Showing posts with label reading notes. Show all posts
Showing posts with label reading notes. Show all posts

Wednesday, August 2, 2017

MENELISIK METODE PIANO POPULER - by: Jelia Megawati Heru (Staccato, August 2017)

MENELISIK METODE PIANO POPULER:
“METODE PIANO MANA YANG COCOK UNTUK MURID?”
by: Jelia Megawati Heru
Staccato, August 2017


BANYAK JALAN MENUJU ROMA
Ketika seorang anak berumur 6 tahun ingin mempelajari piano, tentunya ia tidak bisa sekonyong-konyong langsung memainkan Beethoven’s “Für Elise” atau Rimsky Korsakov “The Flight of the Bumblebee” pada kelas pertamanya. Ada tahapan dan proses belajar yang harus dilewati terlebih dahulu.

Ibarat Anda ingin pergi ke Berlin misalnya. Bagaimana cara Anda bisa sampai ke Berlin? Pertama Anda harus mempunyai dana, passport, asuransi perjalanan sebagai persyaratan dalam mengurus visa Schengen di kedutaan Jerman. Lalu mencari penerbangan menuju ke Jerman. Rute penerbangannya bisa direct Jakarta – Berlin atau bisa dengan jalur transit (Singapore/Kuala Lumpur dulu – Dubai – Frankfurt). 


Dari Frankfurt ke Berlin, Anda bisa menggunakan jalur darat - kereta api super cepat atau bisa menggunakan bus/mobil, atau jalur udara – dengan pesawat terbang. Banyak alternatif rute yang bisa ditempuh. Namun tentunya kita ingin mencari rute yang paling cepat untuk sampai di tempat tujuan, bukan?

Begitu pula dengan belajar piano. Banyak cara yang bisa ditempuh menuju Beethoven’s “Für Elise”. Pertanyaannya: jalan mana yang ingin Anda tempuh? Dan persyaratan apa yang harus dipenuhi agar bisa menuju kesana? Misalnya: membaca notasi balok, teknik bermain pedal yang baik, dan teknik penjarian yang baik.


DEFINISI DAN FUNGSI METODE PIANO
Secara umum metode piano merupakan materi fundamental dengan instruksi bermain piano step-by-step yang disusun secara sistematis bagi murid tingkat pemula. Fungsi dari sebuah metode piano adalah untuk mengembangkan KONSEP awal sebagai dasar bermusik, serta bermain piano yang baik dan benar bagi pemula.

Monday, August 8, 2016

PIANO POP: "PIANO YANG NON-KLASIK" - by: Jelia Megawati Heru (Staccato, August 2016)

PIANO POP: 
“PIANO YANG NON-KLASIK”
by: Jelia Megawati Heru
Staccato, August 2016 


“Lho?! Kok anak saya diajarin lagu Pop sih? 
Jangan dong! Nanti dia jadi band-band an nggak karuan!”

CELOTEH SINIS DAN NILAI PLUS PIANO POP
Seringkali kita mendengar celoteh sinis semacam itu dari banyak orang tua. Celoteh itu mengaitkan “Pop” dengan sesuatu yang sifatnya asal-asalan, industri yang menghalalkan segala cara, dan sesuatu yang kurang bermutu.

Di sisi lain, kita sering melihat iklan kursus dan sekolah musik, yang mencantumkan dengan besar: “MENERIMA LES PIANO POP”. Dari sudut pandang pengelola usaha pendidikan musik, POP memiliki NILAI PLUS. Seolah menyiratkan citra Piano Pop yang seakan “lebih gampang” dan “lebih cepat bisa” dibandingan dengan kompetitornya, yaitu: Piano Klasik yang memakan kurun waktu belajar yang lebih panjang. Piano Klasik itu susah, butuh waktu, dan ketekunan. Sedangkan Piano Pop menjanjikan sesuatu yang lebih instan. Rupanya inilah yang menjadi salah satu daya tarik dari Piano Pop yang sarat dengan aroma industri Musik Pop. Dimana besar peluang si siswa akan menjadi artis dan mendapatkan banyak uang.

Dua fenomena tersebut menyiratkan pada kita, bahwa terdapat dua dikotomi: pro dan kontra Piano Pop. Masing-masing sebetulnya dengan dasar pemikiran simplicity dan mungkin naif. Menjadi agak menarik dan perlu, terutama bagi guru dan orang tua, untuk mendapat keterangan dengan proporsi yang seimbang dan setimbang. Agar sikap bijak dapat diambil dalam kerangka pendidikan musik, terutama musik piano.

