Showing posts with label parenting. Show all posts
Showing posts with label parenting. Show all posts

Wednesday, August 26, 2026

PERILAKU TOXIC DI THREADS (Part 2) | by: Jelia Megawati Heru

“PERILAKU TOXIC DI THREADS”
(Part Two)
By: Jelia Megawati Heru



APLIKASI THREADS
Threads adalah aplikasi perpesanan baru yang terkait erat dengan Instagram. Untuk dapat menggunakannya secara maksimal, Anda harus sudah memiliki akun Instagram. Tanpa akun Instagram, Anda dapat membaca unggahan pengguna lain, tetapi Anda tidak dapat mengunggah, berkomentar, atau berinteraksi dengan mereka sendiri. Fungsi Threads sangat mirip dengan platform X (sebelumnya Twitter). 

Threads memungkinkan Anda untuk berbagi pesan singkat yang dapat diperluas menjadi percakapan yang lebih panjang. Gambar, video, dan tautan juga dapat diintegrasikan ke dalam unggahan. Teks informasi di aplikasi Threads untuk penggunaan tanpa akun. Konten di Threads juga dapat dibaca tanpa akun. Namun, jika Anda ingin mengunggah, berkomentar, dan menyukai, Anda memerlukan profil Anda sendiri. Teks informasi di aplikasi Threads untuk profil pribadi dan publik. 

Threads menawarkan banyak kategori yang memungkinkan saat melaporkan konten. Usia minimum Threads menetapkan usia minimum 13 tahun dalam ketentuan penggunaan platform. Di Google Play Store, Threads dirilis mulai usia 12 tahun. Threads juga tersedia di Apple App Store mulai usia 12 tahun. Tautan dengan Instagram Untuk menggunakan Threads sepenuhnya, diperlukan akun Instagram. Tidak mungkin hanya membuat akun Threads. Oleh karena itu, orang tua harus ingat bahwa anak mereka kemungkinan besar akan menggunakan kedua platform tersebut. 

Wednesday, April 1, 2026

Kiat Menghadapi Gaslighting & Orang Tua NPD | by: Jelia Megawati Heru | Staccato, April 2026

KIAT MENGHADAPI 
GASLIGHTING & ORANG TUA NPD
by: Jelia Megawati Heru
Staccato, April 2026


Dibesarkan oleh orang tua narsis dapat menyebabkan tantangan seumur hidup, termasuk rendahnya harga diri, kesulitan menetapkan batasan, dan kesulitan mengatasi kecemasan atau depresi di masa dewasa. Pola asuh orang tua narsis cenderung memiliki kendali penuh atas anaknya dan tidak peduli seberapa besar dampak negatif yang mungkin ditimbulkan. Orang tua yang narsistik cenderung terlalu kritis, mengontrol, dan manipulatif secara emosional, seringkali memprioritaskan kebutuhan mereka sendiri di atas kesejahteraan anak-anak mereka. Orang tua narsis akan terus menerus melihat diri mereka sebagai otoritas terakhir dan selalu benar tanpa mendengarkan anaknya (baca: toxic parenting). 


CARA MENGELOLA HUBUNGAN DENGAN ORANG TUA NPD 

Sadari Apa yang Sedang Terjadi

Ingatkan diri Anda, bahwa Anda sedang berurusan dengan seorang narsistik. Anda perlu menyadari bahwa ini bukanlah perilaku yang normal. Bagian menyadari ini sangat penting, karena Anda berada dalam jeratan tentakel sang narsisis. Ini bukan kesalahan Anda! Anda tidak akan pernah menang melawan seorang narsisis. Sulit untuk mengubah perilaku orang tua NPD atau membuat mereka benar-benar memahami perasaan Anda. Mengingatkan diri sendiri bahwa Anda mungkin tidak akan pernah menang dapat mencegah frustrasi dan kekecewaan. 

 

Monday, March 2, 2026

EFEK ORANG TUA NARSIS (NPD) | by: Jelia Megawati Heru | Staccato, March 2026

EFEK ORANG TUA NARSIS (NPD)
By: Jelia Megawati Heru
Staccato, March 2026

 

Konfrontasi langsung dengan orang tua narsis atau narcissistic personality disorder (NPD) akan menyebabkan pertempuran yang berkelanjutan. Menunjukkan perilaku negatif atau yang tidak diinginkan akan menantang dunia sempurna yang mereka ciptakan, dapat mengakibatkan perang emosional. 

