CARA MENIKMATI LATIHAN PIANO
by: Jelia Megawati Heru
Staccato, April 2025
Berlatih piano seringkali merupakan momok dan terasa seperti sebuah hukuman bagi para pianis profesional yang paling berdedikasi sekalipun. Lantas, bagaimana cara menikmati latihan? Ini saatnya mengevaluasi kebiasaan berlatih kita dan merencanakan latihan yang lebih efisien dan fokus untuk mencapai tujuan akhir bermusik Anda. Resolusi Anda bukanlah berlatih lebih banyak, tetapi bagaimana memiliki repertoar yang banyak dalam waktu yang singkat dan memperoleh kenikmatan dari bermusik.
1. TEMUKAN MOTIVASI ANDA
Motivasi membuat Anda bangkit dari sofa dan tetap bermain piano. Coba ingat-ingat dan gali apa alasan Anda memainkan piano? Terkadang hanya butuh satu hal yang sederhana. Kenangan atau memori masa kecil. Sebuah iklan atau lagu soundtrack di TV atau sebuah foto konser/resital pertama dengan orang tua, bahkan mungkin lagu River Flows in You. Identifikasikanlah beberapa tujuan jangka pendek dan jangka panjang! Dengarkan karya atau pemain yang menginspirasi Anda untuk bermain piano di YouTube.
Latihan tidak hanya terjadi di ruang latihan, ini adalah penyempurnaan mental dan juga latihan fisik, jadi carilah inspirasi dari dunia luar, ini mungkin hanya memberi Anda dorongan yang Anda butuhkan. Motivasi yang kuat membuat Anda kuat menjalani hal-hal yang berat sekalipun. Tanpa motivasi dan tujuan, semuanya akan terasa membosankan dan sia-sia.
2. PLANNING: RENCANAKAN WAKTU LATIHAN DENGAN BIJAKSANA
Waktu kita dalam sehari itu terbatas. Time flies. Waktu itu bukan bestie kita. Waktu akan terus berdetik tanpa menunggu seorang pun. Tidak ada yang lebih sulit daripada memutuskan untuk duduk di depan piano dan mulai berlatih. Pikiran dan tubuh kita seakan menolak untuk bekerja, bernegosiasi untuk memilih opsi yang paling mudah dan nyaman. Namun sayangnya tidak ada jalan pintas.
DO IT ANYWAYS!
“Motivation is what gets the fire started.
Discipline is the fan that keep the flames burning.
Showing up every day makes a difference in the long run,
especially when we do it despite not wanting to.”
Hindari sesi latihan secara spontan maupun berlebihan! Janganlah berlatih berlebihan dalam satu hari dan tidak berlatih sama sekali pada hari berikutnya! Berlatihlah secara teratur. Rencanakanlah waktu berlatih Anda, jadilah disiplin, dan lakukanlah secara konsisten serta rutin seperti halnya menyikat gigi. Tentukan apa yang akan Anda lakukan dalam sesi latihan tsb (fokus) adalah cara terbaik untuk berlatih secara efektif. Dedikasikan sejumlah waktu tertentu untuk setiap teknik, latihan, atau karya selama kurun waktu tertentu – bisa mingguan atau bulanan, dapat membantu menghilangkan upaya emosional untuk berlatih secara sporadik atau spontan.
3. MULAI DENGAN HAL YANG POSITIF
Meskipun kita semua sangat bersemangat untuk terjun ke dalam repertoar, memulai dengan rutinitas pemanasan dapat memberikan banyak manfaat, seperti memulai sesi latihan dengan pola pikir yang baik, mencegah cedera, meningkatkan teknik, dan membangun fleksibilitas.
Sering kali kita membatasi diri berdasarkan penilaian yang kita pikir akan kita terima dari orang lain. Jangan membatasi diri Anda berdasarkan rasa tidak aman atau ketakutan akan kegagalan! Gali lebih dalam apa yang ingin Anda capai. Jika menuliskan hal ini membantu maka lakukanlah. Beranilah untuk melangkah!
4. KONTROL DAN MEMINIMALISIR KESALAHAN
Saat berlatih, mengurangi kesalahan adalah hal yang penting. Ini memberi Anda waktu yang diperlukan untuk fokus pada ide-ide seperti dinamika, nada, dan teknik. Setiap kali Anda bermain, pastikan agar semua informasi yang masuk ke otak Anda benar. Jangan mengulang 100 kali tapi salah-salah. Lebih mudah memasukkan informasi yang benar ke dalam otak Anda sejak awal daripada memperbaiki data yang 'rusak'. Dengan kata lain, Anda akan menghabiskan lebih sedikit waktu untuk mempelajari sesuatu dengan hati-hati secara langsung dibandingkan mempelajarinya terlalu cepat dan harus kembali lagi dan memperbaikinya. Hal ini akan memudahkan Anda untuk bermain bersih tanpa terlalu banyak melakukan kesalahan di kemudian hari.