Friday, July 15, 2016

MEMBACA NOTASI BALOK PADA PIANO - by: Jelia Megawati Heru (Staccato, July 2016)

"MEMBACA NOTASI BALOK 
PADA PIANO"
by: Jelia Megawati Heru
Staccato, July 2016


ELEMEN MEMBACA NOTASI BALOK PADA STUDI PIANO
Fondasi dari studi piano yang paling dasar melibatkan perkembangan di tiga area, yaitu:
  • Membaca notasi balok, berhitung, dan memainkan ritmik sederhana 
  • Membaca notasi balok pada grand staff * 
  • Mengkombinasikan nada dan ritmik, sekaligus memainkannya dengan lancar pada instrumen piano
 
*garis paranada yang digunakan dalam penulisan notasi untuk piano, dimana terdapat kunci G (treble clef) untuk tangan kanan dan kunci F (bass clef) untuk tangan kiri yang dimainkan dalam waktu bersamaan

Thursday, March 10, 2016

RESENSI BUKU PIANOLICIOUS!: "MENCECAP LEZATNYA BURGER RASA PIANO" - by: Michael Gunadi Widjaja

RESENSI BUKU PIANOLICIOUS!
"MENCECAP LEZATNYA BURGER 
RASA PIANO"

  FRONT COVER

Judul Buku: PIANOLICIOUS!
Penulis: JELIA MEGAWATI HERU
 

Jumlah halaman: 227 + ilustrasi (flashcards DIY)
Format: A5, HVS, SOFTCOVER
Penerbit: Pustaka Muda
ISBN: 9786026 850140
Tahun penerbitan: 2016, cetakan pertama
(LIMITED EDITION)


https://www.bukuqu.com/product/pianolicious/
  
BUKAN SEKEDAR BUKU REFERENSI
Tidaklah berlebihan kiranya, jika dikatakan bahwa buku “PIANOLICIOUS!” karya Jelia Megawati Heru, adalah sebuah VADE MECUM piano yang berbahasa Indonesia. Pianolicious! bukan kamus yang hanya dibuka saat orang kebingungan mencari makna kata atau istilah. Pianolicious! juga bukan sebuah ensiklopedia yang semata secara verbal merangkum dan merangkai makna akan sesuatu hal. Lebih dari itu. Sebagai sebuah vade mecum piano.

Pianolicious! adalah sebuah handbook – sebuah buku pegangan. Buku tempat bertumpu dan berpijak, serta mengacu akan segala hal ikhwal piano, dengan tetap segar dan tak bertele-tele. Nampaknya buku Pianolicious! adalah “kelanjutan” dari buku “HITAM PUTIH PIANO”. Dalam HITAM PUTIH PIANO, seorang Jelia banyak mengupas aplikasi, motivasi, inspirasi, dan tantangan, serta pergulatan piano dan musiknya dalam ranah yang relatif umum. Pianolicious! berbicara lebih menukik secara teknis dan detail, dengan tetap dengan gaya bahasa yang mengalir nikmat.

 ULASAN PIANOLICIOUS DI MAJALAH STACCATO, MEI 2016

MAKNA COVER BUKU
Cover buku berwarna merah cerah. Agaknya dimaksudkan sebagai perlambang sebuah optimisme dan hasrat untuk terus mencecap ilmu. Judul buku dalam warna kuning menyala. Seolah ingin menyemburatkan pemaknaan yang lebih mendalam. Ilustrasi pada cover, cukup menggelitik untuk disimak. Sebuah BURGER. Namun BUKAN HAMBURGER. Melainkan BURGER yang berisi metronome, buku piano, tuner, piano roll pad, dan iPod – yang kesemuanya adalah “perkakas” pembelajaran musik piano.  

Dengan ilustrasi yang menggelitik tersebut, ada kesan kuat bahwa seorang Jelia ingin menyajikan sebuah “kelezatan”. Yang bergizi, sebagaimana layaknya BURGER. Namun dengan kelezatan pendidikan piano dan musiknya. Itulah PIANOLICIOUS! atau PIANO YANG DELICIOUS.

Tuesday, July 8, 2014

"KESALAHAN MEMBACA NOTASI BALOK" - by: Jelia Megawati Heru (Staccato, July 2014)

"KESALAHAN 
MEMBACA NOTASI BALOK"
by: Jelia Megawati Heru
Staccato, July 2014


“What is your superpower?”
“I read music notes!”

Membaca notasi balok bagi sebagian orang, mungkin merupakan salah satu hal yang paling horror dan menjadi momok dalam proses belajar musik. Banyak orang yang menganggap membaca notasi balok merupakan salah satu hal yang paling sulit dilakukan dalam hidup. Mungkin mereka lebih memilih untuk mengerjakan hal yang paling mereka benci daripada membaca not. Ironisnya seseorang akan menjadi “an uncomplete musician” dengan memilih menjadi “buta nada.” Tanpa kemampuan membaca notasi balok, seseorang akan melewatkan kesempatan untuk memahami musik lebih dalam -  entah seberapapun berbakatnya mereka. So if you could read notes, thanks to your music teacher!

