Showing posts with label video. Show all posts
Showing posts with label video. Show all posts

Wednesday, September 8, 2021

Nicholas Patrick Wiranata: "Sang Bintang di Era Pandemi" | Liputan Staccato, September 2021

NICHOLAS PATRICK WIRANATA:
“SANG BINTANG DI ERA PANDEMI”
Liputan Staccato, September 2021


Ditengah carut marut dan masih tak menentunya Pandemi COVID-19, semua orang membutuhkan Enrichment atau pengayaan, agar dalam keterbatasan dan keterpurukan, dirinya masih dapat mereguk manfaat. Salah satunya tentu melalui jalur musik. Dan karena konser musik masih belum bisa total, maka ujian musik internasional lah pilihannya. Ujian musik Internasional, tentu secara online, dalam rupa video exam, menjadi cakrawala penerang di era pandemi. Jadi, bisa lulus ujian semacam itu merupakan anugerah Tuhan yang tak terperikan.

 

Itulah yang berhasil diraih oleh seorang Nicholas Patrick Wiranata yang baru berusia 11 tahun. Putra dari Bapak Wira Kemala Teng dan Ibu Evie Lukman. Baru-baru ini, Nicholas, biasa dipanggil Nick, menamatkan ujian Classical Piano RSL Awards dengan DISTINCTION. Sepanjang perjalanan musiknya, semua ujian piano yang ditempuh Nick, selalu mendapat hasil Distinction. 

Thursday, February 25, 2021

Saat Piano Klasik Mendapat Rumah Baru | Liputan RSL Classical Piano Workshop

 “SAAT PIANO KLASIK 
MENDAPAT RUMAH BARU”
LIPUTAN RSL CLASSICAL PIANO WORKSHOP 


Rockschool International Limited (RSL Awards) sebagai sebuah lembaga sertifikasi musik Internasional, baru saja meluncurkan sebuah subyek ujian baru, yaitu: CLASSICAL PIANO SYLLABUS yang baru diluncurkan pada akhir 2020. Hal ini dapat dikatakan seperti sebuah “angin sejuk” di tengah pandemi COVID-19 yang menggerus habis semua aktivitas musik. Classical Piano Exams for the Modern Musician. Sebuah silabus ujian piano klasik untuk musisi modern di abad ke-21.

RSL CLASSICAL PIANO WORKSHOP | Part 1: Debut

RSL Award yang semula mengkhususkan diri pada sertifikasi Musik Non-Klasik, seperti Jazz, Pop, serta genre Pop Kontemporer, kali ini membuka pintu lebar untuk Musik Klasik, meski baru sebatas untuk instrumen piano. Tentu saja kehadiran subyek sertifikasi Piano Klasik dari RSL Award disertai banyak keunikan, seperti misalnya terdapat repertoire Jazz standard dan lagu Pop Kontemporer. Suatu hal yang bisa membuat para pianis klasik dan guru piano terutama yang “old school” menjadi mengernyitkan dahi.

Sunday, December 2, 2018

Liputan Konser Jelia's Piano Studio di JDC: "Memupuk Hasrat Bermusik di Era Digital" (Staccato, December 2018)

“MEMUPUK HASRAT BERMUSIK
DI ERA DIGITAL”
LIPUTAN THE 16th PIANO RECITAL JELIA’S PIANO STUDIO
(Staccato, December 2018)

Photo by: Wira Kemala Teng

Di era digital seperti sekarang ini, banyak orang menjadi gagap beradaptasi dengan semua yang terdigitalisasi. Tak terkecuali dalam ranah musik. Dalam keadaan semacam itu, penyelenggaraan resital dan/atau konser menjadi sesuatu yang tetap layak diapresiasi dan diberi nilai lebih. Karena setidaknya, publik diasup oleh sajian musik yang nyata, yang bukan maya. Itulah yang dilakukan JELIA’S PIANO STUDIO dengan direksi JELIA MEGAWATI HERU, M.Mus.Edu. Minggu, 18 November 2018, di JAKARTA DESIGN CENTRE (JDC), Kawasan Jalan Gatot Subroto, Jakarta.

