Showing posts with label pop music. Show all posts
Showing posts with label pop music. Show all posts

Saturday, September 2, 2023

Strategi Menghafal Musik | by: Jelia Megawati Heru | Staccato, September 2023

STRATEGI MENGHAFAL MUSIK
By: Jelia Megawati Heru
Staccato, September 2023


KEBIASAAN BERLATIH YANG BAIK 

Menghafal sebuah karya musik seringkali menjadi momok dan membuat frustrasi. Mengapa? Karena walaupun Anda sudah berlatih berjam-jam, ternyata hasilnya tidak sesuai dengan ekspektasi. Emotional damage.

 

Menghafal karya musik dimulai dengan kebiasaan latihan yang baik. Persiapan adalah kuncinya. Menghafal dengan cara tradisional akan membutuhkan berjam-jam latihan. Kiat-kiat berikut diharapkan akan mengurangi waktu yang diperlukan bagi Anda untuk menghafal sebuah karya musik supaya kerja keras Anda tidak sia-sia. Kiat-kiat ini melibatkan strategi komprehensif yang dapat membantu siapa pun menguasai keterampilan bermusik. Semoga tips ini berguna dan Anda bisa menggunakannya dalam rutinitas Anda untuk berlatih lebih efektif. 



1. S-L-O-W, BUT SURE

Berlatihlah secara perlahan dalam tempo yang pelan dan bertahap. Berlatih dengan tempo lambat sangat penting untuk menguasai not, fingering, dan dinamika lagu yang benar, dan memberi otak Anda waktu untuk memproses informasi baru. Idealnya, Anda harus bisa memainkan lagu yang sudah dihafal dalam tempo apa pun: lambat, sedang, dan cepat. Pastikan Anda memainkan semua elemen dengan benar! Jaga ritme dan lakukan yang terbaik. Analisalah kesalahan yang Anda buat, dan berkonsentrasilah pada area tersebut.

Tuesday, September 21, 2021

Pelangi Yang Makin Ceria | Liputan e-RockFest Virtual Music Competition 2021

“PELANGI YANG MAKIN CERIA”
Liputan e-RockFest Virtual Music Competition 2021


Abraham Maslow, seorang ahli perilaku agregat, menempatkan Self Actualization, pada hierarki kebutuhan. Artinya, manusia, siapapun dia, butuh untuk menyatakan dirinya. Menyatakan keberadaannya. Bukan untuk pamer, gaya, dan sok jago, melainkan dalam rangka penyesuaian terhadap lingkungannya.


Inilah yang dialami oleh para siswa dari Jelia’s Piano Studio dengan Direksi Ibu Jelia Megawati Heru, M.Mus.Edu. Ibu Jelia sudah dikenal sebagai Music Educator papan atas di tanah air dan Jelia’s Piano Studio, sudah ditengarai sebagai salah satu lembaga pendidikan musik yang bergengsi karena berbagai prestasi yang diraihnya. See the Reel HERE.

Sunday, August 1, 2021

Berpacu Dalam Melodi - Berpiano Sambil Bernyanyi | by: Jelia Megawati Heru | Staccato, August 2021

“BERPACU DALAM MELODI”
BERPIANO SAMBIL BERNYANYI
by: Jelia Megawati Heru
Staccato, August 2021


Mampu mengenali nada dan ritmik, serta menyanyi bisa menjadi kemampuan yang paling berharga dalam belajar instrumen musik. Ada orang yang mampu melakukannya secara alami dan ada pula yang tidak. Hal-hal diatas dapat membantu untuk mengoreksi, membimbing dan memotivasi siswa dalam proses pembelajaran musik dan bermain lebih baik. 

 

Bukan berarti belajar piano pindah haluan menjadi belajar vokal atau menjadi penyanyi seriosa. Bukan. Namun menyanyi dapat menjadi salah satu kemampuan dasar yang berguna untuk membantu proses membaca notasi balok, memahami frase dalam bermain piano, dan menjadi dasar pengetahuan dasar musik.

 

MANFAAT BERNYANYI DALAM PELAJARAN MUSIK


1. MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA NOTASI BALOK

Selain dapat meningkatkan kepercayaan diri, bernyanyi bersama siswa dengan solfa atau lirik dapat mendorong siswa untuk membaca secara terarah – nada naik/turun atau mengulang nada yang sama. Bukan hanya sekedar tebak-tebakan saja.