Saturday, September 7, 2013

"AWAL MENGAJAR MURID PEMULA" - by: Jelia Megawati Heru (Artikel Staccato, September 2013)

"AWAL MENGAJAR MURID PEMULA"
Oleh: Jelia Megawati Heru
Artikel Staccato, September 2013


Mayoritas anak memulai studi musik instrumen pada usia tujuh sampai sembilan tahun. Hal ini sejalan dengan perkembangan kemampuan motorik halusnya (fine motor skills) dan kegiatan/pengalaman anak di sekolah dasar, dimana mereka telah mempelajari cara membaca alphabet, kalimat, dan menulis sebelum membaca notasi balok. Menunda studi musik instrumen sampai anak berumur dua belas tahun ke atas akan banyak menimbulkan masalah, dimana motorik halus anak sudah terlampau kaku, anak akan sulit untuk diajak kerja sama, mengikuti instruksi guru dan mulai mudah bosan dengan metode pembelajaran bagi pemula, seperti halnya anak berumur tujuh tahun. 


INTRODUCTION LESSON
Banyak hal yang perlu dipertimbangkan pada masa awal pembelajaran murid pemula – mulai dari umur yang bervariasi (pra-sekolah, sekolah dasar, remaja, dewasa) kondisi fisik, motorik, karakter anak, hingga metode, kurikulum dan filosofi mengajar yang berbeda-beda. Sehingga seorang guru perlu mengadakan suatu wawancara kecil atau interview yang disebut sebagai “INTRODUCTION LESSON” sebelum memulai studi musik instrumen yang sebenarnya untuk mengumpulkan informasi dalam menentukan metode yang tepat untuk calon murid tsb.

Wednesday, September 5, 2012

TRIK MEMBACA NOTASI BALOK - Artikel Staccato September 2012

TRIK MEMBACA NOTASI BALOK
Artikel Majalah Staccato (September 2012)
Oleh: Jelia Megawati Heru



Susah membaca notasi balok? 
Here some tips to help you in the practice!


1. Keeping eyes on the page!
Untuk membentuk kemampuan membaca notasi balok yang baik, maka murid harus mengembangkan kebiasaan untuk terus melihat ke arah partitur. Ketika murid perlu melihat ke tangan mereka untuk menemukan nada yang harus mereka mainkan, maka feeling dan tactile sensory mereka tidak berkembang. Belum lagi mereka sering melupakan dan tidak menemukan dimana bagian yang sedang mereka mainkan pada partitur, sehingga mereka harus mencari lagi dan membuat permainan menjadi lambat dan ragu-ragu/tidak yakin.


TIPS (bagi guru)
Guru dapat membantu murid dalam belajar untuk terus melihat ke arah partitur, caranya:
  • Guru tetap menunjuk ke partitur dan nada yang sedang dimainkan dengan jari dan pada saat yang bersamaan murid memainkan nada yang ditunjuk guru atau jika murid hanya memainkan satu tangan saja, maka murid harus menunjuk nada yang dimainkan dengan tangan yang satunya sambil menyanyikan nadanya dengan menggunakan suku kata “la”, “ma” atau “na"
  • Guru menunjuk ke arah nada yang dimainkan sambil menghitung pulse “1, 2, 3, 4” atau sambil menyanyikan nada dengan menggunakan suku kata “la”, “ma” atau “na” dan pada saat yang bersamaan murid memainkan nadanya
  • Murid menunjuk ke arah nada yang dimainkan sambil menyebutkan nomor jari (fingering) atau menyanyikan nama not/nadanya “do”, “re”, “mi” atau “C”, “D”, “E”
Walaupun latihan ini diperlukan, ada kalanya tidak mungkin untuk selalu mengandalkan visualisasi maupun memori kinestetik, misalnya: pada perubahan posisi lebih dari satu oktaf. Bila kebutuhan untuk melihat ke arah tangan diperlukan, guru dapat memberikan tanda pada partitur bahwa murid dapat melihat ke arah tangan.  Tetapi perlu diingatkan bahwa murid hanya boleh menggerakkan matanya, tidak dengan kepalanya dan hanya dalam waktu yang singkat, supaya mereka langsung fokus kembali kepada bagian partitur sebelumnya.

2. Ear training, oh ear training……

Di dalam bermain musik instrumen, semua koordinasi, baik itu: mata dalam membaca notasi balok, otak dalam menangkap informasi lewat indera dan memberikan instruksi kepada tangan, tubuh untuk melakukan sesuatu secara kinetis - selalu melibatkan telinga dalam mendengarkan bunyi yang dihasilkan maupun yang belum dihasilkan sekalipun. Ketika bunyi dihasilkan, telinga kita dapat menilai tingkat ketepatannya. 

Telinga manusia normal dapat menangkap getaran bunyi mulai dari ca. 16 Hz (frekuensi rendah) sampai 20.000 Hz (frekuensi tinggi), tergantung dari umurnya. Telinga manusia yang terlatih dapat membedakan sampai  1/60 dari sebuah whole step (jarak not satu/Tone, misalnya: dari C ke D) dan dapat membedakan lebih dari 300 keras lembutnya suara.

Mempelajari lagu dengan kombinasi telinga dan membaca merupakan langkah awal dalam mengembangkan ketajaman pendengaran, karena murid belajar mengasosiasikan apa yang mereka dengar dengan apa yang tangan mereka lakukan dalam memproduksi suara. 
       
