Wednesday, August 26, 2026
PERILAKU TOXIC DI THREADS (Part 2) | by: Jelia Megawati Heru
Wednesday, April 1, 2026
Kiat Menghadapi Gaslighting & Orang Tua NPD | by: Jelia Megawati Heru | Staccato, April 2026
Dibesarkan oleh orang tua narsis dapat menyebabkan tantangan seumur hidup, termasuk rendahnya harga diri, kesulitan menetapkan batasan, dan kesulitan mengatasi kecemasan atau depresi di masa dewasa. Pola asuh orang tua narsis cenderung memiliki kendali penuh atas anaknya dan tidak peduli seberapa besar dampak negatif yang mungkin ditimbulkan. Orang tua yang narsistik cenderung terlalu kritis, mengontrol, dan manipulatif secara emosional, seringkali memprioritaskan kebutuhan mereka sendiri di atas kesejahteraan anak-anak mereka. Orang tua narsis akan terus menerus melihat diri mereka sebagai otoritas terakhir dan selalu benar tanpa mendengarkan anaknya (baca: toxic parenting).
CARA MENGELOLA HUBUNGAN DENGAN ORANG TUA NPD
Sadari Apa yang Sedang Terjadi
Ingatkan diri Anda, bahwa Anda sedang berurusan dengan seorang narsistik. Anda perlu menyadari bahwa ini bukanlah perilaku yang normal. Bagian menyadari ini sangat penting, karena Anda berada dalam jeratan tentakel sang narsisis. Ini bukan kesalahan Anda! Anda tidak akan pernah menang melawan seorang narsisis. Sulit untuk mengubah perilaku orang tua NPD atau membuat mereka benar-benar memahami perasaan Anda. Mengingatkan diri sendiri bahwa Anda mungkin tidak akan pernah menang dapat mencegah frustrasi dan kekecewaan.
Monday, March 2, 2026
EFEK ORANG TUA NARSIS (NPD) | by: Jelia Megawati Heru | Staccato, March 2026
Konfrontasi langsung dengan orang tua narsis atau narcissistic personality disorder (NPD) akan menyebabkan pertempuran yang berkelanjutan. Menunjukkan perilaku negatif atau yang tidak diinginkan akan menantang dunia sempurna yang mereka ciptakan, dapat mengakibatkan perang emosional.
Orang tua NPD memakai dua topeng. Perilakunya di depan umum dan di rumah berbeda. Walau mereka terlihat arogan, menawan, dan percaya diri, sebetulnya mereka adalah orang yang paling insecure, haus validasi, selalu mencari perhatian, dan mendambakan kekaguman dan pujian dari orang lain.
Di rumah, sifat asli mereka terungkap. Disinilah mereka sering menyalahgunakan anak-anak mereka secara emosional dan mental. Mereka harus menjadi penguasa yang mengendalikan anak-anak mereka. Jika anak mengancam ego mereka – anak berhasil mandiri tanpa bantuan mereka atau justru gagal memenuhi harapan mereka — mereka akan menghukum anak tsb.
Sunday, February 1, 2026
ORANG TUA NARSIS (NPD) | by: Jelia Megawati Heru | Staccato, February 2026
Orangtua memiliki pengaruh yang signifikan terhadap bagaimana cara anak melihat diri sendiri, melihat orang lain, dan menafsirkan dunia. Karakter atau sifat anak ditentukan dari bagaimana ia dilahirkan dan dibesarkan oleh orangtua. Sangat disayangkan justru banyak orang tua yang tidak sadar bahwa dirinya menerapkan pola asuh yang toxic. Toxic parenting adalah penerapan pola asuh orangtua yang mengacu pada perilaku yang tidak baik dan berdampak buruk bagi diri sendiri, dan orang lain (anak), baik secara mental maupun fisik.
NARSISTIK
Salah satu pola pengasuhan toxic adalah narcissistic personality disorder (NPD). Orang tua dengan gangguan kepribadian narsistik ditandai dengan sikapnya yang lebih mementingkan diri sendiri menganggap bahwa ia adalah center of the universe.
