Mélisande (1902), dan La Mer (1905; “Laut”). 

 

Debussy menunjukkan bakatnya sebagai pianis pada usia sembilan tahun. Dia didorong oleh Madame Mauté de Fleurville, yang berhubungan dengan komposer Polandia Frédéric Chopin, dan pada tahun 1873 dia memasuki Konservatorium Paris, di mana dia belajar piano dan komposisi, akhirnya memenangkan Grand Prix de Rome pada tahun 1884.



CLAIRE DE LUNE: PUISI DALAM MUSIK

Clair de lune mungkin merupakan karya Debussy yang paling ikonik dan merupakan bagian ketiga dari karya empat gerakan Suite Bergamasque.

 

Debussy sebenarnya menulis tiga 'Clair De Lunes'. Asal-usulnya kompleks dan menarik, menggabungkan pengaruh puisi dan Impresionisme. Idenya bermula dari puisi penyair aliran Simbolisme Paul Verlaine pada tahun 1869 dalam koleksinya yang berjudul Fêtes Galantes, yang terinspirasi dari lukisan Jean-Antoine Watteau (1684-1721). Puisi tersebut berbicara tentang tenangnya cahaya bulan yang sedih nan indah.



Judul asli Clair de Lune sebenarnya adalah Promenade sentimentale (Sentimental Stroll), diambil dari puisi Verlaine yang berbeda dari koleksi tahun 1866 berjudul Paysages tristes (Sad Landscape). Puisi ini kemungkinan besar menjadi inspirasi musiknya. Puisi itu dimulai: “Le couchant dardait ses rayons suprêmes et le vent berçait les nénuphars blêmes”. Matahari terbenam memancarkan sinar terakhirnya dan angin sepoi-sepoi yang mengguncang bunga lili air.

Thursday, February 1, 2024

Chopin Ballade | by: Jelia Megawati Heru | Staccato, February 2024

CHOPIN BALLADE
By: Jelia Megawati Heru
Staccato, February 2024


DEFINISI BALLADE

[baˈlad] dalam Bahasa Perancis atau [baˈlaːdə] dalam bahasa Jerman Balada sudah muncul dalam sastra dan musik Renaisans Italia yang berisi tiga bait utama, masing-masing dengan skema rima yang sama, ditambah bait penutup yang lebih pendek, dimana keempat bait memiliki baris refrain akhir yang identik.

 

Ballade atau Balada juga merupakan bentuk utama musik dan puisi di Perancis pada abad ke-14 dan ke-15, namun sejak akhir abad ke-18, Ballade mengacu pada latar sastra, puisi naratif, dalam tradisi musik Klasik ‘Lied’, atau karya instrumental satu gerakan dengan kualitas naratif liris dan dramatis dengan latar piano.

 

Dalam sastra Jerman akhir abad ke-18, istilah balada digunakan untuk menggambarkan puisi naratif rakyat (mengikuti Johann Gottfried Herder), beberapa di antaranya diiringi musik oleh komposer seperti Johann Friedrich Reichardt, Carl Friedrich Zelter, dan Johann Rudolf Zumsteeg. Komposer lain yang menulis Ballade di abad ke-19 a.l. Franz Liszt, Johannes Brahms, Robert Schumann, dan Carl Loewe.

Thursday, June 2, 2022

LIMA SONATA BEETHOVEN YANG TERKENAL | by: Jelia Megawati Heru | Staccato, June 2022

LIMA SONATA BEETHOVEN 
YANG TERKENAL
By: Jelia Megawati Heru
Staccato, June 2022


Sonata dari Beethoven adalah warisan yang tidak ternilai dalam Musik Klasik bagi komposer setelah Era Beethoven dan bahkan bagi pianis dan insan musik di abad ke-21. Sonata merupakan menu wajib bagi guru dan murid dalam mendalami piano. Mengetahui beberapa fakta kontekstual, menyelami struktur, latar belakang, dan sejarahnya dapat membantu Anda memahaminya. 