Cara melatih kombinasi telinga dan membaca? Sing, sing and sing!

  • Murid menyanyikan nama not/nadanya “do”, “re”, “mi” atau “C”, “D”, “E” melodi dari lagu yang dimainkan oleh guru sambil membaca partitur  (jika murid malu, gunakan suku kata “la”, “ma” atau “na” saja) dan mengilustrasikan kontur dari melodi tsb. dengan menggunakan pergerakan tangan naik/turun di depan tubuhnya sambil berdiri (hand sign – Kodaly technique* »optional, tidak harus« 

 
  • Murid memainkan melodi dari lagu-lagu yang sederhana dan terkenal (nursery rhymes: “Twinkle-Twinkle Little Star“) pada tuts piano hanya berdasarkan pendengaran
  • Guru memainkan lagu si murid dan membuat “kesalahan” atau variasi yang di-exaggerate, murid harus mencari dimana letak perbedaan yang dibuat oleh guru
  • Murid bermain piano sambil bernyanyi dan dibiasakan mengkoreksi nada yang salah lewat pendengaran 
Ketika partisipasi telinga menjadi semakin aktif dalam pembelajaran, maka murid akan mulai menggunakannya secara automatis untuk membantu mereka bermain lebih akurat. Setelah itu inner hearing pun akan berkembang seiring dengan berkembangnya ear training membantu murid untuk mendengar nada apa yang mereka lihat pada partitur sebelum mereka memainkannya pada piano, sehingga membantu mereka untuk bermain lebih akurat sesuai dengan notasi balok yang mereka baca. 
   
3. Learning and playing several pieces every week!
Ketika murid telah dapat membaca notasi balok pada grand staff, maka mereka sudah dapat ditugaskan untuk membaca lagu-lagu pendek yang sederhana dengan materi yang mirip dari tingkat pemula dengan variasi dan konteks yang berbeda, sehingga kemampuan membaca menjadi semakin terasah. Seiring dengan perkembangan murid, maka tenggang waktu pembelajaran dari lagu yang satu dengan lagu yang lainnya menjadi lebih pendek.

☞ Latihlah beberapa lagu yang sederhana, pendek dan yang mempunyai variasi kesulitan dalam tingkat pemula yang berbeda-beda serta signifikan untuk perkembangan permainan murid! Ciptakan rutinitas membaca dan sight reading yang baik dan sistematis! (»lihat TIPS to build good habit in sight reading«)

Beberapa dari lagu tsb. dapat digunakan untuk belajar menghafal dan konser, tetapi yang terpenting dari lagu-lagu yang diberikan adalah apakah ada sesuatu hal berharga yang bisa dipelajari murid? Misalnya: tujuan dari suatu lagu adalah untuk melatih ritmik spesifik, jika murid melakukan kesalahan dalam memainkan nada tapi menguasai ritmik tsb., maka murid telah mempelajari hal yang paling penting dalam lagu itu.

4. Understanding your individual learning styles and strength!
Setiap murid mempunyai gaya belajar dan kemampuan yang berbeda-beda. Guru dapat mengaplikasikan kegiatan belajar yang efektif untuk meningkatkan kemampuan membaca murid, apabila guru dapat menentukan gaya belajar si murid – apakah mereka menangkap/menyerap materi lebih cepat secara visual, lisan/verbal (aural), audio atau kinestetik?
  • VISUAL 
Murid yang mempelajari materi secara visual umumnya mempunyai kemampuan membaca yang baik, sangat sistematis dan konsentrasi yang tinggi, bahkan tidak jarang murid di kategori ini merupakan seorang yang mempunyai kemampuan prima vista (dari bahasa Latin prima = sempurna/baik, vista = visual) – yaitu seseorang yang mampu membaca notasi balok dengan sempurna hanya dengan sekali membaca dan dalam waktu yang sangat singkat. Sehingga mereka tidak mempunyai kesulitan yang berarti dalam membaca, namun pada umumnya mereka menghindari penghafalan dalam belajar (memorizing) karena sulit bagi mereka untuk menghafal. Sedangkan kemampuan untuk menghafal berkaitan erat dengan memori jangka pendek (short-term memory), ear training, inner hearing dan intepretasi – yang sangat dibutuhkan dalam latihan dan konser.
  • VERBAL
Murid yang mempelajari materi secara verbal, umumnya mereka mempunyai kemampuan berpikir yang baik dan kritis karena mereka menangkap segala sesuatunya berdasarkan logika dan kognitif (pengertian). Sehingga mereka mampu untuk menilai keakuratan serta tidak/baiknya permainan mereka, mengkritik diri dan mencari solusi untuk memperbaiki kesalahannya.
  • AUDIO
Sedangkan murid yang menangkap materi secara audio adalah seorang yang mengandalkan segala sesuatunya berdasarkan ketajaman pendengaran (ear training), seorang pendengar yang baik, sangat musikal, peka, pandai bernyanyi, mampu mengenali berbagai lagu yang berbeda, mempunyai kemampuan yang luar biasa dalam menghafal (memorizing) dan tidak jarang mempunyai inner hearing, sight singing[1] dan absolute hearing[2] yang sempurna.