 

Orang tua NPD memakai dua topeng. Perilakunya di depan umum dan di rumah berbeda. Walau mereka terlihat arogan, menawan, dan percaya diri, sebetulnya mereka adalah orang yang paling insecure, haus validasi, selalu mencari perhatian, dan mendambakan kekaguman dan pujian dari orang lain.



Di rumah, sifat asli mereka terungkap. Disinilah mereka sering menyalahgunakan anak-anak mereka secara emosional dan mental. Mereka harus menjadi penguasa yang mengendalikan anak-anak mereka. Jika anak mengancam ego mereka – anak berhasil mandiri tanpa bantuan mereka atau justru gagal memenuhi harapan mereka — mereka akan menghukum anak tsb. 

Sunday, February 1, 2026

ORANG TUA NARSIS (NPD) | by: Jelia Megawati Heru | Staccato, February 2026

ORANG TUA NARSIS (NPD)
By: Jelia Megawati Heru
Staccato, February 2026


Orangtua memiliki pengaruh yang signifikan terhadap bagaimana cara anak melihat diri sendiri, melihat orang lain, dan menafsirkan dunia. Karakter atau sifat anak ditentukan dari bagaimana ia dilahirkan dan dibesarkan oleh orangtua. Sangat disayangkan justru banyak orang tua yang tidak sadar bahwa dirinya menerapkan pola asuh yang toxic. Toxic parenting adalah penerapan pola asuh orangtua yang mengacu pada perilaku yang tidak baik dan berdampak buruk bagi diri sendiri, dan orang lain (anak), baik secara mental maupun fisik.

 

NARSISTIK

Salah satu pola pengasuhan toxic adalah narcissistic personality disorder (NPD). Orang tua dengan gangguan kepribadian narsistik ditandai dengan sikapnya yang lebih mementingkan diri sendiri menganggap bahwa ia adalah center of the universe. 

 

Gangguan ini dinamai berdasarkan tokoh mitologi Yunani, Narcissus, yang jatuh cinta pada bayangannya sendiri. Pemuda tampan itu secara tak sengaja bertemu dengan bayangannya sendiri di genangan air, yang memicu obsesi tragis terhadap dirinya sendiri yang berujung pada kematiannya yang prematur. Menurut Sigmund Freud, narsisisme adalah tahap normal dalam perkembangan anak, tetapi dianggap sebagai gangguan ketika terjadi setelah pubertas.


Echo and Narcissus (1903) by John William Waterhouse.


Adanya trauma di masa kecil akibat pola pengasuhan yang buruk diduga menjadi pemicu orang tua mengembangkan perilaku yang toxic. Orang tua toxic masih membawa luka lamanya, sehingga memiliki pola asuh toxic parenting dan memperlakukan anak dengan buruk, sama seperti yang dialaminya dulu.

 

Orang tua yang narsistik cenderung terlalu kritis, mengontrol, dan manipulatif secara emosional, seringkali memprioritaskan kebutuhan mereka sendiri di atas kesejahteraan anak-anak mereka. Mereka takut kehilangan kendali dan menggunakan cara mempermalukan atau menghina anak-anak mereka untuk mempertahankan dominasi. 

Monday, September 2, 2024

FRUSTRASI! | by: Jelia Megawati Heru | Staccato, September 2024

FRUSTRASI!
By: Jelia Megawati Heru
Staccato, September 2024


PERJALANAN MENUJU PUNCAK

Dalam perjalanan belajar piano Anda, rasa frustrasi dalam berlatih piano adalah sesuatu yang wajar dan normal. Anda tidak sendirian dalam hal ini. Hal ini juga dialami oleh banyak orang. Tidak ada seorang pun yang hanya duduk di depan piano dan tiba-tiba simsalabim langsung bisa bermain seperti Martha Argerich atau Krystian Zimerman. Mimpi kali. Sebaliknya, mungkin diperlukan kerja berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun untuk menguasai kemampuan pianistik tertentu hingga tahap virtuoso. 

