Showing posts with label biography. Show all posts
Showing posts with label biography. Show all posts

Friday, August 1, 2025

MIKROKOSMOS: "Dunia Kecil Béla Bartók" | by: Jelia Megawati Heru | Staccato, August 2025

MIKROKOSMOS:
“Dunia Kecil Béla Bartók”
by: Jelia Megawati Heru
Staccato, August 2025


Béla Bartók (1881–1945) adalah seorang komposer, pianis, dan etnomusikolog asal Hungaria. Ia merupakan salah satu musisi terpenting dan berpengaruh di abad ke-20. Salah satu kontribusinya adalah memadukan Musik Klasik Barat (seperti fuga dan sonata) dengan tradisi Musik Rakyat (Folksong) Eropa Timur yang sarat akan ritme yang kompleks dan perkusif, yang penuh petualangan dalam harmoni (dissonant, modes, bitonal, atonal, whole tone scale) dan time signature yang asimetris. Musiknya sangat menantang, tetapi juga sangat ekspresif dan fisik. Ia mengubah cara pandang musisi dalam mendekati teknik dan warna.

 

Bartók merupakan inovator ritme, harmoni, dan bentuk. Ia banyak memperkenalkan banyak inovasi radikal, a.l. ritme polimeter dan tidak teratur (misalnya, ritme Tari Bulgaria seperti 4+2+3), penggunaan disonansi dan akor tanpa mengabaikan tonalitas – sambil tetap memadupadankan struktur formal seperti bentuk lengkung (ABCBA). Musiknya terdengar modern bahkan hingga saat ini, namun berakar kuat pada ritme manusia yang mirip tarian.

 

JEMBATAN ANTARA TRADISI DAN MODERNISME

Bartók adalah salah satu komposer pertama yang mendokumentasikan dan melestarikan musik tradisional secara ilmiah. Ia merekam ribuan lagu daerah menggunakan fonograf awal, lalu menyalin dan menganalisisnya. 



Bartók memadukan musik rakyat dengan teknik klasik kontemporer. Bersama Zoltán Kodály, Bartók mengumpulkan dan menyalin ribuan lagu daerah dari Hungaria, Bulgaria, Rumania, Slowakia, dan berbagai wilayah Eropa Timur lainnya. Ia adalah pelopor dalam bidang etnomusikologi dan membantu melestarikan serta melegitimasi tradisi daerah. 

Saturday, March 1, 2025

Claude Debussy: "Komposer yang Bersyair" | by: Jelia Megawati Heru | Staccato, March 2025

CLAUDE DEBUSSY:
"KOMPOSER YANG BERSYAIR"
by: Jelia Megawati Heru
Staccato, March 2025


Claude Debussy adalah seorang komposer Perancis yang berpengaruh dan mendominasi dalam Musik periode Romantik pada akhir abad ke-19. Dia mengembangkan sistem harmoni dan struktur musik yang sangat orisinal yang dalam banyak hal mengekspresikan cita-cita yang dicita-citakan oleh para pelukis dan penulis Impresionis dan Simbolis pada masanya. Karya utamanya meliputi Clair de lune (“Moonlight,” dalam Suite Bergamasque, 1890–1905), Prélude à l'après-midi d'un faune (1894; Prelude to the Afternoon of a Faun), Opera Pelléas et Mélisande (1902), dan La Mer (1905; “Laut”). 

 

Debussy menunjukkan bakatnya sebagai pianis pada usia sembilan tahun. Dia didorong oleh Madame Mauté de Fleurville, yang berhubungan dengan komposer Polandia Frédéric Chopin, dan pada tahun 1873 dia memasuki Konservatorium Paris, di mana dia belajar piano dan komposisi, akhirnya memenangkan Grand Prix de Rome pada tahun 1884.



CLAIRE DE LUNE: PUISI DALAM MUSIK

Clair de lune mungkin merupakan karya Debussy yang paling ikonik dan merupakan bagian ketiga dari karya empat gerakan Suite Bergamasque.

 

Debussy sebenarnya menulis tiga 'Clair De Lunes'. Asal-usulnya kompleks dan menarik, menggabungkan pengaruh puisi dan Impresionisme. Idenya bermula dari puisi penyair aliran Simbolisme Paul Verlaine pada tahun 1869 dalam koleksinya yang berjudul Fêtes Galantes, yang terinspirasi dari lukisan Jean-Antoine Watteau (1684-1721). Puisi tersebut berbicara tentang tenangnya cahaya bulan yang sedih nan indah.



Judul asli Clair de Lune sebenarnya adalah Promenade sentimentale (Sentimental Stroll), diambil dari puisi Verlaine yang berbeda dari koleksi tahun 1866 berjudul Paysages tristes (Sad Landscape). Puisi ini kemungkinan besar menjadi inspirasi musiknya. Puisi itu dimulai: “Le couchant dardait ses rayons suprêmes et le vent berçait les nénuphars blêmes”. Matahari terbenam memancarkan sinar terakhirnya dan angin sepoi-sepoi yang mengguncang bunga lili air.

Wednesday, January 1, 2025

Rachmaninoff Piano Concerto No. 2 | by: Jelia Megawati Heru | Staccato, January 2025

RACHMANINOFF 
PIANO CONCERTO NO. 2
By: Jelia Megawati Heru
Staccato, January 2025


Januari 1900, Moskow. Sergei Rachmaninoff, 24 tahun, berbaring di sofa sambil mengulangi mantra positif: “Anda akan mulai menulis konser Anda. Anda akan bekerja dengan sangat mudah. Konsernya akan memiliki kualitas yang sangat baik.”

 

Setelah pemutaran perdana Simfoni No. 1 yang membawa bencana pada tahun 1897, Rachmaninoff menderita gangguan psikologis dan depresi yang menghalanginya untuk menulis komposisi selama tiga tahun. Dia mengadopsi gaya hidup peminum berat untuk melupakan masalahnya. Depresi menguasainya. 