The Smiling Beethoven in Bonn, Germany


Pada artikel sebelumnya telah dibahas mengenai eksplorasi Beethoven Sonata, evolusi piano sonata, dan periode piano sonata Beethoven. Pada artikel kali ini, kita akan menjelajahi beberapa sonata Beethoven yang paling terkenal, yaitu: “Pathétique,” ​​“Moonlight,” “Waldstein,” “Appassionata,” dan “Hammerklavier.”



1. Piano Sonata No. 8 in C Minor, “Pathétique” (Op. 13, No. 8)

Sonata ini ditulis pada tahun 1798 ketika sang komposer berusia 27 tahun dan diterbitkan pada tahun 1799. Sonata ini diberi judul “Grande sonate pathétique” atau umumnya dikenal sebagai Pathétique Sonata. Judul ini diberikan oleh sang maestro sendiri untuk menyampaikan kesan emosional, sedih, bahkan tragis. Beethoven mendedikasikan karya itu untuk temannya, Pangeran Karl von Lichnowsky. 

 

Pada akhir periode awal Beethoven pada tahun 1802, Beethoven telah membuktikan dirinya sebagai penerus sejati Haydn dan Mozart di Wina. Musiknya diterbitkan dan dipentaskan di seluruh kota, dan reputasinya menjangkau negara-negara lain di Eropa. Periode awal Beethoven melihat korelasi dan pengaruh paling banyak yang datang langsung dari musik Haydn dan Mozart.

Thursday, January 13, 2022

Dawai Cinta di Ranah Edukasi - RSL Classical Violin Webinar with Iskandar Widjaja | Staccato, February 2022

“DAWAI CINTA DI RANAH EDUKASI”

(Liputan RSL CLASSICAL VIOLIN WEBINAR)



RSL INDONESIA atau sering disebut sebagai Rockschool Indonesia, kembali mengadakan webinar pada Senin, 10 Januari 2022. Webinar kali ini adalah introduksi pada subyek ujian baru dari RSL Awards London, Inggris, yakni RSL Classical Violin. Webinar diadakan di House of Piano, Dharmawangsa, Jakarta, yang merupakan main dealer dan main distributor Piano Steinway & Sons dan beberapa merk Violin, seperti Roderich Paesold, Krutz, dan Edgar E. Russ. 



Sebagai pembicara tamu adalah violinist Iskandar Widjaja, musisi asal Jerman blasteran Medan, Arab dan Belanda yang malang melintang di Eropa, bermain bersama orkestra besar bertaraf Internasional,  peraih beberapa music awards, bintang iklan kopi, serta sejak belia sudah dinobatkan sebagai prodigy dan “fliegende Finger” (The Jakarta Post, 2010). 

 

Acara webinar dimulai pukul 10 dan dihadiri para guru musik, guru violin, pencinta musik dari seluruh Nusantara sampai ke pelosok pulau. Sebagai host adalah Jelia Megawati Heru, M.Mus.Edu, seorang music educator papan atas di tanah air. 

Thursday, February 25, 2021

Saat Piano Klasik Mendapat Rumah Baru | Liputan RSL Classical Piano Workshop

 “SAAT PIANO KLASIK 
MENDAPAT RUMAH BARU”
LIPUTAN RSL CLASSICAL PIANO WORKSHOP 


Rockschool International Limited (RSL Awards) sebagai sebuah lembaga sertifikasi musik Internasional, baru saja meluncurkan sebuah subyek ujian baru, yaitu: CLASSICAL PIANO SYLLABUS yang baru diluncurkan pada akhir 2020. Hal ini dapat dikatakan seperti sebuah “angin sejuk” di tengah pandemi COVID-19 yang menggerus habis semua aktivitas musik. Classical Piano Exams for the Modern Musician. Sebuah silabus ujian piano klasik untuk musisi modern di abad ke-21.