 

Banyak hambatan dan titik sandungan dalam perjalanan menuju puncak. Sebetulnya ya semua orang pasti mengalami hambatan ini dan jalan berbatuan menuju puncak ya wajar saja dan Anda akan baik-baik saja selama Anda realistis dan optimis. Tetapi proses menuju puncak tidaklah sama untuk semua orang. Beberapa orang akan merasa membaca notasi balok misalnya itu relatif mudah, sementara yang lain merasa hal ini sangatlah sulit, ibarat mempelajari bahasa baru. 

 

Kita tidak bisa memukul semuanya sama rata. Beberapa orang secara alami memang lebih baik dari yang lain. Banyak faktor yang mempengaruhi hal tsb, seperti rentang jari yang besar dan koordinasi yang baik. Kita juga tidak tahu persis kesulitan apa yang dihadapi seseorang, namun banyak hal bisa membuat seseorang menyerah.

Wednesday, March 13, 2024

Kecemerlangan yang Makin Menyala | Liputan Ceremony Rockstar Award 2024 | Staccato, April 2024

KECEMERLANGAN YANG MAKIN MENYALA
(Liputan Anugerah Rockstar Award 2024 bagi Jelia’s Piano Studio)
Staccato, April 2024


Sebuah penganugerahan bukan saja menorehkan kebanggaan. Sebuah penganugerahan adalah satu citra. Citra tentang perjuangan dan keberhasilan yang tanpa cela. Citra yang menyemburatkan kecemerlangan. Dan itulah yang didapat oleh Jelia’s Piano Studio. Untuk ke-4 kalinya, Jelia’s Piano Studio dianugerahi Rockstar Award sebagai THE BEST PRIVATE STUDIO 2024. Rockstar Award itu sendiri adalah Annual Award yang diberikan Rockschool Limited atau RSL. Sebuah lembaga Internasional dalam sertifikasi musik yang kini merajai pasar sertifikasi untuk Musik Klasik dan Kontemporer termasuk Pop dan Jazz. RSL berpusat di London, Inggris. Dan Rockstar Award adalah penganugerahan tertinggi berdasarkan region tiap negara.


Dalam sambutan saat Rockstar Award Ceremony pada 24 Februari 2024 dalam format Zoom Meeting, Country Representative RSL Indonesia, Bapak Andy Jobs menyambut baik kegemilangan yang dicapai para peraih penghargaan dari Indonesia. Jelia Megawati Heru M.Mus.Edu selaku Direktur Jelia’s Piano Studio, dalam sambutannya menekankan bahwa penghargaan semacam masih harus terus dipertahankan. Para peraih penghargaan hendaknya tidak berpuas diri. Perjuangan untuk tetap bermusik dan menyalurkan hasrat bermusik membutuhkan usaha tanpa kenal lelah termasuk tetesan air mata dan cucuran keringat.

Monday, August 1, 2022

MENDUA: BALLADA MEMILIKI DUA GURU PIANO | by: Jelia Megawati Heru | Staccato, August 2022

“MENDUA”
BALLADA MEMILIKI DUA GURU PIANO
by: Jelia Megawati Heru
Staccato, August 2022


Banyak pro dan kontra, jika seorang murid memiliki "guru piano” yang lain. Ada yang berpendapat itu sah-sah saja, semakin banyak guru yang dimiliki, semakin baik muridnya, biar majunya lebih cepat. Beneran? Masak sih, Bunda? Belum tentu, kali!? Ada juga yang berpendapat untuk apa sih guru banyak-banyak, selain buang uang dan buang waktu. Lagian belum tentu juga dengan banyak guru, muridnya tambah pinter, tambah bingung iya, dan waktu latihannya kurangggg, sehari 24 jam kayaknya nggak cukup deh. Mau ikut instruksi guru A atau B? Nah lho, pusing pala barbie. Kalau Anda sedang galau, apakah Anda harus memiliki dua guru atau tidak, ada baiknya Anda simak artikel kali ini!