STACCATO, December 2018

 

Resital kali ini adalah yang ke-16 kalinya. Ada dua Baby Grand Piano di panggung. Uniknya, kedua piano tidak di-setting seperti resital Piano Duo konvensional. Jelia memakai setting untuk dua baby grand piano sebagaimana sebuah masterclass piano. Nampaknya setting semacam ini sudah melekatkan kesan bahwa ini adalah sebuah EDUCATIONAL RECITAL atau konser/resital bernuansa pendidikan.



Dalam sambutannya, Jelia mengatakan bahwa sengaja memilih venue yang semi formal. Agar siswa baru dan berusia di bawah tujuh tahun tidak mengalami stage paranoia, dan siswa advanced tetap mendapat staging figuration yang layak. Ada banyak repertoire yang tersaji, mulai dari Klasik, Pop, Rock, sampai Jazz. Dan tak seperti beberapa konser sebelumnya, resital ke-16 ini dibagi menjadi dua sesi.

Sunday, July 1, 2018

3 ADORABLE PIANO DUETS - by: Jelia Megawati Heru (Staccato, July 2018)

“3 ADORABLE PIANO DUETS”
by: Jelia Megawati Heru
(Staccato, July 2018)



Bermain piano tidak selalu merupakan aktivitas individual (solo) dan membosankan. Bermain duet piano, atau "piano empat tangan", adalah cara yang menyenangkan untuk berbagi kecintaan Anda terhadap musik – pada piano khususnya. Ada suatu magnet dan pesona yang ajaib, dan menggairahkan tentang komposisi piano empat tangan. Karena awalnya komposisi ini hanya dikenal dalam bentuk potongan-potongan kecil. 

Komposisi duet piano ini juga sering dilihat tidak lebih dari sebuah aksi belaka saja, daripada ekspresi kreatif atau eksplorasi teknis dalam dunia piano. Artikel kali ini merupakan penghormatan (tribute) pada bentuk duet piano yang nostalgic, menyenangkan, unik, dan ya pokoknya benar-benar menggemaskan!

Wednesday, June 6, 2018

Liputan Piano Recital at Conclave: "Saat Musik Menyatu dengan Ruang Kerja" (May 2018)

LIPUTAN RESITAL PIANO
THE 15th JELIA’S PIANO STUDIO ANNUAL STUDENT RECITAL:
“SAAT MUSIK MENYATU DENGAN RUANG KERJA”


Memilih recital venue atau tempat resital, merupakan bagian tak terpisahkan dari sebuah pagelaran. Terlebih lagi jika pagelaran tersebut sarat dengan muatan edukasi musik. Itulah yang dilkukan seorang JELIA MEGAWATI HERU, M. Mus. Edu, Alumnus Jerman, dalam menggelar resital dan/atau konser bagi para siswanya. 



Tercatat tidak kurang dari 15 Resital telah digelar untuk para siswanya. Dan, setiap Resital senantiasa diadakan dalam berbagai tipe dan nuansa. Jelia’s Piano Studio kerap menggelar resital di pusat kebudayaan asing, seperti: ISTITUTO ITALIANO, ERASMUS HUIS, RUSSIAN CENTER FOR SCIENCE AND CULTURE, AT AMERICA, bahkan kerjasama budaya dengan TAMAN ISMAIL MARZUKI.


Student Recital kali ini berlangsung pada 13 Mei 2018, hari Minggu, jam 3 sampai 5 sore, bertempat di CONCLAVE, Jalan Wijaya No 1, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Dalam sambutannya, Jelia mengatakan bahwa pemilihan venue resital yang beragam tipe dan nuansa memang dimaksudkan agar para siswa mendapat berbagai macam pengalaman estetis selama mengikuti kelas piano. 