 

 


Rachmaninoff berobat kepada seorang ahli saraf yang berspesialisasi dalam hipnoterapi Nikolai Dahl, yang dia kunjungi setiap hari secara gratis dari Januari hingga April 1900. Dahl terlibat dalam percakapan panjang lebar seputar musik dengan Rachmaninoff, dan akan mengulangi perkataan saat komposer setengah tertidur.Rachmaninoff mendedikasikan Piano Concerto No. 2 nya untuk Dahl karena berhasil merawatnya dengan memulihkan kesehatannya dan kepercayaan dirinya sebagai seorang komposer saat ia mengambil langkah pertamanya menuju cahaya.

Monday, December 2, 2024

RACHMANINOFF PRÉLUDES | by: Jelia Megawati Heru | Staccato, December 2024

RACHMANINOFF PRÉLUDES
By: Jelia Megawati Heru
Staccato, December 2024

 

TENTANG PRÉLUDE

Prélude adalah komposisi pendek yang biasanya digunakan sebagai pendahuluan atau pengantar untuk gerakan musik yang lebih kompleks. Namun pada pertengahan tahun 1800-an, prélude —yang dulu dipahami sebagai karya pengantar untuk karya yang lebih panjang—telah berevolusi menjadi karya pendek yang berdiri sendiri, yang masih ditujukan untuk karya piano solo.

 

Johann Sebastian Bach telah membangun praktik menulis sejumlah lagu yang masing-masing menggunakan kunci yang berbeda untuk mengeksplorasi potensi aural dari kunci yang berbeda. The Well-Tempered Clavier (WTC) karya Johann Sebastian Bach adalah salah satu karya terpenting sepanjang masa. WTC terdiri dari dua jilid buku, dimana masing-masing jilid terdiri dari sepasang prélude dan fugue yang berjumlah dua puluh empat kunci dengan pola mayor-minor. Kedua buku tersebut mengikuti urutan 12 kunci secara kromatis: dimulai dengan C major dan minor parallel (C minor), lalu C-sharp major dan C-sharp minor, dst hingga ke-24 kunci tercover. 



WTC ini berpengaruh besar terhadap komposer-komposer berikutnya, seperti Frédéric Chopin, Alexander Scriabin, dan Sergei Rachmaninoff. Chopin melanjutkan tradisi Bach WTC dengan menulis 24 Préludes dalam kunci mayor dan minor tapi tidak dipadukan dengan fugue. Organisasi struktur kuncinya juga berbeda dari Bach: Prélude No. 1 di C mayor, Prélude No. 2 di A minor; menggunakan pola major-minor searah jarum jam (circle of fifth). Prélude ala Chopin adalah potongan karakter pendek berdasarkan motif kecil. Pianis biasanya memainkan Chopin Prélude baik secara individu yang berdiri sendiri atau sebagai satu set yang lengkap dalam sebuah konser.

 

Pada abad ke-19, komposer Rusia seperti Scriabin dan Rachmaninoff menjawab tantangan dan mengikuti jejak Chopin dalam mengkomposisi prélude sebagai karya miniatur piano yang independen dan mandiri dalam berbagai karakter dan mood. Seperti halnya Chopin, Scriabin juga menulis 24 Préludes yang mencakup semua kunci mayor dan minor yang menampilkan ciri khas dan tekstur harmoninya yang unik. 

Thursday, February 29, 2024

Karya Piano Chopin (Part 2) | Impromptu, Scherzo, Barcarolle, Fantaisie & Piano Sonata | Staccato, March 2024

KARYA PIANO CHOPIN (Part 2)
IMPROMPTU, SCHERZO, BARCAROLLE, FANTAISIE & PIANO SONATA
By: Jelia Megawati Heru
Staccato, March 2024


IMPROMPTU

Impromptu merupakan komposisi piano solo pada abad ke-19 (Era Romantik) yang lahir dari improvisasi secara spontan. Oleh karena itu impromptu tidak memiliki struktur baku yang formal. Komposisi independen ini dibuat “in promptu” yaitu segera, tanpa persiapan. Bentuknya lebih panjang dari Nocturne, namun lebih pendek dari Ballade, Scherzo, atau Sonata. Hampir mirip dengan Fantasy. 

 

Walau impromptu ditulis secara improvisatoris, impromptu cenderung memiliki struktur ternary (A-B-A) dan mengeksplorasi individualisme, kemampuan virtuoso pianistik, dan kedalaman emosi dari performernya. Beberapa komposer lain yang juga menulis impromptu adalah Franz Schubert dan Robert Schumann. Chopin menulis empat impromptu: Op. 29, Op. 36, Op. 51, dan Op. posth. 66.

 


Impromptu yang pertama ditulis pada tahun 1837 didedikasikan untuk la Comtesse de Lobau, dua lainnya disusun selama hubungan Chopin dengan penulis George Sand, di kediamannya di Nohant: op. 36 tahun 1839, op. 51 tiga tahun kemudian. Nomor karya Fantaisie Impromptu, Op.posth. 66 telah ditulis pada tahun 1834 dan didedikasikan untuk teman dekatnya, Julian Fontana yang merupakan pianis, komposer, dan asisten Chopin. Opus posthumous (after composer’s death) merupakan sebutan yang digunakan sebagai pengganti nomor opus untuk menunjukkan bahwa sebuah karya diterbitkan setelah kematian penciptanya.