 

Setiap orang akan memiliki tanggapan berbeda mengenai hal ini, bahkan ada yang jadi sensitif dan alergi. Beda boleh-boleh saja, asal jangan nge-gas lalu lupa main cantik ya, Buibuk. Ketika Anda memiliki dua orang guru piano, kemungkinan besar Anda akan menerima perspektif yang berbeda (dan berpotensi bertentangan) dalam segala hal, mulai dari teknik hingga repertoar. Tujuan pembelajaran pun akan membingungkan dan kehilangan arah. 

 

Memiliki dua guru piano bisa menjadi destruktif, apabila dua guru ini mengajarkan materi yang sama tapi memiliki ide yang berbeda tentang bagaimana mencapainya. Sebagai contoh ketika belajar tangganada. Mempelajari tangganada bukan hanya tahu bahwa ada yang namanya tangganada atau asal pencet bunyi, tetapi ada teknik bermainnya. Jika kedua guru menyarankan pendekatan teknik yang berbeda dalam memainkan tangganada yang sama, dalam musik, muridnya pasti bingung.

 

Lah tapi kalau kuliah musik, kok banyak tuh gurunya? Efek destruktif ini tidak berlaku apabila murid memiliki dua guru – satu guru piano dan satunya guru saxophone atau violin, atau satu music history, satunya harmoni, misalnya. Jika dua guru yang berbeda bekerja di bidang yang berbeda, hal ini bisa berhasil dengan baik, karena tidak ada conflict of interest. Tetapi di universitas, seseorang mahasiswa musik hanya memiliki SATU GURU major instrument dan SATU GURU yang berbeda untuk minor instrument nya.

Monday, November 1, 2021

Tipe-Tipe Murid di Kelas Musik Online | by: Jelia Megawati Heru | Staccato, November 2021

TIPE-TIPE MURID DI KELAS MUSIK ONLINE
by: Jelia Megawati Heru
Staccato, November 2021


Tanpa terasa sudah hampir dua tahun kita menjalani kelas musik online. Anda pikir Anda mengenal murid Anda dengan baik melalui kelas tatap muka. Ternyata di kelas musik online, Anda harus belajar lebih banyak tentang karakter murid Anda yang sesungguhnya. Siapakah mereka? Selamat datang di dunia virtual tanpa filter! 


1. STAR STUDENT
Murid ini merupakan murid yang selalu tepat waktu dan bahkan selalu hadir 10 menit lebih awal dari jadwal yang sudah ditentukan lengkap dengan virtual backgroundnya dan stand tripod untuk handphonenya. Murid ini selalu menyelesaikan tugas-tugasnya dengan baik, rajin berlatih, dan selalu ingin menjadi yang terbaik di kelasnya. Pokoknya super niat. 

Umumnya murid tipe ini antusias, motivated, kritis, banyak bertanya, dan mempunyai inisiatif sendiri. Semua buku, peralatan tulis, dan instrumen musiknya selalu disiapkan dengan baik. Pendek kata, murid teladan dengan niat belajar yang sangat tinggi. Murid idaman para pendidik musik yang tidak bikin gurunya darah tinggi, bohwat, dan stress.

Wednesday, September 8, 2021

Nicholas Patrick Wiranata: "Sang Bintang di Era Pandemi" | Liputan Staccato, September 2021

NICHOLAS PATRICK WIRANATA:
“SANG BINTANG DI ERA PANDEMI”
Liputan Staccato, September 2021


Ditengah carut marut dan masih tak menentunya Pandemi COVID-19, semua orang membutuhkan Enrichment atau pengayaan, agar dalam keterbatasan dan keterpurukan, dirinya masih dapat mereguk manfaat. Salah satunya tentu melalui jalur musik. Dan karena konser musik masih belum bisa total, maka ujian musik internasional lah pilihannya. Ujian musik Internasional, tentu secara online, dalam rupa video exam, menjadi cakrawala penerang di era pandemi. Jadi, bisa lulus ujian semacam itu merupakan anugerah Tuhan yang tak terperikan.