RSL CLASSICAL PIANO WORKSHOP | Part 1: Debut

RSL Award yang semula mengkhususkan diri pada sertifikasi Musik Non-Klasik, seperti Jazz, Pop, serta genre Pop Kontemporer, kali ini membuka pintu lebar untuk Musik Klasik, meski baru sebatas untuk instrumen piano. Tentu saja kehadiran subyek sertifikasi Piano Klasik dari RSL Award disertai banyak keunikan, seperti misalnya terdapat repertoire Jazz standard dan lagu Pop Kontemporer. Suatu hal yang bisa membuat para pianis klasik dan guru piano terutama yang “old school” menjadi mengernyitkan dahi.

Tuesday, December 1, 2020

UJIAN MUSIK ONLINE - by: Jelia Megawati Heru | Staccato, December 2020

“UJIAN MUSIK ONLINE”
by: Jelia Megawati Heru
Staccato, Desember 2020


Tahun 2020 adalah tahun yang sangat berat bagi semua orang. Penyebaran COVID-19 yang luar biasa dan cepat telah menghantam dunia dan semua aspek kehidupan. Kesejahteraan mental dan pendidikan pun tidak luput dari efek COVID-19. Untuk memutuskan rantai penularan, social distancing diberlakukan dan anak-anak harus belajar di rumah saja secara online. Pendidikan musik yang tadinya dilakukan dengan tatap muka (face-to-face) pun berubah menjadi daring (online). 

 

UJIAN MUSIK ONLINE

Lalu bagaimana dengan ujian musik di masa pandemi? Apakah ujian musik bisa dilakukan secara online? Ya! Online Music Exams (OME) yang berbasis di Inggris telah mengembangkan cara yang unik dan revolusioner untuk memecahkan kesulitan dalam mengambil ujian dalam situasi saat ini; yang akan tetap relevan lama bahkan setelah COVID-19 berlalu, yaitu dengan menawarkan kesempatan untuk mengambil ujian terakreditasi (hingga grade 8 atau setara diploma level 3) melalui platform UJIAN MUSIK ONLINE.

Tuesday, June 9, 2020

Hikmah dikala Pandemi | Liputan RSL Online Piano Workshop 2020 | by: Jelia Megawati Heru

Liputan RSL Online Piano Workshop 2020
"HIKMAH DIKALA PANDEMI"


Ada pepatah Cina kuno yang mengatakan: "Selalu ada Hikmah di balik malapetaka". Orang Inggris kuno juga mempercayai bahwa selalu akan ada opportunity di balik kemalangan. Itulah mestinya yang harus kita sikapi. Pandemi Covid-19 memang mengerikan. Tak jelas ujung akhirnya. Namun tetap ada hikmahnya, tak terkecuali bagi ranah musik.

Pandemi Covid-19 dihadapi dengan lockdown, social distancing, stay at home, atau apapun istilahnya. Keadaan ini diperkirakan akan sangat lama. Sehingga musik, dalam semua bentuknya, harus bisa, harus siap membuat NEW STAGE. Panggung baru, yakni ONLINE STREAMING. Dalam rangka pengkondisian inilah, para pemusik kelas dunia menggelar konser, resital, masterclass, seminar semua secara online. Dan gratis. Karena masih dalam tahap pengkondisian. Itulah hikmah pandemi ini. Worldclass music material, but amazingly FOR FREE.

Itu pulalah yang dirasakan para guru, pencinta, pemerhati musik piano di Indonesia. Mengikuti seminar dengan keynote speaker atau nara sumber seorang music educator papan atas di Indonesia. Seorang penulis, seminator, alumnus Jerman, konsultan Departemen Pendidikan Republik Indonesia, penulis buku panduan untuk pendidikan musik luar sekolah di Indonesia. Seorang Jelia Megawati Heru, M.Mus. Edu. Secara gratis. Kapan lagi ada event sedemikian jika tak ada pandemi Covid-19?