Sunday, December 10, 2017

Liputan Piano Recital di Pusat Kebudayaan Rusia (19 November 2017)


“MUZYKALNAYA STRAST 
IZ JELIA FORTEPIANNOS STUDII”
(LIPUTAN PIANO RESITAL JELIA PIANO STUDIO)

Photos: Rendy Muntu

Kami yakin banyak pembaca yang bertanya dan bahkan mungkin bingung dengan judul kali ini. Judul tersebuat adalah Bahasa Rusia yang padanannya adalah “MUSICAL PASSION FROM JELIA’S PIANO STUDIO” atau hasrat bermusik dari Jelia’s Piano Studio. Dan memang, kali ini Resital Piano siswa-siswi Jelia’s Piano Studio diselenggarakan pada Minggu, 19 Nopember 2017 di RUSSIAN CENTER FOR SCIENCE AND CULTURE atau Pusat Kebudayaan Rusia (PKR). Yang berlokasi di Jln. Diponegoro 12, Menteng, Jakarta Pusat. Sebuah concert venue yang sangat megah, indah, dan representatif bagi sebuah konser musik.

STACCATO (December 2017)

Dalam sambutannya, Jelia Megawati Heru, M.Mus.Edu selaku direksi konser dan pimpinan Jelia’s Piano Studio, menekankan pentingnya resital dan/atau konser yang berkesinambungan. Sebagai wadah ungkapan rasa estetis anak bangsa ditengah carut marutnya rona kehidupan modern. Jelia juga merasa sangat bersyukur bahwa siswa-siswanya sampai hari ini tetap dapat mengikuti konser secara rutin dan berkesinambungan, dua kali setahun dalam gedung konser yang sangat representatif.


Kali ini, selesai sambutan dari Jelia, dipersembahkan kesaksian dan inspiring speech dari LEONNY ATMADJA - parent, mom blogger, TV reporter, dan TV announcer. Direktur Pusat Kebudayaan Russia, MR. VITALY GLINKIN turut pula memberikan sambutan. Mr. Vitaly Glinkin menyambut gembira acara seperti ini, dan menguraikan juga tentang makna yang sangat berharga ketika seseorang mendapat kesempatan untuk belajar musik.

PHOTOS: FLICKR
VIDEO: YOUTUBE


Wednesday, May 24, 2017

IT'S A PIANO CRUISE!!! - Liputan Resital Piano Jelia's Piano Studio di Batavia Marina


“IT’S A PIANO CRUISE!!!”
(Liputan Resital Piano Jelia’s Piano Studio)
STACCATO, June 2017
Untuk kesekian kalinya, JELIA’S PIANO STUDIO dengan direksi Jelia Megawati Heru, M.Mus.Edu, kembali menggelar resital bagi para siswanya. Acara ini disebut RESITAL dan BUKAN konser, agaknya dikarenakan materi sajian adalah piano tanpa alat musik lain. Juga nampak bahwa acara ini dimaksudkan sebagai semacam ungkapan personal artistry, khususnya bagi siswa yang masih berusia anak dan baru pertama kali tampil. 

Resital berlangsung pada hari Minggu, 14 Mei 2017. Venue yang dipilih adalah BATAVIA MARINA di daerah Ancol, kompleks Pelabuhan Sunda Kelapa. BATAVIA MARINA adalah multifunction hall dengan arsitektur ART DECO yang cantik menawan. Juga panorama ke laut lepas dengan sandaran dan labuhan kapal pesiar dan rumah mercusuar. Tidak kalah dengan Pelabuhan Stockholm di Swiss ataupun pantai Miami Florida, USA.

Resital dihadiri oleh tamu reservasi sekitar 100 orang dan pengunjung Batavia Marina yang adalah mereka yang ingin melakukan rendesvouz bersama keluarga. Dalam sambutannya, Jelia mengemukakan bahwa pemilihan tempat yang sangat indah tersebut, memiliki  tujuan agar para siswa dapat menyalurkan passion terhadap musik piano, sembari menghayati kekayaan panorama bahari yang adalah kekayaan utama tanah air kita.

Saturday, December 3, 2016

MANISNYA HASRAT BERMUSIK - Liputan Konser "Sweet November," 27 November 2016

“MANISNYA HASRAT BERMUSIK”
Liputan Konser SWEET NOVEMBER, 27 November 2016


JELIA’S PIANO STUDIO dengan direksi Jelia Megawati Heru, untuk kesekian kalinya menggelar konser siswa. Tajuk konser kali ini adalah "SWEET NOVEMBER". Konser berlangsung di GEDUNG ADI PURI, kompleks WISMA SUBUD di daerah Fatmawati Jakarta Selatan, pada hari Minggu, 27 November 2016.