 

Itulah yang berhasil diraih oleh seorang Nicholas Patrick Wiranata yang baru berusia 11 tahun. Putra dari Bapak Wira Kemala Teng dan Ibu Evie Lukman. Baru-baru ini, Nicholas, biasa dipanggil Nick, menamatkan ujian Classical Piano RSL Awards dengan DISTINCTION. Sepanjang perjalanan musiknya, semua ujian piano yang ditempuh Nick, selalu mendapat hasil Distinction. 

Wednesday, September 1, 2021

Bagaimana Pandemi Mengubah Kita | by: Jelia Megawati Heru | Staccato, September 2021

BAGAIMANA PANDEMI
MENGUBAH KITA 
by: Jelia Megawati Heru
Staccato, September 2021


Tidak terasa sudah lebih dari 1 tahun pandemi ini membuat kita terisolasi dari teman, keluarga, kolega kita. Kita TIDAK TERJEBAK, tapi kita AMAN. Itu yang berkali-kali kita katakan kepada diri kita sendiri. Prioritas kita hanya satu, yaitu SELAMAT, SEHAT, dan TETAP WARAS. 

 

Kita semua memiliki pengalaman kita masing-masing dalam masa lockdown ini. Ada yang mencoba melihatnya sebagai hal yang positif dan mengambil hikmahnya sebagai kesempatan bersantai, hidup sehat, melakukan hobi baru, menonton drakor, bersepeda, gardening, atau menikmati waktu berkualitas bersama-sama dengan anak. 

 

Namun sebagaimana pun positifnya itu, perubahan gaya hidup, perubahan rutinitas, dan stress pun tidak dapat dihindari. Kita berada dalam kabut tebal masa kegelapan. Untuk pertama kalinya orang mengalami yang namanya kesunyian, kesepian, bosan, terjebak bersama pasangan, perasaan terasing, paranoid, insomnia, depresi, kehilangan pekerjaan, jatuh sakit, kehilangan teman/seseorang yang dicintai, keputusasaan, dan ketidakberdayaan ketika sang ajal menjemput. HOROR.

 

Sunday, March 1, 2020

ORANG TUA: SEKUTU TERKUAT GURU | by: Jelia Megawati Heru | Staccato, March 2020

“ORANG TUA: 
SEKUTU TERKUAT GURU”
by: Jelia Megawati Heru
(Staccato, March 2020)



Orang tua adalah guru pertama anak-anak. Orang tua membimbing anak-anak mereka melalui keterampilan dasar yang akan digunakan anak-anak sepanjang hidup mereka – mulai dari makan, tidur, hingga berjalan, berbicara, dan menulis. Orang tua menyaksikan anak-anak mereka tumbuh mulai dari masa kanak-kanak ke balita, dari prasekolah ke sekolah dasar ke kuliah, dan nantinya mereka sendiri pun akan menjadi orang tua bagi anak-anak mereka. A circle of life.

Orang tua tahu apa yang “berhasil” untuk anak-anak mereka. Orang tua tahu apa yang menggerakkan anak-anak mereka, apa yang membuat mereka takut, dan apa yang membahagiakan anaknya. Orang tua adalah “perekat” dan sekutu terkuat seorang guru dalam proses belajar dan mendidik anak. Jadi, apa yang harus Anda pahami tentang sekutu Anda?

Friday, March 1, 2019

PIANO FOR BOYS - by: Jelia Megawati Heru (Staccato, March 2019)

“PIANO FOR BOYS”
by: Jelia Megawati Heru
(Staccato, March 2019)



Sebelum Anda membaca artikel kali ini, perlu diketahui pembaca, bahwa penulis bukanlah sexist dan tidak memihak. Artikel ini juga tidak mutlak berlaku untuk semua kasus (stereotype) dan pembaca disarankan untuk berpikiran terbuka dan bijak dalam menyikapi kondisi setiap murid yang berbeda (per kasus).

“Men are from Mars, and Women are from Venus.” Begitulah ujar penulis dan psikolog Amerika, John Grey, Ph.D. Pria dan wanita berasal dari planet yang berbeda. Tidak heran, bagaimana pria dan wanita mempunya pola pikir dan pendekatan yang berbeda dalam menanggapi stress dan masalah. Pria dan wanita merupakan dua makhluk yang berbeda, oleh karena itu tidak heran mengajar murid laki-laki membutuhkan pendekatan yang berbeda dengan murid perempuan, baik secara fisiologis maupun psikologis.