Monday, May 2, 2022

Eksplorasi Beethoven Sonata | by: Jelia Megawati Heru | Staccato, May 2022

EKSPLORASI BEETHOVEN SONATA
By: Jelia Megawati Heru
Staccato, May 2022


Ludwig van Beethoven adalah salah satu komposer kelas dunia yang paling berpengaruh dalam sejarah Musik Klasik. Selain dari sinfoni, karya yang paling penting dan berpengaruh adalah ke-32 piano sonatanya yang menjadi landasan dalam musik piano dan genre musik yang kita nikmati saat ini, termasuk Pop, Rock, dan Jazz. Sonata ini dijuluki "Perjanjian Baru" musik piano untuk menyoroti seberapa pentingnya arti sonata ini. Sedangkan 48 Prelude & Fugue Bach’s Well-Tempered Clavier dianggap sebagai “Perjanjian Lama.”

 

Sebagai seorang pianis, Beethoven mulai menorehkan namanya di Wina, Austria dimana improvisasinya yang luar biasa dengan cepat membangun reputasinya. Meskipun Beethoven bukanlah komposer pertama yang menulis komposisi multi-movement untuk solo piano, namun ia adalah orang pertama yang menunjukkan seberapa besar kekuatan dan variasi ekspresi yang dapat dikembangkan dari sebuah permainan piano. Oleh karena itulah piano sonata nya menjadi sebuah acuan, sebuah STANDAR bagi komposer lain setelah Beethoven pada zaman Romantik, seperti: Johannes Brahms, Gustav Mahler, Franz Schubert, Anton Bruckner, dsb.

Friday, October 1, 2021

KETIKA AJAL MENJEMPUT | by: Jelia Megawati Heru | Staccato, October 2021

KETIKA AJAL MENJEMPUT
By: Jelia Megawati Heru
Staccato, October 2021


Sejarah Musik Klasik penuh dengan kematian tokoh komposer di usia muda yang terkadang tragis dan mengerikan. Mulai dari kecelakaan yang tidak terelakkan, malapetaka, penyakit yang tidak bisa disembuhkan, hingga kematian yang misterius. Hal terakhir yang dilakukan atau dikatakan seseorang memiliki daya tarik, kepedihan, misteri, pesan, dan makna tersendiri. Musik liar dan luhur yang dituliskan di ranjang kematian mereka. Bagaimana mereka mati begitu muda, apa yang mereka capai dalam hidup mereka, dan dalam keadaan apa mereka mati? Apa peninggalan dan karya musik mereka untuk dunia? 


Death Mask

 

KATA-KATA TERAKHIR

“There is a door I have closed until the end of the world.”, ujar Joseph Hadyn yang tenggelam dalam kepikunan dan tidak kuasa untuk menyelesaikan String Quartet terakhirnya. “More light!”, ujar Johann Wolfgang von Goethe. “Mozart, Mozart!”, ujar Gustav Mahler. "Plaudite, amici, comedia finita est" ("Applaud, my friends, the comedy is over") dan "I shall hear in heaven", ujar Ludwig van Beethoven. Johannes Brahms, menderita kanker hati setelah ia mengubur Clara Schumann, cinta dalam hidupnya, menulis organ pendahuluan “Oh World, I Must Leave Thee” ("Oh Dunia, Aku Harus Meninggalkanmu.").

Tuesday, June 1, 2021

Wanita dalam Musik Klasik | by: Jelia Megawati Heru | Staccato, June 2021

“WANITA DALAM MUSIK KLASIK”
By: Jelia Megawati Heru
Staccato, June 2021


PERAN WANITA DALAM MUSIK KLASIK

Meskipun wanita belum memiliki peran dalam orkestra simfoni hingga saat ini dan wanita bisa dibilang belum mencapai kesetaraan dengan pria dalam bidang musik, sebetulnya mayoritas musik lebih banyak dipelajari oleh wanita. Namun, secara proposional, pria mendapatkan pengakuan dan berada di tingkat yang jauh lebih tinggi – baik dalam pertunjukkan instrumental, vokal, pengaba, penelitian ilmiah, maupun komposisi kontemporer.


LARANGAN WANITA UNTUK MENYANYI & TAMPIL

Paus Leo IV (847–855 M) melarang wanita dalam paduan suara untuk bernyanyi di gereja, dan Paus Pius X bahkan melarang wanita untuk menyanyi, karena kaum Hawa dianggap sesat dan makhluk penggoda yang menjerumuskan Adam. Namun wanita juga diperlukan dalam paduan suara untuk register atas. Anton Vivaldi memimpin orkestra khusus perempuan pada tahun 1714 di sebuah sekolah khusus perempuan dan Hildegard von Bingen merupakan wanita pertama yang tercatat secara historis dalam musik abad pertengahan yang menulis lagu religius pada abad ke-12.

 

Pada tahun 1800-an, dianggap pantas bagi seorang wanita muda di masyarakat atas untuk mencapai kemahiran dalam alat musik klasik. Wanita kelas atas sering kali diminta untuk mempelajari alat musik, sering kali harpa, piano, gitar, atau biola, atau belajar menyanyi. Secara historis, wanita diharapkan menguasai instrumen bersama dengan mempelajari dasar-dasar musik, seperti: membaca musik, menulis musik, dan menampilkannya. Namun, hingga abad ke-18, tampil di depan umum dianggap tidak bermoral dan wanita hanya diharapkan untuk bermain di ruang domestik pribadi saja. 

Saturday, May 1, 2021

Nadia Boulanger: The Virtuoso Teacher Behind The Greats | by: Jelia Megawati Heru | Staccato, May 2021

NADIA BOULANGER
“THE VIRTUOSO TEACHER BEHIND THE GREATS”
by: Jelia Megawati Heru
Staccato, May 2021


NADIA BOULANGER: WANITA PERKASA

Di balik kesuksesan para komposer dan musisi kelas dunia terhebat di abad ke-20, ada sosok guru musik yang hebat pula. Juliette Nadia Boulanger (16 September 1887 - 22 Oktober 1979) adalah salah satu pedagog musik asal Perancis yang terpenting dan terhebat dalam sejarah Musik Klasik pada abad ke-20. Clemency Burton-Hill menyebutnya sebagai “guru yang paling berpengaruh sejak Socrates” Boulanger adalah seorang pendidik, komposer kontemporer, dan wanita pertama yang memimpin banyak orkestra besar di USA dan Eropa. Bagi Boulanger, menjadi perempuan bukanlah penghalang untuk berprestasi.