Gangguan ini dinamai berdasarkan tokoh mitologi Yunani, Narcissus, yang jatuh cinta pada bayangannya sendiri. Pemuda tampan itu secara tak sengaja bertemu dengan bayangannya sendiri di genangan air, yang memicu obsesi tragis terhadap dirinya sendiri yang berujung pada kematiannya yang prematur. Menurut Sigmund Freud, narsisisme adalah tahap normal dalam perkembangan anak, tetapi dianggap sebagai gangguan ketika terjadi setelah pubertas.
Adanya trauma di masa kecil akibat pola pengasuhan yang buruk diduga menjadi pemicu orang tua mengembangkan perilaku yang toxic. Orang tua toxic masih membawa luka lamanya, sehingga memiliki pola asuh toxic parenting dan memperlakukan anak dengan buruk, sama seperti yang dialaminya dulu.
Orang tua yang narsistik cenderung terlalu kritis, mengontrol, dan manipulatif secara emosional, seringkali memprioritaskan kebutuhan mereka sendiri di atas kesejahteraan anak-anak mereka. Mereka takut kehilangan kendali dan menggunakan cara mempermalukan atau menghina anak-anak mereka untuk mempertahankan dominasi.
Monday, September 2, 2024
FRUSTRASI! | by: Jelia Megawati Heru | Staccato, September 2024
PERJALANAN MENUJU PUNCAK
Dalam perjalanan belajar piano Anda, rasa frustrasi dalam berlatih piano adalah sesuatu yang wajar dan normal. Anda tidak sendirian dalam hal ini. Hal ini juga dialami oleh banyak orang. Tidak ada seorang pun yang hanya duduk di depan piano dan tiba-tiba simsalabim langsung bisa bermain seperti Martha Argerich atau Krystian Zimerman. Mimpi kali. Sebaliknya, mungkin diperlukan kerja berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun untuk menguasai kemampuan pianistik tertentu hingga tahap virtuoso.
Banyak hambatan dan titik sandungan dalam perjalanan menuju puncak. Sebetulnya ya semua orang pasti mengalami hambatan ini dan jalan berbatuan menuju puncak ya wajar saja dan Anda akan baik-baik saja selama Anda realistis dan optimis. Tetapi proses menuju puncak tidaklah sama untuk semua orang. Beberapa orang akan merasa membaca notasi balok misalnya itu relatif mudah, sementara yang lain merasa hal ini sangatlah sulit, ibarat mempelajari bahasa baru.
Kita tidak bisa memukul semuanya sama rata. Beberapa orang secara alami memang lebih baik dari yang lain. Banyak faktor yang mempengaruhi hal tsb, seperti rentang jari yang besar dan koordinasi yang baik. Kita juga tidak tahu persis kesulitan apa yang dihadapi seseorang, namun banyak hal bisa membuat seseorang menyerah.
Wednesday, March 13, 2024
Kecemerlangan yang Makin Menyala | Liputan Ceremony Rockstar Award 2024 | Staccato, April 2024
Sebuah penganugerahan bukan saja menorehkan kebanggaan. Sebuah penganugerahan adalah satu citra. Citra tentang perjuangan dan keberhasilan yang tanpa cela. Citra yang menyemburatkan kecemerlangan. Dan itulah yang didapat oleh Jelia’s Piano Studio. Untuk ke-4 kalinya, Jelia’s Piano Studio dianugerahi Rockstar Award sebagai THE BEST PRIVATE STUDIO 2024. Rockstar Award itu sendiri adalah Annual Award yang diberikan Rockschool Limited atau RSL. Sebuah lembaga Internasional dalam sertifikasi musik yang kini merajai pasar sertifikasi untuk Musik Klasik dan Kontemporer termasuk Pop dan Jazz. RSL berpusat di London, Inggris. Dan Rockstar Award adalah penganugerahan tertinggi berdasarkan region tiap negara.