Gedung ADI PURI adalah sebuah BOUTIQUE PERFORMANCE VENUE. Sebuah gedung pertunjukan yang pada 2008 dipugar dengan paduan arsitektur klasik dan modern. Dan memang, suasana Boutique Venue sangat membuai hadirin yang siang itu datang untuk mencecap manisnya hasrat bermusik dari para siswa Jelia’s Piano Studio.


Dalam sambutannya, Jelia Megawati Heru, selaku direktur Jelia’s Piano Studio, menekankan satu hal penting. Bahwa ditengah maraknya aplikasi untuk belajar musik, khususnya piano, peran guru musik sejati tetap tak tergantikan. Komunikasi guru, siswa, dan orang tua adalah sebuah keutamaan yang unik dan takkan tergantikan oleh teknologi. Karena memang teknologi TIDAK DIBUAT untuk menggantikan kehangatan dan manisnya komunikasi.

Thursday, January 7, 2016

"DENTANG RAHMAT DESEMBER" - Liputan Home Concert "Blessed December"

"DENTANG RAHMAT DESEMBER"
Liputan Home Concert "Blessed December"
oleh: Tim Liputan Staccato

 Photo by:  
Wilson Hidajat

Sebuah konser piano bertajuk “BLESSED DECEMBER” pada 13 Desember 2015 telah digelar. Bertempat di Agape Chapel, Reformed Millennium Center Indonesia (RMCI), Kemayoran, Jakarta. Sebagai penyelenggara adalah JELIA’S PIANO STUDIO. Konser tsb sebetulnya adalah sebuah HOME CONCERT bagi para siswa Jelia’s Piano Studio. Namun banyak sekali sisi menarik yang dapat kita petik, permenungan, dan terapkan dalam ranah pendidikan musik yang cocok bagi keadaan anak “zaman sekarang”.

Dalam sambutannya, Jelia Megawati Heru, M.Mus.Edu selaku direktris mengemukakan, bahwa konser ini adalah sebuah ungkapan syukur atas hasil yang dicapai para siswa selama setahun belajar piano dan musik. Konser tsb sama sekali bukan ajang unjuk keterampilan (show-off,) namun lebih mengkerucut pada ungkapan estetis para siswa akan rasa syukur dalam keberhasilannya menempuh pelajaran selama tahun 2015.


Saturday, July 4, 2015

MILESTONE: "BATU LOMPATAN DALAM PENDIDIKAN MUSIK" (Staccato, July 2015)

MILESTONE: 
"BATU LOMPATAN DALAM PENDIDIKAN MUSIK
 & BERBAGI PENGALAMAN ESTETIS"
Liputan Konser Tim Staccato
Staccato, Juli 2015


Konser berjudul "MILESTONE" telah digelar pada 17 Mei 2015. Bertempat di TEATER KECIL, TAMAN ISMAIL MARZUKI JAKARTA. Konser tersebut adalah sebuah kolaborasi budaya antara PUSAT KESENIAN JAKARTA TAMAN ISMAIL MARZUKI (PKJ-TIM,) DEWAN KESENIAN KOTA TEGAL, dan JELIA MUSIC PLAYGROUND. Konser berlangsung sejak jam 3 sore hari hingga jam 6 petang. Konser Milestone dipadati oleh pengunjung dari berbagai usia. Termasuk beberapa Duta Besar Negara sahabat dan beberapa perwakilan Diplomatik. Yang menarik dalam konser Milestone adalah hadirnya sebuah kelompok ensembles Gamelan Jawa "CANANGAN," yang menawarkan format dan pendekatan gramatik baru akan Musik Gamelan.