 

Meskipun Boulanger hanya mengajar di apartemen keluarganya di 36 Rue Ballu, Paris, daftar siswa musik nya seperti Hall of Fame, sebut saja: Leonard Bernstein, Aaron Copland, Quincy Jones, Darius Milhaud, Astor Piazzolla, Philip Glass, hingga Daniel Barenboim dan Lalo Schifrin. Semua para raksasa musik, komposer, soloist, dan para pengaba terkemuka ini terkenal hebat dan inovatif dengan caranya masing-masing. Boulanger memberikan landasan yang kuat dalam analisis musik dan secara akademis untuk membentuk “suara  modern”. 

 

Saturday, March 6, 2021

PIANIS VIRTUOSO | by: Jelia Megawati Heru | Staccato, April 2021

PIANIS VIRTUOSO
by: Jelia Megawati Heru
Staccato, April 2021

 


A true virtuoso “must call up scent and blossom, and breathe the breath of life”

 - Franz Liszt

 

Richter, Brendel, Rubenstein, Argerich, Arrau, Rachmaninoff, Liszt, Ashkenazy, Barenboim, Lang Lang, Yuja Wang, Pollini, Gould, Kissin, Uchida, Schiff, Hamelin, Schnabel, Cortot, Horowitz adalah sederet nama pianis virtuoso terbaik di dunia. Bukan hanya sekedar memiliki teknik yang tinggi, kecakapan seni bermain piano yang luar biasa dengan kecepatan tinggi dan jari-jari pianistik yang atletis, namun mereka memiliki semuanya – karisma, stamina, repertoar yang luas, menguasai arena, dan mempesona publik. Seorang pianis virtuoso lazimnya merupakan musisi yang berprestasi dengan pencapaian teknis yang sangat menonjol diatas pianis rata-rata (extraordinary) dan dianggap mampu mencapai kesempurnaan artistik.

 

APA ITU VIRTUOSO?

Virtuoso [virˈtwoːzo] atau [virtuˈoːso] berasal dari dari Bahasa Italia atau dari Bahasa Latin ‘virtuosus’ atau ‘virtus’; "virtue", "excellence" atau "skill" yang artinya pelatihan yang luar biasa, terutama dalam teori. Seorang yang virtuoso adalah merupakan individu yang terampil dalam suatu hal – terutama dalam memainkan suatu alat musik, menyanyi, atau komposisi. Istilah ini digunakan menggambarkan seseorang dengan kemampuan teknis dan musik yang luar biasa.

Sunday, September 29, 2019

SCOTT JOPLIN: "THE KING OF RAGTIME" | by: Jelia Megawati Heru | Staccato, October 2019

SCOTT JOPLIN:
“THE KING OF RAGTIME”
by: Jelia Megawati Heru
(Staccato, October 2019)



SCOTT JOPLIN
Siapa yang tidak kenal lagu “The Entertainer”? Seperti judulnya, mendengarkan lagu ini ibarat pagi hari yang cerah, mentari bersinar, dan burung-burung berkicau – sebuah perasaan gembira, a fun time. The Entertainer adalah sebuah ragtime yang paling terkenal dari Scott Joplin. 


Scott Joplin juga dikenal sebagai “King of Ragtime”. Ia menorehkan namanya sebagai pionir dari sebuah era Ragtime (1897 – 1917) dalam sejarah Musik Jazz. Sebuah gaya musik nasional pertama Amerika. Itu merupakan pencapaian yang luar biasa bagi seorang African-American, dimana terjadi diskriminasi rasial bagi komunitas Afrika-Amerika di masa itu. Ragtime adalah media bagi seorang Afrika-Amerika dalam kebebasan berbicara dan menyerukan identitasnya.

Wednesday, June 5, 2019

VIVID IMAGERY | Kelvin Andreas' New Album

“CITRA BENING”
VIVID IMAGERY 
Kelvin Andreas' New Album

KELVIN ANDREAS, drummer & composer
(foto: kremolens)

Sebuah citra, semestinya terbebas dari segala cacat cela. Sebuah citra semestinya jernih, bening dengan makna nyaris tak berbatas. Sebuah citra kadang lugas membahasakan dirinya. Itulah yang diusung oleh Kelvin Andreas. Seorang Drummer dan Composer lulusan Berklee, Boston, USA, dalam album perdana nya “VIVID IMAGERY”. Album ini dirilis dan di launching pada April 2019. Judul Album menyiratkan makna sebuah Citra yang VIVID. Bening, tegas, lugas, nyaris telanjang dan apa adanya. Cover Album dikerjakan oleh Meilissa Johana dalam sebuah sketsa dengan guratan kuat menyirat makna.


Dapat dikatakan, Kelvin Andreas sangat serius menggarap album perdananya. Musisi yang digandengnya berasal dari latar belakang kultur yang beragam. Nathan See pada Alto Sax, Takeru Saito pada Piano, Ioseb ‘Soso’ Gelovani pada Bass, dan Kelvin Andreas sendiri pada Drums.

Tuesday, April 30, 2019

LATIHAN JARI ALA BURGMÜLLER - by: Jelia Megawati Heru (Staccato, May 2019)

“LATIHAN JARI 
ALA BURGMÜLLER”
by: Jelia Megawati Heru
Staccato, May 2019



Jika Anda mempelajari piano klasik dengan rezim tradisi latihan jari ala Czerny, Hanon, Duvernoy, dan Pischna; pasti nama Burgmüller menjadi tidak asing lagi dalam menu latihan Anda. Walau banyak latihan jari lain yang luar biasa selain Burgmüller, karya-karyanya seperti: Studi Op. 68, 76, 97, 100, dan 105, telah menjadi andalan dan referensi repertoar étude dasar bagi banyak generasi dalam bentuk miniatur – bahkan hingga detik ini. Pada artikel kali ini akan dibahas latihan jari ala Burgmüller dan beberapa repertoar nya yang melegenda.