Monday, February 1, 2021

Berdiri Diantara Dua Dunia: Musik Klasik & Musik Pop | by: Jelia Megawati Heru | Staccato, February 2021

“BERDIRI DIANTARA DUA DUNIA”
MUSIK KLASIK & MUSIK POP
by: Jelia Megawati Heru
Staccato, February 2021

 


“The two musical styles seem a world apart –

but players who cross the divide can learn from what they have in common.” 

Clemency Burton-Hill

 

MUSIK KLASIK VS MUSIK POP: MANA YANG LEBIH BAIK?

Musik Klasik sering dikatakan sudah tidak relevan, sudah mati, kehilangan arah, dan pamornya bagi anak milenial zaman now. Berbeda dengan Musik Pop yang lebih kekinian, relevan, menarik, hype, dan fun. Musik Klasik dan Pop acapkali selalu diperbandingkan – manakah yang lebih baik? Apakah guru musik harus mulai berganti haluan mengajar Musik Pop ke murid-muridnya?


 

Musik Klasik dan Musik Pop tampak begitu asing satu sama lain, padahal mereka memiliki DNA yang sama. MUSIK ADALAH MUSIK. Passion is the fuel. Segala sesuatu yang kita dengar mulai dari JS. Bach, Beethoven, hingga Alicia Keys, baik dalam Musik Klasik dan Musik Pop adalah SAMA. Musik dibangun dari dua belas blok bangunan yang identik – 12 nada kromatik, melodi, harmoni, dan ritmik. Musik Pop adalah sepupu yang lebih muda, keren, komersil, dan populer. Tidak ada yang salah dengan hal itu, bukan?

 

Walau terdengar lebih kaku, tanpa arsitektur Musik Bach, Mozart, dan Beethoven, maka tidak akan ada Musik Jazz, Soul, Funk dan Hip Hop. Beethoven adalah inspirasi awal si jenius kreatif yang mengekspresikan kegalauan jiwa. Tanpa Mozart, sang prodigy, maka tidak akan ada progresi akor yang menjadi dasar dari setiap lagu Pop yang keren dan melodi yang ear catching.

Tuesday, June 9, 2020

Hikmah dikala Pandemi | Liputan RSL Online Piano Workshop 2020 | by: Jelia Megawati Heru

Liputan RSL Online Piano Workshop 2020
"HIKMAH DIKALA PANDEMI"


Ada pepatah Cina kuno yang mengatakan: "Selalu ada Hikmah di balik malapetaka". Orang Inggris kuno juga mempercayai bahwa selalu akan ada opportunity di balik kemalangan. Itulah mestinya yang harus kita sikapi. Pandemi Covid-19 memang mengerikan. Tak jelas ujung akhirnya. Namun tetap ada hikmahnya, tak terkecuali bagi ranah musik.

Pandemi Covid-19 dihadapi dengan lockdown, social distancing, stay at home, atau apapun istilahnya. Keadaan ini diperkirakan akan sangat lama. Sehingga musik, dalam semua bentuknya, harus bisa, harus siap membuat NEW STAGE. Panggung baru, yakni ONLINE STREAMING. Dalam rangka pengkondisian inilah, para pemusik kelas dunia menggelar konser, resital, masterclass, seminar semua secara online. Dan gratis. Karena masih dalam tahap pengkondisian. Itulah hikmah pandemi ini. Worldclass music material, but amazingly FOR FREE.

Itu pulalah yang dirasakan para guru, pencinta, pemerhati musik piano di Indonesia. Mengikuti seminar dengan keynote speaker atau nara sumber seorang music educator papan atas di Indonesia. Seorang penulis, seminator, alumnus Jerman, konsultan Departemen Pendidikan Republik Indonesia, penulis buku panduan untuk pendidikan musik luar sekolah di Indonesia. Seorang Jelia Megawati Heru, M.Mus. Edu. Secara gratis. Kapan lagi ada event sedemikian jika tak ada pandemi Covid-19?


Wednesday, April 1, 2020

LET'S ROCKING BANDUNG! | Rockschool Piano & Acoustic Guitar Workshops | Bandung, March 16, 2020

“LET’S ROCKING BANDUNG!”
Liputan Staccato Piano & Acoustic Guitar Workshop Rockschool
di Bandung, 16 Maret 2020



ROCKSHOOL LIMITED (RSL) representatif Indonesia, menyelenggarakan seminar dan informational workshop pada 16 Maret 2020. Acara ini bertempat di Auditorium Indra Music School, kawasan Jalan Progo, Bandung. Seminar dan informational workshop yang digelar, secara khusus mengupas dan mengupas semua aspek dari RSL untuk instrument Piano dan Akustik Gitar. 