  • KINESTETIK

Murid yang mempunyai gaya belajar secara kinestetik, mempelajari segala sesuatunya dengan baik lewat merasakan (feeling) gerakan motorik oleh tubuh mereka, mempunyai tactile sensory yang baik, otot motorik halus yang baik (fine motorik) dan mampu membedakan, mengaplikasikan berbagai gerakan secara akurat serta mengkoordinasikan gerakan-gerakan yang berbeda dan berlawanan. Pada umumnya mereka mempelajari bentuk (pattern) pada partitur dan membayangkan apa yang dirasakan tubuh mereka, bagaimana cara melakukannya, lalu memainkannya pada instrumen sesuai dengan imajinasi yang mereka bayangkan di dalam kepala mereka/visualisasi. Murid dalam kategori ini merupakan seseorang yang mempunyai imajinasi tinggi, konsentrasi tinggi, sense of tempo, pulse & rhythm yang baik, kemampuan mental yang baik dan kepercayaan diri yang tinggi (self esteem).

Namun dari semua gaya belajar di atas, cara belajar yang paling baik adalah dengan menggabungkan semua faktor baik itu audio-visual-verbal-kinestetik. Cara belajar seperti ini disebut sebagai learning via multi-canale, dimana semua indera diaktifkan dalam pembelajaran, sehingga pembelajaran bisa menjadi beberapa kali lipat lebih cepat dibandingkan biasanya dan menciptakan kemampuan multi-tasking.


TIPS to build good habit in sight reading

Urutan membaca notasi balok yang baik dan sistematis:
• Observasi kunci (clef), tangga nada (key signature) & tanda birama (time signature)!

• Lihat keseluruhan dari lagu untuk menemukan hal-hal yang tidak terduga, seperti: perubahan kunci, interval satu oktaf, accidentals (# /b)

• Hitung pulse dan ritmiknya! Rasakan pulse pada tubuh kita dengan tap, clap, pat, snaps! Pilihlah tempo yang tidak terlalu cepat maupun terlalu lambat!

• Nyanyikan nada dengan “la”, “ma”, “na” atau alphabet nada “C”, “D”, “E” dari setiap melodi di tangan kanan dan tangan kiri secara terpisah!

• Visualisasikan jari-jari sedang bermain di atas tuts piano tanpa membunyikannya, letakkan jari-jari Anda di atas pangkuan Anda!

• Mainkan lagu sambil tetap menghitung dan merasakan pulse sambil mata tetap melihat ke arah partitur!

• Nilailah permainan Anda sendiri, sudah baik atau belum? Apakah akurat atau tidak? Bila belum mainkan sekali lagi dalam tempo yang lebih lambat!



[1] *sight singing adalah kemampuan untuk menyanyikan melodi lagu berdasarkan notasi balok yang dibaca dalam hanya sekali melihat
[2] *absolute hearing adalah kemampuan untuk mendengarkan keakuratan nada sesuai dengan nada pada concert pitch seperti nada pada piano tanpa alat bantu apapun
  
Oleh: Jelia Megawati Heru

Wednesday, August 8, 2012

Artikel Majalah Staccato - Agustus 2012 "Susahnya Membaca Notasi Balok"

Artikel STACCATO Agustus 2012
"SUSAHNYA MEMBACA NOTASI BALOK"
Oleh: Jelia Megawati Heru, M.Mus.Edu 



MEMBACA NOTASI BALOK
"kok susah banget sih?"


Membaca notasi balok bagi beberapa orang merupakan hal yang sangat sulit untuk dilakukan, bahkan bisa menjadi hal yang traumatis. Mengapa demikian? Apakah karena IQ-nya kurang alias loading-nya lama atau memang tidak bakat sih?

Membaca notasi balok dapat direlasikan seperti mempelajari bahasa asing. Kita harus mempelajari huruf-huruf yang baru, menyusun suku kata dan mengejanya sehingga membentuk suatu kata, frase dan akhirnya menjadi kalimat. Seperti pada proses mempelajari bahasa asing, begitu pula dalam musik terdapat notasi balok yang berbentuk simbol 'luar angkasa*' (*saking susahnya dibaca) - dimana beberapa orang menyebutnya seperti "tauge". Nah dari "tauge" inilah kita akan membentuk melodi, akor dan akhirnya menjadi lagu. Penguasaan kemampuan membaca notasi balok ini membutuhkan waktu yang tidak sebentar, karena dibutuhkan penguasaan kemampuan lainnya, seperti: musik teori, ritmik dan ear training. Oleh karena itu, sebaiknya kebiasaan membaca notasi balok ini diperkenalkan sedini mungkin dalam pembelajaran instrumen.