Burgmüller ditulis oleh pianis dan komposer asal Jerman, yakni Johann Friedrich Franz Burgmüller (1806-1874). Ia lahir dan besar di kalangan keluarga musisi. Ayahnya Johann August Franz Burgmüller adalah seorang organis dan konduktor di Teater Weimar, Jerman (1766-1824) dan kakak laki-lakinya Norbert Burgmüller adalah seorang komposer dan pianis Jerman (1810-1836). 

Johann pindah ke Paris pada 1832, saat ia berusia 26 tahun. Dimana ia menjadi guru piano sampai akhir hayatnya, mengadopsi musik Perancis, dan mengembangkan ciri khas nya – gaya bermain yang ringan. 

Monday, September 4, 2017

CERMIN HIDUP SONATA: Memahami & Mendengarkan Sonata - by: Jelia Megawati Heru (Staccato, September 2017)

“CERMIN HIDUP SONATA”
MEMAHAMI DAN MENDENGARKAN SONATA
by: Jelia Megawati Heru
Staccato, September 2017


Apa yang terbersit di benak Anda ketika mendengar tentang kata ‘SONATA’?
Beethoven? Piano? Moonlight Sonata? Yang jelas sonata bukan seperti potongan romantis film seri Korea ‘Winter Sonata’. Bagi beberapa pianis, mungkin sonata terdengar seperti peta jalan dengan banyak istilah aneh, seperti: “EXPOSITION”, “RECAPITULATION” & “CODA”. Bertahun-tahun mereka berlatih sonata, tanpa tahu apa itu sonata, dan mengapa sih mereka harus berlatih sonata? Tapi semoga kali ini, sonata akan memiliki makna yang lebih berarti dan jauh dari kesan mengerikan maupun membosankan.

APA ITU SONATA?
Sonata ini awalnya merupakan sebuah potongan musik. Sonata berasal dari Bahasa Latin ‘sonare’, yang berarti terdengar (to sound); Jadi sonata adalah bunyi yang terdengar oleh instrumen (piano, biola, flute, dll.). Berlawanan dengan cantata, yang merupakan komposisi vokal yang dinyanyikan dengan iringan instrumen; dari Bahasa Itali ‘cantare’, yang berarti dinyanyikan (to sing). Dalam perkembangannya sonata menjadi sebuah GENRE karya musik yang terdiri dari beberapa gerakan (3-4 movements) untuk instrumen solo. Seperti sebuah album yang memiliki beberapa lagu mini yang berbeda. 

DAYA TARIK SONATA
APA YANG MEMBUAT SONATA MENARIK?


1. KESEIMBANGAN (BALANCE) & PROPORSIONAL
Pada umumnya sonata terdiri dari tiga bagian besar, yaitu: 1st movement (cepat), 2nd movement (lambat), dan 3rd movement (sangat cepat). Setiap bagian dapat memiliki struktur yang berbeda-beda, namun tetap proporsional. Misalnya: dua bagian (Binary form) II:A:II:B:II, tiga bagian (Ternary form) II:A:II:B:IIAII, dan Rondo/rounded form A-B-A-C. Ternary form juga merupakan bentuk komposisi yang paling populer digunakan dalam Musik Pop Modern. Umumnya bagian A dan B diulang masing-masing dua kali, sehingga polanya menjadi A-A-B-B-A.

Saturday, July 27, 2013

HISTORY BEHIND THE NOKIA TUNE

HISTORY BEHIND THE NOKIA TUNE

 

Tárrega and the Nokia Ringtone
The Nokia ringtone is probably the world's most heard and recognized tune. Ever. And it will probably continue to be so for a long time. The melody used as a ringtone (jingle) in Nokia mobile phones, called as “Nokia Tune”. This tune, which you have heard nineteen times this week, goes something like: “yada da da, yada da da, yada da da daah.” Derived from bars 13-16 of Gran Vals by Francisco Tárrega (from 1902). 


On September 4, 2007, Nokia received U.S. Trademark Registration No. 3,288,274 for "a sound comprising a C eighth note, E flat eight note, B flat eighth note, G quarter note, C eighth note and C quarter note." The last note is different from the original. Nokia changed the last note of the phrase to give it a sense of completeness, so the phrase is said to 'resolve' itself. This allows it to stand alone as a musical statement or idea.

Listen to the real Tarrega "Grand Waltz" in guitar: 

Known as "The Sarasate of the Guitar," Tárrega is considered to have laid the foundations for 20th century classical guitar and for increasing interest in the guitar as a recital instrument. Andrés Segovia used much of Tárrega's work when he took classical guitar into concert halls of Europe.

Nokia Commercial TV Ad (1995)

Thursday, June 20, 2013

"MUSIC SAVED MY LIFE!" - Alice Herz Sommer

"MUSIC SAVED MY LIFE"

The inspirational story.... 
Alice Herz Sommer is a 109-yr old pianist (oldest living pianist) 
and oldest living Holocaust survivor! 
Music saved her life!


Alice Herz-Sommer also known as Alice Sommer, (born 26 November 1903) is a Jewish pianist and music teacher from Bohemia, and a survivor of the Theresienstadt concentration camp. Herz-Sommer has lived in North London, United Kingdom since 1986, and is the world’s oldest known Holocaust survivor. 

 
At age 108, Holocaust survivor Alice Herz Sommer still practices piano for three hours every day. At age 104, she had a book written about her life: "A Garden Of Eden In Hell." 