Saturday, February 1, 2020

MENGAJAR MURID YANG TIDAK TERMOTIVASI | by: Jelia Megawati Heru | Staccato, February 2020

“MENGAJAR MURID 
YANG TIDAK TERMOTIVASI”
By: Jelia Megawati Heru
Staccato, February 2020


MURID YANG TIDAK TERMOTIVASI
Tidak semua murid adalah seorang yang pandai, tekun, dan termotivasi. Setiap murid mempunyai kepribadian yang unik dan latar belakang yang berbeda. Pada awal kelas musik mungkin murid mempunyai senyum yang lebar, energi yang penuh gairah, dan minat yang tinggi. Tapi begitu mengetahui realita, bahwa bermain piano tidak segampang kelihatannya, komitmen berlatih setiap hari, mengerjakan PR, tiba-tiba minat itu hilang entah kemana, begitu melihat selembar kertas yang berisi notasi balok. 

Mengajar murid yang tidak termotivasi merupakan hal yang tersulit dalam mengajar, karena membutuhkan energi yang luar biasa. Di satu sisi guru sedang mencari cara untuk mengatasi kekurangan kemampuan membaca murid, sambil memutar otak bagaimana tetap membuat mereka tertarik dan memotivasi mereka. Namun di satu sisi murid remaja mudah sekali bosan dan selalu menginginkan hasil yang instan. 

Monday, September 16, 2019

MERAJUT MUSIK KONTEMPORER | Liputan Seminar Drums & Piano Rockschool | 9 & 10 September 2019, Jakarta | Staccato, October 2019

“MERAJUT MUSIK KONTEMPORER”
(LIPUTAN SEMINAR ROCKSCHOOL)
STACCATO, October 2019


Seiring perkembangan zaman, banyak hal yang terjadi dalam blantika musik. Di zaman sekarang, Musik Klasik tidak lagi merajai dan mendominasi sebagai satu-satunya mazhab musik yang adiluhung dan sarat dengan muatan akademis. Musik Klasik tetap saja bagus untuk dipelajari, namun bukan satu-satunya mazhab yang mampu menghantarkan seseorang menjadi pemusik yang berkompeten dan memiliki intelektual dan kadar akademik. Hal itulah yang turut mendasari diadakannya seminar selama dua hari berturut-turut dari Rockschool Graded Music Exams pada tanggal 9 dan 10 September 2019.

Seminar Piano Rockschool, 10th September 2019

Rockschool merupakan sebuah lembaga sertifikasi musik internasional yang berpusat di London, Inggris dan mengedepankan pendidikan seni Kontemporer. Berada dalam payung RSL (Rockschool Limited), Rockschool Graded Music Exam berkomitmen memotivasi siswa dan guru di seluruh dunia untuk membekali peserta didik dengan pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman berharga yang praktis serta kualifikasi Seni Kontemporer yang paling menarik, inovatif, beragam, menyenangkan, dan tentunya relevan secara akademis.

Monday, August 19, 2019

Piano Klasik vs Piano Modern - by: Jelia Megawati Heru (September 2019)

“PIANO KLASIK VS PIANO MODERN”
by: Jelia Megawati Heru
Staccato, September 2019

Lady Gaga

Apa yang ada di benak Anda, ketika Anda mempelajari piano? Wow keren ya kalau bisa main piano seperti Yuja Wang, Lang Lang, atau Alicia Keys, John Legend, dan Lady Gaga? 

Dari kelas yang pertama, seorang guru piano perlu bertanya jenis musik apa yang ingin dimainkan oleh muridnya. “Tradisional” Klasik, Jazz, Pop, atau Modern? Walau murid hanya memilih salah satu genre saja, seorang guru piano yang bijaksana akan mengakomodir kebutuhan siswanya untuk memiliki pengalaman bermain piano dalam berbagai aspek dan genre, serta mengajarkan unsur-unsur dan teknik dasar bermain piano yang ideal sebagai fondasi.