Monday, September 16, 2019

MERAJUT MUSIK KONTEMPORER | Liputan Seminar Drums & Piano Rockschool | 9 & 10 September 2019, Jakarta | Staccato, October 2019

“MERAJUT MUSIK KONTEMPORER”
(LIPUTAN SEMINAR ROCKSCHOOL)
STACCATO, October 2019


Seiring perkembangan zaman, banyak hal yang terjadi dalam blantika musik. Di zaman sekarang, Musik Klasik tidak lagi merajai dan mendominasi sebagai satu-satunya mazhab musik yang adiluhung dan sarat dengan muatan akademis. Musik Klasik tetap saja bagus untuk dipelajari, namun bukan satu-satunya mazhab yang mampu menghantarkan seseorang menjadi pemusik yang berkompeten dan memiliki intelektual dan kadar akademik. Hal itulah yang turut mendasari diadakannya seminar selama dua hari berturut-turut dari Rockschool Graded Music Exams pada tanggal 9 dan 10 September 2019.

Seminar Piano Rockschool, 10th September 2019

Rockschool merupakan sebuah lembaga sertifikasi musik internasional yang berpusat di London, Inggris dan mengedepankan pendidikan seni Kontemporer. Berada dalam payung RSL (Rockschool Limited), Rockschool Graded Music Exam berkomitmen memotivasi siswa dan guru di seluruh dunia untuk membekali peserta didik dengan pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman berharga yang praktis serta kualifikasi Seni Kontemporer yang paling menarik, inovatif, beragam, menyenangkan, dan tentunya relevan secara akademis.

Thursday, August 1, 2019

ROCKING MY PIANO | Jelia Megawati Heru (Staccato, August 2019)

“ROCKING MY PIANO”
by: Jelia Megawati Heru
(Staccato, August 2019)



PENGANTAR MUSIK ROCK
Apa yang ada di benak anda ketika mendengar kata “ROCK” dalam ranah musik? Sudah hampir bisa dipastikan akan terbayang dalam benak Anda, sajian musik yang bervolume keras. Enerjik dan mampu membangkitkan semangat. 

Kata ROCK, tadinya adalah semacam kata slang dalam masyarakat yang berbahasa Inggris. Namun kemudian kata ini menjadi lazim di seantero dunia sehubungan dengan sebuah mazhab musik. Kata ROCK memiliki beberapa makna. Rock bisa berarti batu cadas. Rock bisa dimaknai sebagai mengayunkan. Rock bisa juga diartikan mengayunkan dengan sedemikian keras sampai membahayakan sesuatu. Oh wow.


MUSIK ROCK ITU…
Tidak seperti Musik Klasik yang memiliki catatan sejarah perkembangan secara rinci dan detail. Musik Rock tidak pernah mencatatkan dirinya dan tentu tak tercatat secara literer keilmuan sehubungan dengan sejarah dan perkembangannya. Namun Musik Rock memiliki form dan struktur. Ini titik tolak penting bagi siapa saja yang ingin memahami Musik Rock. Untuk memahami Musik Rock, orang harus memahami konsep kontemporernya. Akar form nya adalah Budaya Pop. Berbicara mengenai Musik Rock berarti berbicara musik dalam mazhab MUSIK POPULER atau POP. Atau kalau ingin lebih tajam lagi, adalah MUSIK YANG NON KLASIK.  

Wednesday, June 5, 2019

VIVID IMAGERY | Kelvin Andreas' New Album

“CITRA BENING”
VIVID IMAGERY 
Kelvin Andreas' New Album

KELVIN ANDREAS, drummer & composer
(foto: kremolens)

Sebuah citra, semestinya terbebas dari segala cacat cela. Sebuah citra semestinya jernih, bening dengan makna nyaris tak berbatas. Sebuah citra kadang lugas membahasakan dirinya. Itulah yang diusung oleh Kelvin Andreas. Seorang Drummer dan Composer lulusan Berklee, Boston, USA, dalam album perdana nya “VIVID IMAGERY”. Album ini dirilis dan di launching pada April 2019. Judul Album menyiratkan makna sebuah Citra yang VIVID. Bening, tegas, lugas, nyaris telanjang dan apa adanya. Cover Album dikerjakan oleh Meilissa Johana dalam sebuah sketsa dengan guratan kuat menyirat makna.