Wednesday, September 3, 2014

Treble Clef, Music Notes & Piano RAINBOW LOOM DIY

TREBLE CLEF, MUSIC NOTES 
& PIANO RAINBOW LOOM DIY

It seems rainbow loom fever mode is in the air. A lot of my students gave me their masterwork pieces recently, that related to music. Personally, I find it really inspiring. So, I decided to make a post about the tutorial DIY that music related. I mean sometimes they told me, that drawing treble clef is hard for them, but now they're making treble clef out of rainbow loom? Okay, that's something I haven't see everyday ^_^ 


WHAT IS A RAINBOW LOOM?
Rainbow loom is a plastic loom used to weave colorful rubber bands into bracelets and charms. The Rainbow Loom kit includes a pegboard, a rainbow loom hook, 24 special C-shaped clips, and 600 small rubber bands in assorted colors. It was invented in 2011 by Cheong Choon Ng in a Malaysian immigrant of Chinese descent who came to the United States in 1991 to attend Wichita State University, where he earned a graduate degree in mechanical engineering. Targeted at children aged 8 to 14, Rainbow Loom became a popular pastime in summer camps and summer clubs in 2013, according to The New York Times and Today. Even though there's a lot of issue about its safety hazard for the fake and cheap ones. It doesn't make the fans stop to create their creative art. My advice is buy the original one, that safety hazard child-proof and made of non toxic material. Don't forget to wash your hands, every time you want to eat something! That's the standard procedure! 


TREBLE CLEF RAINBOW LOOMS

Friday, August 29, 2014

Margie Segers "The Lady of Jazz"

MARGIE SEGERS


PROFILE OF MARGIE SEGERS

Ask any Jazz musician in Indonesia about the history of Jazz in their country and the name Margie Segers will surely come into the conversation. Widely acknowledged as the songstress who started the Indonesian Jazz trend during the '70s.

Those with an ear for Jazz have compared Segers with Eva Cassidy and Dinah Washington. That being said, Segers is actually in a league of her own. Her original compositions and interpretations of familiar Pop songs or dynamic Jazz tunes has enraptured Jazz lovers across generations.

"SEMUA BISA BILANG"
(Tribute to Jack Lesmana)

Wednesday, August 27, 2014

Chaka Priambudi "Lantun Orchestra" (2014)

CHAKA PRIAMBUDI
"LANTUN ORCHESTRA"


PROFILE OF CHAKA PRIAMBUDI

Chaka Priambudi Wicaksono is a Double Bass player from Jakarta, Indonesia. He studied music at Institute Music Daya Indonesia from 2006-2010, majoring in double bass with Donny Sundjoyo and Piano as a minor instrument with Jelia Megawati Heru.

Currently Chaka is emerging as the current generation of young bassist potential. He began to frequently appear everywhere, supports many musicians and bands. Among others, he appeared with Robert MR, ranging from the guitarist's solo album, Gratitude, in 2012 he also supports group Monica Tahalea & The Nightingales, from the album Songs of Praise in 2013.

Tuesday, August 26, 2014

Julian Abraham Marantika "The Beginning of an End" (2014)

 JULIAN ABRAHAM MARANTIKA
"THE BEGINNING OF AN END"


PROFILE OF JULIAN ABRAHAM MARANTIKA

Julian Abraham Marantika, or Joy started by learning classical piano when he was 14 years old by studied from Getih Indra Sunaryo, but then got his encounter with Jazz when he learned it from Benny Likumahuwa for Music Theory and Saxophone. He then took his number one Jazz Piano lesson from Riza Arshad and Krishna Balagita.

In 2004 he enrolled to the Institut Musik Daya Degree program under Tjut Nyak Deviana Daudsjah, Ivonne Atmojo, Aksan Sjuman, Masako Hamamura, Mark Isaac, and Jelia Megawati Heru. Julian graduated in 2007 holding Bachelor of Music in Performance.

Thursday, December 26, 2013

PIANO SHEET & LYRICS "LET IT GO" (OST. Disney's FROZEN)

PIANO SHEET "LET IT GO"
(OST. DISNEY'S FROZEN)


Disney's FROZEN tells the story of two sister princess, Elsa (voiced by Idina Menzel) and Anna (voiced by Kristen Bell). Elsa has the power to create ice and snow out of thin air, but after a childhood accident with her powers, her parents decide to hide the family away and keep the powers a secret from her younger sister.  