Yuja Wang

EKPEKTASI SEORANG PIANIS
Seorang Pianis Klasik yang sempurna nantinya akan memiliki keterampilan membaca not balok, memainkan piano dengan teknik scale & arpeggio yang sempurna, kecepatan & kelincahan jari dengan kecepatan super, memiliki pemahaman yang mendalam tentang teori musik dan menggunakannya untuk menafsirkan partitur yang mereka baca. Sedangkan seorang pianis modern yang sempurna akan mempunyai telinga super, memainkan musik abad ke-21 maupun kekinian dengan cepat, dan menggunakan teori musik secara chordal yang membantu mereka untuk menyesuaikan diri dengan konteks musik yang dimainkan.

Namun seorang pianis Klasik yang berpengetahuan luas juga diharapkan dapat memainkan Happy Birthday dan We Wish You a Merry Christmas secara spontan dengan menggunakan iringan improvisasi sederhana. Kemampuan dan keterampilan semacam ini juga penting dalam bermain musik. Sedangkan seorang pianis Jazz yang cakap juga perlu membaca not balok dalam notasi musik standard dan bermain dalam sebuah trio Jazz Combo atau ensembel dengan mahir. 

Dalam artikel ini akan dibahas mengenai pendekatan belajar Piano Klasik dan Piano Kontemporer. Definisi Piano Kontemporer disini adalah lebih ke Musik zaman now (modern) pada abad ke-21, yang mencakup Musik Pop-Rock, R’nB, Fusion, Semi-Classic, easy listening, Jazzy, dan perpaduan dari beberapa genre.

Thursday, August 1, 2019

ROCKING MY PIANO | Jelia Megawati Heru (Staccato, August 2019)

“ROCKING MY PIANO”
by: Jelia Megawati Heru
(Staccato, August 2019)



PENGANTAR MUSIK ROCK
Apa yang ada di benak anda ketika mendengar kata “ROCK” dalam ranah musik? Sudah hampir bisa dipastikan akan terbayang dalam benak Anda, sajian musik yang bervolume keras. Enerjik dan mampu membangkitkan semangat. 

Kata ROCK, tadinya adalah semacam kata slang dalam masyarakat yang berbahasa Inggris. Namun kemudian kata ini menjadi lazim di seantero dunia sehubungan dengan sebuah mazhab musik. Kata ROCK memiliki beberapa makna. Rock bisa berarti batu cadas. Rock bisa dimaknai sebagai mengayunkan. Rock bisa juga diartikan mengayunkan dengan sedemikian keras sampai membahayakan sesuatu. Oh wow.


MUSIK ROCK ITU…
Tidak seperti Musik Klasik yang memiliki catatan sejarah perkembangan secara rinci dan detail. Musik Rock tidak pernah mencatatkan dirinya dan tentu tak tercatat secara literer keilmuan sehubungan dengan sejarah dan perkembangannya. Namun Musik Rock memiliki form dan struktur. Ini titik tolak penting bagi siapa saja yang ingin memahami Musik Rock. Untuk memahami Musik Rock, orang harus memahami konsep kontemporernya. Akar form nya adalah Budaya Pop. Berbicara mengenai Musik Rock berarti berbicara musik dalam mazhab MUSIK POPULER atau POP. Atau kalau ingin lebih tajam lagi, adalah MUSIK YANG NON KLASIK.  

Monday, July 15, 2019

Andrea Putri Turk | Duta Prestasi Indonesia di Arena Musik Dunia (Staccato, August 2019)

ANDREA PUTRI TURK
DUTA PRESTASI INDONESIA DI ARENA MUSIK DUNIA
(Staccato, August 2019)

Bulan-bulan terakhir ini, jagat media menjadi gempar. Media Sosial ramai dengan sebuah postingan. Media mainstream seperti CNN INDONESIA, berbagai stasiun televisi mainstream seperti NET TV, TV ONE, dan Liputan6 gegap gempita. Tak terkecuali pula media televisi dalam skopa lokal. Topiknya adalah: seorang remaja Putri Indonesia, berhasil menjuarai lomba cipta lagu tingkat dunia di London, Inggris. 

Sosok remaja tersebut adalah Andrea Putri Turk. Perjuangannya hingga mengharumkan nama Indonesia, patut ditorehkan sebagai sebuah inspirasi sekaligus motivasi. Bagi siapa saja, terutama bagi pencinta musik yang bukan hanya sekedar suka musik. Bahwa musik, perjuangan dan prestasinya, dapat bermuara pada harga diri dan kebanggaan bangsa dan negara.