KESULITAN MENGAJAR MURID LAKI-LAKI
Walau tidak selalu, namun umumnya mengajar anak laki-laki bisa menjadi lebih menantang daripada mengajar anak perempuan. Apalagi jika mereka baru memulai belajar piano dalam usia remaja. Remaja bekerja dengan kecepatan serat optik, mengambil sampel informasi tiga kali lebih cepat daripada orang dewasa. Sayangnya kemampuan bermain musik jangka panjang tidak berfungsi dengan kabel digital otak seorang anak laki-laki secara alami. Sedangkan belajar piano ibarat lari marathon.

Sunday, December 2, 2018

Liputan Konser Jelia's Piano Studio di JDC: "Memupuk Hasrat Bermusik di Era Digital" (Staccato, December 2018)

“MEMUPUK HASRAT BERMUSIK
DI ERA DIGITAL”
LIPUTAN THE 16th PIANO RECITAL JELIA’S PIANO STUDIO
(Staccato, December 2018)

Photo by: Wira Kemala Teng

Di era digital seperti sekarang ini, banyak orang menjadi gagap beradaptasi dengan semua yang terdigitalisasi. Tak terkecuali dalam ranah musik. Dalam keadaan semacam itu, penyelenggaraan resital dan/atau konser menjadi sesuatu yang tetap layak diapresiasi dan diberi nilai lebih. Karena setidaknya, publik diasup oleh sajian musik yang nyata, yang bukan maya. Itulah yang dilakukan JELIA’S PIANO STUDIO dengan direksi JELIA MEGAWATI HERU, M.Mus.Edu. Minggu, 18 November 2018, di JAKARTA DESIGN CENTRE (JDC), Kawasan Jalan Gatot Subroto, Jakarta.

STACCATO, December 2018

 

Resital kali ini adalah yang ke-16 kalinya. Ada dua Baby Grand Piano di panggung. Uniknya, kedua piano tidak di-setting seperti resital Piano Duo konvensional. Jelia memakai setting untuk dua baby grand piano sebagaimana sebuah masterclass piano. Nampaknya setting semacam ini sudah melekatkan kesan bahwa ini adalah sebuah EDUCATIONAL RECITAL atau konser/resital bernuansa pendidikan.



Dalam sambutannya, Jelia mengatakan bahwa sengaja memilih venue yang semi formal. Agar siswa baru dan berusia di bawah tujuh tahun tidak mengalami stage paranoia, dan siswa advanced tetap mendapat staging figuration yang layak. Ada banyak repertoire yang tersaji, mulai dari Klasik, Pop, Rock, sampai Jazz. Dan tak seperti beberapa konser sebelumnya, resital ke-16 ini dibagi menjadi dua sesi.

Friday, June 1, 2018

AIR MATA DI KELAS PIANO - by: Jelia Megawati Heru (Staccato, June 2018)

AIR MATA DI KELAS PIANO
by: Jelia Megawati Heru
(Staccato, June 2018)


ATAS NAMA CINTA
“Tears in piano lesson” bukanlah karena kelilipan iritasi mata kena asap rokok atau karena sedih patah hati seperti lagu “Smoke Gets in Your Eyes”. Dan jelas juga bukan “air mata buaya”. Linangan air mata ini bisa terjadi, karena luapan emosi anak, ketika ia merasa terpaksa harus bermain piano. Terutama ketika pertanyaan ini dilontarkan: kenapa kamu belajar piano? Lalu dijawab dengan “Karena disuruh mama.” dengan nada terpaksa.

Observasilah dan tanyakanlah kepada diri Anda, apakah anak Anda merasa percaya diri dan merasa bahagia dengan kelas piano nya? Atau anak selalu merasa depresi, minder, merasa bersalah, putus asa, panik, ketakutan, trauma, atau menyiratkan kebencian, jika menyangkut hal yang beraroma piano?