Saturday, March 2, 2013

Profile Performer "Disney Pianolicious"

PROFILE PERFORMERS
"DISNEY PIANOLICIOUS"


JELIA MEGAWATI HERU
music educator, lecturer, pianist, and writer
to see profile, please click HERE


MICHAEL GUNADI WIDJAJA
composer, writer, and music worker

Begin to recognize the piano at age 5 through the guidance of his mother, Marta Suryani Tanjung. At the age 9 started to learn the classical guitar. His passion of music makes him learn music theory, compositorical study, contrapuntal and orchestration under guidance of Slamet Abdul Sjukur. Studied Jazz, Jazz orchestration and improvisation technique under guidance of Jack Lesmana. He gets scholarship in Perth Conservatory, Australia (1989 – 1991) to study New Music and contemporary music landscape with Prof. Dr. Heinz Holliger and attends masterclass of John Williams.

Michael Gunadi Widjaja represents Indonesia at The Asian Composer League in New Zealand for his composition “Processual Procession” for chamber orchestra and gamelan orchestra (1999) and in Manila, Philippines “Reb” for guitar and chamber orchestra (2002). He makes a collaboration CD of mixed culture dialogue between Music and poem featuring Sosiawan Leak, Indonesian poem writer. The CD is collected by deutsche indonesische Gesellschaft Berlin, Germany (2011).

He composes the choreographical music for Dance Department of ISI (Institut Seni Indonesia) Yogyakarta for 5 years (1997-2002), composes music documentaries especially for local government projects. Establish The Shining Star Enrichment Center - the one and only music learning centre in Tegal, Central Java.

In 2004 – 2012 he was the head of music department in City Art Council of Tegal. 
In 2008 – 2012 he was also a member of Performance Department in Province Art Council of Central Java. 

Currently he is the chairman of creativity, music, traditional art and art development in City Art Council of Tegal. Since 1998 until now, he still becomes one of the contributor and writer in AUDIOPRO magazine. Since this year becomes one of the writer of STACCATO music magazine for Jazz rubric and share his musical ideas through his blog: www.imajiner07.blogspot.com

Saturday, August 25, 2012

The Diary of a Young Girl "Anne Frank"



THE DIARY OF A YOUNG GIRL

“Aku ingin terus ‘HIDUP’, bahkan setelah aku mati” – Anne Frank



WHO IS ANNE FRANK?

12 Juni 1942. Seorang gadis belia mendapatkan buku harian sebagai hadiah ulang tahunnya yang ke-13. Sebulan kemudian, ia terpaksa meninggalkan masa remajanya dan memasuki dunia perang yang kejam; buku harian tsb menjadi sahabat terbaiknya sampai akhirnya dia tertangkap oleh Nazi.

Annelies Marie "Anne" Frank tak lepas dari Holocaust, peristiwa pemusnahan etnis Yahudi oleh Nazi Jerman di bawah Adolf Hitler saat Perang Dunia II. Lahir pada 12 Juni 1929 di Frankfurt, Jerman, Anne adalah anak kedua di keluarga Frank. Margot Frank, kakaknya, hanya dua tahun lebih tua darinya. Otto Frank, ayah mereka, adalah pengusaha yang selalu mendukung kedua putrinya untuk membaca.

THE DIARY of YOUNG GIRL

Anne dikenal karena tulisannya dalam sebuah buku harian ketika ia bersembunyi bersama keluarga dan empat orang lainnya di Achterhuis, Amsterdam semasa pendudukan Nazi di Belanda pada Perang Dunia II. Buku harian tsb mencatat rentetan dan narasi peristiwa-peristiwa penting dari 12 Juni 1942 hingga 1 Agustus 1944.

  
 


Awalnya buku tsb berisi catatan kehidupan remaja yang normal seputar teman dan sekolah, sebelum kemudian berubah menjadi kisah seorang korban perang. Bahkan dia juga menggambarkan perubahan yang terjadi setelah pendudukan Jerman. Misalnya, ia menuliskan tentang lencana atau bintang kuning yang secara terpaksa harus dipakai oleh semua orang Yahudi di depan publik. Selain itu, dia juga menceritakan pembatasan dan penganiayaan yang telah terjadi dalam kehidupan penduduk Yahudi Amsterdam. Ia juga menulis tentang ambisi dan perasaannya, dan kenyataan bahwa dia tidak bisa berdiskusi dengan siapa pun. Dia menulis secara teratur hingga karya terakhirnya pada 1 Agustus 1944.

Sejak awal, Anne hanya bermaksud untuk menulis bagi dirinya sendiri dan berharap tidak akan ada orang lain yang akan membacanya. Sampai suatu ketika ia mendengar pidato di radio pada 28 Maret 1944 Menteri Kabinet Belanda, Gerritt Bolkestein.

Bolkestein menyatakan: "Sejarah tidak dapat ditulis atas dasar keputusan resmi dan dokumen saja. Keturunan kita akan memahami sepenuhnya apa yang terjadi di jaman ini, apa yang diperjuangkan oleh sebuah bangsa, apa arti sebuah kemerdekaan; jika kita menyatukan dokumen biasa - buku harian, surat-surat dari seorang pekerja di Jerman, kumpulan khotbah yang diberikan oleh pendeta atau imam, sehingga menjadi sebuah gambaran realita peristiwa yang terjadi di jaman tsb.”

Terinspirasi dari pidato tsb, Anne mulai menulis ulang buku hariannya itu pada lembaran-lembaran kertas yang terpisah. Beberapa bagian dipersingkat, beberapa bagian lainnya dijelaskan dengan lebih detail, dan membuat daftar nama samaran (pseudonym).

Buku harian ini diterjemahkan dari bahasa Belanda ke berbagai bahasa dan menjadi salah satu buku yang paling banyak dibaca di dunia. Beberapa produksi teater dan film juga mengangkat tema ini. Buku harian yang digambarkan sebagai karya yang dewasa dan berwawasan ini menyodorkan potret kehidupan sehari-hari yang mencekam di bawah kekuasaan Nazi.