ANDREA TURK - Winner of Young Songwriter Competition 2019
for International Category in UK, with her original "Who We Are"

SOSOK ANDREA TURK
Nama lengkapnya adalah Andrea Putri Turk. Ia adalah putri sulung dari keluarga dr. Dario Turk, SpOG. Seorang dokter gynecologist berdarah Kroasia. Dr. Dario sangat mencintai Indonesia. Itulah mengapa, sejak kecil, Andrea dibiasakan untuk bermusik. Karena salah satu wujud cinta dan bakti pada negara, dapat tersalurkan melalui seni musik. 

Keluarga Andrea sangat mendukung upaya dalam menggeluti musik. Hampir semua guru, instruktur yang terbaik di tanah air, pernah menjadi gurunya. Tak kurang, kursus dan masterclass sampai ke beberapa negara pun dijalaninya, seperti: Summer Course di Berklee College of Music (2016), NYU Steinhardt (2018), dan NYU Tisch Clive Davis Institute of Recorded Music (2018). Perjuangan tersebut masih ditambah dengan mengikuti berbagai ajang lomba, festival dari mulai yang kelas abal-abal sampai event yang paling bergengsi.



ANDREA TURK "WHO WE ARE"

Friday, March 1, 2019

PIANO FOR BOYS - by: Jelia Megawati Heru (Staccato, March 2019)

“PIANO FOR BOYS”
by: Jelia Megawati Heru
(Staccato, March 2019)



Sebelum Anda membaca artikel kali ini, perlu diketahui pembaca, bahwa penulis bukanlah sexist dan tidak memihak. Artikel ini juga tidak mutlak berlaku untuk semua kasus (stereotype) dan pembaca disarankan untuk berpikiran terbuka dan bijak dalam menyikapi kondisi setiap murid yang berbeda (per kasus).

“Men are from Mars, and Women are from Venus.” Begitulah ujar penulis dan psikolog Amerika, John Grey, Ph.D. Pria dan wanita berasal dari planet yang berbeda. Tidak heran, bagaimana pria dan wanita mempunya pola pikir dan pendekatan yang berbeda dalam menanggapi stress dan masalah. Pria dan wanita merupakan dua makhluk yang berbeda, oleh karena itu tidak heran mengajar murid laki-laki membutuhkan pendekatan yang berbeda dengan murid perempuan, baik secara fisiologis maupun psikologis.

KESULITAN MENGAJAR MURID LAKI-LAKI
Walau tidak selalu, namun umumnya mengajar anak laki-laki bisa menjadi lebih menantang daripada mengajar anak perempuan. Apalagi jika mereka baru memulai belajar piano dalam usia remaja. Remaja bekerja dengan kecepatan serat optik, mengambil sampel informasi tiga kali lebih cepat daripada orang dewasa. Sayangnya kemampuan bermain musik jangka panjang tidak berfungsi dengan kabel digital otak seorang anak laki-laki secara alami. Sedangkan belajar piano ibarat lari marathon.

Sunday, December 2, 2018

Liputan Konser Jelia's Piano Studio di JDC: "Memupuk Hasrat Bermusik di Era Digital" (Staccato, December 2018)

“MEMUPUK HASRAT BERMUSIK
DI ERA DIGITAL”
LIPUTAN THE 16th PIANO RECITAL JELIA’S PIANO STUDIO
(Staccato, December 2018)

Photo by: Wira Kemala Teng

Di era digital seperti sekarang ini, banyak orang menjadi gagap beradaptasi dengan semua yang terdigitalisasi. Tak terkecuali dalam ranah musik. Dalam keadaan semacam itu, penyelenggaraan resital dan/atau konser menjadi sesuatu yang tetap layak diapresiasi dan diberi nilai lebih. Karena setidaknya, publik diasup oleh sajian musik yang nyata, yang bukan maya. Itulah yang dilakukan JELIA’S PIANO STUDIO dengan direksi JELIA MEGAWATI HERU, M.Mus.Edu. Minggu, 18 November 2018, di JAKARTA DESIGN CENTRE (JDC), Kawasan Jalan Gatot Subroto, Jakarta.