KESULITAN MEMBACA NOTASI BALOK YANG KOMPLEKS
  
Walaupun terdapat kesamaan antara membaca huruf dalam bahasa dan notasi balok dalam musik - too bad it's just a metaphor, people! Membaca notasi balok boleh dikatakan lebih sulit oleh karena beberapa faktor di bawah ini:

1.     Variasi simbol yang sangat banyak
Di dalam musik, ada berbagai jenis not dengan durasi yang berbeda-beda, tanda istirahat, kunci, tanda dinamika, tanda birama, dsb. Dibutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk mengenali simbol-simbol tsb.

Contoh notasi balok dan tanda istirahatnya beserta nilainya:


2.     Kombinasi simbol secara vertikal dan horizontal
Penulisan simbol vertikal melambangkan tinggi rendahnya nada dan simbol horizontal menunjukkan pergerakan nada. Pada instrumen piano, kesulitan menjadi berlipat ganda karena melibatkan dua kunci yang berbeda (kunci G dan kunci F), range instrumen piano yang bisa mencapai nada yang sangat tinggi dan rendah, serta memainkannya dalam waktu bersamaan dengan kedua tangan disertai jari-jari yang spesifik.  


3.     Kemiripan simbol dan bunyi
Misalnya: nada C mempunyai banyak simbol dan bunyi yang berbeda tergantung dari letak oktaf-nya – C1, C2, dst. Not ¼ (♩) akan dimainkan dengan kecepatan yang berbeda sesuai dengan tempo dan jumlah ketukan tergantung dari tanda biramanya.

MENGAPA HARUS MEMBACA NOTASI BALOK?


MENGEMBANGKAN DAYA INGAT/MEMORI
Kemampuan daya ingat merupakan hal yang sangat krusial bagi setiap musisi. Daya ingat merupakan kunci bagi semua pembelajaran. Tujuan utama dari membaca notasi balok dalam masa awal pembelajaran musik adalah: membangun suatu memori yang berisikan berbagai bentuk dan simbol yang nantinya akan dapat dikenali dalam lingkungan yang baru (transfer of knowledge).

Membaca notasi balok dapat menstimulasi perkembangan kemampuan dalam belajar, meningkatkan konsentrasi serta kemampuan belajar kita dalam mempelajari hal-hal yang baru di masa mendatang. Di dalam membaca notasi balok, kita memproses dan menggunakan informasi rumit yang berhubungan dengan melodi, ritme, dan warna suara - yang merupakan elemen inti dari musik (seperti kosa kata dalam bahasa). Proses ini memfasilitasi murid ketika mereka akan memainkan lagu dengan tingkat kesulitan yang sama, sehingga murid tidak membutuhkan waktu yang lama seperti mempelajari lagu sebelumnya. Mereka akan belajar jauh lebih cepat di masa mendatang, apabila mereka bisa membaca notasi balok - logis!

Perlu diperhatikan bahwa membaca notasi balok harus disertai dengan pengalaman bermusik secara aktif serta pengalaman mendengarkan musik itu sendiri. Bila tidak, maka membaca hanya akan menjadi sebuah teori saja. Apabila hal ini dilakukan dengan baik, nantinya dari proses membaca notasi balok dan bermain musik akan menciptakan suatu link, yaitu: koordinasi antara persepsi visual (mata) - persepsi kinetik (tangan, kaki, jari) - persepsi audio (telinga). Inilah yang dinamakan learning via multi-canale, dimana semua indera diaktifkan dalam proses pembelajaran, sehingga hasilnya menjadi lebih cepat dibandingkan metode belajar jadoel dan menciptakan musisi yang multi-tasking.

So, siapa bilang jadi musisi itu gampang dan tidak perlu pakai otak, just feel it, man? So not true! Justru musisi perlu memproses banyak sekali informasi. Pada tingkat profesional, musisi berhadapan dengan sejumlah besar informasi: melodi, frase, harmoni, akor, nada, ritme,  posisi tangan, posisi duduk yang benar, mengatur nafas, produksi tone yang baik, plus "baca notasi balok ke depan" jika menggunakan partitur - semua harus diorganisasikan dengan baik dan dilakukan secara bersamaan, alias multi-tasker abiesss... belum lagi kalau habis berantem, mana mic feed-back lagi, tetapi show must go on (ini hanya contoh, bukan curhat ya...). Intinya orang tidak akan menyangka, ternyata musisi memproses banyak sekali informasi dalam suatu performa musik. 

APAKAH MUNGKIN BISA MEMAINKAN MUSIK
TANPA MEMILIKI KEMAMPUAN MEMBACA NOTASI BALOK?