Dalam sambutan saat Rockstar Award Ceremony pada 24 Februari 2024 dalam format Zoom Meeting, Country Representative RSL Indonesia, Bapak Andy Jobs menyambut baik kegemilangan yang dicapai para peraih penghargaan dari Indonesia. Jelia Megawati Heru M.Mus.Edu selaku Direktur Jelia’s Piano Studio, dalam sambutannya menekankan bahwa penghargaan semacam masih harus terus dipertahankan. Para peraih penghargaan hendaknya tidak berpuas diri. Perjuangan untuk tetap bermusik dan menyalurkan hasrat bermusik membutuhkan usaha tanpa kenal lelah termasuk tetesan air mata dan cucuran keringat.
Monday, August 1, 2022
MENDUA: BALLADA MEMILIKI DUA GURU PIANO | by: Jelia Megawati Heru | Staccato, August 2022
Banyak pro dan kontra, jika seorang murid memiliki "guru piano” yang lain. Ada yang berpendapat itu sah-sah saja, semakin banyak guru yang dimiliki, semakin baik muridnya, biar majunya lebih cepat. Beneran? Masak sih, Bunda? Belum tentu, kali!? Ada juga yang berpendapat untuk apa sih guru banyak-banyak, selain buang uang dan buang waktu. Lagian belum tentu juga dengan banyak guru, muridnya tambah pinter, tambah bingung iya, dan waktu latihannya kurangggg, sehari 24 jam kayaknya nggak cukup deh. Mau ikut instruksi guru A atau B? Nah lho, pusing pala barbie. Kalau Anda sedang galau, apakah Anda harus memiliki dua guru atau tidak, ada baiknya Anda simak artikel kali ini!
Setiap orang akan memiliki tanggapan berbeda mengenai hal ini, bahkan ada yang jadi sensitif dan alergi. Beda boleh-boleh saja, asal jangan nge-gas lalu lupa main cantik ya, Buibuk. Ketika Anda memiliki dua orang guru piano, kemungkinan besar Anda akan menerima perspektif yang berbeda (dan berpotensi bertentangan) dalam segala hal, mulai dari teknik hingga repertoar. Tujuan pembelajaran pun akan membingungkan dan kehilangan arah.
Memiliki dua guru piano bisa menjadi destruktif, apabila dua guru ini mengajarkan materi yang sama tapi memiliki ide yang berbeda tentang bagaimana mencapainya. Sebagai contoh ketika belajar tangganada. Mempelajari tangganada bukan hanya tahu bahwa ada yang namanya tangganada atau asal pencet bunyi, tetapi ada teknik bermainnya. Jika kedua guru menyarankan pendekatan teknik yang berbeda dalam memainkan tangganada yang sama, dalam musik, muridnya pasti bingung.
Lah tapi kalau kuliah musik, kok banyak tuh gurunya? Efek destruktif ini tidak berlaku apabila murid memiliki dua guru – satu guru piano dan satunya guru saxophone atau violin, atau satu music history, satunya harmoni, misalnya. Jika dua guru yang berbeda bekerja di bidang yang berbeda, hal ini bisa berhasil dengan baik, karena tidak ada conflict of interest. Tetapi di universitas, seseorang mahasiswa musik hanya memiliki SATU GURU major instrument dan SATU GURU yang berbeda untuk minor instrument nya.
Monday, November 1, 2021
Tipe-Tipe Murid di Kelas Musik Online | by: Jelia Megawati Heru | Staccato, November 2021
Wednesday, September 8, 2021
Nicholas Patrick Wiranata: "Sang Bintang di Era Pandemi" | Liputan Staccato, September 2021
Ditengah carut marut dan masih tak menentunya Pandemi COVID-19, semua orang membutuhkan Enrichment atau pengayaan, agar dalam keterbatasan dan keterpurukan, dirinya masih dapat mereguk manfaat. Salah satunya tentu melalui jalur musik. Dan karena konser musik masih belum bisa total, maka ujian musik internasional lah pilihannya. Ujian musik Internasional, tentu secara online, dalam rupa video exam, menjadi cakrawala penerang di era pandemi. Jadi, bisa lulus ujian semacam itu merupakan anugerah Tuhan yang tak terperikan.
Itulah yang berhasil diraih oleh seorang Nicholas Patrick Wiranata yang baru berusia 11 tahun. Putra dari Bapak Wira Kemala Teng dan Ibu Evie Lukman. Baru-baru ini, Nicholas, biasa dipanggil Nick, menamatkan ujian Classical Piano RSL Awards dengan DISTINCTION. Sepanjang perjalanan musiknya, semua ujian piano yang ditempuh Nick, selalu mendapat hasil Distinction.