Dapat dikatakan, Kelvin Andreas sangat serius menggarap album perdananya. Musisi yang digandengnya berasal dari latar belakang kultur yang beragam. Nathan See pada Alto Sax, Takeru Saito pada Piano, Ioseb ‘Soso’ Gelovani pada Bass, dan Kelvin Andreas sendiri pada Drums.

Friday, February 1, 2019

TEMPO RUBATO: "The Art of Playing Stolen Time" - by: Jelia Megawati Heru (Staccato, February 2019)

TEMPO RUBATO
“THE ART OF PLAYING STOLEN TIME”
By: Jelia Megawati Heru
(Staccato, February 2019)


“The most necessary, most difficult and important thing in music, that is the TIME.
The music is not in the notes, but in the silence between.”
Wolfgang Amadeus Mozart

Rubato adalah beruang yang sulit dijinakkan! Rubato itu direncanakan, tapi harus tampak spontan. Rubato itu halus, tapi juga harus terdengar nyata (not fake!). Rubato itu tak menentu, tapi harus bisa diprediksi. Sepertinya perlu lebih dari satu artikel untuk menjinakkan rubato, tapi namanya juga usaha. Are you ready?


A TEMPO 
Dalam Musik Klasik, WAKTU adalah hal yang paling penting, paling sulit, dan mendasar dalam musik. Mozart selalu bangga terhadap fakta, bahwa ia selalu bermain dengan tempo yang akurat dan sesuai dengan tanda dinamika yang tercatat pada partitur musik dengan sempurna (TEXT BOOK). Seseorang yang tidak bisa menjaga kestabilan tempo akan dianggap sebagai musisi yang buruk. Bahkan Schumann sebagai komposer di zaman Romantik, juga memprotes praktek virtuosi di zamannya, yang menurutnya seperti orang mabuk. Ia selalu disiplin bermain di tempo yang ketat.

Keteraturan dan menjaga kestabilan tempo merupakan hal yang MUTLAK dan tidak bisa ditawar. Tetapi jika sebuah frase “diserbu” bertubi-tubi dengan cara yang sama, maka suasana bisa menjadi monoton, membosankan, dan so predictable bagi para pendengarnya. Tidak menarik! Ironis, bagaimana sebuah kesempurnaan justru bisa “membunuh” jiwa sebuah lagu. Bagaimana sebuah perasaan yang menggelora di dada digambarkan dengan irama baris-berbaris, allegro, dan satu lusin ritardando? Ya ora isa!

Di momen seperti inilah kita harus terbuka pada ide teknik berekspresi yang lebih advanced. Untuk mengakomodir rasa dan perwujudan estase antara cinta dan benci – kelembutan sentimennya (bukan lebay), rasa manis yang ekstrim, sentuhan memohon-mohon, seperti pada komposisi Chopin.

Monday, October 1, 2018

I LOVE CHOPIN - by: Jelia Megawati Heru (Staccato, October 2018)

“I LOVE CHOPIN”
by: Jelia Megawati Heru
(Staccato, October 2018)


“Bach is an astronomer, discovering the most marvelous stars.
Beethoven challenges the universe. 
I only try to express the soul and the heart of man.” 
― Frédéric Chopin

RENDEZVOUS WITH CHOPIN
Para pianis cilik yang telah mencapai grade 5 atau grade 6 (late intermediate), cepat atau lambat pasti akan mendengar nama Frédéric Chopin dalam menu wajib repertoar mereka. Mungkin mereka pernah ‘bertemu’ Chopin dalam sebuah konser, dari youtube, atau dari sebuah lantunan melodi CD lagu yang dimainkan oleh orang tua mereka di malam hari sebelum tidur. Bisa juga dari soundtrack film “The Pianist”atau “The Secret”. Bisa juga dari materi ujian piano atau guru piano yang mengajarkan cara pelafalan nama Chopin yang benar dalam kelas sejarah musik.