Misalnya menentukan fingering yang benar, masuk akal secara musikal, dan terasa nyaman. Setelah hal ini ditetapkan, maka latihan perlahan (tempo pelan) dapat dimulai dengan menggunakan penjarian yang sudah ditentukan.
5. FOKUS PADA AREA YANG SULIT
Hemat waktu dengan memulai dari area yang bermasalah. Selalu melatih sebuah lagu dengan memainkannya dari awal itu tidak efisien. Berlatih dua jam dengan sangat fokus lebih baik daripada berlatih enam jam sambil menonton. Berlatihlah sebanyak yang Anda bisa setiap hari tanpa melukai diri sendiri. Otak manusia hanya dapat memproses sejumlah informasi tertentu dalam satu waktu. Mengetahui hal ini, penting untuk memecah bagian-bagian yang sulit menjadi “potongan” yang kecil. Agar latihan tidak membosankan akan sangat membantu jika Anda melakukan variasi pada latihan Anda.
6. BERISTIRAHAT & BALANCE
Tidak ada rahasia untuk menjadi lebih baik selain kerja keras. Namun, perlu adanya keseimbangan antara kerja dan istirahat. Latihan langsung selama berjam-jam dapat menyebabkan cedera akibat penggunaan berlebihan. Membagi waktu latihan Anda adalah strategi pencegahan cedera yang bagus. Beristirahat sangatlah penting selama latihan, tidak hanya untuk menghindari cedera fisik, tetapi juga untuk membantu kita memfokuskan kembali pikiran pada tugas yang ada. Gunakan waktu tersebut untuk meregangkan tangan, duduk tegak, memutar bahu ke belakang, minum air, dan mengevaluasi kemajuan latihan sejauh ini.
7. OPTIMALKAN RUANG LATIHAN
Alam bawah sadar kita selalu menangkap pesan dari lingkungan sekitar kita. Oleh karena itu, memperhatikan ruang latihan dapat berdampak besar pada kebahagiaan kita selama berlatih. Untuk membuat ruang latihan yang mengoptimalkan fokus, pastikan untuk berlatih di ruang tanpa banyak rangsangan visual dan jika mungkin carilah tempat dengan paparan sinar matahari karena hal ini meningkatkan pelepasan hormon serotonin di otak, yang terkait dengan meningkatkan suasana hati dan membantu kita merasa tenang dan fokus.
“Be patient! Piano can’t be mastered overnight.
The idea is to practice daily, consistently, and religiously.
Trust the process. You will improve as a result.”
8. TRUST THE PROCESS
Kadang-kadang kita duduk di depan instrumen dengan niat terbaik, tapi kita merasa tidak menyelesaikan apa pun, atau kita mungkin memainkan sesuatu dan merasa bahwa kita belum berkembang sama sekali.
Pada saat-saat seperti ini, sangat penting bagi Anda untuk memercayai prosesnya, tidak setiap hari akan terasa seperti kita membuat kemajuan aktif, namun kita membuat kemajuan terbesar justru pada hari-hari ketika kita tetap duduk dan berlatih.
Konsistensi adalah kunci untuk mencapai apa yang kita inginkan, jadi cobalah untuk tidak membiarkan suasana hati atau perasaan Anda seputar 'kesuksesan' latihan Anda menghalangi Anda untuk mencapai tujuan baik itu harian, mingguan, atau bulanan.
9. DON’T FORGET TO ENJOY & PLAY FOR YOURSELF!
Meluangkan waktu untuk bermain sama pentingnya dengan bekerja secara efisien. Piano adalah media untuk mengekspresikan diri dan mengeksplorasi diri, baik itu bahagia maupun sedih. Terlepas dari tingkat kesulitan bermain piano yang tinggi, letak kepuasan batin itu bukan hanya ketika diapresiasi dan mencapai tujuan semata – lulus ujian dengan peringkat distinction, memenangkan kompetisi internasional, atau tampil di konser.
Tetapi juga karena kita menjadi manusia yang ‘kaya’, yang mampu berbagi rasa lewat musik dan ‘mengisi’ jiwa dan hati para pendengarnya, berteman dengan banyak orang dari berbagai kalangan. Sesimpel memainkan Happy Birthday untuk papa mama atau We Wish You A Merry Christmas. Disitulah letak kepuasan dan kebahagiaannya. Tidak melulu hanya mencapai target, namun perjalanan dengan segala up’s & down’s, pengalaman nano-nano, dan proses yang membawa Anda kesana. So enjoy the ride!