LATAR BELAKANG KEHIDUPAN PADA TAHUN 1933

Pada tahun 1933, ketika Hitler dan partai Nazi memenangkan pemilu di Jerman, keluarga Otto Frank beserta 300.000 orang Yahudi-Jerman melarikan diri dari Jerman ke Amsterdam, Belanda. Namun, pada tahun 1940, Nazi menduduki Belanda, Margot, sang kakak mendapat “panggilan” dari kantor pusat emigrasi Yahudi (Zentralstelle für jüdische Auswanderung). Ini berarti, Margot dan keluarganya akan dikirim ke kamp konsentrasi.

ACTERHUIS – ruang rahasia di balik rak buku

Pada 5 Juli 1942, Otto langsung memboyong keluarganya ke tempat persembunyian yang telah ia siapkan di bagian belakang gedung kantornya. Tempat yang terhubung melalui tangga rahasia di balik rak buku itu disebut Achterhuis, alias “rumah di belakang” dalam bahasa Belanda yang menunjukkan bagian belakang rumah, diterjemahkan sebagai "Lampiran Rahasia" dalam edisi bahasa Inggris. Pintu masuk Achterhuis tertutup oleh sebuah rak buku.

 


Apartemen terdahulu mereka ditinggalkan dalam keadaan berantakan untuk menciptakan kesan bahwa mereka telah pergi tiba-tiba, dan Otto Frank meninggalkan catatan yang mengisyaratkan mereka akan pergi ke Swiss. Pada masa itu, orang Yahudi tidak diizinkan untuk menggunakan angkutan umum sehingga mereka terpaksa berjalan beberapa kilometer dari rumah mereka, dengan mengenakan beberapa lapis pakaian karena mereka tidak berani terlihat membawa koper.

KEHIDUPAN di ACHTERHUIS

Di achterhuis, Anne menempati kamar mungil di loteng. Disini, ia menghabiskan sebagian besar waktu dengan belajar dan menulis buku harian.

Meski Anne menulis bahwa achterhuis adalah tempat persembunyian yang paling nyaman di seluruh Belanda, catatan di buku hariannya menunjukkan berbagai pergulatan yang ia alami. Bahwa Anne kerap bertengkar dengan ibunya dan Margot, dan hanya bisa akur dengan sang ayah. Anne juga sadar bahwa ia tidak bisa meninggalkan achterhuis, sehingga kebebasan hanya merupakan sebuah impian yang mustahil baginya. Walaupun demikian, dia tetap bermimpi tentang kebebasan dan menuliskan hal-hal yang akan dilakukannya apabila ia bebas.

Hanya ada empat karyawan Otto yang mengetahui tempat persembunyiaan keluarga Frank, yaitu Victor Kugler, Johannes Kleiman, Miep Gies, dan Bep Voskuijl. Mereka merupakan kontak antara dunia luar dan penghuni rumah, dan mereka terus memberi informasi tentang perang dan perkembangan politik. Mereka menyediakan semua kebutuhan mereka, memastikan keselamatan mereka, dan memasok makanan. Anne menulis tentang dedikasi dan upaya mereka dalam melakukan tindakan berbahaya dengan melindungi mereka. Semua sadar bahwa jika persembunyian tersebut terbongkar, mereka akan tertangkap dan mungkin menghadapi hukuman mati karena melindungi orang Yahudi.

Pada akhir Juli 1942, keluarga van Pels yang terdiri dari pasangan Hermann dan Auguste, serta putranya yang berumur 16 tahun, Peter, bergabung dengan keluarga Frank dalam persembunyian mereka di achterhuis. Pada November tahun yang sama, Fritz Pfeffer, seorang dokter gigi dan teman keluarga Frank juga bergabung dengan mereka.

Pada awalnya, Anne merasa senang dengan kehadiran orang baru, namun ketegangan cepat berkembang dalam kelompok yang hidup dalam keterbatasan tersebut. Anne kerap terlibat pertengkaran dengan penghuni achterhuis. Dia tidak terlalu senang berbagi kamar dengan Fritz Pfeffer yang membuatnya terganggu dan Anne juga berselisih dengan Auguste yang dia anggap bodoh. Selain itu, Anne juga menceritakan hubungannya yang semula canggung dengan Peter berubahan menjadi kedekatan asmara.

 


Di buku hariannya, Anne menulis bahwa mereka selalu dicekam ketakutan akan ditangkap, namun sekaligus bosan karena terpenjara. Kita juga bisa membaca dengan jelas pemikiran remaja yang hidup di tengah perang. Meski masih anak-anak, Anne kerap menunjukkan kedewasaan  dengan mempertanyakan tujuan dari perang, dan menegaskan bahwa biaya perang lebih baik dialihkan untuk bantuan kesehatan dan orang miskin.

Pada pertengahan 1943, tulisan Anne semakin suram seiring dengan meningkatnya kefrustrasian, amarah, dan kecemasannya terhadap perang yang kian besar; terutama ketika serangan udara terdengar begitu mengerikan.

Pada Maret 1944, perang bertambah parah, membuat para penghuni kehilangan harapan untuk menghirup kebebasan. Anne menulis pada 5 April 1944: “Ketika aku menulis, aku bisa melepaskan seluruh kekhawatiranku” dan pada 11 April 1944: “Jika Tuhan membiarkanku hidup, aku akan membuat suaraku didengar orang”

Setelah bersembunyi selama dua tahun, pada pagi hari 4 Agustus 1944 achterhuis diserbu Gestapo. Rupanya ada yang berkhianat, seluruh keluarga dibawa ke kamp konsentrasi. Setelah beberapa bulan menjalani hidup yang keras di kamp konsentrasi, seluruh keluarga tewas karena wabah tipus yang menewaskan 17.000 tahanan Yahudi lainnya di Auschwitz, kecuali Otto Frank, ayah Anne. Kematian Anne hanya berjarak beberapa minggu dari kedatangan tentara sekutu.