THE PIANIST (2002)

Nah, bicara tentang Musik Chopin pasti tidak terlepas dari PIANO. Terbersit perpaduan kelincahan jari jemari yang super cepat, dibalut lantunan melodi yang melankolis nan puitis dan ekpresif, yang dapat membuat orang menitikkan air mata dan bikin orang baper. Lebay? Maybe yes, maybe no. Sisi romantisme Musik Klasik pada abad ke-19 memang tidak pernah terlepas dari tema tentang CINTA dan KEINDAHAN. “Apalah artinya cinta, kalau hanya di bibir saja?” Begitulah lirik lagu “Semua Bisa Bilang” dari Margie Segers.


Saturday, September 1, 2018

PIANO ÉTUDE - by: Jelia Megawati Heru (Staccato, September 2018)

“PIANO ÉTUDE”
by: Jelia Megawati Heru
(Staccato, September 2018)



Familiar dengan nama Czerny, Burgmüller, dan Hanon? Nama-nama ini kerap kali identik dengan menu latihan jari yang monoton dan membosankan di kalangan siswa muda tahun kedua yang sedang mempelajari piano. Mengapa? Karena banyaknya pengulangan yang harus dilakukan. Latihan jari ini seperti menu makanan pembuka dalam latihan harian seorang pianis. Meskipun ada nilai dalam étude, untuk mendapatkan teknik jari independen, pendidik dan pianis harus lebih taktis dan cerdik dalam berlatih. Supaya tidak terjebak dalam rezim pengulangan ‘maraton jari’.



KENAPA SIH PERLU PIANO ÉTUDE?
Seperti yang kita ketahui, memainkan piano bukan hanya sekedar memencet tombol lift atau iPhone. Jadi latihan tangganada (scale) dan arpeggio biasa tidaklah cukup. Memainkan 88 tuts piano dengan sepuluh jari bisa menjadi sangat menantang – baik secara fisik, teknis, maupun artistik. Dibutuhkan keterampilan fisik (motorik halus), seperti: koordinasi, kekuatan, stamina, dan kemampuan intelektual yang tinggi. 

Seorang pianis yang baik akan dinilai, berdasarkan kecakapannya dalam menguasai teknik bermain yang tinggi dan memahami faktor estetika sebuah komposisi musik. Tantangan artistik ini biasanya mengacu kepada tantangan interpretatif. Sedangkan teknik bermain piano bervariasi, mulai dari velocity (kecepatan), dexterity (ketangkasan), accuracy (ketepatan), double grip (interval 3rd, 4th, 5th, 6th, 8ve), legato vs staccato, hingga memainkan ornaments (trill, mordent, turn) pada tempo yang cepat.

Sunday, April 1, 2018

MENGAJAR PIANO POP - by: Jelia Megawati Heru (Staccato, April 2018)

“MENGAJAR PIANO POP”
by: Jelia Megawati Heru
(Staccato, April 2018)



Mengajar anak remaja mungkin adalah salah satu hal yang paling sulit dan menantang yang akan dihadapi oleh setiap guru dan orang tua. Apalagi jika mereka adalah seorang pemula. Pasalnya Musik Klasik tidak lagi relevan untuk mereka. Musik Klasik mungkin bisa dianggap sebagai Musik “primitif” pengantar lagu tidur (alias “boring”) bagi mereka. Dimana pengetahuan dan keterampilan yang diajarkan di kelas piano menguap setiap minggunya.

Pertanyaannya, sudah optimal kah kelas piano anak? Dengan panjangnya antrian anak remaja/dewasa yang ingin mempelajari instrumen piano dan berkurangnya jumlah murid remaja di kelas piano, mungkin sudah saatnya Anda “melirik” Musik Pop dan menambahkan metode pengajaran Piano Pop ke dalam kurikulum studio musik Anda?


Perlu digarisbawahi, saya tidak mengatakan bahwa Musik Klasik itu boring atau menyarankan untuk berbondong-bondong pindah haluan dari Musik Klasik ke Musik Pop. Yang saya tekankan disini adalah supaya Anda mulai membuka mata Anda lebar-lebar dan terbuka terhadap ide mengajar alternatif yang terpadu dan lebih modern.