ABOUT THE SONG "LET IT GO"
 In "Let It Go," Menzel shows off her powerful voice that won her a Tony in 2004 for Wicked. It also reveals some of Elsa's more ascetically pleasing snowy powers. The song earned a Golden Globe Award nomination for Best Original Song. 

Tuesday, September 3, 2013

"THE MUSEUM WEEK 2013: New Way of Exploring Museum"

"THE MUSEUM WEEK 2013:
NEW WAY OF EXPLORING MUSEUM"
by: Jelia Megawati Heru

foto: infojkt

"A great nation learns from its history."

Preserving our history for future generations is essential for us
to understand who we are as a nation.
- Jusuf Wanandi -
(Director of the Jakarta Post)

"The Museum Week 2013" diselenggarakan pada tanggal 27 Agustus - 1 September 2013 di Senayan City Mall. Bertepatan dengan peringatan 30 tahun surat kabar "The Jakarta Post", acara ini terselenggara sebagai salah satu bentuk kepedulian media untuk memajukan museum di Indonesia dan meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap museum. Acara ini terselenggara berkat kerjasama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta dan Komunitas Historia Indonesia, dengan kurator Asep Hambali (pendiri Komunitas Historia Indonesia) dan Yudi Wanandi (kurator desain).

Saturday, July 27, 2013

HISTORY BEHIND THE NOKIA TUNE

HISTORY BEHIND THE NOKIA TUNE

 

Tárrega and the Nokia Ringtone
The Nokia ringtone is probably the world's most heard and recognized tune. Ever. And it will probably continue to be so for a long time. The melody used as a ringtone (jingle) in Nokia mobile phones, called as “Nokia Tune”. This tune, which you have heard nineteen times this week, goes something like: “yada da da, yada da da, yada da da daah.” Derived from bars 13-16 of Gran Vals by Francisco Tárrega (from 1902). 


On September 4, 2007, Nokia received U.S. Trademark Registration No. 3,288,274 for "a sound comprising a C eighth note, E flat eight note, B flat eighth note, G quarter note, C eighth note and C quarter note." The last note is different from the original. Nokia changed the last note of the phrase to give it a sense of completeness, so the phrase is said to 'resolve' itself. This allows it to stand alone as a musical statement or idea.

Listen to the real Tarrega "Grand Waltz" in guitar: 

Known as "The Sarasate of the Guitar," Tárrega is considered to have laid the foundations for 20th century classical guitar and for increasing interest in the guitar as a recital instrument. Andrés Segovia used much of Tárrega's work when he took classical guitar into concert halls of Europe.

Nokia Commercial TV Ad (1995)

Wednesday, July 17, 2013

Friendly Video Guide to Famous Classical Composer

FRIENDLY VIDEO GUIDE 
to FAMOUS CLASSICAL COMPOSER
MOZART, BEETHOVEN, CHOPIN, BACH, BRAHMS, TCHAIKOVSKY & VERDI


Do you love Classical Music and don't know where to start?
 
At last, there's some short video and friendly one for the non-classical music lovers, 
that shows some facts about the famous classical composer of all time.
Thanks to Classic FM! 

Beethoven

Tchaikovsky

for watching more, please visit Classic FM!

There's also some visual facts and pictures facts 
about the history of the composer in the timeline, according the era.
Really great website and helpful to appreciate Classical Music more...

Here's some interesting articles:

Saturday, June 15, 2013

Music as a Language by Victor Wooten

"MUSIC AS A LANGUAGE"
Why Music Should Be Taught Less Like Algebra and More Like a Language?
by Victor Wooten


"Music is a powerful communication tool.
It causes us to laugh, cry, think and question."


For bassist and five-time Grammy winner, Victor Wooten, music is a language, just like English. Music should be taught the same way as any other language, and performing it should feel as natural as speaking, he said. Victor Wooten, asks us to approach music the same way we learn verbal language--by embracing mistakes and playing as often as possible.


Wednesday, May 29, 2013