OBSESI ORANG TUA
Sudah jelas, bahwa setiap orang tua menginginkan hal yang TER-baik dan keberhasilan bagi anak kesayangannya – pendidikan musik yang TER-baik, guru piano TER-baik, kualitas piano TER-baik, nilai TER-baik, pokoknya NUMERO UNO! Mayoritas orang tua Asia masih menggunakan metode “Reward and Punishment”. Demi mencapai tujuannya, sayangnya beberapa orang rela menempuh hal-hal diluar batas kelaziman – yang mengarah kepada kekerasan fisik dan pelecehan mental (penghinaan atau kata-kata makian yang sifatnya mempermalukan) dengan mengatasnamakan CINTA. “You’ll thank me later!” ujar seorang tiger mom.

Sunday, April 1, 2018

MENGAJAR PIANO POP - by: Jelia Megawati Heru (Staccato, April 2018)

“MENGAJAR PIANO POP”
by: Jelia Megawati Heru
(Staccato, April 2018)



Mengajar anak remaja mungkin adalah salah satu hal yang paling sulit dan menantang yang akan dihadapi oleh setiap guru dan orang tua. Apalagi jika mereka adalah seorang pemula. Pasalnya Musik Klasik tidak lagi relevan untuk mereka. Musik Klasik mungkin bisa dianggap sebagai Musik “primitif” pengantar lagu tidur (alias “boring”) bagi mereka. Dimana pengetahuan dan keterampilan yang diajarkan di kelas piano menguap setiap minggunya.

Pertanyaannya, sudah optimal kah kelas piano anak? Dengan panjangnya antrian anak remaja/dewasa yang ingin mempelajari instrumen piano dan berkurangnya jumlah murid remaja di kelas piano, mungkin sudah saatnya Anda “melirik” Musik Pop dan menambahkan metode pengajaran Piano Pop ke dalam kurikulum studio musik Anda?


Perlu digarisbawahi, saya tidak mengatakan bahwa Musik Klasik itu boring atau menyarankan untuk berbondong-bondong pindah haluan dari Musik Klasik ke Musik Pop. Yang saya tekankan disini adalah supaya Anda mulai membuka mata Anda lebar-lebar dan terbuka terhadap ide mengajar alternatif yang terpadu dan lebih modern.

Thursday, March 1, 2018

Tantangan Menghadapi Orang Tua Yang Sulit - by: Jelia Megawati Heru (Staccato, March 2018)

TANTANGAN MENGHADAPI 
ORANG TUA YANG SULIT
by: Jelia Megawati Heru
(Staccato, March 2018)



“Be kind; everyone you meet is fighting a hard battle.”
Plato

Dalam dunia nyata, hidup tidak selalu berarti pelangi, unicorn, dan happy ending. Itu hanya terjadi di fairy tale saja. Nobody is perfect all the time.  Setiap orang mempunyai masalah dalam hidupnya. Entah karena trauma masa lalu, krisis keuangan, proses perceraian, keadaan keluarga yang tidak stabil, kematian, hubungan yang rusak, stress, anak di-bully di sekolahnya, sakit, atau PHK – pick one! Kita tidak pernah tahu pertempuran apa yang sedang dihadapi seseorang.


Dalam profesi sebagai guru musik, Anda akan berhadapan dengan berbagai karakter orang tua murid. Dan tidak semua orang tua murid itu selalu baik dan ramah. Cepat atau lambat suatu saat nanti Anda mungkin bisa mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan, misalnya seperti: memberikan komentar negatif dengan nada tinggi. Nah, hal apa saja yang dapat membuat Anda “naik pitam” dan bagaimana sebaiknya Anda menyikapinya?

Thursday, February 1, 2018

TIPE ORANG TUA MURID DALAM PELAJARAN MUSIK - by: Jelia Megawati Heru (Staccato, February 2018)


TIPE ORANG TUA MURID
DALAM PELAJARAN MUSIK
by: Jelia Megawati Heru
(Staccato, February 2018)



Dukungan orang tua memegang peranan yang amat penting dalam kemajuan dan perkembangan pelajaran musik anak. Dalam mendidik anak, saya percaya setiap orang tua menginginkan yang terbaik untuk sang buah hati. Saya tahu mendidik anak sangatlah rumit dan kompleks. Namun ketika saatnya tiba, orang tua diharapkan untuk mengetahui hal yang dibutuhkan dan perlu dilakukan. Mulai dari menerapkan disiplin, mendorong anak untuk berlatih secara teratur, menghargai orang lain, mengatur jadwal kursus dan latihan, serta membayar tepat waktu.