Wednesday, August 2, 2017

MENELISIK METODE PIANO POPULER - by: Jelia Megawati Heru (Staccato, August 2017)

MENELISIK METODE PIANO POPULER:
“METODE PIANO MANA YANG COCOK UNTUK MURID?”
by: Jelia Megawati Heru
Staccato, August 2017


BANYAK JALAN MENUJU ROMA
Ketika seorang anak berumur 6 tahun ingin mempelajari piano, tentunya ia tidak bisa sekonyong-konyong langsung memainkan Beethoven’s “Für Elise” atau Rimsky Korsakov “The Flight of the Bumblebee” pada kelas pertamanya. Ada tahapan dan proses belajar yang harus dilewati terlebih dahulu.

Ibarat Anda ingin pergi ke Berlin misalnya. Bagaimana cara Anda bisa sampai ke Berlin? Pertama Anda harus mempunyai dana, passport, asuransi perjalanan sebagai persyaratan dalam mengurus visa Schengen di kedutaan Jerman. Lalu mencari penerbangan menuju ke Jerman. Rute penerbangannya bisa direct Jakarta – Berlin atau bisa dengan jalur transit (Singapore/Kuala Lumpur dulu – Dubai – Frankfurt). 


Dari Frankfurt ke Berlin, Anda bisa menggunakan jalur darat - kereta api super cepat atau bisa menggunakan bus/mobil, atau jalur udara – dengan pesawat terbang. Banyak alternatif rute yang bisa ditempuh. Namun tentunya kita ingin mencari rute yang paling cepat untuk sampai di tempat tujuan, bukan?

Begitu pula dengan belajar piano. Banyak cara yang bisa ditempuh menuju Beethoven’s “Für Elise”. Pertanyaannya: jalan mana yang ingin Anda tempuh? Dan persyaratan apa yang harus dipenuhi agar bisa menuju kesana? Misalnya: membaca notasi balok, teknik bermain pedal yang baik, dan teknik penjarian yang baik.


DEFINISI DAN FUNGSI METODE PIANO
Secara umum metode piano merupakan materi fundamental dengan instruksi bermain piano step-by-step yang disusun secara sistematis bagi murid tingkat pemula. Fungsi dari sebuah metode piano adalah untuk mengembangkan KONSEP awal sebagai dasar bermusik, serta bermain piano yang baik dan benar bagi pemula.

Tuesday, July 4, 2017

Tips Menata Ruang Piano: "PIANO HOTSPOT" - by: Jelia Megawati Heru (Staccato, July 2017)

TIPS MENATA RUANG PIANO:
“PIANO HOTSPOT”
By: Jelia Megawati Heru
Staccato, July 2017



Bagi seorang pianis, piano bukanlah sekedar dekorasi atau furnitur rumah biasa. Piano telah mengambil bagian yang penting dalam hidup seseorang. Sungguh luar biasa bagaimana perpaduan teknik yang kompleks, seni, dan materi dapat menghasilkan keindahan bunyi yang dapat mengekspresikan emosi terdalam manusia.

Piano juga merupakan sebuah investasi yang besar bagi seorang anak dalam belajar bermain piano. Umumnya seseorang hanya akan membeli piano satu kali saja dalam hidup atau piano tsb diwariskan turun temurun. Oleh karena itu adalah bijaksana, jika piano mendapatkan perhatian lebih – terutama dalam hal pemeliharaan rutin (maintenance) dan penataan ruangnya. Simak apa saja syarat tata ruang piano yang ideal dan penempatan piano yang baik pada artikel kali ini!