 

YES and NO... 
Pada dasarnya, seseorang mungkin bisa saja memainkan musik tanpa harus memiliki kemampuan membaca notasi balok - sama halnya seperti seseorang berbicara tanpa harus memiliki kemampuan menulis atau membaca. Namun, seseorang yang tidak bisa membaca atau maaf: "buta huruf", akan melewatkan kesempatan menulis atau memperkaya pengetahuan mereka lewat membaca buku-buku filosofi, sejarah, dll. Mereka akan melewatkan kesempatan untuk berkomunikasi dan memahami segala sesuatu dengan lebih baik. Untuk berkomunikasi dalam kehidupan sehari-hari ya bisa, tetapi kalau dalam memahami berita di koran? Yah,  ibaratnya bayangkan saja di era seperti ini, orang tidak bisa menggunakan internet, padahal dengan mengetik satu kata saja di search engine google, kita bisa mendapatkan semuanya. Dan orang yang bersangkutan memilih untuk tidak mempelajari bagaimana cara menggunakan komputer. Misalnya. Siapa yang rugi? Silahkan pikirkan dan memilih.

Membaca notasi balok tidak terlepas dari musik teori. Sehingga ketika seseorang mempelajari bagaimana cara membaca notasi balok, maka pengetahuan musik teorinya pun akan berkembang seiring dengan perkembangannya dalam membaca. Hal ini akan memungkinkannya untuk bermain musik lebih baik, bahkan musik yang belum pernah ia dengar sekalipun, serta memungkinkan terjadinya komunikasi yang lebih baik tentang berbagi dan bertukar pikiran tentang ide, konsep musik dengan orang lain. Oleh karena begitu pentingnya hal ini, maka membaca notasi balok merupakan kemampuan dasar yang harus dipelajari oleh setiap murid sedini mungkin. Semoga artikel ini membantu, tetap semangat belajar ya... jangan menyerah! 

Bagi orang tua, jangan takut anak-anaknya akan kesulitan dalam proses belajar musik. Hal terbaik yang bisa diberikan untuk anak sebagai orang tua adalah dukungan/support. Bagaimana menjadi orang tua yang supportif?  

Silahkan dibaca di artikel "Apakah Anda Orang Tua yang Supportif?" di  
http://jeliaedu.blogspot.com/2011/03/apakah-anda-orang-tua-yang-supportif.html

Sunday, July 22, 2012

Inovasi Noteput - the interactive music table with tangible notes

NOTEPUT
The 21st Music Innovation Technology


Baca not balok bikin sakit kepala??? Itu mah sudah kuno…
Kini belajar notasi balok menjadi semakin mudah dan menarik.
How? Meet “NOTEPUT” - the interactive music table with tangible notes!

"NOTEPUT" adalah meja musik interaktif untuk mempelajari notasi balok yang menggabungkan teknologi dan melibatkan ketiga indera manusia, yakni: pendengaran (audio), penglihatan (visual) dan sentuhan (touch). Noteput merupakan proyek tesis dari Hochschule fuer Gestaltung Schwebisch Gmuend Invention Design pada tahun 2009, yang diciptakan oleh Juergen Graef dan Jonas Friedemann Heuer dari Jerman.

Pada noteput tersedia berbagai fitur notasi balok, mulai dari kunci (clef), berbagai nilai not dan tanda istirahat, bahkan tanda aksen serta simbol dinamika lainnya. Masing-masing fitur ini terbuat dari lempengan kayu yang tipis dicat hitam matt dengan bobot yang berbeda-beda, misalnya: not satu ketuk lebih berat dari pada not setengah ketuk. Setiap lempengan kayu memiliki penanda unik di bagian bawahnya (vvvv-patch), yang dapat dilacak dengan kamera di dalam meja. Perangkat lunak ini dapat mendeteksi penanda unik di bagian bawah lempengan kayu tsb dan mampu mendefinisikan posisi dan nilai notasi balok pada garis paranada. Dengan data ini, noteput mengubahnya melalui MIDI menjadi suara (sound).


Noteput memiliki dua fungsi. Pertama, dimana kita bisa menempatkan not-not tersebut di atas meja noteput dan secara eksperimental mengeksplorasi susunan nada yang telah kita tempatkan tsb. (standard mode). Kedua, dimana kita dapat melakukan latihan semacam tutorial berdasarkan topik dan tingkat kesulitan (exercise mode).

 


Untuk mengaktifkan noteput, cukup menempatkan kunci G (treble clef) atau kunci F (bass clef) di atas meja noteput. Begitu notasi balok ditempatkan pada garis paranada (staff/stave), nada-nada itu akan otomatis terdengar. Pada mode standar ini, noteput berfungsi sebagai semacam preview dan catatan orientasi melodi. Jika terdapat beberapa notasi balok di atas meja noteput, kita dapat menekan tombol play dan mendengarkan melodi, nada-nada, dan tanda istirahat dalam hubungan satu sama lain, serta mempertimbangkan nilai not. Selain itu, kita juga bisa mendengarkan melodi tsb dalam berbagai pilihan instrumen yang berbeda, seperti piano, gitar, flute, vibraphone, atau violin. Hal ini akan memudahkan kita untuk membandingkan berbagai melodi yang telah dieksplorasi dan bagaimana perubahan dari notasi tersebut dapat mempengaruhi musik dan suasana (mood & character).