STACCATO, December 2018

 

Resital kali ini adalah yang ke-16 kalinya. Ada dua Baby Grand Piano di panggung. Uniknya, kedua piano tidak di-setting seperti resital Piano Duo konvensional. Jelia memakai setting untuk dua baby grand piano sebagaimana sebuah masterclass piano. Nampaknya setting semacam ini sudah melekatkan kesan bahwa ini adalah sebuah EDUCATIONAL RECITAL atau konser/resital bernuansa pendidikan.



Dalam sambutannya, Jelia mengatakan bahwa sengaja memilih venue yang semi formal. Agar siswa baru dan berusia di bawah tujuh tahun tidak mengalami stage paranoia, dan siswa advanced tetap mendapat staging figuration yang layak. Ada banyak repertoire yang tersaji, mulai dari Klasik, Pop, Rock, sampai Jazz. Dan tak seperti beberapa konser sebelumnya, resital ke-16 ini dibagi menjadi dua sesi.

Thursday, November 1, 2018

YIRUMA: "FROM S(E)OUL WITH LOVE" - by: Jelia Megawati Heru (Staccato, November 2018)

YIRUMA:
“FROM S(E)OUL WITH LOVE”
by: Jelia Megawati Heru
Staccato, November 2018



"I’ll just put it as a song, I sing with the piano, 
it’s a song without words or lyrics. But I love to sing with the piano. 
Let me tell you my story without words." 
– Yiruma

SIAPA ITU YIRUMA?
Siapa sih yang nggak tahu “River Flows in You”? Komposernya itulah yang namanya Yiruma. Lee Ru-ma (Korea: 이루마) atau lebih dikenal dengan nama panggungnya Yiruma (Korea: 이루마; baca: Iruma) adalah seorang pianis dan komposer asal Korea Selatan. Lahir 15 Februari 1978. Arti nama "Yiruma" sendiri dalam Bahasa Korea berarti "I shall achieve". "River Flows in You" dan "Kiss the Rain" merupakan salah satu lagu yang paling populer dari Yiruma. 

Yiruma telah menciptakan soundtrack untuk musikal, film, dan drama. Ia juga merupakan seorang DJ Radio di KBS 1FM <Music from All Around the World> dan MC untuk MBC <Wednesday Art Stage> pada tahun 2010. Pada tahun 2006, ia menciptakan tema utama untuk drama KBS populer, Spring Waltz dan "Fairy Tale" untuk Secret Garden, drama super hit pada tahun 2011.


LATAR BELAKANG YIRUMA
Dia mulai bermain piano pada usia lima tahun di Korea Selatan dan pindah ke London ketika dia berusia 10 tahun, pada tahun 1988, untuk mendapatkan pendidikan musik di Purcell School of Music. Pada saat itu ia memiliki kewarganegaraan ganda, Korea Selatan dan Inggris, hingga tahun 2006. Namun dia menyerahkan kewarganegaraan Inggrisnya untuk mengikuti wajib militer di Angkatan Laut Korea Selatan.

Sunday, April 1, 2018

MENGAJAR PIANO POP - by: Jelia Megawati Heru (Staccato, April 2018)

“MENGAJAR PIANO POP”
by: Jelia Megawati Heru
(Staccato, April 2018)



Mengajar anak remaja mungkin adalah salah satu hal yang paling sulit dan menantang yang akan dihadapi oleh setiap guru dan orang tua. Apalagi jika mereka adalah seorang pemula. Pasalnya Musik Klasik tidak lagi relevan untuk mereka. Musik Klasik mungkin bisa dianggap sebagai Musik “primitif” pengantar lagu tidur (alias “boring”) bagi mereka. Dimana pengetahuan dan keterampilan yang diajarkan di kelas piano menguap setiap minggunya.

Pertanyaannya, sudah optimal kah kelas piano anak? Dengan panjangnya antrian anak remaja/dewasa yang ingin mempelajari instrumen piano dan berkurangnya jumlah murid remaja di kelas piano, mungkin sudah saatnya Anda “melirik” Musik Pop dan menambahkan metode pengajaran Piano Pop ke dalam kurikulum studio musik Anda?


Perlu digarisbawahi, saya tidak mengatakan bahwa Musik Klasik itu boring atau menyarankan untuk berbondong-bondong pindah haluan dari Musik Klasik ke Musik Pop. Yang saya tekankan disini adalah supaya Anda mulai membuka mata Anda lebar-lebar dan terbuka terhadap ide mengajar alternatif yang terpadu dan lebih modern.