MENGAPA TATA RUANG PIANO PENTING?
Ruang piano lebih dari sekedar ruangan dengan sebuah piano didalamnya. Unsur artistik dan kenyamanan tentunya akan memaksimalkan fungsi ruang dalam berlatih piano secara efektif dan menjaga piano tetap dalam kondisi prima untuk jangka waktu yang panjang. Hal ini juga dilakukan untuk mencegah kerusakan piano secara permanen dan perbaikan yang lebih mahal di masa depan. Apalagi mengingat harga piano tidaklah murah. Anda bisa menghemat sejumlah biaya service yang besar.


SYARAT TATA RUANG PIANO YANG BAIK

1. KEDAP SUARA (FAKTOR AKUSTIK & KETENANGAN)
Syarat utama tata ruang piano yang baik, adalah jauh dari kebisingan/polusi suara (suara lalu lintas, mobil, klakson). Ketenangan merupakan barang langka di kota metropolitan, seperti Jakarta. Di Eropa piano akustik lazim diletakkan di gudang atau bagian teratas rumah, supaya suaranya tidak mengganggu tetangga. Namun gudang identik dengan lembab, debu, dan rayap yang dapat membuat piano cepat rusak.

Monday, August 8, 2016

PIANO POP: "PIANO YANG NON-KLASIK" - by: Jelia Megawati Heru (Staccato, August 2016)

PIANO POP: 
“PIANO YANG NON-KLASIK”
by: Jelia Megawati Heru
Staccato, August 2016 


“Lho?! Kok anak saya diajarin lagu Pop sih? 
Jangan dong! Nanti dia jadi band-band an nggak karuan!”

CELOTEH SINIS DAN NILAI PLUS PIANO POP
Seringkali kita mendengar celoteh sinis semacam itu dari banyak orang tua. Celoteh itu mengaitkan “Pop” dengan sesuatu yang sifatnya asal-asalan, industri yang menghalalkan segala cara, dan sesuatu yang kurang bermutu.

Di sisi lain, kita sering melihat iklan kursus dan sekolah musik, yang mencantumkan dengan besar: “MENERIMA LES PIANO POP”. Dari sudut pandang pengelola usaha pendidikan musik, POP memiliki NILAI PLUS. Seolah menyiratkan citra Piano Pop yang seakan “lebih gampang” dan “lebih cepat bisa” dibandingan dengan kompetitornya, yaitu: Piano Klasik yang memakan kurun waktu belajar yang lebih panjang. Piano Klasik itu susah, butuh waktu, dan ketekunan. Sedangkan Piano Pop menjanjikan sesuatu yang lebih instan. Rupanya inilah yang menjadi salah satu daya tarik dari Piano Pop yang sarat dengan aroma industri Musik Pop. Dimana besar peluang si siswa akan menjadi artis dan mendapatkan banyak uang.

Dua fenomena tersebut menyiratkan pada kita, bahwa terdapat dua dikotomi: pro dan kontra Piano Pop. Masing-masing sebetulnya dengan dasar pemikiran simplicity dan mungkin naif. Menjadi agak menarik dan perlu, terutama bagi guru dan orang tua, untuk mendapat keterangan dengan proporsi yang seimbang dan setimbang. Agar sikap bijak dapat diambil dalam kerangka pendidikan musik, terutama musik piano.

Friday, July 15, 2016

MEMBACA NOTASI BALOK PADA PIANO - by: Jelia Megawati Heru (Staccato, July 2016)

"MEMBACA NOTASI BALOK 
PADA PIANO"
by: Jelia Megawati Heru
Staccato, July 2016


ELEMEN MEMBACA NOTASI BALOK PADA STUDI PIANO
Fondasi dari studi piano yang paling dasar melibatkan perkembangan di tiga area, yaitu:
  • Membaca notasi balok, berhitung, dan memainkan ritmik sederhana 
  • Membaca notasi balok pada grand staff * 
  • Mengkombinasikan nada dan ritmik, sekaligus memainkannya dengan lancar pada instrumen piano
 
*garis paranada yang digunakan dalam penulisan notasi untuk piano, dimana terdapat kunci G (treble clef) untuk tangan kanan dan kunci F (bass clef) untuk tangan kiri yang dimainkan dalam waktu bersamaan