Saat Otto kembali ke Amsterdam pada tahun 1945, asistennya yang bernama Miep Gies menyerahkan buku harian Anne yang ditemukannya. Mengetahui harapan putrinya untuk menjadi seorang penulis, Otto Frank mempublikasikan dan menerbitkan buku harian tsb pada tahun 1947 di Belanda dengan judul “Het Achterhuis”.  Di Amerika terbit pada tahun 1952 dengan judul “The Diary of a Young Girl” dan dijadikan buku bacaan wajib para siswa di sekolah umum. John F. Kennedy, Hillary Clinton, dan Nelson Mandela adalah beberapa tokoh besar yang mengaku mendapatkan kekuatan dan inspirasi dengan membaca buku harian Anne Frank. Buku harian ini membantu Nelson untuk tetap tegar dan kuat di saat aktivis anti-apartheid itu dipenjara.


 


Majalah TIME menobatkan Anne Frank sebagai salah satu dari 100 orang terpenting di abad ke-20. Pada 9 Maret 2012, Museum Madame Tussaud di Berlin merilis patung lilin Anne Frank, dengan pose duduk menulis buku harian di mejanya, di dalam ruangan yang dibuat semirip mungkin dengan kamarnya. Achterhuis sekarang diabadikan sebagai museum “Anne Frank House” di Amsterdam.
Trailer of Anne Frank Movie

ANNE’s INSPIRING QUOTES

Kisah dan kata-kata Anne di dalam buku hariannya telah banyak menginspirasi orang untuk tetap menulis dan belajar untuk menghargai kehidupan, dimana tidak ada lagi harapan dan hanya ada kesedihan yang mendalam, kesepian, penderitaan, tekanan, ketakutan, kematian yang menghantui, kekecewaan, mencekam, serta keputusasaan.

Sungguh mengherankan, justru ketika seseorang berada di titik nadirnya, dia bisa menjadi luar biasa dan tidak terbayangkan. Entah darimana datangnya kekuatan, sensitivitas, dan kebijaksanaan yang tertuang kata demi kata dalam diri Anne yang berusia 13 tahun itu. Dalam situasi dimana kematian terus mengintai sewaktu-waktu, Anne masih terus bersyukur dan ingin terus bertahan hidup hingga ajal menjemputnya, bahkan ia ingin “hidup” setelah ia mati.

“I don't want to live in vain like most people.
I want to be useful or bring enjoyment to all people, even those I've never met.
I want to go on living even after my death!”

Jika Anne masih hidup dan selamat dari perang, mungkin Anne telah menulis banyak buku, menjadi seorang aktivis, humanis, dan mungkin menjadi blogger seperti saya. Kisah Anne Frank dan tulisannya dan buku hariannya akan membuat kita berkaca, merefleksikan tentang kehidupan kita sendiri. Bagaimana jika saya berada dalam situasi seperti Anne, dimana semua idealisme saya hancur, tidak ada lagi harga diri, tidak ada lagi rasa hormat, tidak ada lagi yang bisa dirasakan, tidak tahu lagi mana yang benar mana yang salah? Jika saya hanya punya waktu satu hari lagi atau beberapa jam lagi untuk hidup, apakah yang akan saya lakukan? Apakah saya akan siap menghadapi kematian? Apakah itu kebahagiaan? Apakah Tuhan itu adil? Begitu banyak pertanyaan yang muncul di kepala kita... Di tengah situasi seperti itu, Anne menemukan jawabannya dalam tulisan-tulisannya.

Berikut ini beberapa kutipan yang ada di dalam buku harian Anne:

“And therefore I am grateful to God for giving me this gift,
this possibility of developing myself and of writing, of expressing all that is in me.”

“I've learned one thing: you only really get to know a person after a fight.
Only then can you judge their true character!”

“Because paper has more patience than people. ”

“Sometimes I think God is trying to test me, both now and in the future.
I'll have to become a good person on my own,
without anyone to serve as a model or advise me,
but it'll make me stronger in the end.”

“Mother has said that she sees us more as friends than as daughters.
That's all very nice, of course, except that a friend can't take the place of a mother.
I need my mother to set a good example and be a person I can respect,
but in most matters she's an example of what not to do.”

“Riches, prestige, everything can be lost.
But the happiness in your own heart can only be dimmed;
it will always be there, as long as you live, to make you happy again.”

“I want friends, not admirers.
People who respect me for my character and my deeds, not my flattering smile.
The circle around me would be much smaller,
but what does that matter, as long as they're sincere?”

“I'm honest and tell people right to their faces what I think, even when it's not very flattering.
I want to be honest; I think it gets you further and also makes you feel better about yourself.”

“I've asked myself again and again whether it wouldn't have been better
if we hadn't gone into hiding, if we were dead now and didn't have to go through this misery, especially so that the others could be spared the burden.

"But we all shrink from this thought.
We still love life, we haven't yet forgotten the voice of nature,
and we keep hoping, hoping for . . . everything.”

“To be honest, I can't imagine how anyone could say "I'm weak" and then stay that way.
If you know that about yourself, why not fight it, why not develop your character?”

“We have many reasons to hope for great happiness, but . . . we have to earn it.
And that's something you can't achieve by taking the easy way out.
Earning happiness means doing good and working, not speculating and being lazy.
Laziness may look inviting, but only work gives you true satisfaction.”

“It's a wonder I haven't abandoned all my ideals,
they seem so absurd and impractical.
Yet I cling to them because I still believe, in spite of everything,
that people are truly good at heart”

“Think of all the beauty still left around you and be happy.”
“I don't think of all the misery, but of the beauty that still remains.”

“Look at how a single candle can both defy and define the darkness.”

“Human greatness does not lie in wealth or power, but in character and goodness.
People are just people, and all people have faults and shortcomings,
but all of us are born with a basic goodness.”