Dasar teoritis untuk proyek ini adalah bahwa hasil pembelajaran yang terbaik merupakan pembelajaran dengan menggunakan kombinasi indera manusia (multi-canal learning). Motivasi seseorang memainkan peranan yanng amat penting dalam proses belajar dan mengingat. Dengan pendekatan belajar mendasar dari bentuk notasi balok sesungguhnya ini, pencipta noteput tidak hanya ingin menjangkau anak-anak untuk tertarik mempelajari musik, tetapi juga publik dan masyarakat awam yang bahkan belum pernah mempelajari musik sekalipun.

 watch the video on youtube:

Wednesday, August 31, 2011

CHECK LIST MEMBACA NOTASI BALOK

Hi, music lovers! 

Pada Artikel Tips Berlatih Membaca Notasi Balok di:
http://jeliaedu.blogspot.com/2011/04/tips-berlatih-membaca-notasi-balok.html 

telah disebutkan beberapa tips membaca notasi balok dan apa yang bisa dilakukan guru dalam berlatih bersama muridnya. 

Pada artikel kali ini, akan disebutkan langkah-langkah sederhana dan praktis untuk membaca notasi balok, yang berfungsi sebagai check list. Semoga dapat menginspirasi music lovers dalam tetap berlatih membaca notasi balok. Selamat mencoba, jangan menyerah!


CHECK LIST 
MEMBACA NOTASI BALOK 

1. Identifikasi clef dan nama not  

Perhatikan jenis clef (treble clef/bass clef) dan letak tessitura-nya! Treble clef mempunyai tessitura berupa G4/g’ pada garis ke-2, dan pada bass clef berupa F3/f di garis ke-4. Tentukan nama nadanya berdasarkan letak tessitura-nya tsb.! 

2. Identifikasi key signature 

Key signature terletak setelah clef, yang terdiri dari satu atau beberapa tanda sharp (#) atau flat (b), dan berperan penting dalam menentukan tangga nada sebuah lagu (dapat berupa Major atau minor). Apabila tidak ada tanda apapun, berarti lagu tsb. mempunyai tangga nada natural, yaitu: C Major atau a minor. Setiap tanda sharp (#) atau flat (b) pada key signature terletak pada posisi yang spesifik, dimana nada yang terletak pada garis atau spasi pada lagu akan selalu mendapatkan tanda sharp (#) atau flat (b). 



3. Identifikasi time signature 

Time signature atau tanda birama terletak pada sebelah kanan dari key signature. Tanda birama terdiri dari dua angka yang tersusun secara vertikal, seperti angka pecahan/pembagian (fraction). Sebuah tanda birama akan menentukan berapa ketukan didalam satu birama. Tanda birama inilah yang akan digunakan secara konstan di sepanjang lagu. Walau demikian, tanda birama bisa berubah didalam lagu yang sama.  


4. Identifikasi durasi nada dan tanda istirahat dalam relasinya dengan tanda birama 

Berikut ini merupakan bentuk-bentuk (features) simbol yang menunjukkan durasi pada nada dan tanda istirahat:





5. Identifikasi perubahan nama nada dari tanda accidental: sharp (#), flat (b) & natural 
 sharp flat natural  

Double sharp         Double flat

6. Identifikasi nada-nada yang dimainkan secara suksesif dan membentuk akor dan tentukan jenis akornya 

Akor merupakan kumpulan tiga nada atau lebih yang tersusun secara vertikal dan dimainkan secara bersamaan.  

 TRIAD (Trinada)

7th-Chords

7. Identifikasi bentuk dan cara memainkan dotted notes, slur, tied notes, phrase, dan pickup 
 Dotted notes
Slur
 Tied Notes
Phrase

8. Identifikasi cara memainkan articulation dan accent 

Aksen biasanya akan otomatis dimainkan pada not pertama (ketukan kuat atau strong beat/pulse) sesuai dengan konteks tanda biramanya.  
                                1        2           3        4        5
Keterangan:
1. staccato
2. staccatissimo
3. strong accent (marcato)
4. dynamic accent (accentato)
5. light accent (tenuto)

9. Identifikasi tempo permainan dan tanda dinamika (performance directions) yang sesuai dengan karakter lagu 

Tempo merupakan elemen yang sangat krusial dalam permainan musik seseorang dan dapat mempengaruhi suasana/nuansa serta tingkat kesulitan lagu. Tempo ditulis pada awal lagu, dan sering diindikasikan dengan beats per minute (BPM) – dimana setiap ketukan dengan nilai tertentu pada lagu harus dimainkan dengan jumlah tertentu dalam satu menit. Sedangkan dinamika merupakan unsur yang akan menentukan level sebuah lagu melalui tingkat kuat lemahnya nada yang dimainkan. Tempo dan dinamika juga bisa mengalami perubahan, semuanya ditulis pada partitur lagu secara detail. 


Selamat mencoba & good luck! ^_^

Oleh: Jelia Megawati Heru