Pada artikel kali ini akan dibahas mengenai tipe orang tua murid yang umum dalam pelajaran musik. Mungkin Anda bisa memilih guru yang cocok untuk anak Anda, namun Anda tidak bisa memilih orang tua. Artikel kali ini mungkin akan memberikan sudut pandang yang berbeda dalam memahami dan menyikapi tipe orang tua murid dengan karakter dan sikon yang menantang. Karena walau semuanya terkesan aman dan terkendali, bukan berarti Anda tidak akan memiliki masalah serius dengan orang tua di kemudian hari.

NOTE:
Perlu dicatat, bahwa tipe orang tua murid ini tidak dapat digeneralisasi, tidak baku, dan tidak bertujuan untuk mengkritik atau menghakimi orang tua. Kategori ini dibuat berdasarkan ciri-ciri khas yang dimiliki oleh orang tua dan diharapkan dapat memberikan gambaran/referensi karakter orang tua yang ada secara umum.


1. TIGER PARENTS
“TOUGH LOVE”, mungkin istilah itu dapat menggambarkan seorang tiger parents, yang dikenal sangat disiplin ala militer. Anak harus menjadi yang terbaik. Anak akan berlatih musik, seperti layaknya atlet olimpiade. Tiada hari tanpa latihan. Akan ada konsekuensi, berupa reward & punishment, apabila hasilnya baik/buruk. Biasanya orang tua akan berusaha merekam semua sesi kelas musik anak, mempunyai tuntutan yang sangat tinggi, sangat kompetitif, dan suka membanding-bandingkan.

Wednesday, March 1, 2017

5 HAL YANG WAJIB DIKETAHUI ORANG TUA PADA KELAS PIANO (PARENT'S GUIDE) - by: Jelia Megawati Heru (Staccato, March 2017)

“5 HAL YANG WAJIB DIKETAHUI 
ORANG TUA PADA KELAS PIANO”
(PANDUAN KELAS PIANO BAGI ORANG TUA)
by: Jelia Megawati Heru
Staccato, March 2017


 IT TAKES TWO
“It takes two generations to make a musician - the first generation learns how to learn, and then the second generation has parents who know what it takes to really become a musician. Together they’re laying the foundations for the next generations to have the chance to master an instrument.”

Setelah membaca kutipan diatas, mungkin Anda langsung berpikir: “Waduh, mati deh! Saya nggak bisa baca not balok, buta nada, apalagi tahu letak not dimana? Boro-boro! Apakah itu berarti anak saya tidak bisa mendapatkan kesempatan belajar piano yang lebih baik?” (*panik) It’s ok, calm down! Don’t worry, be happy! Tarik napas dalam-dalam, buang napas! Banyak cara yang bisa dilakukan kok. Orang tua yang pintar selalu menemukan cara untuk mendukung buah hati nya.

Tidak semua orang tua memiliki latar belakang memainkan musik. Jika Anda adalah orang tua yang ingin memasukkan anak Anda ke kelas piano, mungkin Anda akan kewalahan dengan tuntutan berlatih dan bingung dengan apa yang Anda harus lakukan. Tentunya jika Anda ingin terlibat dan mendukung pendidikan musik anak Anda. Jadi apa yang wajib Anda ketahui?

Be prepared for extra cost!

1. SIAPKAN BUDGET EKSTRA
Sebagai orang tua, Anda wajib membayar uang kursus tepat waktu setiap bulannya. Namun yang dimaksud dengan budget ekstra adalah pengeluaran diluar uang kursus piano. Mengapa? Karena hal ini bisa bikin orang tua “bernyanyi”, secara tidak murah dan masuk kategori wajib. Misalnya: buku musik, buku partitur, biaya konser, biaya ujian musik, metronome, pernak-pernik pendukung musik, workshop, masterclass, seminar, piano bench adjustable, foot stool, piano tuning (setem piano), dan investasi piano akustik (bukan keyboard) untuk tujuan jangka panjang.