Wednesday, September 1, 2021
Bagaimana Pandemi Mengubah Kita | by: Jelia Megawati Heru | Staccato, September 2021
Tidak terasa sudah lebih dari 1 tahun pandemi ini membuat kita terisolasi dari teman, keluarga, kolega kita. Kita TIDAK TERJEBAK, tapi kita AMAN. Itu yang berkali-kali kita katakan kepada diri kita sendiri. Prioritas kita hanya satu, yaitu SELAMAT, SEHAT, dan TETAP WARAS.
Kita semua memiliki pengalaman kita masing-masing dalam masa lockdown ini. Ada yang mencoba melihatnya sebagai hal yang positif dan mengambil hikmahnya sebagai kesempatan bersantai, hidup sehat, melakukan hobi baru, menonton drakor, bersepeda, gardening, atau menikmati waktu berkualitas bersama-sama dengan anak.
Namun sebagaimana pun positifnya itu, perubahan gaya hidup, perubahan rutinitas, dan stress pun tidak dapat dihindari. Kita berada dalam kabut tebal masa kegelapan. Untuk pertama kalinya orang mengalami yang namanya kesunyian, kesepian, bosan, terjebak bersama pasangan, perasaan terasing, paranoid, insomnia, depresi, kehilangan pekerjaan, jatuh sakit, kehilangan teman/seseorang yang dicintai, keputusasaan, dan ketidakberdayaan ketika sang ajal menjemput. HOROR.
Sunday, March 1, 2020
ORANG TUA: SEKUTU TERKUAT GURU | by: Jelia Megawati Heru | Staccato, March 2020
(Staccato, March 2020)
Friday, March 1, 2019
PIANO FOR BOYS - by: Jelia Megawati Heru (Staccato, March 2019)

Sunday, December 2, 2018
Liputan Konser Jelia's Piano Studio di JDC: "Memupuk Hasrat Bermusik di Era Digital" (Staccato, December 2018)
(Staccato, December 2018)


Friday, June 1, 2018
AIR MATA DI KELAS PIANO - by: Jelia Megawati Heru (Staccato, June 2018)

Sunday, April 1, 2018
MENGAJAR PIANO POP - by: Jelia Megawati Heru (Staccato, April 2018)
Thursday, March 1, 2018
Tantangan Menghadapi Orang Tua Yang Sulit - by: Jelia Megawati Heru (Staccato, March 2018)
Dalam profesi sebagai guru musik, Anda akan berhadapan dengan berbagai karakter orang tua murid. Dan tidak semua orang tua murid itu selalu baik dan ramah. Cepat atau lambat suatu saat nanti Anda mungkin bisa mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan, misalnya seperti: memberikan komentar negatif dengan nada tinggi. Nah, hal apa saja yang dapat membuat Anda “naik pitam” dan bagaimana sebaiknya Anda menyikapinya?
Thursday, February 1, 2018
TIPE ORANG TUA MURID DALAM PELAJARAN MUSIK - by: Jelia Megawati Heru (Staccato, February 2018)
Wednesday, March 1, 2017
5 HAL YANG WAJIB DIKETAHUI ORANG TUA PADA KELAS PIANO (PARENT'S GUIDE) - by: Jelia Megawati Heru (Staccato, March 2017)

Friday, December 30, 2016
MY ARTICLES @ STACCATO (2012 - 2025)
1. February - Profile Jelia M. Heru
2. April - Kapan Anak Mulai Belajar Instrumen?
3. May - "Fit as a Fiddle"; Tips dalam berlatih instrumen
4. June - "Music is in our Genes!"
5. July - "Apakah Anda Orangtua Musisi yang Ambisius?"
6. August - "Susahnya Membaca Notasi Balok"
7. September - "Trik Membaca Notasi Balok"
8. October - "Bermain Musik = Pendidikan Musik?"
9. November - "Mitos Belajar Piano"
10. December - "Sukses Menjadi Guru Musik"












